Selamat Datang di www.terapinarkoba.com

Kami berpengalaman menangani KECANDUAN NARKOBA dengan metode MULTI TERAPI Insya Allah kecanduan narkoba dapat di pulihkan dalam waktu relatif singkat, hanya 2 bulan, bukan 6 tahun.
Sudah banyak pasien yang kami tolong, baik dari jawa maupun luar jawa / luar kota

SAKAW dll cepat di pulihkan.

Prosedur Pemulihan kecanduan narkoba bisa RAWAT JALAN dan TERAPI JARAK JAUH pasien tidak harus datang, bisa tetap sekolah, kuliah atau bekerja

SUDAH REHAB TAPI ANDA MASIH KECANDUAN JANGAN RAGU HUBUNGI KAMI


TABIB MASRUKHI,MPA

Telp : 0823 3222 2009


GARANSI >>> klik disini

Catatan : Pecandu Narkoba sangat tergantung dengan peran serta orang tua / keluarga. Karena itu segera lah berobat sebelum semuanya terlambat, kematian atau cacat seumur hidup.

yang perlu di lakukan orang tua terhadap seorang anak pecandu Narkoba ?
1. Bila pecandu ingin Lepas dari ketergantungan narkoba maka segera di obati
2. Bila pecandu belum ada keinginan Lepas dari ketergantungan narkoba maka tetaplah motivasi untuk segera diobati atau setidaknya minum obat ramuan kami dengan harapan pasien merasakan manfaat nya selanjutnya ada kesadaran untuk di pulihkan secara tuntas.

Demikian semoga bermanfaat

Tampilkan postingan dengan label Info seputar narkoba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info seputar narkoba. Tampilkan semua postingan

Tahun 2015, Pengguna Narkoba di Indonesia meningkat Capai 5,1 Juta

Labels:

JAKARTA – Badan Narkotika Nasional memperkirakan jumlah pengguna narkoba di Indonesia akan terus meningkat. Tahun 2015, diprediksi angka prevalensi pengguna narkoba mencapai 5,1 juta orang.
“Untuk itu bahaya ini harus dicegah dengan mengubah paradigma. Sudah saatnya pendekatan hukum perlu diimbangi pendekatan rehabilitasi. Jika itu mampu dilakukan, mimpi Indonesia negeri bebas narkoba dapat tercapai, “ jelas Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional Yappi Manate kepada berita99 dalam diskusi anak dan narkoba di Jakarta, Rabu (3/4)
Yappi menegaskan, kondisi peredaran narkoba sudah mencapai tahap mengkhawatirkan. Saat ini, sebanyak 251 jenis narkoba baru sudah berkembang pada hampir 70 negara.
“Angka kematian akibat penyalahgunaan narkoba diperkirakan mencapai 104.000 orang yang berumur 15 tahun dan 263.000 orang yang berumur 64 tahun. Mereka meninggal akibat mengalami overdosis. Ini disebabkan adanya salah kaprah mengenai gaya hidup masyarakat Indonesia khususnya kalangan remaja, “ tambahnya.
Berdasarkan catatan Badan Narkotika Nasional, jumlah tersangka kasus narkoba terus meningkat khususnya yang melanda pelajar sekolah dasar. Tahun 2007, pengguna narkoba pada kalangan pelajar SD mencapai 4.138. Jumlah ini meningkat pada 2011 mencapai 5.087 pelajar SD.
“Sedangkan jumlah tersangka kasus narkoba terbanyak dialami kalangan yang berumur 30 tahun ke atas. Data penelitian BNN selama lima tahun terakhir, sebanyak 52,2 % manusia Indonesia berumur 30 tahun terjerat kasus narkoba, “ pungkasnya..

Efek mengerikan Akibat Konsumsi Pil Ekstasi, Shabu Shabu dan Narkoba lainya

Labels: ,

Ekstasi adalah salah satu obat bius yang di buat secara ilegal di sebuah laboratorium dalam bentuk tablet atau kapsul. Ekstasi dapat membuat tubuh si pemakai memiliki energi yang lebih dan juga bisa mengalami dehidrasi yang tinggi. Sehingga akibatnya dapat membuat tubuh kita untuk terus bergerak. Beberapa orang yang mengkonsumsi ekstasi di temukan meninggal karena terlalu banyak minum air dikarenakan rasa haus yang amat sangat.Tergolong jenis zat psikotropika, dan biasanya diproduksi secara illegal di laboratorium dan dibuat dalam bentuk tablet dan kapsul. Ekstasi akan mendorong tubuh untuk melakukan aktivitas yang melampaui batas maksimum dari kekuatan tubuh itu sendiri. Kekeringan cairan tubuh dapat terjadi sebagai akibat dari pengerahan tenaga yang tinggi dan lama. 
Kalau anak muda memerangi Narkoba pasti akan berbeda dengan yang dilakukan oleh para Polisi yang bersenjata bedil. Polisi bisa main dor-der-dor ketika berhadapan dengan para Bandar, pengedar, atau pemakainya, sementara kita tidak punya apa-apa. Dan kita harus terus melawan penyebaran Narkoba paling tidak di lingkungan kita sendiri.

Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandarnarkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, ormas,pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela. Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anakya itu dari pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba.

BAHAYA NARKOBA

  1. Halusinogen,Efek dari narkoba bisa mengakibatkan bila dikonsumsi dalam sekian dosistertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi denganmelihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyatacontohnya kokain & LSD
  2. Stimulan,efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh sepertijantung dan otak bekerja lebihcepat dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan seseorang lebih bertenaga untuk sementara waktu , dan cenderung membuat seorang pengguna lebih senang dan gembira untuk sementara waktu.
  3. Depresan, efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan mengurangiaktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan bisamembuat pemakai tidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya putaw.
  4. Adiktif, Seseorang yang sudah mengkonsumsi narkoba biasanya akan ingin daningin lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorangcenderung bersifat pasif , karena secara tidak langsung narkobamemutuskan syaraf-syaraf dalam otak,contohnya ganja , heroin , putaw.
Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya kematian
Adapun jenis narkoba adalah sebagai berikut:
1. Opioid:
2. Kokain
3. Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun
lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-
cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang
berkepanjangan tanpa sebab).
4. Ekstasi
5. Shabu – shabu
6. Benzodiazepin
7. Heroin atau diamorfin (INN) adalah sejenis opioid alkaloid.

