Selamat Datang di www.terapinarkoba.com

Kami berpengalaman menangani KECANDUAN NARKOBA dengan metode MULTI TERAPI Insya Allah kecanduan narkoba dapat di pulihkan dalam waktu relatif singkat, hanya 2 bulan, bukan 6 tahun.
Sudah banyak pasien yang kami tolong, baik dari jawa maupun luar jawa / luar kota

SAKAW dll cepat di pulihkan.

Prosedur Pemulihan kecanduan narkoba bisa RAWAT JALAN dan TERAPI JARAK JAUH pasien tidak harus datang, bisa tetap sekolah, kuliah atau bekerja

SUDAH REHAB TAPI ANDA MASIH KECANDUAN JANGAN RAGU HUBUNGI KAMI


TABIB MASRUKHI,MPA

Telp : 0823 3222 2009


GARANSI >>> klik disini

Catatan : Pecandu Narkoba sangat tergantung dengan peran serta orang tua / keluarga. Karena itu segera lah berobat sebelum semuanya terlambat, kematian atau cacat seumur hidup.

yang perlu di lakukan orang tua terhadap seorang anak pecandu Narkoba ?
1. Bila pecandu ingin Lepas dari ketergantungan narkoba maka segera di obati
2. Bila pecandu belum ada keinginan Lepas dari ketergantungan narkoba maka tetaplah motivasi untuk segera diobati atau setidaknya minum obat ramuan kami dengan harapan pasien merasakan manfaat nya selanjutnya ada kesadaran untuk di pulihkan secara tuntas.

Demikian semoga bermanfaat

Tampilkan postingan dengan label materi narkoba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label materi narkoba. Tampilkan semua postingan

Macam Macam Kecanduan terparah Kecanduan Narkoba

Labels:

Seorang yang kecanduan pun sering merasa tidak mungkin bisa lepas dari kecanduannya.
Syarat agar bisa sembuh dari kecanduan dengan permanen adalah orang yang bersangkutan harus punya keinginan untuk berubah.

Karakteristik perilaku kecanduan diantaranya:
  • Pecandu selalu ingin mengkonsumsi atau melakukannya lagi dan lagi, meskipun tahu hal itu tidak berguna, merugikan diri sendiri, atau berbahaya.
  • Menimbulkan perasaan kurang nyaman, cemas, gelisah, marah, murung, jengkel apabila pecandu tidak bisa mengkonsumsi atau melakukan kecanduannya.
  • Pecandu menjadikan objek kecanduannya sebagai objek pelarian ketika ia mengalami emosi negatif seperti marah, kecewa, sedih, gagal, dsb.
  • Pecandu umumnya pernah mencoba untuk menghentikan kecanduannya, tetapi karena tidak berhasil atau merasa tidak mungkin bisa berhenti, akhirnya pecandu menerima kecanduan itu sebagai bagian dari dirinya.
  • Kecanduan dan kebiasaan buruk akan semakin parah apabila kecanduan atau kebiasaan buruk itu dilakukan semakin lama, semakin banyak diulang-ulang, dan semakin kuat lingkungan mendukungnya.
Kecanduan bisa merupakan masalah biologis maupun psikologis. Misalnya kecanduan mengkonsumsi obat bius, kokain, morfin, ganja dan jenis narkoba lain adalah kecanduan yang merupakan kombinasi antara kecanduan secara biologis dan psikologis.
Dalam kasus kecanduan narkoba, secara pribadi kami lebih meyakini bahwa yang lebih kuat pengaruhnya adalah dorongan dari pikiran bawah sadar untuk terus mengkonsumsi narkoba, dibanding dengan kebutuhan tubuh terhadap zat kimia dalam narkoba.
Oleh karena itu, upaya penyembuhan kecanduan narkoba dengan obat-obatan sering kali mengalami kegagalan. Banyak penderita yang sudah sembuh namun suatu saat kambuh dan kecanduan lagi. Kambuhnya pecandu narkoba bukan karena tubuhnya secara biologis membutuhkan zat yang terkandung dalam narkoba, melainkan karena pengaruh psikologis, baik dari dalam diri sendiri (sebagai pelampiasan emosi negatif, dorongan pikiran bawah sadar), atau ketidakmampuan menolak ajakan dari teman yang masih menggunakan narkoba. Gagalnya usaha untuk menyembuhkan kecanduan sering kali menimbulkan keputusasaan baik pada diri pecandu maupun keluarganya.
Sedangkan kecanduan belanja, berjudi, game, dan internet merupakan kecanduan psikologis yang murni disebabkan pengondisian, pengaruh lingkungan atau karena terbiasa melakukan sesuatu berulang-ulang. Kecanduan rokok, minuman keras (alcoholic), mengunyah permen karet, kecanduan minuman cola atau bersoda, dan kecanduan makanan atau minuman lainnya sebenarnya juga merupakan kecanduan yang bersifat psikologis.
Zat kimia yang terkandung dalam rokok, minuman keras, permen, cola atau soda mungkin memang punya pengaruh adiktif, tapi pengaruhnya terhadap tubuh sangat-sangat kecil. Seandainya suatu saat pecandu tidak bisa mengkonsumsi makanan atau minuman itu dalam waktu yang lama, maka hanya menimbulkan gejala emosi seperti gelisah, rasa kurang nyaman, atau emosi negatif lain, tapi sama sekali tidak membahayakan fisik. Berbeda dengan pecandu narkoba yang bisa mati atau minimal sangat menderita secara fisik apabila tidak mendapatkan zat adiktif yang dibutuhkan tubuh.
 
