Selamat Datang di www.terapinarkoba.com

Kami berpengalaman menangani KECANDUAN NARKOBA dengan metode MULTI TERAPI Insya Allah kecanduan narkoba dapat di pulihkan dalam waktu relatif singkat, hanya 2 bulan, bukan 6 tahun.
Sudah banyak pasien yang kami tolong, baik dari jawa maupun luar jawa / luar kota

SAKAW dll cepat di pulihkan.

Prosedur Pemulihan kecanduan narkoba bisa RAWAT JALAN dan TERAPI JARAK JAUH pasien tidak harus datang, bisa tetap sekolah, kuliah atau bekerja

SUDAH REHAB TAPI ANDA MASIH KECANDUAN JANGAN RAGU HUBUNGI KAMI


TABIB MASRUKHI,MPA

Telp : 0823 3222 2009


GARANSI >>> klik disini

Catatan : Pecandu Narkoba sangat tergantung dengan peran serta orang tua / keluarga. Karena itu segera lah berobat sebelum semuanya terlambat, kematian atau cacat seumur hidup.

yang perlu di lakukan orang tua terhadap seorang anak pecandu Narkoba ?
1. Bila pecandu ingin Lepas dari ketergantungan narkoba maka segera di obati
2. Bila pecandu belum ada keinginan Lepas dari ketergantungan narkoba maka tetaplah motivasi untuk segera diobati atau setidaknya minum obat ramuan kami dengan harapan pasien merasakan manfaat nya selanjutnya ada kesadaran untuk di pulihkan secara tuntas.

Demikian semoga bermanfaat

Tampilkan postingan dengan label Artis dan Narkoba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artis dan Narkoba. Tampilkan semua postingan

29 Narkotika Jenis Baru beredar di indonesia

Labels:

JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) menemukan 29 narkoba jenis baru yang di kenal dengan nama New Phsycoactive Substance (NPS) di Indonesia.

Kasi Media Dunia Maya, TV dan Radio Deputi Bidang Pencegahan BNN, M. Affan Eko Budi, mengatakan, bentuk NPS itu bemacam-macam, ada yang disamarkan dalam multi vitamin, kosmetik dan jananan anak-anak.

"Jadi masyarakat harus tetap waspada. Salah satu NPS yang beredar adalah jenis Methilon yang pernah di komsumsi oleh artis bernisial RA beberapa waktu yang lalu," kata Affan saat diskusi dengan pemuda karang taruna di lingkungan Kelurahan Lebak Bulus, Jakarta, Jumat (7/11/2014).
  Ilustrasi Narkoba
Dia menambahkan, NPS tersebut menghasilkan efek yang sama seperti ekstasi, sabu dan lain-lain. Justru beberapa NPS dampaknya jauh lebih berbahaya dan mematikan.

Menurutnya, sesuai Undang-Undang Narkotika Nomor 35/2009 Tentang Narkotika, ancaman maksimal pelaku kejahatan narkotika golongan satu baik tanaman maupun bukan tanaman itu hukuman mati.

Sebenarnya narkotika boleh digunakan tapi harus sesuai dengan resep dokter. Sebagai contoh perempuan yang melakukan persalinan dengan cara operasi itu menggunakan narkotika untuk melakukan pembiusan dan mengurangi rasa nyeri.

"Tapi jika penggunaan narkotika ini di luar atau melebihi indikasi medis itu sudah dikatakan dengan penyalahgunaan narkotika dan dikenakan sangsi hukum atas penyalahgunaannya tersebut," jelasnya.

Affan pun mengajak keluarga pecandu narkoba untuk mendatangi Institusi Penerima Wajib lapor (IPWL) dan BNN untuk melaporkan diri untuk menjalani rehabilitasi. "Apabila di antara kita ada yang menjadi pengguna narkoba atau ada keluarganya yang menjadi pengguna narkoba maka sebaiknya melaporkan diri ujar Affan. Saya jamin BNN tidak akan menangkap," tutup Affan.(fid)
(ded)

Gejala Over Dosis dan Penanganannya

Labels: ,

Headline
(Foto: ilustrasi)

Penggunaan Narkoba secara berlebihan atau melebihi aturan pemakaian bisa menyebabkan overdosis.

Sementara penggunaan obat terlarang secara umum bisa menekan sistem saraf pusat berserta aktivitasnya. Apalagi jika obat yang masuk secara berlebihan.

Stanley M Zildo seperti dalam bukuFirst Aid, How to Properly Handling First Aid and Emergencymenyebutkan, penggunaan obat melalui injeksi atau suntikan ke tubuh dapat terlihat dari adanya bekas suntikan di lengan atau anggota tubuh lainnya. Perlengkapan lainnya juga bisa diketahui dari benda-benda yang ada di sekitarnya.

Dalam bukunya, ada beberapa tindakan pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan ketika menemukan seseorang didua overdosis obat.

1. Pastikan jalan pernapasan tetap berfungsi dan lakukan pernapasan buatan jika diperlukan

2. Lakukan cara untuk membuat korban tetap tersadar, seperti dengan lap atau handuk basah untuk menyeka wajahnya.

3. Juga terus mengajak korban berbicara agar ia tetap sadar. Tanyakan jenis obat yang dipakai dan berapa jumlahnya.

4. Jika korban masih dalam pengaruh obat dan mulutnya masih terlihat sisa-sisa obat, keluarkan dengan mengoreknya memakai jari-jari. Usahakan agar korban tidak sampai tersedak.

5. Segera cari bantuan paramedis.

Sementara ada beberapa gejala yang bisa muncul bersamaan pada saat seseorang mengalami OD pada Narkobas seperti :
-Mual
-kram Perut
-Diare
-Pusing
-Kehilangan keseimbangan
-Kejang
-Lemas & mengantuk
-Kebingungan
-Perdarahan internal
-Gangguan penglihatan
-Sulit bicara
-Muntah muntah
-Kulit membiru
-Kehilangan kesadaran
-Kehilangan respon dari panca indera
-Denyut nadi melemah atau lebih cepat dari normal
-Mengigau
-Kesulitan bernapas
-Detak jantung cepat atau sangat lambat
-Mendengkur
- Suhu badan panas dingin atau naik turun
-Pupil mata membesar atau sangat mengecil
-Muka kemerahan dan berkeringat banyak
-Delusi atau berhalusinasi 
-Dan keadaan koma.

