Selamat Datang di www.terapinarkoba.com

Melalui metode MULTI TERAPI penemuan kami, KECANDUAN narkoba dapat di sembuhkan dalam waktu relatif singkat 2 bulan, bukan 6 tahun . Tidak hanya di lakukan detoksifikasi juga mengobati efek narkoba lainya, seperti sakaw , sugesti dan halusinasi. sudah banyak membuktikannya

Dengan Detoksifikasi kami, insya Allah dalam waktu 10 hari darah pecandu bisa bersih bebas dari racun narkoba yang di buktikan di Laboratorium setempat.

Pengobatan bisa RAWAT JALAN, RAWAT INAP untuk proses detok langsung selama 10 hari dan pasien tidak harus datang bisa tetap sekolah, kuliah atau bekerja.

JIKA ANDA BELUM SEMBUH ? MASIH SAKAW,HALUSINASI


JANGAN RAGU HUBUNGI KAMI

0858 6941 2009 / 0823 3222 2009


SIAP DI UNDANG KHUSUS WIL JAKARTA
klik disini

GARANSI PENGOBATAN >>> klik disini

Catatan : Pecandu Narkoba sangat tergantung dengan peran serta orang tua/keluarga. Karena itu segera lah berobat sebelum semuanya terlambat, kematian atau cacat seumur hidup.

yang perlu di lakukan orang tua terhadap seorang anak pecandu Narkoba ?
1. Bila pecandu ingin sembuh segera di obati selagi ada keinginan sembuh.
2. Bila pecandu belum ingin sembuh maka tetaplah motifasi dan di obati pada AHLInya karena nantinya mudah untuk sembuh TUTAS.

Kami Juga mengobati penyakit HIV AIDS >>> klik disini

PANTI REHABILITASI NARKOBA LIDO BOGOR, LAMA AMAT 6 Tahun Waktu Rehabilitasi Narkoba

Labels:

Nyabu-nWOOW Fantastis, Biaya Rehabilitasi Narkoba 4 - 5 juta per bulan, Butuh waktu 6 tahun, dan Angka Relapse Pecandu Narkoba masih sangat Tinggi. Kapan sembuhnya ?

JAKARTA (Pos Kota)- Pecandu narkoba yang mendapatkan tindakan rehabilitasi jumlahnya masih sangat minim. Dari jumlah pecandu yang diperkirakan mencapai 4 juta orang, pemerintah melalui Badan Narkotika Nasional (BNN) baru bisa merehabilitasi 20 ribu pecandu atau sekitar 1 persen setiap tahunnya.
“Itu pun kita dibantu instansi lain termasuk swasta dan organisasi sosial,” papar Suyono, Direktur
Pasca Rehabilitasi BNN disela Focus Group Discussion Kowani bertema penyalahguna narkoba mau dibawa kemana, dipenjara atau diobati, Selasa (25/7).
Untuk merehabilitasi pecandu, lanjut Suyono memang membutuhkan biaya yang mahal dan waktu yang cukup lama. “Satu pecandu butuh Rp 4 juta sampai Rp 5 juta per bulan untuk biaya rehabilitasi yang meliputi makan, detoks, konseling dan biaya kesehatan lainnya,” lanjut Suyono.
Sedang untuk menyembuhkan seorang pecandu jelas Suyono dibutuhkan waktu minimal 6 tahun. Tetapi karena keterbatasan anggaran, BNN hanya bisa merehabilitasi pecandu rata-rata 1 tahun.
Karena rendahnya prosentase pecandu yang mendapatkan rehabilitasi, angka relapse (kekambuhan) diantara mantan pecandu sangat tinggi.
Dewi Motik-BNN
Ketua Umum Kowani Dewi Motik Pramono memimpin diskusi kelompok penyalahgunaan narkoba bekerjasama dengan BNN. (Inung)
BNN memperkirakan 30 persen mantan pecandu bisa mengalami kekambuhan jika tidak mendapatkan dukungan baik dari lingkungannya termasuk pengawasan dari keluarga.
Sementara itu Ketua Umum Kowani Dewi Motik Pramono mengatakan pemerintah harus menempatkan pecandu narkotika sebagai korban. Karena itu mereka harus direhabilitasi dan bukan malah dipenjara, dan dicampur dengan penjahat lainnya.
“Pemerintah dalam hal ini BNN dan aparat penegak hukum harus bisa membedakan mana itu korban dan mana bandar. Perlakuannya jelas beda jauh,” kata Dewi.
Upaya menekan peredaran Narkoba, Dewi menilai pemerintah termasuk presiden harus bersikap lebih tegas terhadap para bandar narkoba. Mengingat para bandar narkoba merupakan perusak moral dan masa depan anak bangsa.
“Saya setuju hukuman mati bagi bandar narkoba. Supaya ada efek jera. Bukan bolak balik dikasih bonus ampunan atau remisi hukuman,” pungkas Dewi.
Kowani dengan anggota lebih dari 30 juta bertekad untuk aktif dalam upaya-upaya rehabilitasi mantan pecandu narkoba. (Inung/d)

Jika belum sembuh segera hubungi kami 085869412009