Macam Kecanduan:
  • Kecanduan Narkoba, apapun jenisnya. Bisa sembuh total asalkan pecandu benar-benar ingin menghilangkan kecanduannya.
  • Kecanduan Alkohol - Alcoholic sering disebabkan karena masalah emosi yang tidak terselesaikan, kecemasan, rasa takut, stress, depresi dsb. Agar seseorang bisa sembuh dari kecanduan alkohol dan tidak kambuh lagi, maka perlu diselesaikan akar masalahnya.
  • Kecanduan Obat Sakit Kepala, Obat Tidur, Obat Penenang atau obat-obatan lainnya - Setelah kami menangani klien yang kecanduan obat sakit kepala, kami baru membuktikan sendiri bahwa apa yang tertulis dalam buku-buku hipnoterapi bahwa kecanduan obat-obatan sering disebabkan oleh depresi, kecemasan, stress dan emosi negatif lainnya. Gejala sakit kepala yang sering kambuh merupakan psikosomatis, dan obat sakit kepala hanya menghilangkan sakit sementara.
  • Ketagihan Belanja (shopaholic) - Dulu sebelum membuka praktek hipnoterapi, kami sama sekali tidak menyangka bahwa orang yang mengalami kecanduan belanja di Indonesia sangat banyak, terutama wanita dari kalangan ekonomi menengah ke atas.
  • Kecanduan Porno, Gambar Porno, Video Porno, Cerita Seks, Film Porno - Pikiran selalu tentang seks atau secara otomatis segala sesuatu dihubungkan dengan seks. Pecandu porno sangat besar jumlahnya, mungkin sebanding dengan jumlah pecandu rokok. Menurut para pakar internet, top ranking keyword atau kata kunci yang paling sering dicari di internet selalu adalah kata-kata bernuansa porno atau seks. Hal ini membuktikan banyaknya pecandu porno yang mencari kepuasan diri melalui internet.
  • Kecanduan Seks Bebas - Mencintai pasangan resmi, ingin setia, sayang pada keluarga, tapi disisi lain selalu tergoda untuk melakukan seks dengan orang lain, teman, orang yang baru dikenal, dan pelacur, atau ingin lepas dari pria/wanita selingkuhan anda. Hypnotherapy bisa menghapus rasa terikat dan ketergantungan terhadap seseorang dalam waktu cepat.
  • Kecanduan Gosip - Tahu bahwa menggosip tidak ada gunanya, tapi tidak mampu menghentikannya. Selalu ingin tahu gosip-gosip selebritis, seolah-olah gosip selebritis adalah informasi yang sangat penting.
  • Kecanduan Menonton Televisi, menonton sinetron, menonton berita kriminal, atau acara lainnya sampai-sampai mengabaikan pekerjaan yang lebih penting.
  • Kecanduan Makanan Ringan, Kacang, Kerupuk, Wafer, Keripik Kentang, atau makanan ringan lainnya. Kecanduan ini memang tidak terlalu berbahaya, tapi merupakan salah satu penyebab kegemukan.
