Selamat Datang di www.terapinarkoba.com

Kami berpengalaman mengobati KECANDUAN NARKOBA dengan metode Pengobatan MULTI TERAPI Insya Allah kecanduan narkoba dapat di pulihkan dalam waktu relatif singkat, hanya 2 bulan, bukan 6 tahun.
Sudah banyak pasien yang kami tolong, baik dari jawa maupun luar jawa / luar kota

SAKAW, Jantung berdebar debar, masih sulit tidur Insha Allah dapat di pulihkan.

Prosedur Pemulihan kecanduan narkoba bisa RAWAT JALAN dan TERAPI JARAK JAUH pasien tidak harus datang, bisa tetap sekolah, kuliah atau bekerja

SUDAH REHAB TAPI ANDA MASIH KECANDUAN JANGAN RAGU HUBUNGI KAMI


TABIB MASRUKHI,MPA

Telp : 0823 3222 2009


GARANSI >>> klik disini

Catatan : Pecandu Narkoba sangat tergantung dengan peran serta orang tua / keluarga. Karena itu segera lah berobat sebelum semuanya terlambat, kematian atau cacat seumur hidup.

yang perlu di lakukan orang tua terhadap seorang anak pecandu Narkoba ?
1. Bila pecandu ingin Lepas dari ketergantungan narkoba maka segera di obati
2. Bila pecandu belum ada keinginan Lepas dari ketergantungan narkoba maka tetaplah motivasi untuk segera diobati atau setidaknya minum obat ramuan kami dengan harapan pasien merasakan manfaat nya selanjutnya ada kesadaran untuk di pulihkan secara tuntas.

Demikian semoga bermanfaat

Disclaimers : Hasil pengobatan yang di dapatkan masing-masing orang dan waktu yang di butuhkan setiap orang berbeda-beda tergantung tingkat keparahan penyakit, rata rata hanya 2 bulan bisa di sembuhkan dengan tuntas

Yayasan Rehabilitasi Narkoba

Labels: , ,



Ketua Yayasan Serba Bakti Pesantren Suryalaya Perwakilan Kota Bogor, Edgar Suratman, Rabu (7/9), di Bogor mengatakan, Abah Anom merupakan tokoh panutan dan ulama besar yang berjasa bagi bangsa maupun agama.

"Almarhum merupakan ulama penuh teladan yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk masyarakat, agama dan bangsa," kata Edgar Suratman.


Salah satu andil besar yang diberikan Abah Anom yang dikenal sebagai ajengan santun dan sederhana semasa hidupnya adalah mempelopori rehabilitasi kecanduan narkoba melalui pendekatan spiritual atau agama.

"Salah satu konsen almarhum saat hidup adalah merehabilitasi pecandu narkoba melalui pendekatan spiritual dan dzikir. Karena itu Pesantren Suryalaya dikenal banyak pihak sebagai pusat rehabilitasi narkoba," ujar Edgar Suratman yang juga Asda Bidang Kemasyarakatan Pemerintah Kota Bogor.

Abah Anom mengembangkan gerakan rehabilitasi narkoba berbasis spiritual melalui "Majelis Al Inabah" yang dikembangkan sejak tahun 1980-an. Tak ayal bila Badan Narkotika Nasional, Mabes Polri dan berbagai lembaga anti Narkoba menjadikan Pesantren Suryalaya sebagai mitra utama dalam upaya merehabilitasi korban maupun perang terhadap peredaran narkoba di Tanah Air.

Sumbangan besar lain yang diberikan Abah Anom bagi bangsa ini, yaitu mengembangkan dakwah Islam berbasis pendekatan "tasauf" atau spiritual melalui wadah "Tarekat Qodiriyah Naqsabandiyah" alias TQN Suryalaya.

Kehadiran TQN Suryakaya yang diprakarsai ulama kelahiran Tasikmalaya 1 Januari 1915 tersebut mendapatkan apresiasi besar dari umat Islam, baik di Jawa Barat, di Nusantara bahkan Mancanegara.

