Selamat Datang di www.terapinarkoba.com

Kami berpengalaman mengobati KECANDUAN NARKOBA, KECANDUAN OBAT PENENANG, dengan metode Pengobatan MULTI TERAPI Insya Allah kecanduan narkoba dapat di sembuh kan dalam waktu relatif singkat, hanya 2 bulan, bukan 6 tahun.

SAKAW, Jantung berdebar debar, masih sulit tidur Insha Allah cepat sembuh.
S
udah banyak pasien yang kami
tolong, baik dari jawa maupun luar jawa / luar kota.

Pengobatan bisa RAWAT JALAN dan bisa PENGOBATAN JARAK JAUH pasien tidak harus datang, bisa tetap sekolah, kuliah atau bekerja

JIKA ANDA BELUM SEMBUH

JANGAN RAGU HUBUNGI KAMI

TABIB MASRUKHI,MPA

Telp : 0858 6941 2009


GARANSI PENGOBATAN >>> klik disini

Catatan : Pecandu Narkoba sangat tergantung dengan peran serta orang tua / keluarga. Karena itu segera lah berobat sebelum semuanya terlambat, kematian atau cacat seumur hidup.

yang perlu di lakukan orang tua terhadap seorang anak pecandu Narkoba ?
1. Bila pecandu ingin sembuh segera di obati selagi ada keinginan sembuh.
2. Bila pecandu belum ingin sembuh maka tetaplah motivasi untuk segera di obati atau setidaknya minum obat ramuan kami dengan harapan pasien merasakan manfaat nya selanjutnya ada kesadaran untuk sembuh total.

Demikian semoga bermanfaat

* Disclaimers : hasil pengobatan yang didapatkan tiap individu bisa berbeda, tergantung kondisi pasien

PANTI REHABILITASI NARKOBA LIDO BOGOR, LAMA AMAT 6 Tahun Waktu Rehabilitasi Narkoba

Labels:

Nyabu-nWOOW Fantastis, Biaya Rehabilitasi Narkoba 4 - 5 juta per bulan, Butuh waktu 6 tahun, dan Angka Relapse Pecandu Narkoba masih sangat Tinggi. Kapan sembuhnya ?

JAKARTA (Pos Kota)- Pecandu narkoba yang mendapatkan tindakan rehabilitasi jumlahnya masih sangat minim. Dari jumlah pecandu yang diperkirakan mencapai 4 juta orang, pemerintah melalui Badan Narkotika Nasional (BNN) baru bisa merehabilitasi 20 ribu pecandu atau sekitar 1 persen setiap tahunnya.
“Itu pun kita dibantu instansi lain termasuk swasta dan organisasi sosial,” papar Suyono, Direktur
Pasca Rehabilitasi BNN disela Focus Group Discussion Kowani bertema penyalahguna narkoba mau dibawa kemana, dipenjara atau diobati, Selasa (25/7).
Untuk merehabilitasi pecandu, lanjut Suyono memang membutuhkan biaya yang mahal dan waktu yang cukup lama. “Satu pecandu butuh Rp 4 juta sampai Rp 5 juta per bulan untuk biaya rehabilitasi yang meliputi makan, detoks, konseling dan biaya kesehatan lainnya,” lanjut Suyono.
Sedang untuk menyembuhkan seorang pecandu jelas Suyono dibutuhkan waktu minimal 6 tahun. Tetapi karena keterbatasan anggaran, BNN hanya bisa merehabilitasi pecandu rata-rata 1 tahun.
Karena rendahnya prosentase pecandu yang mendapatkan rehabilitasi, angka relapse (kekambuhan) diantara mantan pecandu sangat tinggi.
Dewi Motik-BNN
Ketua Umum Kowani Dewi Motik Pramono memimpin diskusi kelompok penyalahgunaan narkoba bekerjasama dengan BNN. (Inung)
BNN memperkirakan 30 persen mantan pecandu bisa mengalami kekambuhan jika tidak mendapatkan dukungan baik dari lingkungannya termasuk pengawasan dari keluarga.
Sementara itu Ketua Umum Kowani Dewi Motik Pramono mengatakan pemerintah harus menempatkan pecandu narkotika sebagai korban. Karena itu mereka harus direhabilitasi dan bukan malah dipenjara, dan dicampur dengan penjahat lainnya.
“Pemerintah dalam hal ini BNN dan aparat penegak hukum harus bisa membedakan mana itu korban dan mana bandar. Perlakuannya jelas beda jauh,” kata Dewi.
Upaya menekan peredaran Narkoba, Dewi menilai pemerintah termasuk presiden harus bersikap lebih tegas terhadap para bandar narkoba. Mengingat para bandar narkoba merupakan perusak moral dan masa depan anak bangsa.
“Saya setuju hukuman mati bagi bandar narkoba. Supaya ada efek jera. Bukan bolak balik dikasih bonus ampunan atau remisi hukuman,” pungkas Dewi.
Kowani dengan anggota lebih dari 30 juta bertekad untuk aktif dalam upaya-upaya rehabilitasi mantan pecandu narkoba. (Inung/d)

Jika belum sembuh segera hubungi kami 085869412009