Efek Narkoba juga dapat berbeda satu sama lain, penyalahgunaan Narkoba akan mempengaruhi otak dan tubuh secara langsung, dari mulainya tekanan darah ke jantung.

Dibawah ini adalah beberapa kumpulan gambar terhadap penyalahgunaan narkoba.

Gambar diatas Pecandu yang sudah mengkonsumsi ekstasi yang sedang trance, rasa malu dan cemas pun menghilang. separti orang gila.
Gambar diatas merupakan efek heroin pada kulit yang digunakan dalam jangka waktu panjang.
Gambar diatas merupakan seorang perempuan yang meninggal akibat pengaruh Kokain ( shabu-shabu) yang berlebihan.
JANGAN PERNAH MENCOBA NARKOBA, ATAU AKAN MENJADI SEPERTI GAMBAR DI ATAS !!
sumber :

Gangguan Jiwa Posisi Kedua Setelah Penyakit Kardiovaskular

Labels: , , , , ,


Bogor, Kompas  - Gangguan jiwa mengakibatkan beban dana sosial untuk kesehatan masyarakat meningkat. Kini, posisinya di urutan kedua setelah penyakit kardiovaskular. Gangguan jiwa bisa berupa gangguan jiwa ringan seperti depresi sampai gangguan jiwa berat seperti skizofrenia.

”Pencapaian target Tujuan Pembangunan Milenium (MDG’s) kelima, yaitu meningkatkan kesehatan ibu, berperan penting untuk menekan dana sosial akibat gangguan jiwa,” kata Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor, dokter spesialis kesehatan jiwa Eka Viora, Sabtu (2/4), kepada wartawan di Bogor, Jawa Barat.

Eka merintis pembentukan komunitas bagi keluarga penderita gangguan kejiwaan yang selama ini dirawat di rumah sakit itu. Sekitar 200 keluarga penderita gangguan kejiwaan, Sabtu, bertemu di Istana Negara Bogor, dilanjutkan dengan pertemuan dinamika kelompok di Kebun Raya Bogor.

Peran keluarga

Sejumlah anggota kelompok pemeduli kesehatan jiwa, yaitu Perhimpunan Jiwa Sehat (PJS) dan Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI), turut hadir dalam pertemuan. Menurut Eka, pertemuan itu menekankan pentingnya pengetahuan dan peranan keluarga terhadap penanganan gangguan kejiwaan.

”Gangguan jiwa ringan seperti depresi bisa menurunkan produktivitas sehingga beban dana sosial untuk kesehatan meningkat,” kata Eka.

Saat ini sedikitnya 300 pasien (60 persen) yang ditangani rumah sakit itu dalam kategori membutuhkan jaminan kesehatan dari pemerintah, ujar Eka.

Menurut dia, ibu berperan penting dalam pemeliharaan keluarga. Ibu yang sehat dan cukup berpengetahuan akan mampu memastikan kesehatan anak. Setidaknya, mendeteksi dini gangguan jiwa agar segera diobati.

Data pada 2007 menunjukkan, angka kematian ibu masih 228 per 100.000 kelahiran hidup. Ini masih jauh dari target MDG’s pada tahun 2015, yakni angka kematian ibu 102 per 100.000 kelahiran hidup.

Perhatian pemerintah

Ketua Umum PJS Yeni Rosa Damayanti mengatakan, sekarang saatnya menuntut pemerintah memberikan perhatian lebih kuat terhadap lapisan masyarakat yang

menangani persoalan kesehatan jiwa. Produk legislasi agar diwujudkan untuk berpihak pada setiap upaya penanganan gangguan kejiwaan.

Bagus Utomo, Ketua Umum KPSI, menekankan pentingnya menghapus stigma negatif terhadap penderita gangguan jiwa. Stigma ”gila” terhadap penderita skizofrenia perlu dihapus karena penyakit itu dapat disembuhkan, setidaknya dapat dikendalikan, sehingga penderita dapat hidup sesuai dengan yang diharapkan masyarakat.

Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor yang berdiri tahun 1882 merupakan rumah sakit jiwa pertama di Indonesia. Dalam perkembangannya, rumah sakit itu kini masih mengutamakan penanganan gangguan kejiwaan selain penanganan kedokteran umum.

Gejala Pemakai Narkoba Yang Berlebihan

Labels: , ,

  1. Opiat (heroin, morfin, ganja)
    - perasaan senang dan bahagia
    - acuh tak acuh (apati)
    - malas bergerak
    - mengantuk
    - rasa mual
    - bicara cadel
    - pupil mata mengecil (melebar jika overdosis)
    - gangguan perhatian/daya ingat
  2. Ganja
    - rasa senang dan bahagia
    - santai dan lemah
    - acuh tak acuh
    - mata merah
    - nafsu makan meningkat
    - mulut kering
    - pengendalian diri kurang
    - sering menguap/ngantuk
    - kurang konsentrasi
    - depresi
  3. Amfetamin (shabu, ekstasi)
    - kewaspadaan meningkat
    - bergairah
    - rasa senang, bahagia
    - pupil mata melebar
    - denyut nadi dan tekanan darah meningkat
    - sukar tidur/ insomnia
    - hilang nafsu makan
  4. Kokain
    - denyut jantung cepat
    - agitasi psikomotor/gelisah
    - euforia/rasa gembira berlebihan
    - rasa harga diri meningkat
    - banyak bicara
    - kewaspadaan meningkat
    - kejang
    - pupil (manik mata) melebar
    - tekanan darah meningkat
    - berkeringat/rasa dingin
    - mual/muntah
    - mudah berkelahi
    - psikosis
    - perdarahan darah otak
    - penyumbatan pembuluh darah
    - nystagmus horisontal/mata bergerak tak terkendali
    - distonia (kekakuan otot leher)
  5. Alkohol
    - bicara cadel
    - jalan sempoyongan
    - wajah kemerahan
    - banyak bicara
    - mudah marah
    - gangguan pemusatan perhatian
    - nafas bau alkohol
  6. Benzodiazepin (pil nipam, BK, mogadon)
    - bicara cadel
    - jalan sempoyongan
    - wajah kemerahan
    - banyak bicara
    - mudah marah
    - gangguan pemusatan perhatian
Insya Allah manfaat