Roger Danuarta ditemukan teler di mobil Mercedes Benz E 320 bernomor polisi B 368 RY. Ia tidak sadarkan diri di kursi depan (sopir). Belakangan polisi menemukan satu bungkus narkoba jenis putau dan satu bungkus ganja dalam mobil Roger

80 Persen Pengguna Narkoba Kambuh Lagi Usai Rehabilitasi

Labels: , ,

Kamis, 29 Agustus 2013 17:57 WIB
80 Persen Pengguna Narkoba Kambuh Lagi Usai Rehabilitasi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setiap tahunnya ada 18 ribu orang yang direhabilitasi sebagai korban penyalahgunaan narkotika. Dari jumlah tersebut 80 persen setelah menjalani rehabilitasi ternyata kembali lagi menggunakan narkotika.

Deputi Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kusman Suriakusumah mengungkapkan hal tersebut dikarenakan belum adanya dukungan dari lingkungan terhadap para penyalahgunaan narkotika saat kembali ke masyarakat setelah menjalani rehabilitasi ketergantungan narkotika.

"Mereka kembali lagi menggunakan narkotika dikarenakan setelah kembali ke masyarakat mereka tidak ada yang mendampingi, kemudian masyarakat tidak menerima, dan masih ada stigma dimasyarakat dan keluarga tidak mau menerimanya sehingga mereka hidup sendiri yang akhirnya mereka kembali," kata Kusman saat ditemui disebuah rumah makan di Jalan Matraman, Jakarta Timur, Kamis (29/8/2013).
Rehabilitasi memang harus dilakukan secara berkesinambungan supaya masyarakat yang terjebak dalam penyalahgunaan narkotika tidak lagi masuk ke dunia hitam.
Ada empat tahap supaya para pengguna narkotika bisa sembuh total dan tidak lagi tergantung terhadap barang haram seperti sabu, ekstasi, heroin, inex, dan sebagainya.

  • Tahap pertama adalah rehabilitasi supaya seorang pengguna tidak memakai lagi narkotika.
  • Tahap kedua, pascarehab adalah harus bisa menolak ajakan temannya atau lingkungannya kembali menggunakan narkotika.
  • Tahap ketiga menjadi orang yang produktif seperti bekerja untuk mencukupi kehidupannya secara normal.
  • Tahap keempat adalah tahap hidup sehat seperti meningkatkan ibadahnya dan sebagainya sehingga betul-betul menjadi orang yang kuat dan tidak lagi kembali menjadi pengguna narkotika.

"Program pascarehab, sejak ada inpres nomor 11 tahun 2011 direktorat pascarehab menjembatani mereka terjun ke masyarakat, harus punya kemampuan tahan banting dan jejaring sosial yang baik, serta mengupayakannya untuk mendapatkan pekerjaan, itu tugas BNN," katanya.

Setiap tahun di Indonesia baru bisa melakukan rehabilitasi sebanyak 18 ribu orang pengguna narkotika, 2 ribu diantaranya direhab oleh lembaga negara, kemudian 16 ribu oleh lembaga-lembaga swadaya masyarakat.

Sementara jumlah orang yang harus di rehab untuk wilayah DKI Jakarta saja mencapai 490 ribu orang. Sehingga bisa dibayangkan berapa orang yang harus menunggu masuk rehabilitasi. Belum lagi ada orang-orang yang kembali menggunakan narkotika meskipun sudah direhab.

Roger Danuarta Artis terkenal HAMPIR TEWAS

Labels:

KAPANLAGI.COM - Pihak Roger Danuarta mengungkapkan kalau dua jenis narkoba yang diperolehnya itu didapatkan secara cuma-cuma alias gratis dari seseorang berinisial M yang saat ini sudah menjadi DPO polisi.
"Itu yang sedang didalami, makannya bentuknya free," ungkap Erlangga, kuasa hukum Roger, saat dijumpai di Polsek Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (17/2) malam.
Barang bukti yang disita polisi dari tangan Roger mengaku baru pertama kali menggunakan narkoba.

Padahal mantan kekasihnya, Sheila Marcia pada 7 Agustus 2008 lalu juga pernah ditangkap. Usai kejadian itu, Roger menghilang sampai beredar isu kalau dia menjalani rehabilitasi karena ketergantungan narkoba, meski hal itu dengan tegas dibantahnya. Makanya, pengacaranya, Jurrymanus menegaskan kalau penangkapan atas kliennya, merupakan kejadian yang pertama," Ini pertama kali dia ditangkap yang kami ingat," pungkasnya.

LSD, Narkoba yang Menghilang 23 Tahun Muncul Lagi di Indonesia

Labels:

Selasa, 12 November 2013 10:23 WIB
LSD, Narkoba yang Menghilang 23 Tahun Muncul Lagi di Indonesia 
 

WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Direktur Tindak Pidana Narkotika Mabes Polri Brigjen Arman Depari (tengah baju putih), menunjukkan barang bukti dari tangan TSK Vanny Rossyane, mantan kekasih bandar narkoba yang divonis mati Freddy Budiman, saat konferensi pers di Gedung Direktorat IV Narkoba, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (17/9/2013). Vanny ditangkap disalah satu hotel di Jakarta Barat, dengan barang bukti berupa sabu 2 paket, alat hisap, dan 2 handphone. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Roby Satria Gitaris Geisha Ditangkap Kasus Narkoba

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur IV Bareskrim Polri Brigjen Arman Depari mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan jenis barang haram baru coba memasuki Indonesia, hasil kerjasama dengan petugas Bea dan Cukai.

Menurutnya, ketiga jenis narkoba ini bernama Methilon, Krathom ,dan LSD atau yang sering dunia hitam internasional sebut Smile. Narkotika jenis baru ini, kata dia, memberikan efek serupa dengan narkotika lainnya. Halusinogen, depresan, euphoria, dan tentunya kecanduan yang mematikan akan mendera penggunanya.