  • Kecanduan Coklat - Kecanduan terhadap produk olahan berbahan dasar coklat, misalnya eskrim coklat, wafer coklat, dan kue coklat, juga menyebabkan obesitas.
  • Kecanduan Minuman Ringan - Kopi, teh, soda, cola, sirup merek tertentu. Dalam kondisi sehat dan selama mengkonsumsi dalam jumlah yang wajar, maka tidak ada masalah serius walaupun Anda kecanduan minuman ringan tertentu. Masalah terjadi apabila Anda menderita diabetes (kencing manis) dan diharuskan untuk mengurangi konsumsi gula, termasuk yang terkandung dalam minuman ringan.
  • Kecanduan Gula, permen atau makanan dan minuman yang manis - Sangat berbahaya karena selain menyebabkan kegemukan, juga memicu kencing manis.
  • Kecanduan Teknologi - Selalu ingin membeli atau mengetahui produk-produk teknologi terbaru, semisal Laptop dan Hand Phone. Menghabiskan banyak uang untuk membeli produk berteknologi terbaru yang sebenarnya kurang bermanfaat. Apabila pecandu teknologi adalah orang yang tidak punya uang untuk membeli, maka dia selalu mencari informasi dan mengamati perkembangan teknologi melalui internet atau majalah. Hilangkan kecanduan anda, maka anda bisa menabung lebih banyak..!
  • Kecanduan Komputer, Internet, Game, Chating - Biasanya penderita kecanduan jenis ini merasa "lebih hidup" apabila bermain dengan komputer atau internet, akan tetapi kemampuannya bergaul dalam masyarakat (kehidupan nyata) sangat kurang. Yang lebih parah, ada yang sampai anti-sosial, tidak peduli dengan orang lain, atau malah tidak percaya diri ketika harus bergaul dengan manusia sesungguhnya.
  • Kecanduan Judi - Apakah Anda merasa sangat sulit berhenti berjudi meskipun selalu kalah dalam berjudi? Kalah penasaran, menang ketagihan? Selalu "terpanggil" untuk berjudi ketika memegang uang, meskipun bukan uangnya sendiri. Rela berbohong, berhutang, menjual barang-barang berharga milik keluarga untuk berjudi.
  • Kecanduan Kerja (workaholic) - Bekerja terlalu keras dan tak kenal waktu, terobsesi dengan hasil yang lebih besar, takut menjadi miskin, tidak merasakan puas ketika mendapatkan uang, tidak bisa berhenti memikirkan masalah pekerjaan, mengabaikan keluarga dan kehidupan sosial, selalu mementingkan pekerjaan padahal penghasilannya sudah cukup besar meskipun dirinya bekerja biasa-biasa saja.
  • Kecanduan Baca Novel, cerita seks, baca komik, dan bahan bacaan lainnya yang menimbulkan imajinasi. Menarik diri dari kehidupan sosial, tidak punya kehidupan sosial, sedikit teman, dan lebih menikmati "hidup dalam dunia cerita dan imajinasi".