HIV , WHO : Saatnya Perang pada Perilaku Heteroseks yang Rentan Tularkan HIV

Labels: , ,


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis mendesak pemerintah menggencarkan perang terhadap infeksi HIV/AIDS di antara kaum pria, yang berhubungan seks dengan laki-laki dan kelompok “transgender”.
WHO mengatakan bahwa jika negara tidak segera memperluas akses ke layanan kesehatan bagi kelompok kunci tersebut, keuntungan dari pemberantasan virus HIV/AIDS selama dasawarsa lalu akan terancam.
“Kita perlu memperkuat program untuk memastikan bahwa populasi kunci menerima dukungan yang mereka butuhkan untuk melindungi diri.
“Kita perlu untuk meningkatkan, memperbaiki dan mempertahankan upaya pencegahan yang komprehensif, efektif dan fokus pada upaya-upaya pencegahan bebas stigma HIV dan bekerja dengan laki-laki yang melakukan hubungan  seks dengan laki-laki serta orang-orang transgender,” kata Direktur WHO untuk Pasifik Barat Dr Shin Young-soo.
Hari AIDS Sedunia 2012 diperingati pada 1 Desember dengan tema “Getting to Zero: Zero new  HIV infections. Zero Discrimination. Zero AIDS-related Deaths.”
Perayaan ini didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pandemi AIDS yang disebabkan oleh penyebaran infeksi HIV.

Solo

Labels:


KOMPAS.com - Tiga remaja putus sekolah di Solo, mengaku sudah mencuri di 20 lokasi di daerah Solo. Ketiga pencuri tersebut mengakui hal itu saat menjalani pemeriksaan di Polsek Laweyan, Selasa (2/10/2012). 



Ketiga pencuri tersebut adalah, Rio Eko Saputro alias Rio (18)  residivis pencurian di sebuah rumah, warga Pajang RT 1 RW 14, Laweyan, Solo. Lalu, Wiyadi Dewantoro (15), warga Jalan Nanas RT 4 RW 8, Jajar, Solo, dan Mardi Utomo (21), warga Karanganyar, Surakarta.



Komplotan pencuri tersebut pun harus menghentikan aksinya saat tertangkap basah tengah mencoba mencuri di Gereja Sidodadi kawasan Pajang, Solo, pada Selasa dini hari. Rio dan Wiyadi, sempat mencoba melarikan diri saat melihat polisi berpatroli di kawasan tersebut. 



Aksi kejar-kejaran sempat terjadi antara pelaku dan petugas. Kedua pencuri tak bisa berkutik saat warga juga turut mengejar pelaku. Petugas pun segera mengamankan kedua pelaku di polsek untuk menghindari amuk massa. Dari pemeriksaan terhadap kedua tersangka, satu orang yang bernama Mardi turut diamankan petugas karena dianggap sebagai anggota komplotan. 



Sementara itu, pelaku sempat membawa barang curian dari gereja berupa dua simbal, sejumlah uang dari kotak persembahan Rp.16.900 serta dua kain taplak batik. Polisi juga mengamankan satu sepeda onthel dan cangkul yang digunakan pelaku untuk mencuri. 



Berdasarkan pengakuan pelaku, petugas mengetahui, hasil pencurian akan digunakan untuk membeli pil koplo. "Dan ada yang untuk foya-foya," kata Kompol Didik Priyo Sambodo, Kepala Polsek Laweyan, Solo.  Didik menambahkan, para pelaku bakal dijerat dengan Pasal 363 KUHP.

Editor :
Glori K. Wadrianto

Cilacap

Labels:

Kalapas Nusakambangan Akui Terima Uang Napi Pengedar Sabu


Senin, 14 Maret 2011, 11:45 WIB
   
Kalapas Nusakambangan Akui Terima Uang Napi Pengedar SabuREPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Marwan Adli, akhirnya mengakui dirinya beberapa kali menerima uang dari Narapidana yang mengedarkan sabu di dalam Lapas dan sekitar Pulau Jawa, Hartoni. Dirinya sempat membantah hal tersebut. Namun dia tidak bisa menyangkal pengakuan Hartoni sekaligus indikasi adanya transfer uang ke rekening cucu Marwan, dengan inisial R.

"Uang yang ada di rekening R, yaitu cucu Kalapas dipastikan dimanfaatkan Marwan," ungkap Direktur Narkotika Alami Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Brigadir Jenderal Benny Josua Mamoto, di tempat kerjanya, Senin (14/3). 

Dia mengatakan rekening yang digunakan Hartoni adalah milik dua orang teman wanita Hartoni di Banjarmasin. Benny menyatakan inisial dan identitas kedua wanita itu masih dirahasiakan untuk kepentingan penyelidikan. Dirinya menilai jaringan narkotika ini begitu luas dan melibatkan banyak orang.

Transfer sejumlah uang ke rekening Marwan membuat Hartoni semakin mudah menjalankan aksinya. "Hartoni mendapatkan fasilitas khusus," papar Benny. Dia mendapatkan fasilitas sebuah rumah di pinggir sungai sejak pertama kali mendekam di Nusakambangan 2008 lalu.