Arman menggaris bawahi Narkoba jenis LSD atau Smile yang mereka sita. Dia berujar, sebenarnya narkotika ini pernah booming di kalangan pengguna Indonesia tahun 90an. Namun saat itu, zat LSD tersedia dalam bentuk cairan.

Kali ini, temuan pasukannya mengindikasikan zat yang sama namun dalam bentuk yang berbeda.

"Dulu cairan sekarang dalam bentuk kertas sebesar perangko. Tinggal sobek dari bungkusnya lalu simpan di lidah, nanti meleleh," katanya dalam konferensi pers dikantornya, Senin (11/11/2013).

Dirinya menambahkan, Smile yang menjadi favorit para pengguna di Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat ini memberikan dampak yang amat merugikan bagi penggunanya. Selain tentu saja kesehatan terganggu hingga dapat menyebabkan kematian, perekonomian penggunanya juga dalam ancaman.

Menurut Arman, harga Smile tergolong mahal sehingga bisa membobol keungan penggunanya yang terlanjur ketagihan. Tanpa menyebutkan nominal rupiah yang bisa ditukar untuk mendapatkan Smile, ia berujar, kepolisian akan menghentikan laju masuknya Smile dan dua jenis Narkoba lainnya yang sudah disita.

"Seluruh tersangka sekarang sudah diamankan dan akan kami kembangkan untuk menangkap dan menghentikan masuknya Narkoba ini," lanjutnya.

Arman menambahkan, LSD itu didapat dari seorang kurir bernama Hany Michelle yang merupakan ibu rumah tangga. Hany ditangkap di halaman LP Cipinang, Jakarta Timur dengan barang bukti narkoba jenis sabu dan empat lembar LSD.

Efek Narkoba Terhadap Pembuluh Darah dan Otak

Labels:


Sabu-sabu menyebabkan berkurangnya pasokan aliran darah ke jaringan mulut. Suplai darah yang berkurang menyebabkan jaringan rusak. Sabu-sabu juga menyebabkan mulut menjadi kering, produksi air liur yang berkurang menyebabkan lebih banyak asam di rongga mulut. Asam akan mengerogoti mineral dalam email gigi, menyebabkan kerusakan seperti keropos pada gigi dan gigi berlubang.

METAFETAMIN / SABU-SABU

Metafetamin atau sabu-sabu bentuknya berupa bongkahan kristal putih yang jernih (mirip es), tidak berbau, pahit, mudah larut dalam air atau alkohol. Beberapa jenis sabu-sabu berwarna kecoklatan, kuning keabu-abuan, jingga bahkan merah muda. Ada juga yang berbentuk pil, biasanya digunakan dengan cara menghirup (melalui hidung), dihisap atau disuntikkan dengan jarum, sebagian kecil pengguna bahkan menelannya langsung.

Efek sabu-sabu berlangsung sekitar 6 sampai 8 jam, bahkan ada yang sampai 24 jam. Sabu-sabu menciptakan kebahagiaan dan kenyamanan yang semu / palsu bagi penggunanya. Hal inilah yang membuat seseorang yang sudah mencoba ingin menggunakannya lagi.

Seperti ekstasi atau inex, sabu-sabu merupakan narkoba sintetis. Sabu dibuat di laboratorium dengan

menggunakan berbagai macam bentuk amfetamina (juga terkandung dalam ekstasi) yang dicampur dengan zat-zat kimia dan berbagai bahan berbahaya dan mematikan lainnya seperti asam baterai dan beberapa bahan kimia yang dapat meledak.

Berikut beberapa tingkatan pengalaman menggunakan metafetamin atau sabu-sabu :

(dikutip dari sebuah situs luar - tentang narkoba)
  • Reaksi pertama yang dirasakan pengguna bila menghisap atau menyuntikan metamfetamina disebut Rush. Selama berlangsungnya rush mereka mengalami detak jantung yang cepat dan melonjaknya metabolisme, tekanan darah dan denyut nadi. Tidak seperti rush pada crack kokain, yang berlangsung selama dua sampai lima menit, rush metamfetamina dapat berlangsung sampai 30 menit.
  • Rush akan diikuti dengan High, saat itulah mereka merasa seolah menjadi lebih pintar dan senang berdebat, sering memotong kalimat orang lain dan menyelesaikan kalimat mereka. Dampak khayalan bisa membuat pengguna menjadi sangat terfokus pada hal yang biasa atau yang ngawur, seperti berulangkali membersihkan jendela yang sama selama beberapa jam. High bisa berlangsung selama 4-16 jam.
  • Selanjutnya pemakai akan merasakan Binge, yaitu penggunaan narkoba atau alkohol yang tak terkendalikan. Hal ini disebabkan adanya dorongan untuk selalu high, biasanya diatasi dengan merokok terus menerus atau kembali mengkonsumsi metafetamin. Hal ini bisa berlangsung selama 3-15 hari. Saat itulah pemakai menjadi hiperaktif secara mental dan fisik. Setiap kali mereka menghisap atau menyuntikkan lebih banyak narkoba, dia merasakan rush lagi tetapi yang lebih lemah, sampai akhirnya rush dan high menghilang.
  • Seorang penyalahguna metamfetamina paling berbahaya, saat merasakan tahap adiksi yang disebut Tweaking suatu keadaan yang terjadi di akhir dari binge, saat metamfetamina tidak memberikan rush atau high lagi. Karena tak bisa mengatasi "sesuatu" yang luar biasa yang ditimbulkan oleh perasaan  kosong dan kebutuhan yang besar, pemakai akan kekehilangan perasaan akan identitas diri. Rasa gatal-gatal umum dirasakan dan pengguna terkadang mereka berfikir yang aneh-aneh seperti meyakini bahwa ada serangga merayap di bawah kulitnya. Tak bisa tidur selama beberapa hari, menyebabkan pengguna sering mengalami gangguan jiwa, dia berada di dunianya sendiri, melihat dan mendengar sesuatu yang tidak dialami oleh orang lain. Halusinasinya dirasakan begitu nyata dia bersikap memusuhi sekitarnya dan ini berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain. Hal terburuknya adalah kemungkinan untuk melakukan mutilasi diri sangat besar.
  • Bagi penyalahguna tingkat binge, terjadi Crash yaitu keadaan pada saat tubuh pingsan, tidak bisa mengatasi efek yang sedang berlangsung dalam tubuh sehingga akan tertidur untuk jangka waktu lama. Pemakai yang paling kejam atau paling brutal sekalipun akan menjadi sangat tak berdaya, dan tidak merupakan ancaman bagi orang lain. Crash ini bisa berlangsung selama satu sampai dengan tiga hari.
  • Selanjutnya Hangover Sabu pengguna kembali berada dalam kondisi yang memburuk, kelaparan, dehidrasi, dan sangat lelah secara fisik, mental dan perasaan. Tahap ini biasanya berlangsung antara 2 dan14 hari.
  • Gejala kecanduan, berlangsung 30 sampai 90 hari setelah pertamakali menggunakan, pemakai akan merasa sangat depresif, kehilangan tenaga dan kemampuan untuk merasakan kesenangan. Lalu muncul keinginan yang kuat untuk menggunakan sabu lagi dan (beberapa kasus pada tahap ini pemakai cenderung melakukan bunuh diri). Gejala kecanduan dengan sabu sangat menyakitkan dan susah disembuhkan, sehingga 93 % pasien yang tidak tuntas rehabilitasinya akan kembali menggunakan sabu.