Sebab Kegagalan Rehabilitasi Narkoba

Labels: , , ,


Jonny 23 thn, Iriani 21thn, Andre 22 thn ( Mahasiswa/I) Telah menjalani rehab sebanyak 3 kali, tetapi belum berhasil lepas dari ketergantungan. 

Dedy 45 thn Pengusaha, telah berulangkali masuk panti rehabilitasi, namun masih gagal. Melinda 32 thn Sosialita, telah menjalani terapi dibanyak tempat tetapi hasilnya tidak signifikan. 

Bobbi 29 thn, pernah di rehab di fasilitas rehabilitasi diluar negeri, selepas rehab kembali terkena narkotika hingga akhirnya diketemukan OD (over dosis) di rumahnya. 

Nama-nama diatas merupakan sampling/gambaran umum yang terjadi dimasyarakat secara umum atau mungkin juga hal ini terjadi juga pada teman kuliah, rekan kerja, tetangga atau mungkin juga keluarga anda. 

Sebab Apa Rehabilitasi gagal : 
  1. Kondisi Psikologi belum normal Detoksifikasi yang tidak tuntas 
  2. Belum selesainya pemulihan fungsi organ tubuh 
  3. Ketidak siapan keluarga dalam masa peralihan Tidak tersedianya kegiatan yang membuat mereka focus. 
  4. Belum adanya border untuk imunitas, dari kontaminasi lingkungan yang tidak sehat dll 
Kompleksitas rehabilitasi Narkotika Sebagai praktisi kesehatan Holistic kami perlu menilai beberapa factor yang menjadi hambatan tidak berhasilnya proses rehabilitasi, dengan beberapa pendekatan.: 
A. Pentingnya informasi Mengenai Masalah Utama yang dihadapi Pasien. 
B. Metode penanganan efektif. 
C. Pengawasan/ Controlling pasca rehab. 

Berikut ini kami mencoba sedikit menguraikan beberapa point terkait dengan pemetaan masalah yang saat ini dihadapi oleh pengguna atau pecandu Narkotika dan Keluarga, sehingga dapat mempengaruhi efektifitas rehabilitasi, Secara umum pecandu Narkotika akan bermasalah pada : Hukum positif. Pelanggaran pada syariat Agama Gangguan pola-pikir/ Psikologis Kerusakan pada Organ tubuh : Otak, Jantung, Paru, Ginjal, Liver, dsb Kesulitan dalam penentuan visi kehidupan dan bersosialisasi Berdasarkan riset yang telah kami lakukan sebagai praktisi kesehatan point yang sangat menjadi kendala dan faktor penentu kesembuhan pecandu narkotika adalah masalah PSIKOLOGIS, yaitu Sbb : Mereka hidup dengan mengandalkan insting dan tidak lagi menggunakan logika. 

Realitas yang ada bahwa pecandu Narkotika umumnya berpendidikan tinggi, sehingga mereka tentunya faham benar efek buruk dari penyalahgunaan narkotika, yaitu dimulai dari berhadapan dengan aparat penegak hukum, kerusakan fisik yang akan di alami, bahkan ancaman kematian sekalipun tidak bisa mereka berhenti menkonsumsi Narkotika. Pecandu 

Narkotika telah kehilangan kehidupan, dimana tubuhnya lah yang mengambil peranan sebagai pusat pengendali bukan otak. Mereka memiliki alam pemikiran tersendiri, sehingga mereka tidak akan memperdulikan orang disekitarnya. Kelainan psikologis yang umum terlihat : Cenderung manipulatif, emosional, super sensitive, penyendiri, tidak care pada diri sendiri pada kondisi tertentu mereka dapat melakukan pencurian/kleptomania, egoistic. Tindakan terapi yang efektif. Rehabilitasi Psikologis Penting bagi keluarga selama proses ini, jangan izinkan mereka memegang kendali atas dirinya, tetapi pihak keluarga yang harus memegang penuh komando dalam kerangka membentuk karakter dan kedisiplinan, proses pembentukan mental dan psikologis ini perlu dilakukan intensif hingga dipastikan alam fikirnya berfungsi sebagaimana orang normal pada umumnya

Mereka harus diberikan pemahaman-kesadaran mengenai keagamaan, kehidupan sosial, pentingnya menghargai kehidupan bagi dirinya dan orang lain. Sehingga mereka menjadi manusia baru yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain. 