Kurir akhirnya mendapatkan kemudahan untuk mengirimkan narkoba ke Hartoni, karena jauh dari pengawasan. Mereka menumpangi sampan ataupun speed boat untuk mengirimkan pesanan narkoba kepada Hartoni. Narkoba kemudian diedarkan ke dalam Lapas dan sekitar Pulau Jawa.

"Status Marwan kini sudah tersangka," ungkap Benny. Dia terbukti terlibat dalam permufakatan jahat menyelundupkan narkoba. Sedangkan cucunya, R, saat ini masih ditelusuri keterlibatannya dalam jaringan narkoba yang bermula dari tertangkapnya Hartoni. Jika terlibat, ungkap Benny, maka dia pasti ditangkap.

Benny menduga masih banyak terpidana di Lapas Narkotika yang mengkonsumsi narkoba. Penyebabnya adalah Marwan memberikan kemudahan kepada Hartoni untuk mengedarkan sabu.

Marwan ditangkap pekan lalu di ruang kerjanya, Lapas Narkotika, Nusakambangan. Pertama kali dia diperiksa di sebuah hotel dengan penjagaan ketat dari petugas BNN. Dia ternyata terlibat permufakatan jahat yang melibatkan Kepala Pengamanan Lapas, Iwan Saifudin, dan Kepala Seksi Pembinaan dan Pendidikan, Fob Budiono. Semuanya saat ini mendekam di tahanan BNN untuk menjani proses penyidikan.

Redaktur: Djibril Muhammad
Reporter: Erdy Nasrul

Mahfud MD Duga Ada Mafia di Balik Pemberian Grasi Napi Narkoba

Labels: ,



Jumat, 09/11/2012 00:29 WIB
Rivki - detikNews
Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda
 
Jakarta - Pemberian grasi kepada gembong narkoba menuai kontroversi, pasalnya beberapa pihak menganggap narkoba adalah jenis kejahatan luar bisa dan pelakunya tidak bisa diberi ampun. Menanggapi hal itu, Ketua MK Mahfud MD menduga ada permainan mafia hingga tingkat istana terkait grasi tersebut.

"Saya menduga ada mafianya, betul apa yang dikatkan ketua Granat pak Hendri, ada orang yang sengaja bekerja untuk meringankan orang-orang yang dihukum dalam kasus narkoba," kata Mahfud MD usai seminar usai bersama IKA Universitas Islam Indonesia (UII) di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (8/11/2012).

Mahfud menduga prakik mafia itu sudah masuk ke lembaga-lembaga negara seperti Mahkamah Agung, Kejaksaan, bahkan sampai lingkungan istana. Termasuk dalam pemberian grasi yang diberikan kepada Meirika Franola.

"Saya heran, SBY yang biasanya sangat teliti bisa kecolongan. Saya kenal Pak SBY orangnya sangat teliti dan hati-hati. Pasti permainan mafianya, mafia hebat dan mafia narkoba itu memang mafia yang sangat hebat. Ada yang menghubungi hakimnya, ada yang ke MA, kejaksaan dan macam-macam dan ini sekarang sudah berpengaruh ke lingkaran istana," beber ketua IKA UII ini.

Dia sendiri tidak setuju dengan pengampunan terpidana kasus narkoba dengan jumlah besar. Hal itu dikarenakan narkoba adalah musuh utama negara dan harus diberantas.

"Dan ingat, narkoba itu kejahatan yang jauh lebih berbahaya dari korupsi, karena orang yang kecanduan narkoba itu bukan membunuh hidup, tetapi juga membunuh kehidupan," tegasnya.

Sebelumnya, Pemerintah berencana akan mencabut grasi terpidana mati kasus narkoba Meirika Franola alias Ola (42). Keputusan ini diambil setelah Ola kedapatan menjadi otak penyelundupan dari balik penjara atas masuknya sabu-sabu 775 gram dari India ke Indonesia.

"Pertimbangan untuk pencabutan itu sangat-sangat besar kemungkinannya," ujar Menko Polhukam Djoko Suyanto di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (6/11).

(rvk/ahy)

Ada 6.000 Pecandu Narkoba di tiap Kecamatan se wilayah Jakarta

Labels:



Ada 6.000 Pecandu Narkoba di Tiap Kecamatan JakartaKRISTIANTO PURNOMO Kepala Humas Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Besar Sumirat Dwiyanto, dalam jumpa pers di Kantor BNN, Jakarta, menunjukkan barang bukti narkoba yang ditemukan saat penggerebekan di rumah Raffi Ahmad, Minggu (27/1/2013). BNN menangkap 17 orang dalam operasi penggerebekan narkoba di rumah Raffi Ahmad.