Bagikan artikel ini ke orang-orang terdekat kita, semoga mereka tidak dan tidak akan pernah bersentuhan dengan narkoba...apapun alasannya.


Pengobatan Pecandu Narkoba KEADAAN INTOKSIKASI ( KERACUNAN )

Labels: ,



Intoksikasi opioida :

Beri Naloxone HC 1 0,4 mg IV, IM atau SC dapat pula diulang setelah
2-3 menit sampai 2-3 kali



Intoksikasi kanabis (ganja):
Ajaklah bicara yang menenangkan pasien.
Bila perlu beri : Diazepam 10-30 mg oral atau parenteral, Clobazam
3x10 mg.



Intoksikasi kokain dan amfetamin
Beri Diazepam 10-30 mg oral atau pareteral,atau Klordiazepoksid 10-
25 mg oral atau Clobazam 3x10 mg. Dapat diulang setelah 30 menit
sampai 60 menit.
Untuk mengatasi palpitasi beri propanolol 3x10-40 mg oral



Intoksikasi alkohol :
Mandi air dingin bergantian air hangat
Minum kopi kental
Aktivitas fisik (sit-up,push-up)
Bila belum lama diminum bisa disuruh muntahkan



Intoksikasi sedatif-hipnotif (Misal : Valium,pil BK, MG,Lexo,Rohip):
Melonggarkan pakaian
Membersihkan lendir pada saluran napas
Beri oksigen dan infus garam fisiologis

Pengertian Rehabilitasi Narkoba

Labels:


Pengertian rehabilitasi narkoba adalah sebuah tindakan represif yang dilakukan bagi pencandu narkoba. Tindakan rehabilitasi ditujukan kepada korban dari penyalahgunaan narkoba untuk memulihkan atau mengembangkan kemampuan fisik, mental, dan sosial penderita yang bersangkutan. Selain untuk memulihkan, rehabilitasi juga sebagai pengobatan atau perawatan bagi para pecandu narkotika, agar para pecandu dapat sembuh dari kecanduannya terhadap narkotika.

Bagi pecandu narkoba yang memperoleh keputusan dari hakim untuk menjalani hukuman penjara atau kurungan akan mendapatkan pembinaan maupun pengobatan dalam Lembaga Permasyarakatan. Dengan semakin meningkatnya bahaya narkotika yang meluas keseluruh pelosok dunia, maka timbul bermacam-macam cara pembinaan untuk penyembuhan terhadap korban penyalahgunaan narkotika. Dalam hal ini adalah rehabilitasi.
Dalam Ketentuan Umum Undang-Undang No. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika, rehabilitasi dibedakan dua macam, yaitu meliputi:
Rehabilitasi Medis
Rehabilitasi Medis adalah suatu proses kegiatan pengobatan secara terpadu untuk membebaskan pecandu dari ketergantungan narkotika. Rehabilitasi Medis pecandu narkotika dapat dilakukan di Rumah Sakit yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan. Yaitu rumah sakit yang diselenggarakan baik oleh pemerintah, maupun oleh masyarakat. Selain pengobatan atau perawatan melalui rehabilitasi medis, proses penyembuhan pecandu narkotika dapat diselenggarakan oleh masyarakat melalui pendekatan keagamaan dan tradisional.
Rehabitasi Sosial
Rehabitasi Sosial adalah suatu proses kegiatan pemulihan secara terpadu baik secara fisik, mental maupun sosial agar bekas pecandu narkotika dapat kembali melaksanakan fungsi sosial dalam kehidupan masyarakat. Yang dimaksud dengan bekas pecandu narkotika disini adalah orang yang telah sembuh dari ketergantungan terhadap narkotika secara fisik dan psikis.
Rehabilitasi sosial bekas pecandu narkotika dapat dilakukan di lembaga rehabilitasi sosial yang ditunjuk oleh Menteri Sosial, Yaitu lembaga rehabilitasi sosial yang diselenggarakan baik oleh pemerintah, maupun oleh masyarakat.
Tindakan rehabilitasi ini merupakan penanggulangan yang bersifat represif yaitu penanggulangan yang dilakukan setelah terjadinya tindak pidana, dalam hal ini narkotika, yang berupa pembinaan atau pengobatan terhadap para pengguna narkotika. Dengan upaya-upaya pembinaan dan pengobatan tersebut diharapkan nantinya korban penyalahgunaan narkotika dapat kembali normal dan berperilaku baik dalam kehidupan bermasyarakat.

