Selamat Datang di www.terapinarkoba.com

Kami berpengalaman menangani KECANDUAN NARKOBA dengan metode MULTI TERAPI Insya Allah kecanduan narkoba dapat di pulihkan dalam waktu relatif singkat, hanya 2 bulan, bukan 6 tahun.
Sudah banyak pasien yang kami tolong, baik dari jawa maupun luar jawa / luar kota

SAKAW dll cepat di pulihkan.

Prosedur Pemulihan kecanduan narkoba bisa RAWAT JALAN dan TERAPI JARAK JAUH pasien tidak harus datang, bisa tetap sekolah, kuliah atau bekerja

SUDAH REHAB TAPI ANDA MASIH KECANDUAN JANGAN RAGU HUBUNGI KAMI


TABIB MASRUKHI,MPA

Telp : 0823 3222 2009


GARANSI >>> klik disini

Catatan : Pecandu Narkoba sangat tergantung dengan peran serta orang tua / keluarga. Karena itu segera lah berobat sebelum semuanya terlambat, kematian atau cacat seumur hidup.

yang perlu di lakukan orang tua terhadap seorang anak pecandu Narkoba ?
1. Bila pecandu ingin Lepas dari ketergantungan narkoba maka segera di obati
2. Bila pecandu belum ada keinginan Lepas dari ketergantungan narkoba maka tetaplah motivasi untuk segera diobati atau setidaknya minum obat ramuan kami dengan harapan pasien merasakan manfaat nya selanjutnya ada kesadaran untuk di pulihkan secara tuntas.

Demikian semoga bermanfaat

Bahaya Laten Santet

Labels:


BLITAR - Meski indra penglihatannya tidak mampu mencerna, Muharno (70) penduduk Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur ini meyakini sihir atau santet sesuatu yang nyata. Kehadiran ilmu hitam yang memiliki banyak nama seperti   teluh, tenung, atau vodoo bisa ia rasakan.

"100 persen saya percaya dengan santet. Karena saya mengalaminya secara  langsung,” tuturnya.

Memang tidak bisa diterima akal sehat. Namun faktanya dibalik kulit perut lelaki berusia senja itu benar-benar  keluar untaian logam kawat yang biasa digunakan sebagai material bangunan.

Darah pun sontak mengucur saat  benda yang tidak berada di tempat semestinya itu tertarik  keluar. “Saat ditarik keluar rasanya sakit sekali. Jantung saya seolah mau copot. Begitu teganya manusia yang ingin mengambil  hidup saya,” terangnya sedih.

Selain kawat,  keluar juga jarum berukuran besar. Usapan air bunga dan telur ayam kampung itu membuat logam runcing yang biasanya digunakan untuk merapikan bagian kasur robek itu menyembul dari  pori-pori punggungnya. “Semuanya ada 3 jarum. Ini yang membuat punggung saya sebelah kiri nyeri terus-menerus. Rasanya seperti ditusuki  jarum,” tuturnya.

Keluar juga silet dan sebongkah kecil kemenyan. Silet itu masih baru. Seperti baru saja dilepas dari bungkusnya.  Kecuali dua benda terakhir tersebut, kondisi logam seluruhnya telah berkarat.

Menurut Muharno, terjadinya proses korosif logam yang keluar dari tubuhnya sebagai sesuatu yang wajar. Hal itu mengingat  rasa sakit yang dideritanya berlangsung cukup lama. “Saya mengalami sakit sekitar satu tahun setengah. Tentunya logam yang bercampur darah dan cairan di dalam tubuh membuat berkarat, “jelasnya.

Tidak hanya merasa lega dan ringan. Wajah kakek dua cucu itu  kembali cerah dan berseri-seri. Ia kembali bisa melanjutkan aktivitasnya di sawah. “Setelah semua logam itu keluar saya juga disarankan untuk ke dokter. Obat medis yang diberikan bertujuan  untuk mencegah terjadinya infeksi,” jelasnya.

Sebelum bertemu dengan orang “pintar” asal Kabupaten Banyuwangi, hidup Muharno seperti neraka. Tidak hanya penderitaan pada raga, dunia yang ada di kepalanya kerap berputar tanpa sebab yang nyata. Seperti halnya para penderita penyakit migrain. Keseimbanganya mendadak “terputus” di tengah jalan.