JAKARTA, KOMPAS.com - Peredaran obat-obatan terlarang di Jakarta sudah dalam kondisi memprihatinkan. Data Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat, prevalensi pecandu narkotika secara nasional yaitu 2,2 persen. Dari jumlah itu, 70 persennya berada di Ibu Kota.
Oleh sebab itu narkoba perlu mendapat perhatian khusus agar tak kian mengancam anak bangsa. Deputi Rehabilitasi BNN, Kusman Suryakusuma mengatakan, di DKI jumlah pecandu mencapai sekitar 300.000 pecandu. Jika dirata-rata pada lima wilayah Jakarta, berarti di tiap kota administratif terdapat 60.000 pecandu narkotika. Lebih jauh, jika satu kota administratif memiliki 10 kecamatan, artinya terdapat 6.000 pecandu narkotika di setiap kecamatan tersebut.
"Baru kemarin kita banjir, sekarang di Jakarta ini sudah banjir. Sudah lama banjir candu narkotika," ujar Kusman dalam konferensi pers di gedung BNN, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Senin (28/1/2013) siang.
Kusman melanjutkan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotia, paradigma penanganan penyalahguna narkotika telah berbeda. Dalam undang-undang tersebut, pecandu narkotika tidak dikenakan tindak pidana, melainkan menjalani rehabilitasi pecandu. Tentunya, para pecandu harus melalui proses administrasi terlebih dahulu sebelum rehabilitasi.
Sebelum menjalani rehabilitasi, pecandu itu harus menjalani asesmen terlebih dahulu. BNN hendak memeriksa apakah pecandu tersebut memiliki penyakit akibat kecanduannya itu atau tidak. Hasil asesmen itu lah yang akan menentukan seorang pecandu ditempatkan di panti rehabilitasi jenis tertentu. BNN memiliki dua panti rehabilitasi pecandu, yakni Makasar dan Lido.
"Kalau ringan bisa kita atasi masuk rehabilitasi yang kita punya di sini (BNN). Kalau gangguannya ke atas agak berat, bisa kita kirim ke Lido," lanjutnya.
Kepala Deputi Pemberantasan BNN, Inspektur Jendral Benny Jozua Mamoto mengungkapkan, undang-undang yang baru memiliki paradigma lebih baik daripada undang-undang sebelumnya. Jika di undang-undang lama pecandu diproses secara hukum, tidak bagi undang-undang baru. Para pecandu yang tidak terkait jaringan narkoba diwajibkan wajib lapor dan rehabilitasi.
"Kalau UU lama, apa yang terjadi? Mereka masuk penjara, mencari barang, bertemu bandar, jika demikian terbentuk lah pasar. UU yang baru ini melihat berbeda dengan tidak mengkriminalkan. Kita memulihkan melalui rehabilitasi," ujar Benny.
Ia berharap paradigma undang-undang yang baru dapat dipahami masyarakat. Artinya, masyarakat tidak perlu takut jika ada anggota keluarganya yang menjadi pecandu untuk dibawa ke panti rehabilitasi.
Editor :
Heru Margianto

Sulitnya Merawat Korban Narkoba

Labels:


Sangat sulit membantu para korban narkoba untuk merehabilitasi dirinya. Seorang petugas medis pertu kesabaran ekstra untuk menangani pasien-pasien jenis ini. Hal ini diakui Badan Narkotika Provinsi (BNP) DKI Jakarta.Kesulitan utama dalam hal ini adalah kurangnya sumber daya manusia yang kredibel dan mau menangani para pengguna obat-obatan terlarang. Kepala Satgas Terapi dan Rehabilitasi BNP DKI, Fauzi Mazhur. menyatakan, kebanyakan dokter di Jakarta malas menangani para pecandu karena penanganan terhadap mereka butuh waktu yang lama dan perhatian yang intensif.

"Sekali menggunakan narkotika, kemungkinan mereka kambuh kembali ke kebiasaannya itu akan semakin besar." kata Fauzi yang juga dokter di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO). Ahad (24/1).Lagi pula, lanjut Fauzi, seorang dokter dan terapis harus sangat bersabar menghadapi para pecandu yang sering tidak mau menerima bantuan dari dokter dan terapisnya. Hal ini sangat disayangkan karena tingkat kerawanan narkoba di Jakarta cukup tinggi, yaitu mencapai 230 ribu orang. Secara nasional, tingkat kerawanan narkotika mencapai 1.5 persen dari jumlah penduduk Indonesia.Ketiadaan sumber daya manusia yang cukup dan kredibel untuk menangani pecandu juga membuat pemprov kesulitan merealisasikan RSKO mandiri milik provinsi. Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta. Prijanto, hingga kini Jakarta belum memiliki tempat rehabilitasi khusus untuk para pengguna narkotika yang dikelola sendiri oleh provinsi.

"Selama mi, para pengguna narkotika yang terjaring ditransfer ke rumah sakit khusus narkotika milik pemerintah pusat ataupun yayasarvyayasan rehabilitasi milik swasta," ujarnya. Contoh tempat rehabilitasi milik pemerintah pusat adalah Rumah Sakrt Ketergantungan Obat (RSKO) di Ciracas dan Lido.Kepala Pelaksana Harian BNP DKI, Arfan Aqili, menyatakan, sulit merealisasikan sebuah pusat rehabilitasi untuk
para pengguna narkoba di provinsi. "Pembangunan rumah sakit di Jakarta Selatan saja hingga kim belum rampung." katanya. Akibatnya. BNP khawatir, semakin banyak pengguna yang ditangkap, semakin terbatas fasilitas rehabilitasi.Selain itu, para pengguna narkotika sulit diidentifikasi karena kebanyakan pengguna dan keluarga pengguna kerap merasa malu mengakui diri dan salah seorang kerabatnya menjadi pecandu narkotika. "Oleh karena itu, pasien harus terbuka dengan kondisinya."Selain itu. masih banyak masyarakat yang takut melapor kepada pihak kepolisian atau BNP kalau di wilayahnya ada pengedar narkoba. Tak hanya itu. hingga kini belum ada komitmen yang kuat untuk memberantas narkoba di tempat hiburan.

Menurut Arfan, tahun ini anggaran yang disediakan pemprov untuk BNP sebesar Rp.26,9 miliar. "Anggaran tersebut sangat terbatas." ujarnya. Pada 2010. terdapat sejumlah program yang disiapkan oleh BNP. Kegiatan tersebut meliputi program pencegahan atau preventif, program penegakan hukum atau represif, program terapi dan rehabilitasi pengguna narkoba, serta program penelitian dan pengembangan BNP DKI.Untuk program rehabilitasi. BNP menyediakan dana sebesar Rp 600 juta untuk 200 korban narkoba yang tidak mampu membiayai program rehabilitasi-nya. Jumlah im lebih besar dari anggaran yang disediakan pada 2009 lalu, yang hanya diberikan kepada 66 orang. "Setiap orang akan diberikan dana sebesar Rp 3 juta untuk membeli obat dan biaya konsultasi serta sejumlah treatment khusus yang diberikan selama satu bulan masa rehabilitasi." cO9. e* maghfiroh

Tangan Godfather Narkoba di Kampung Ambon

Labels:

TEMPO.CO, Jakarta- Kampung Ambon di Cengkareng, Jakarta Barat, menjadi surga bagi pemburu narkoba. Apa pun tersedia di sana, 24 jam: sabu, ekstasi, dan putaw.
Silih berganti digerebek, bisnis narkoba tetap semarak. Negara seperti tak berdaya di sana.
Laporan Tempo edisi 7 Mei berjudul "Cerita dari Kampung Narkoba" mengungkapkan Kampung Ambon telah menjadi pasar narkoba sejak 1990-an.  Dulu hanya ganja dijual, tapi sejak 2002 jenis yang dijajakan kian beragam. "Mau cari inex sampai putaw juga ada," kata Toto, bekas pengguna narkoba yang sering berkunjung ke Kampung Ambon. Warga Jati Asih, Bekasi, ini nyaman memakai narkoba di dalam Kampung Ambon karena aman dari razia polisi. Saban kali ada penggerebekan, penjual langsung memberi tahu para pasien agar kabur. 

"Makanya artis dan pejabat juga sering ke sini," kata Toto.  Ia menyebutkan beberapa nama. Salah satunya pelawak yang tiap malam muncul di televisi. 
Meskipun berulang kali digerebek polisi, perdagangan narkoba di kampungnya Irene Sophie Tupessy--wanita yang dijuluki Kill Bill karena memimpin penyerangan di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat  Gatot Subroto--itu tetap marak. Polisi berharap kasus Irene bisa menjadi pintu masuk pemberantasan narkoba di sana.

Ketua RT 05 di Kampung Ambon, Sandy Pasaneasia, menyebut operasi itu hanya "penggerebekan ecek-ecek". Lapak yang digerebek berkategori kelas teri, bukan milik bandar besar. Di Kampung Ambon ada 30-an lapak narkoba. Menurut Sandy, keuntungan bersih satu lapak kecil narkoba bisa mencapai Rp 30 juta per hari. Lapak-lapak itu berada di dalam rumah yang tersebar di RT 01 hingga 07 di Perumahan Permata, yang hampir semuanya dihuni warga Ambon. "Seperti biasa, pasti polisi juga yang membocorkan operasi itu," kata Sandy kepada Tempo.

Direktur Penindakan dan Pengejaran Badan Narkotika Nasional Benny Mamoto tak menampik tudingan itu. Menurut Benny, pihaknya dan polisi tahu memang ada aparat yang terlibat bisnis narkoba di sana. Di belakang aparat nakal itu, ujarnya, ada tangan-tangan yang tak terlihat. "Bukan hanya pemakai, aparat turut membantu peredaran narkoba itu," kata Benny.

Menurut Romylus Tamtelahitu, yang pernah meneliti kampung ini, yang paling berjasa membangun kekompakan warga Kampung Ambon dalam menjalankan bisnis narkoba adalah Michael Glenn Manuputty, 40 tahun. 

Sistem yang dibangun Michael sangat mengakar karena melibatkan banyak orang. Menurut sumber Tempo, orang sekelas John Kei bahkan mental saat mencoba-coba masuk lingkaran Kampung Ambon. "Bung Michael itu godfather di Kampung Ambon," kata Romylus.

Michael tersandung. Polisi menangkapnya pada pertengahan Juli 2009 di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Ia dihukum penjara seumur hidup. Setelah Michael dipenjara, menurut sumber Tempo, takhta godfather beralih ke Irene  dan kakaknya Edward Hunok Tupessy atau Edo sebagai godmother. 
Irene menolak tudingan itu. Suami Irene, Heriyanto, juga membantah. "Apa iya seorang bandar bisa menunggak SPP anaknya sampai dua bulan? Kalau dulu, kami memang punya lapak," katanya.

Bandar Narkoba

Labels:

10 Bandar Narkoba Paling Terkenal Dalam Sejarah

Berikut ini adalah bandar narkoba terhebat sepanjang jaman, mungkin dari merekalah kita mengenal narkoba.. check this out

1. Profile : Zhenli Ye Gon

diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkobadari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa membuat para
Lahir 31 Januari 1963 di Shanghai dan pindah ke Mexico pada tahun 2002. Sebagai pemilik legal dari Unimed-Pharm Chem Mexico dia menjadi tersangka penyelundupan pseudoephedrine dari Asia ke Mexico. Ye Gon menjadi orang yang paling di cari di 180 negara, dia ditangkap oleh aparat AS pada Juli 2007 di Wheaton, Md. Jumlah uang yang di temukan oleh aparat keamananmexico di mansion pribadinya berjumlah $207 juta cash!!..

2. Profile : Frank Lucas


Frank Lucas adalah mantan dealer heroin dan bos kejahatan yang terorganisir dan beroperasi di Harlem pada akhir 1960-an dan awal 1970-an. Ia sangat dikenal sebagai perantara dalam perdagangan narkoba dan membeli langsung heroindari sumbernya di Golden Triangle. Lucas meng-klaim bahwa ia menyelundupkan heroin dengan menggunakan peti mati prajurit Amerika yang meninggal, namun klaim ini ditolak oleh rekannya dari Asia Selatan, Leslie "Ike" Atkinson.
"Karir"-nya didramatisasi di film American Gangster pada tahun 2007

3.Profile : Klaas Bruinsma


Dia adalah raja narkoba Belanda nomer satu, ditembak mati oleh anggota mafia dan juga mantan perwira polisi, Martin Hoogland. Klaas dikenal sebagai "De Lange" ( "jangkung satu") dan "De Dominee" ( "menteri") karena kebiasaannya berpakaian hitam dan mengajarorang lain

4. Profile : Ismael Zambada García


Dia adalah penyelundup narkoba yang paling dicari di Meksiko, dan masuk daftar Top 10 FBI Most Wanted dan daftar paling dicari DEA. Jaksa Mexico yang paling ng-top dalam perang terhadap narkoba, José Santiago Vasconcelos, menyebut Zambada "pengedar narkoba No 1″ dan mengatakan "the fugitive has become more powerful as his fellow kingpins have fallen, including one who was allegedly killed on Zambada's orders."