Korban Narkoba , Saya Ingin Tobat dan Sembuh

Labels:


Narkoba atau narkotika dan obat-obat terlarang bisa menjadi surga dunia bagi semua anak muda yang sedang frustasi dengan hidupnya.

mereka seakan bisa lepas dari semua masalah dalam hidup jika mengkonsumsi narkoba. Obat-obatan ini memang telah menjadi teman sekaligus musuh yang wajib kita waspadai. Beberapa korban narkoba harus berjuang dengan sangat keras untuk lepas dari pengaruh narkoba dan salah satunya adalah aku. 



Kisahku, seorang pecandu narkoba yang ingin tobat ini bisa menjadi salah satu kisah inspiratif bagi semua orang yang saat ini masih mengkonsumsi narkoba dan sangat ingin menemukan jalan untuk pulang.


Aku, pria berusia 22 tahun dan telah lama mengkonsumsi obat-obatan ini. Aku terjebak dalam dunia obat-obatan terlarang karena masalah dalam keluargaku. Aku tumbuh tanpa perhatian yang cukup dari keluargaku. 

Aku selalu tidak mendapatkan perhatian yang cukup dari ibu dan bapakku dan saudara-saudaraku dan dengan mengkonsumsi obat-obatan ini aku merasa sangat nyaman dan terbebas dari semua hal yang menggangguku.


Aku mendapatkan barang haram pertama kalinya dari temanku. Temanku memberikan barang ini secara gratis pada hari-hari pertama, tetapi kemudian aku harus selalu membeli obat-obatan ini.  

Harga obat-obatan ini juga tidak bisa dianggap murah. Harganya berkisar antara ratusan ribu rupiah hingga puluhan juta.


Ini akan sangat tergantung dari jenis dan berapa banyak obat yang ingin aku akan beli. Pada awalnya aku bisa membeli dengan uang tabunganku. Tetapi lama kelamaan harga barang ini terus naik dan aku tidak lagi bisa mendapatkan uang untuk membeli narkoba. 

Akhirnya aku terperangkap dalam dunia kriminal. Aku harus masuk dan melakukan berbagai tindakan kriminal seperti mencuri hp salah satu temanku, menjambret, merampas uang di beberapa tempat hingga kasus-kasus penculikan dan minta tebusan.


Semua hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan uang demi mengkonsumsi barang haram.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Narkoba bersifat membuat orang kecanduan. Sekali anda mencoba, anda tidak akan bisa lepas begitu saja.


Aku sudah merasakannya dan ketika aku tidak mengkonsumsi narkoba aku akan merasa sangat tersiksa dan oleh sebab itu aku harus tahu bagaimanapun caranya untuk mengkonsumsi narkoba ini.

Karena perbuatan kriminal ini, hubungan dengan sosial atau dengan keluargaku juga akan memburuk.

Orang tua tidak lagi sayang kepadaku dan berniat membuangku dari kehidupan mereka karena perbuatan tercelaku ini. Mereka bahkan malu punya anak seperti aku.
Aku juga tidak punya banyak teman bahkan satu teman saja aku tidak punya karena teman-teman takut akan terpengaruh.
Saudara-saudaraku tidak mau datang menjengukku ketika aku sekarat dan hampir mati karena narkoba. Semuanya merasa jijik dan tidak ada kata ampun bagi pengkonsumsi narkoba.

Kebiasaan mengkonsumsi narkoba ini hanya akan membuat hidupku dan anda saat ini dan hidup anda yang akan datang menjadi hancur.

Aku kini sadar dan sangat ingin kembali ke jalan yang benar walau semua hal akan terasa sangat berat dan membutuhkan waktu yang lama.


Aku tidak akan bisa kembali ke dunia yang semestinya karena keluarga dan semua saudara tidak ada yang peduli lagi kepadaku. 

Dari kisah aku diatas, kita tentu bisa menyimpulkan bahwa tidak ada manfaatnya mengkonsumsi narkoba.

Yang terlihat jelas hanyalah efek buruk dari narkoba sebagai penghasut kemalasan, dan tindakan kriminal.
Aku juga akan kehilangan masa depanku. Oleh karena itu banyak sekali tempat rehabilitasi dibangun, untuk membantu orang-orang yang terkena narkoba sepertiku dan sangat ingin kembali ke jalan yang lurus.
Semua masih bisa ditempuh dan andapun bisa terhindar dari narkoba dengan pengetahuan dan ketebalan iman. 

Kisah Keluarga Pecandu Narkoba

Labels:


Ini adalah Hawk Family, keluarga ini terdiri dari 5 anggota keluarga, Mike, Darla, Michael, Matt dan yang paling kecil Cayden yang berusia 13 bulan. Keluarga ini tinggal di Richland Country, Ohio, Middle Amerika yang dikenal dengan daerah pandemic heroin.


Yang menarik dari keluarga ini, hampir semua anggota keluarganya adalah heroin addicted atau yang di kenal dengan pecandu heroin. Cuma satu orang dari keluarga ini yang belum mengalami kecanduan heroin, yaitu Cayden, anak bontot di keluarga ini.

Lisa Ling yang di kenal sebagai teman dekat Oprah Winfrey menjumpai mereka dengan keadaan yang menyedihkan. Mereka semua harus tinggal di sebuah panti yang di khususkan untuk orang-orang yang tidak mempunyai rumah.

Kisah yang lebih menyedihkan lagi terlihat kalau mereka sedang mencari heroin untuk kebutuhan mereka dalam 1 hari ke daerah lain. Pukul 7 pagi dimana masing-masing anggota keluarga sibuk mempersiapkan kegiatan sehari-harinya, si ibu sibuk meyiapakan sarapan untuk suami dan anak-anaknya, si bapak sibuk menyiapkan keperluan kantornya dan si anak sibuk menyiapakan keperluan sekolah atau kuliahnya.

Beda halnya dengan kelurga Hawk ini, pada pukul 7 pagi mereka semua sudah siap di mobil termasuk juga si bayi yang berusia 13 bulan. Mereka pergi kedaerah lain seperti Columbus yang memakan waktu sampai 1 atau 2 jam demi mendapatkan heroin tersebut dan itu di lakukan SETIAP HARI. Mereka biasanya datang ke suatu tempat yang sepi dan menunggu sang penjual heroin datang.