“Saya bahkan sering tidak sadarkan diri ketika sedang mencangkul di sawah. Saya bisa merasakan saat “kiriman” benda itu datang.  Tapi anehnya berulangkali saya  bawa ke dokter, dokter selalu mengatakan saya tidak sakit apa-apa,  “jelasnya.

Santet dan Orang Dekat

“Saya adalah korban dari perbuatan dukun santet. Saya tahu siapa yang menginginkan kematian saya. Saksinya juga banyak. Perangkat desa di sini juga tahu,” tutur Muharno dengan nada geram.

Berdasarkan teori Clifford Geertz  dalam Abangan, Santri, dan Priyayi dalam Masyarakat Jawa, sihir (santet) adalah cara menyakiti secara magi yang cenderung digunakan oleh tetangga, teman, kerabat dan kenalan yang cukup dekat. 

Jasa dukun yang digunakan biasanya bertempat tinggal jauh. Kendati demikian  pencetus tindakan selalu seseorang yang dekat. Sebab tidak seperti orang lain, orang Jawa tidak pernah menuduh orang-orang luar  yang melakukan perbuatan sihir.

“Saya mengalami kondisi sakit yang tidak masuk akal itu setelah berselisih soal warisan keluarga. Kasusnya telah masuk ranah hukum. Bahkan pada saat sidang di Pengadilan saya tiba-tiba jatuh pingsan. Saya ingat, itulah pertama kali saya dikirimi santet, “terang Muharno.

Lebih jauh Geertz mengemukakan (hal 149), sihir selalu digunakan untuk alasan khusus. Tenung atau santet tidak pernah digunakan untuk suatu kedengkian yang sifatnya ringan. Korban dianggap telah mengecewakan harapan orang yang menyerangnya atau dalam suatu cara pernah membuat pelaku marah.

Namun sejauh teori dicetuskan pada tahun 60-an, belum ada cara membawa perbuatan tenung sebagai tindak pidana  hukum atau perbuatan yang bisa menimbulkan hak atas ganti rugi. Tuduhan umum terhadap perbuatan santet tidak  bisa dilakukan secara terbuka.

Satu-satunya pembelaan yang bisa dilakukan korban santet hanya menuduh secara rahasia dan menyebarkan desas desus demi kepuasan hati semata. Tidak heran, seringkali muncul pemikiran, santet adalah perbuatan mistik yang harus dihadapai secara mistik pula.

“Sayangnya saat orang yang mengatakan hendak menyantet suami saya itu tidak ada yang merekam. Kalau ada yang merekam tentu masalah ini bisa diperjelas lagi, “timpal Ny Suciati, istri dari Muharno.

Kiai Agus Salim (41), asal Banyuwangi sepakat bila santet dan sejenisnya diundangkan. Sebab dengan begitu, orang tidak mudah menyakiti orang lain dengan  cara keji dan dilarang agama.

“Meskipun pembuktianya tentu tidak mudah. Namun jika masuk dalam KUHP, para pelaku santet akan berfikir tiga kali untuk melakukan perbuatan itu,” ujarnya.

Bagi Agus Salim, santet bukanlah fenomena yang baru di masyarakat. Bahkan di Banyuwangi, seorang dukun yang dipakai jasanya menyantet  bisa mendapat  imbalan hingga Rp 20 juta. Informasi yang dihimpun, keberadaan dukun santet di wilayah Mataraman, masih banyak dijumpai di daerah sebelah selatan Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek. Para pengguna jasa dukun ilmu hitam ini biasanya berasal dari lokasi yang jauh, seperti Jakarta dan Surabaya. Ironisnya, isu santet justru lebih banyak merebak di wilayah masyarakat yang berbasis pesantren daripada abangan.

“Biasanya mereka (dukun) tidak mau kalau menyantet orang yang masih satu wilayah. Sebab jika ketahuan bisa menjadi korban main hakim massa. Karenanya RUU tentang santet bisa melindungi para dukun atau paranormal dari amukan massa,” pungkasnya.

Sekedar mengingatkan, pada tahun 1998 seiring robohnya rezim orde baru, telah terjadi pembantaian massal dengan isu dukun santet di wilayah tapal kuda, Malang dan sebagian Madura. Spekulasi yang berkembang, masalah yang terjadi lebih pada muatan politis. Namun kasus itu menunjukkan jika santet merupakan ancaman laten yang perlu disikapi dengan perundangan.

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan komentar atau berbagi pengalaman.
Bila Saudara Menginginkan balasan secapatnya dari kami, komfirmasi ketik KOMENTAR kirim ke 082332222009. Terimaksih