"TQN Suryalaya memiliki jutaan pengikut yang tersebar di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara," kata Edgar Suratman yang juga a'wan Syuriah PC Nahdlatul Ulama Kota Bogor.

Menurut Edgar, di semua kabupaten/ kota se-Jawa Barat, TQN Suryalaya memiliki organisasi perwakilan yang disebut "Yayasan Serba Bakti Pesantren Suryalaya Perwakilan Kabupaten/ Kota. Di sejumlah daerah di DKI Jakarta, Banten dan Jawa Tengah, TQN Suryalaya juga memiliki perwakilan.

"Perwakilan Yayasan Serba Bakti Pesantren Suryalaya memiliki tiga misi yaitu pengembangan ajaran tarekat, pembinaan akhlak umat maupun rehabilitasi narkoba berbasis spiritual," ungkap Edgar.

Hal tersebut, lanjut Edgar yang juga mantan Kepala Kesbangpol Kota Bogor, sesuai dengan falsafah "Serba Bakti", yakni untuk membaktikan diri semata bagi kepentingan masyarakat, agama dan bangsa.

Sumbangan besar berikutnya yang didedikasikan Abah Anom saat hidupnya, yaitu mempelopori pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui Pesantren Suryalaya, Abah Anom mengembangkan koperasi pesantren dan baitul mal wat tamwil.

Kopontren dan BMT Suryalaya bekerjasama dengan sejumlah bank dalam mengembangkan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesantren dan pedesaan di Tasikmalaya dan Ciamis.

Andil besar lain yang didedikasikan Abah Anom, tambah Edgar, di bidang pendidikan. Melalui Pesantren Suryalaya, Abah Anom setiap tahunnya membina ribuan kader-kader calon pemimpin di tengah masyarakat.

Yayasan Serba Bakti Pesantren Suryalaya yang terletak di Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, memiliki 13 unit pendidikan, yaitu mulai jenjang TK, SD, MTs, SMP, MA, SMA, SMK, sekolah tinggi ilmu ekonomi, institut agama islam, majelis taklim, pesantren, pengajian umum serta "Majelis Al Inabah." Santri Pesantren Suryalaya mencapai ribuan orang yang berasal dari sekitar Tasikmlaya, kawasan Priangan Timur dan berbagai daerah di Indonesia.

Ketulusan Abah Anom dalam mendedikasikan dirinya di berbagai bidang, membuatnya diberikan banyak penghargaan oleh masyarakat dan lembaga, baik dari Dalam maupun Luar Negeri, sehingga ruang tamu almarhum banyak diisi berbagai piagam dan kenang-kenangan.

Besarnya jasa yang dilakukan Abah Anom sepanjang hayatnya, membuatnya disegani dan diikuti banyak orang. Kematiannya pun ditangisi belasan ribu orang yang memadati kompleks Pesantren Suryalaya pada Selasa, untuk mengantarkannya ke tempat peristirahatan terakhir.

Sejumlah tokoh nasional dan pemimpin parpol besar, ikut berbelasungkawa atas wafatnya almarhum dengan mengirimkan karangan bunga. Puluhan karangan bunga dipasang sepanjang jalan menuju kediaman almarhum, antara lain berasal dari Ketua DPW PKB Jawa Barat yang juga Menteri PDT Helmy Faisal Zaini, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, Ketua DPD Partai Demokrat Iwan Sulanjana, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, dan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Selanjutnya, Gubernur DKI Fauzi Bowo, Bupati Tasikmalaya, keluarga besar PCNU Kabupaten Tasikmalaya, Wali Kota Bogor, Sekdakot Bogor, Bupati Ciamis, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Ketua Kwarda Pramuka Jawa Barat Dede Yusuf, Pangdam III/Siliwangi, Kapolda Jawa Barat, Akbar Tanjung, sejumlah bupati di Kalimantan hingga direksi Bank BCA.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga ikut memberikan karangan bunganya sebagai ungkapan belasungkawa atas kepergian almarhum untuk selama-lamanya.(ant/hrb)