Keluaga ini mulai kecanduan heroin sejak 5 tahun yang lalu, berawal dari Mike si sang suami harus terus mengkonsumsi pil penahan nyeri untuk meredam rasa sakit yang di sebabkan dari kecelakaan di tempat kerjanya. Karena harganya jauh lebih murah dan lebih efektif dari pil yang biasa dia konsumsi, makanya dia beralih ke heroin. Namun obat tersebut membuat dia menjadi ketagihan dan akhirnya menjadi pencandu.

Sayangnya hal ini di ikuti oleh istrinya dan kedua anak lelakinya yang berusia 16 dan 18 tahun. Mike dan Darla berharap anaknya yang terakhir Cayden tidak mengikuti jejak mereka. Keluarga ini juga berharap keluar dari mimpi buruk dan bisa menjalankan kehidupan seperti keluarga yang lain.

Sebab Kegagalan Rehabilitasi Narkoba

Labels: , , ,


Jonny 23 thn, Iriani 21thn, Andre 22 thn ( Mahasiswa/I) Telah menjalani rehab sebanyak 3 kali, tetapi belum berhasil lepas dari ketergantungan. 

Dedy 45 thn Pengusaha, telah berulangkali masuk panti rehabilitasi, namun masih gagal. Melinda 32 thn Sosialita, telah menjalani terapi dibanyak tempat tetapi hasilnya tidak signifikan. 

Bobbi 29 thn, pernah di rehab di fasilitas rehabilitasi diluar negeri, selepas rehab kembali terkena narkotika hingga akhirnya diketemukan OD (over dosis) di rumahnya. 

Nama-nama diatas merupakan sampling/gambaran umum yang terjadi dimasyarakat secara umum atau mungkin juga hal ini terjadi juga pada teman kuliah, rekan kerja, tetangga atau mungkin juga keluarga anda. 

Sebab Apa Rehabilitasi gagal : 
  1. Kondisi Psikologi belum normal Detoksifikasi yang tidak tuntas 
  2. Belum selesainya pemulihan fungsi organ tubuh 
  3. Ketidak siapan keluarga dalam masa peralihan Tidak tersedianya kegiatan yang membuat mereka focus. 
  4. Belum adanya border untuk imunitas, dari kontaminasi lingkungan yang tidak sehat dll 
Kompleksitas rehabilitasi Narkotika Sebagai praktisi kesehatan Holistic kami perlu menilai beberapa factor yang menjadi hambatan tidak berhasilnya proses rehabilitasi, dengan beberapa pendekatan.: 
A. Pentingnya informasi Mengenai Masalah Utama yang dihadapi Pasien. 
B. Metode penanganan efektif. 
C. Pengawasan/ Controlling pasca rehab. 

Berikut ini kami mencoba sedikit menguraikan beberapa point terkait dengan pemetaan masalah yang saat ini dihadapi oleh pengguna atau pecandu Narkotika dan Keluarga, sehingga dapat mempengaruhi efektifitas rehabilitasi, Secara umum pecandu Narkotika akan bermasalah pada : Hukum positif. Pelanggaran pada syariat Agama Gangguan pola-pikir/ Psikologis Kerusakan pada Organ tubuh : Otak, Jantung, Paru, Ginjal, Liver, dsb Kesulitan dalam penentuan visi kehidupan dan bersosialisasi Berdasarkan riset yang telah kami lakukan sebagai praktisi kesehatan point yang sangat menjadi kendala dan faktor penentu kesembuhan pecandu narkotika adalah masalah PSIKOLOGIS, yaitu Sbb : Mereka hidup dengan mengandalkan insting dan tidak lagi menggunakan logika. 

Realitas yang ada bahwa pecandu Narkotika umumnya berpendidikan tinggi, sehingga mereka tentunya faham benar efek buruk dari penyalahgunaan narkotika, yaitu dimulai dari berhadapan dengan aparat penegak hukum, kerusakan fisik yang akan di alami, bahkan ancaman kematian sekalipun tidak bisa mereka berhenti menkonsumsi Narkotika. Pecandu 

Narkotika telah kehilangan kehidupan, dimana tubuhnya lah yang mengambil peranan sebagai pusat pengendali bukan otak. Mereka memiliki alam pemikiran tersendiri, sehingga mereka tidak akan memperdulikan orang disekitarnya. Kelainan psikologis yang umum terlihat : Cenderung manipulatif, emosional, super sensitive, penyendiri, tidak care pada diri sendiri pada kondisi tertentu mereka dapat melakukan pencurian/kleptomania, egoistic. Tindakan terapi yang efektif. Rehabilitasi Psikologis Penting bagi keluarga selama proses ini, jangan izinkan mereka memegang kendali atas dirinya, tetapi pihak keluarga yang harus memegang penuh komando dalam kerangka membentuk karakter dan kedisiplinan, proses pembentukan mental dan psikologis ini perlu dilakukan intensif hingga dipastikan alam fikirnya berfungsi sebagaimana orang normal pada umumnya

Mereka harus diberikan pemahaman-kesadaran mengenai keagamaan, kehidupan sosial, pentingnya menghargai kehidupan bagi dirinya dan orang lain. Sehingga mereka menjadi manusia baru yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain. 

Detoksifikasi Proses detoksifikasi dapat dilakukan secara medis maupun holistic, pada prinsipnya toksin yang ditimbulkan dari Narkotika harus segera dikeluarkan dari tubuh. Maintenance Fungsi Organ tubuh Narkotika adalah racun yang dapat merusak seluruh oragn penting dalam tubuh untuk itu perlu tindakan perbaikan/pemulihan fungsi organ tubuh seperti: Otak, Hati, Ginjal, Paru, saran kami lakukan terapi holistic seperti Akupunktur, Ber bekam, Totok Syaraf ataupun terapi lain dan Olah raya yang teratur, sehingga menstimulasi fungsi organ tubuh secara alami.  