Detoksifikasi Proses detoksifikasi dapat dilakukan secara medis maupun holistic, pada prinsipnya toksin yang ditimbulkan dari Narkotika harus segera dikeluarkan dari tubuh. Maintenance Fungsi Organ tubuh Narkotika adalah racun yang dapat merusak seluruh oragn penting dalam tubuh untuk itu perlu tindakan perbaikan/pemulihan fungsi organ tubuh seperti: Otak, Hati, Ginjal, Paru, saran kami lakukan terapi holistic seperti Akupunktur, Ber bekam, Totok Syaraf ataupun terapi lain dan Olah raya yang teratur, sehingga menstimulasi fungsi organ tubuh secara alami.  

Pengawasan pasca rehabilitasi  

Yang tidak kalah pentingnya adalah masa-masa peralihan setelah proses rehabilitasi selesai ada beberapa yang perlu dipersiapkan oleh keluarga : Suasanya rumah yang kondusif, kekeluargaan serta harmonis Membuat border/benteng dari lingkungan yang tidak baik, dengan menciptakan lingkungan pergaulan baru yang lebih baik. Diberikan kesibukan dengan kegiatan yang bermanfaat. Diberikan kesempatan untuk membuktikan diri. Keluarga harus selalu mencurahkan segenap perhatian dan senantiasa mengingatkan jika merrasakan ada keanehan atau kemungkinan turunnya motivasi. 

Insya Allah bermanfaat
Sumber : 

Gangguan Jiwa Posisi Kedua Setelah Penyakit Kardiovaskular

Labels: , , , , ,


Bogor, Kompas  - Gangguan jiwa mengakibatkan beban dana sosial untuk kesehatan masyarakat meningkat. Kini, posisinya di urutan kedua setelah penyakit kardiovaskular. Gangguan jiwa bisa berupa gangguan jiwa ringan seperti depresi sampai gangguan jiwa berat seperti skizofrenia.

”Pencapaian target Tujuan Pembangunan Milenium (MDG’s) kelima, yaitu meningkatkan kesehatan ibu, berperan penting untuk menekan dana sosial akibat gangguan jiwa,” kata Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor, dokter spesialis kesehatan jiwa Eka Viora, Sabtu (2/4), kepada wartawan di Bogor, Jawa Barat.

Eka merintis pembentukan komunitas bagi keluarga penderita gangguan kejiwaan yang selama ini dirawat di rumah sakit itu. Sekitar 200 keluarga penderita gangguan kejiwaan, Sabtu, bertemu di Istana Negara Bogor, dilanjutkan dengan pertemuan dinamika kelompok di Kebun Raya Bogor.

Peran keluarga

Sejumlah anggota kelompok pemeduli kesehatan jiwa, yaitu Perhimpunan Jiwa Sehat (PJS) dan Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI), turut hadir dalam pertemuan. Menurut Eka, pertemuan itu menekankan pentingnya pengetahuan dan peranan keluarga terhadap penanganan gangguan kejiwaan.

”Gangguan jiwa ringan seperti depresi bisa menurunkan produktivitas sehingga beban dana sosial untuk kesehatan meningkat,” kata Eka.

Saat ini sedikitnya 300 pasien (60 persen) yang ditangani rumah sakit itu dalam kategori membutuhkan jaminan kesehatan dari pemerintah, ujar Eka.

Menurut dia, ibu berperan penting dalam pemeliharaan keluarga. Ibu yang sehat dan cukup berpengetahuan akan mampu memastikan kesehatan anak. Setidaknya, mendeteksi dini gangguan jiwa agar segera diobati.