5. Profile : Manuel Noriega


Pada tahun 1989, presiden Ronald Reagen memerintahkan pasukan Amerika untuk menginvasi Panama dan menangkap pemimpin negara itu, jenderal Manuel Noriega, seorangyang dikenal sebagai diktator dan penyelundup narkoba internasional. Jendral Manuel Noriega ditangkap dan dibawa keAmerika Serikat untuk menjalani pengadilan atas kejahatan-kejahatannya.

6. Profile : Gilberto Rodriguez-Orejuela


Kartel Cali dibentuk pada awal 1970-an oleh jonathan almanza-Orejuela dan Jose Santacruz-Londono, dan berdiri secara diam-diam ditengah persaingannya dengan Kartel Medellín. Di tengah reputasi internasional Kartel Medellinyang terkenal dengan kebrutalan dan pembunuhan, Kartel Cali lebih memilih berpose sebagai pengusaha legal.
Perusahaan kriminal yang unik ini pada awalnya terlibat dalam pemalsuan dan penculikan dan secara bertahap berkembang menjadi basis penyelundupan kokaindari Peru dan Bolivia ke Kolombia untuk dikonversikan menjadi bubuk kokain.

7. Profile : Joaquín Guzmán Loera


Loera adalah kingpin narkoba paling ng-top di Mexico, diketahui setelah penangkapan pesaingnya, Cardenas Osiel dari Kartel Gulf. Dia menjadi terkenal karena menggunakan terowongan untuk menyelundupkan kokain dariMexico ke Amerika pada awal 1990-an. Pada tahun 1993, sebuah pengiriman 7,3 ton kokain ke Amerikayang disembunyikan dalam kaleng cabe disita di Tecate, California. Ia dipenjara pada tahun 1993, namun pada tahun 2001 dia berhasil lolos dan bersembunyi.

8. Profile : Osiel Cárdenas Guillén


Cárdenas adalah raja narkoba Meksiko dan merupakan pemimpin simbolis dari Kartel Gulf. Awalnya dia adalah seorang mekanik di Matamoros, ia memasuki Kartel Gulf dengan membantu Chava Gómez (capo pada saat itu) dan kemudian mengambil alih kendali kartel dengan membunuh Gómez, Karena aksinya ini Cárdenas mendapatkan julukan "el Mata Amigos" (The Friend-Killer).

Pada tahun 1999, di Matamoros, ia mengancam akan membunuh dua agen federal Amerika (satu dari FBI dan yang lainnya dari Badan Anti Narkoba) yang menangkap seorang informan Kartel Gulf. Cardenas dengan lebih dari selusin anak buahnya mengepung mobil agen tersebut di dekat pusat kota. Dalam ketegangan penyanderaan, para agen mengingatkan Cárdenas jika mereka dibunuh makaAmerika akan memburunya seumur hidup.
Setelah kejadian itu, FBI menawarkan $ 2 juta sebagai hadiah untuk penangkapan Cárdenas.

9. Profile : Amado Carrillo Fuentes


Sebagai penyelundup paling top di Meksiko, Carrillo menyelundupkan kokain ke Amerika 4x lebih banyak daripada yang lain. Ia dipanggil dengan sebutan El Señor de los Cielos ( "Lord of the Skies") karena menggunakan lebih dari 22 pesawat jet 727 swasta untuk mengangkut kokain yang berasal dari Kolombia ke bandar udara dan landasan lainnya di sekitarMexico termasuk Ciudad Juarez.

Pada bulan-bulan sebelum kematiannya, Lembaga Anti-Narkoba Amerika menggambarkan Carrillo sebagai pedagang narkoba yang paling kuat pada masanya, dan banyak analis menyatakan dengan laba penjualan yang lebih dari $ 25 miliar, membuat Amado menjadi salah satu orang terkaya dunia.

10. Profile : Pablo Escobar


Siapa yang tidak kenal Pablo Escobar? Pablo Emilio Escobar Gaviria adalah orang yang paling terkenal atas kekerasannya sebagai pimpinan dari Kartel Medellín. Escobar dibunuh oleh para "Search Bloc", resimen polisi khusus Kolombia yang menembak Escobar di atas atap di Kolombia pada tahun 1993. Pada saat ini Kartel Medellin hancur lebur. Setelah Escobar meninggal Kartel ini terfragmentasi.


Gerakan Pemutusan Mata Rantai Jaringan Peredaran Narkoba

Labels:


Kasus peredaran Narkoba sampai pada saat saat ini sudah mencapai taraf yang sangat memprihatinkan, hampir setiap hari kita disuguhi dengan berita-berita mengenai kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang itu. Indonesia, dengan jumlah penduduk keempat terbesar di dunia ini, merupakan pasar yang sangat potensial bagi peredaran Narkoba. Indonesia bukan saja menjadi negara konsumen melainkan sudah menjadi negara produsen obat-obat terlarang. Bukan rahasia lagi, kasus peredaran Narkoba ini juga melibatkan oknum aparat penegak hukum sendiri. Hal ini bisa dilihat dari berita-berita yang menyebutkan bahwa pengendalian peredaran Narkoba justru terjadi di penjara.
Bisa dibayangkan berapa banyak individu atau kelompok yang menjadi korban dari jaringan sesat ini, berapa banyak generasi muda yang rusak kehidupannya gara-gara Narkoba. Korban yang ditimbulkannya bukan hanya bagi individu melainkan juga keluarga dan masyarakat, maka tak heran bila masalah Narkoba ini juga bisa dimasukkan sebagai salah satu bentuk kejahatan kemanusiaan. Ada juga yang menganggap sebagai bentuk terorisme yang baru, karena bila dibiarkan terus dapat merusak berbagai sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Data dari BNN menyebutkan sudah hampir 2 % penduduk Indonesia yang menjadi pemakai Narkoba, jumlah ini tentu sangat mengkawatirkan. Oleh karena itu penanggulangan masalah Narkoba tidak mungkin hanya dilimpahkan kepada salah satu institusi saja, perlu kerjasama dari segenap elemen bangsa guna mengatasinya. Salah satu cara yang efektif untuk mengatasi masalah Narkoba adalah dengan memutuskan mata rantai persoalannya.
Pemutusan mata rantai jaringan peredaran Narkoba didasari atas ide mengenai berlakunya Hukum Supply and Demand. Dalam istilah ekonomi berlaku “penawaran barang (supply) berbanding lurus dengan permintaan barang (demand).” Bila kita bisa mengurangi permintaan barang, maka otomatis penawaran barangnyapun akan berkurang. Dalam kasus peredaran Narkoba, mengurangi permintaan berarti meminimalisir orang-orang yang memakai Narkoba. Bila kita bisa mencegah seseorang untuk memakai Narkoba, maka otomatis kita sudah melakukan usaha untuk mengurangi permintaan barang. Peredaran Narkoba di luar boleh melimpah, tapi semua itu tentu tidak berarti bila tidak ada yang mau membelinya. Jadi inti dari pemutusan mata rantai jaringan peredaran obat-obatan terlarang itu adalah menggalakkan tindakan-tindakan preventif untuk mencegah seseorang mengkonsumsi Narkoba.
Apa saja yang bisa kita lakukan ? Berikut ini adalah bentuk-bentuk tindakan pencegahan yang bisa diupayakan bersama :
1. Menggalakkan Preventive Drug Education (PDE)
PDE bisa dilakukan di lingkungan sekolah, universitas, kelompok masyarakat, maupun instansi-instansi, terutama bagi mereka yang banyak bersentuhan dengan kaum muda. PDE ini bukan hanya berbentuk seminar atau penyuluhan akan bahaya Narkoba, tetapi juga bisa berbentuk kampanye ‘anti drug’ lainnya seperti penyebaran stiker, leaflet, brosur, dll. Intinya adalah menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat khususnya kaum muda akan bahaya memakai Narkoba.
2. Memberlakukan standar bebas Narkoba bagi para pekerja/karyawan
Instansi-instansi dapat ikut berperan dalam gerakan pemutusan mata rantai jaringan Narkoba ini, yaitu dengan bersikap tidak mentolerir karyawan atau staf yang menggunakan Narkoba. Tetapkan standar ‘bebas Narkoba’ atau dalam istilah pemakai disebut ‘Clean and Sober’, baik bagi karyawan yang sudah bekerja maupun calon karyawan yang akan masuk dalam suatu perusahaan.
3. Melakukan rasia Narkoba di sekolah, universitas atau instansi lainnya
Sudah bukan rahasia lagi bila jaringan perdagangan Narkoba kini telah memasuki area sekolah, universitas, dan instansi-instansi. Untuk menekan peredarannya bisa dilakukan dengan cara merasia barang secara mendadak atau melakukan tes urin (urine test) atau tes darah secara masal bagi para murid, mahasiswa, maupun karyawan di suatu instansi.
4. Menciptakan situasi yang kondusif bagi mantan pecandu agar tidak mengalami kekambuhan (relapse)
Bagi mantan pecandu keinginan untuk kambuh atau memakai Narkoba lagi itu akan selalu ada. Keinginan itu akan bisa diredam seandainya dia berada di lingkungan yang ‘aman’ atau yang mendukung dia untuk tidak memakai Narkoba lagi. Dukungan moral dari teman dan keluarga akan sangat membantu pagi seorang mantan pecandu untuk tetap mempertahankan ‘kebersihannya’ dari Narkoba.
5. Mengirimkan korban penyalahgunaan Narkoba ke Panti Rehabilitasi
Seorang pecandu biasanya akan membuat keluarga/lingkungan sekitarnya mudah apatis atau putus asa sehingga tidak tahu lagi bagaimana cara menolong si Korban. Tempat yang paling tepat untuk seorang pecandu adalah Panti Rehabilitasi. Penanganan yang tepat di Panti Rehab akan mempercepat proses kesembuhan bagi para pecandu Narkoba tersebut, sehingga ia bisa hidup normal kembali dan diterima di masyarakat.
6. Menjaga keharmonisan keluarga
Banyak korban penyalahguna Narkoba adalah orang-orang yang mempunyai latar belakang permasalahan dalam keluarganya. Narkoba merupakan tempat pelarian bagi orang-orang yang tidak kuat lagi menampung beban persoalan dalam hidupnya. Dengan menjaga keharmonisan keluarga berarti kita juga telah ikut serta dalam usaha memutuskan mata rantai jaringan peredaran Narkoba ini.
7. Menciptakan pribadi-pribadi yang tangguh
Melalui keluarga, sekolah dan kelompok masyarakat, seseorang perlu dilatih dan diberi bekal intelektual, psikologi, spiritual, ketrampilan kerja, dll. dengan begitu akan menciptakan manusia yang benar-benar tangguh dan berperilaku benar dalam menghadapi segala macam godaan yang sangat menggiurkan di luar.
Itulah usaha-usaha yang kiranya dapat dilakukan guna mengatasi masalah penyalahgunaan Narkoba. Setiap individu di masyarakat tentu bisa memainkan peran sesuai dengan bidang dan kapasitasnya masing-masing. Meskipun usaha yang dilakukan nampak kecil, namun bila dilakukan secara serentak tentu akan membawa dampak yang signifikan bagi penanggulangan masalah Narkoba. Dengan melaksanakan salah satu point di atas berarti kita sudah ikut serta dalam Gerakan Pemutusan Mata Rantai Jaringan Peredaran Narkoba. Mari kita jadikan pemberantasan Narkoba ini sebagai salah satu agenda penting dalam mengatasi salah satu persoalan yang kini tengah menjadi keprihatinan bangsa Indonesia.