Pengawasan pasca rehabilitasi  

Yang tidak kalah pentingnya adalah masa-masa peralihan setelah proses rehabilitasi selesai ada beberapa yang perlu dipersiapkan oleh keluarga : Suasanya rumah yang kondusif, kekeluargaan serta harmonis Membuat border/benteng dari lingkungan yang tidak baik, dengan menciptakan lingkungan pergaulan baru yang lebih baik. Diberikan kesibukan dengan kegiatan yang bermanfaat. Diberikan kesempatan untuk membuktikan diri. Keluarga harus selalu mencurahkan segenap perhatian dan senantiasa mengingatkan jika merrasakan ada keanehan atau kemungkinan turunnya motivasi. 

Insya Allah bermanfaat
Sumber : 

Narkoba Jenis Baru, KATINONA

Labels: ,


TEMPO.CO, Bogor -  Bahan narkotika jenis turunan katinona yang diduga ditemukan di rumah Raffi Ahmad, berasal dari tanaman khat atau ghat. Di kawasan Puncak, Bogor, pohon ini tubuh subur.
Pemilik kebun khat, Latifah, 45 tahun, mengatakan ada dua jenis khat: batang merah dan batang hijau. Nilai jual pucuk daun khat merah jauh lebih mahal, harganya bisa mencapai Rp 300 - Rp 500 ribu per 2 kilogram.
"Setiap bulan atau sekali panen saya bisa menghasilkan Rp 6,8 juta. Saya jual ke turis Arab Rp 500 ribu perkantong kecilnya. Kalau kantong besar Rp 1,2 juta. Itu Ghat batang merah ya," kata Latifah, Selasa 5 Februari 2013.
Latifah bersama suaminya, Nanang alias Jack, mulai menanam pohon khat di atas lahan seluas 300 meter persegi sejak tahun 2005. Bibit pohon khat diperoleh dari rekan Jack yang berasal dari Timur Tengah. Dia berkebun khat setelah tahu harga jual daun yang mengandung katinona tersebut cukup mahal dan digemari turis asing asal Arab.
"Biasanya orang Arab yang mau beli suka datang ke sini. Kadang mereka memakanya di rumah saya. Yang dimakan pucuknya dengan cara dikunyah lalu ampasnya dibuang. Tapi ada juga yang dimakan sebagai lalapan," kata Latifah.
Meski bernilai jual tinggi dan mudah membudidayakannya, Latifah mengaku tidak bisa setiap saat menjual daun khat. Dia baru bisa menjual ketika sedang musim liburan bagi turis asal Arab saja. Padahal, sepekan sekali Latifah bisa memanen pucuk daun tersebut.

Permainan di Balik Penanganan Perkara Narkoba

Labels: , ,

SURYA OnlineDua orang yang sama-sama ditangkap karena narkotika belum tentu sama hukumannya. Tergantung yang bersangkutan bisa mengikuti permainan atau tidak.
Narkoba menduduki peringkat pertama dari total perkara yang masuk ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, mengalahkan pencurian maupun perjudian. Dalam sebulan tidak kurang dari 90 perkara masuk dengan jumlah terdakwa sekitar 110 orang. Seperti bulan Agustus 2011 lalu, ada 96 perkara dan 111 terdakwa narkoba yang masuk. Dan Juni ada 98 perkara dengan 107 terdakwa.
Dari ratusan ini, lebih dari separonya perkara receh dengan barang buktinya beberapa butir ekstasi atau nol koma sekian gram sabu-sabu.
Tapi, meski sama-sama kecil, bukan berarti persidangannya seragam. Perkara kecil yang terdakwanya berduit, lebih berbelit-belit. Beda dengan terdakwa tak berduit yang sekadar lewat, sidang dua kali langsung putusan. Tentu hukumannya pun bagai bumi dan langit. Untuk membuktikan ini, Surya mengikuti beberapa sidang dengan terdakwa berbeda.
Yang pertama sidang terdakwa Fanny Yongvi Sanjaya, mahasiswi perhotelan salah satu universitas ternama di kawasan Surabaya Barat pada 22 September 2011 lalu.
Sidang digelar lebih dari lima kali, mulai dari dakwaan, saksi jaksa, saksi terdakwa, tuntutan, pledoi, hingga putusan yang digelar dalam waktu yang berbeda. Hasilnya, mahasiswi berkulit putih hanya dihukum satu tahun penjara
Majelis hakim menjeratnya dengan Pasal 127 Ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Hukumannya pun tidak dijalani di penjara tapi pusat rehabilitasi RSU Dr Soetomo Surabaya.
Hakim mendasarkan putusannya pada kesaksian dokter, bahwa gadis ini harus direhabilitasi karena hanya pemakai dan sudah mengalami ketergantungan.
Hari berikutnya Surya mengikuti persidangan kasus narkotika dengan terdakwa Fadhi (31), warga Jl Endrosono dan Zainal Abidin (26) warga Jl Kalimas Madya, Surabaya.
Sebelum divonis penjaga toko dan counter ponsel itu mengiba meminta rehabilitasi dengan membawa surat dokter. Namun, majelis hakim tegas menolaknya.
Hakim menjeratnya dengan Pasal 112 UU 35/2009. Meski barang bukti yang dibawa hanya 0,05 gram sabu-sabu, keduanya dihukum empat tahun penjara serta denda Rp 800 juta subsider satu bulan kurungan. Hakim tidak menggunakan pasal 127 UU 35/2009 yang memungkinkannya direhabilitasi karena tidak ada keterangan dokter bahwa terdakwa sedang dalam perawatan.
Sulitnya mendapatkan rehabilitasi juga dirasakan Sri Mariyati dan Ni Made Sukariani, dua waiters D’Master Pool & Karaoke. Meski keduanya mengajukan saksi dokter yang sama dengan Fanny di persidangan dengan majelis yang sama pula, permintaan rehabilitasinya tetap ditolak.
Tapi, kedua pramuria itu masih bisa tersenyum karena hanya dihukum satu tahun penjara. Padahal, tuntutan jaksa empat tahun karena dianggap terbukti menyimpan dan memiliki narkotika golongan I, melanggar pasal 112 UU 35/2009.
Kasus sama tapi vonis berbeda ini sudah menjadi rahasia umum di pengadilan. Hal ini diakui pengacara senior Sunarno Edi Wibowo. Bowo —panggilan Sunarno Edi Wibowo— mempertanyakan alasan hakim merehabilitasi terdakwa hanya berdasarkan keterangan dokter yang notabene baru menangani setelah ditangkap.
Menurut Bowo, sesuai ketentuan, keterangan rehabilitasi itu harus didasarkan pada diagnosis disertai bukti medical record yang menjelaskan terdakwa pernah direhabilitasi sebelum ditangkap.
“Jangan sampai hakim memutus hanya dengan keyakinan dan kewenangan tanpa pertimbangan yang adil dan benar,” katanya.
Menurut Bowo, kesaksian dokter setelah penangkapan hanya rekayasa semata. Hal ini pernah dilakukannya saat mendampingi artis Roy Marten yang ditangkap saat pesta sabu-sabu di Hotel Novotel Surabaya 2007 silam.
Saat itu dia merekayasa dengan mendatangkan salah satu dokter untuk bersaksi di persidangan. Dokter ini menjelaskan, Roy mengalami ketergantungan, sehingga harus segera direhabilitasi. Namun, keterangan dokter ini tidak membuahkan hasil. Permintaan rehabilitasi Roy Marten ditolak dan dihukum tiga tahun penjara.
“Saya menyadari saat itu karena memang tidak ada medical record-nya,” akunya.
Keberadaan dokter di persidangan ternyata tidak gratis. Bowo mengaku saat itu harus mengeluarkan Rp 5 juta untuk membujuk sang dokter bersaksi di sidang. “Itu dulu, kalau sekarang mungkin sudah berlipat-lipat harganya,” katanya.
Kolega Bowo sesama pengacara mengamini hal itu. Pengacara berdarah Madura itu mengaku untuk mendatangkan dokter pada sidang mengeluarkan uang Rp 10 juta hingga Rp 15 juta, tergantung kemampuan finansial terdakwa. “Biasanya kalau terdakwanya tidak punya, kami hanya memintakan keterangan dokter saja, tanpa membawanya ke sidang. Biasanya dokternya mau tanpa harus dibayar,” katanya.
Bagaimana dengan kesaksiannya? Dokter yang bersidang umumnya menjelaskan keadaan terdakwa yang sudah dalam kadar kecanduan, sehingga harus direhabilitasi. Hal itu dilakukan berulang-ulang pada terdakwa berbeda.
Pengacara itu mengaku, meski kesaksian dokter dilakukan pascaditangkap, namun hal itu harus dijadikan alasan hakim untuk merehabilitasi. “Keterangan rehabilitasi tidak selalu sebelum ditangkap, sebelum ditangkap juga bisa direhab karena itu hak pemakai narkoba karena mereka adalah korban,” alasannya. [Tab]
Sumber : Surya.co.id