Data pada 2007 menunjukkan, angka kematian ibu masih 228 per 100.000 kelahiran hidup. Ini masih jauh dari target MDG’s pada tahun 2015, yakni angka kematian ibu 102 per 100.000 kelahiran hidup.

Perhatian pemerintah

Ketua Umum PJS Yeni Rosa Damayanti mengatakan, sekarang saatnya menuntut pemerintah memberikan perhatian lebih kuat terhadap lapisan masyarakat yang

menangani persoalan kesehatan jiwa. Produk legislasi agar diwujudkan untuk berpihak pada setiap upaya penanganan gangguan kejiwaan.

Bagus Utomo, Ketua Umum KPSI, menekankan pentingnya menghapus stigma negatif terhadap penderita gangguan jiwa. Stigma ”gila” terhadap penderita skizofrenia perlu dihapus karena penyakit itu dapat disembuhkan, setidaknya dapat dikendalikan, sehingga penderita dapat hidup sesuai dengan yang diharapkan masyarakat.

Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor yang berdiri tahun 1882 merupakan rumah sakit jiwa pertama di Indonesia. Dalam perkembangannya, rumah sakit itu kini masih mengutamakan penanganan gangguan kejiwaan selain penanganan kedokteran umum.

Permainan di Balik Penanganan Perkara Narkoba

Labels: , ,

SURYA OnlineDua orang yang sama-sama ditangkap karena narkotika belum tentu sama hukumannya. Tergantung yang bersangkutan bisa mengikuti permainan atau tidak.
Narkoba menduduki peringkat pertama dari total perkara yang masuk ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, mengalahkan pencurian maupun perjudian. Dalam sebulan tidak kurang dari 90 perkara masuk dengan jumlah terdakwa sekitar 110 orang. Seperti bulan Agustus 2011 lalu, ada 96 perkara dan 111 terdakwa narkoba yang masuk. Dan Juni ada 98 perkara dengan 107 terdakwa.
Dari ratusan ini, lebih dari separonya perkara receh dengan barang buktinya beberapa butir ekstasi atau nol koma sekian gram sabu-sabu.
Tapi, meski sama-sama kecil, bukan berarti persidangannya seragam. Perkara kecil yang terdakwanya berduit, lebih berbelit-belit. Beda dengan terdakwa tak berduit yang sekadar lewat, sidang dua kali langsung putusan. Tentu hukumannya pun bagai bumi dan langit. Untuk membuktikan ini, Surya mengikuti beberapa sidang dengan terdakwa berbeda.
Yang pertama sidang terdakwa Fanny Yongvi Sanjaya, mahasiswi perhotelan salah satu universitas ternama di kawasan Surabaya Barat pada 22 September 2011 lalu.
Sidang digelar lebih dari lima kali, mulai dari dakwaan, saksi jaksa, saksi terdakwa, tuntutan, pledoi, hingga putusan yang digelar dalam waktu yang berbeda. Hasilnya, mahasiswi berkulit putih hanya dihukum satu tahun penjara
Majelis hakim menjeratnya dengan Pasal 127 Ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Hukumannya pun tidak dijalani di penjara tapi pusat rehabilitasi RSU Dr Soetomo Surabaya.
Hakim mendasarkan putusannya pada kesaksian dokter, bahwa gadis ini harus direhabilitasi karena hanya pemakai dan sudah mengalami ketergantungan.
Hari berikutnya Surya mengikuti persidangan kasus narkotika dengan terdakwa Fadhi (31), warga Jl Endrosono dan Zainal Abidin (26) warga Jl Kalimas Madya, Surabaya.
Sebelum divonis penjaga toko dan counter ponsel itu mengiba meminta rehabilitasi dengan membawa surat dokter. Namun, majelis hakim tegas menolaknya.
