Assalamu`alaikum wr.wb.

PANTI HIDAYAH - melayani Terapi dan Rehabilitasi Pecandu NARKOBA baik kasus baru atau menahun, Insya Allah dengan metode MULTI THERAPI kami, pecandu narkoba bisa di sembuhkan dalam waktu relatif singkat 2 - 3 bulan pengobatan, bukan bertahun-tahun.

Atas Ijin Allah banyak pasien kami yang telah sembuh tuntas dari Jawa dan Luar Pulau Jawa.
Bisa Pengobatan JARAK JAUH, pasien tidak harus datang , tidak harus meninggalkan pekerjaan .

Bila sudah berobat tidak kunjung sembuh , sakaw, halusinasi , ingin sembuh dari ketergantungan metadhon segera hubungi kami. SERIUS BEROBAT TELPON KAMI 0858 6941 2009 / 0823 3222 2009

BUKA PRAKTEK JAKARTA ( pangilan )






Medan

Wapres Akan Resmikan Balai Rehabilitasi Narkoba di Makassar


Sabtu, 23 Juni 2012 16:42 WIB

TRIBUN-MEDAN.com, MAKASSAR - Wakil Presiden Republik Indonesia (RI), Boediono, dijadwalkan mengunjungi Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (26/6/2012) pekan mendatang,  dalam rangka Hari Anti Narkotika Indonesia (HANI). Wapres direncanakan akan meresmikan Balai Rehabilitasi Narkoba Badan Narkotika Nasional (BNN) yang terletak di Baddoka, Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

Untuk mengamankan kunjunga ini, Pola Sulwesi Selatan menerjunkan sekitar 1.500 polisi. "Kita terjunkan dua per tiga kekuatan Polda Sulsel untuk melakukan pengamanan saat Wakil Presiden datang ke Makassar nanti," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Komisaris Besar (Kombes) Polisi, Chevy Ahmad

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Selatan, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Richard M Nainggolan yang dihubungi Kompas.com, Sabtu, mengungkapkan, balai rehabilitasi narkoba di Makassar dibangun di atas lahan seluas 2,5 hektar dan diperuntukkan bagi korban dan pelaku penyalahgunaan narkoba di kawasan Timur Indonesia. Daya tampung balai ini mencapai 300 sampai 400 orang, terdiri 70 persen laki-laki dan 30 persen wanita.

"Jadi, tempat ini disiapkan, baik bagi mereka yang punya keinginan sendiri untuk sadar, dititipkan oleh orang tuanya, tersangka maupun yang sudah divonis pengadilan. Kalau mengenai tervonis kasus narkoba, ya tergantung dari hakimnya. Apakah dihukum di Lapas Narkotika Bollangi, Gowa atau di tempat rehabilitasi," kata dia. (*)

Editor : Sofyan Akbar
Sumber : Kompas.com