Raffi Ahmad menggunakan Narkoba Jenis Baru

Labels:


Raffi Cs Pakai Narkoba KapsulTEMPO.CO Jakarta:Kepala Badan Narkotika Nasional, Inspektur Jenderal Anang Iskandar, mengatakan 17 orang yang digerebek saat pesta narkoba menggunakan narkoba jenis baru.  "(Mereka) menggunakan kapsul," kata Anang di Jakarta Convention Centre, Senin, 28 Januari 2013.
Sejumlah artis, dan politisi dtangkap saat pesta narkoba di rumah Raffi Ahmad. Mereka harus menjalani pemeriksaan laboratorium. Anang mengatakan jajarannya masih meneliti kandungan dari jenis narkoba kapsul tersebut. "(Kapsul) itu dibikin sendiri."
Anang menjelaskan, penggunaan kapsul itu dilakukan dengan mencampurkannya ke minuman berkarbonasi. "Kapsul dibuka, dimasukkan ke minuman. Lalu mereka bergantian minum," ujar dia.
Adapun sejumlah artis yang ikut digerebek, Anang belum memastikan mereka menggunakan narkoba. Mereka masih diperiksa oleh petugas.
PRIHANDOKO

Artis Pake NArkoba : Raffi, Luna Maya, Zaskia Sungkar, Irwansyah terlibat Narkoba

Labels:

Liputan6.com, Jakarta : Selain Raffi Ahmad, artis terkenal Luna Maya, Irwansyah dan istrinya, Zaskia Sungkar juga dikabarkan ikut tertangkap dalam pesta narkoba yang berlangsung di rumah Raffi, Sabtu (26/1/2013) malam. Keempat artis itu ditangkap di kediaman Raffi setelah menggelar pesta narkoba, Minggu (27/1/2013) dini hari oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).
"Raffi sedang tes urine, Zaskia dan Irwansyah sedang dites urine di BNN," kata seorang sumber, saat dihubungi, Minggu (27/1/2013).
Sumber Liputan6.com lainnya mengatakan, penangkapan Raffi, Luna, Irwansyah dan Zaskia sudah mendekati kebenaran. Namun begitu, belum dipastikan kebenarannya lantaran pihak BNN hingga berita ini diunggah belum ada yang mau berkomentar.
"Informasinya mendekati A1 (pasti). Tapi mereka belum mau bicara," kata seorang sumber yang tak mau disebutkan namanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejak Minggu (27/1) pagi informasi tertangkapnya Raffi Ahmad bersama 15 artis lainnya santer beredar. Kabarnya, Raffi ditangkap oleh BNN di kediamannya di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (27/1) dini hari.
Raffi yang harusnya menjadi host acara musik Dahsyat sejak pukul 09.00 tidak hadir di acara tersebut. Menurut produser Dashyat, Oke Jahja, Raffi izin lantaran sedang sakit.
Hingga berita ini diunggah, kepastian tentang penangkapan Raffi dkk belum menemui kepastian. BNN yang coba dihubungi belum bisa memberikan komentar. Mira, asisten Raffi tak mengangkat ponselnya ketika dihubungi. Begitu juga Fanny Bauty, ibunda Zaskia Sungkar sulit dihubungi ketika dicoba untuk dimintai konfirmasi.(FER/FEB)