Hakim menjeratnya dengan Pasal 112 UU 35/2009. Meski barang bukti yang dibawa hanya 0,05 gram sabu-sabu, keduanya dihukum empat tahun penjara serta denda Rp 800 juta subsider satu bulan kurungan. Hakim tidak menggunakan pasal 127 UU 35/2009 yang memungkinkannya direhabilitasi karena tidak ada keterangan dokter bahwa terdakwa sedang dalam perawatan.
Sulitnya mendapatkan rehabilitasi juga dirasakan Sri Mariyati dan Ni Made Sukariani, dua waiters D’Master Pool & Karaoke. Meski keduanya mengajukan saksi dokter yang sama dengan Fanny di persidangan dengan majelis yang sama pula, permintaan rehabilitasinya tetap ditolak.
Tapi, kedua pramuria itu masih bisa tersenyum karena hanya dihukum satu tahun penjara. Padahal, tuntutan jaksa empat tahun karena dianggap terbukti menyimpan dan memiliki narkotika golongan I, melanggar pasal 112 UU 35/2009.
Kasus sama tapi vonis berbeda ini sudah menjadi rahasia umum di pengadilan. Hal ini diakui pengacara senior Sunarno Edi Wibowo. Bowo —panggilan Sunarno Edi Wibowo— mempertanyakan alasan hakim merehabilitasi terdakwa hanya berdasarkan keterangan dokter yang notabene baru menangani setelah ditangkap.
Menurut Bowo, sesuai ketentuan, keterangan rehabilitasi itu harus didasarkan pada diagnosis disertai bukti medical record yang menjelaskan terdakwa pernah direhabilitasi sebelum ditangkap.
“Jangan sampai hakim memutus hanya dengan keyakinan dan kewenangan tanpa pertimbangan yang adil dan benar,” katanya.
Menurut Bowo, kesaksian dokter setelah penangkapan hanya rekayasa semata. Hal ini pernah dilakukannya saat mendampingi artis Roy Marten yang ditangkap saat pesta sabu-sabu di Hotel Novotel Surabaya 2007 silam.
Saat itu dia merekayasa dengan mendatangkan salah satu dokter untuk bersaksi di persidangan. Dokter ini menjelaskan, Roy mengalami ketergantungan, sehingga harus segera direhabilitasi. Namun, keterangan dokter ini tidak membuahkan hasil. Permintaan rehabilitasi Roy Marten ditolak dan dihukum tiga tahun penjara.
“Saya menyadari saat itu karena memang tidak ada medical record-nya,” akunya.
Keberadaan dokter di persidangan ternyata tidak gratis. Bowo mengaku saat itu harus mengeluarkan Rp 5 juta untuk membujuk sang dokter bersaksi di sidang. “Itu dulu, kalau sekarang mungkin sudah berlipat-lipat harganya,” katanya.
Kolega Bowo sesama pengacara mengamini hal itu. Pengacara berdarah Madura itu mengaku untuk mendatangkan dokter pada sidang mengeluarkan uang Rp 10 juta hingga Rp 15 juta, tergantung kemampuan finansial terdakwa. “Biasanya kalau terdakwanya tidak punya, kami hanya memintakan keterangan dokter saja, tanpa membawanya ke sidang. Biasanya dokternya mau tanpa harus dibayar,” katanya.
Bagaimana dengan kesaksiannya? Dokter yang bersidang umumnya menjelaskan keadaan terdakwa yang sudah dalam kadar kecanduan, sehingga harus direhabilitasi. Hal itu dilakukan berulang-ulang pada terdakwa berbeda.
Pengacara itu mengaku, meski kesaksian dokter dilakukan pascaditangkap, namun hal itu harus dijadikan alasan hakim untuk merehabilitasi. “Keterangan rehabilitasi tidak selalu sebelum ditangkap, sebelum ditangkap juga bisa direhab karena itu hak pemakai narkoba karena mereka adalah korban,” alasannya. [Tab]
Sumber : Surya.co.id

Narkoba dan Akibatnya

Labels: ,

Pengertian Narkoba, Jenis Narkoba dan Akibat yang di timbulkan

PSIKOTROPIKA
Adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintetris, bukan narkotika, yang bersifat atau berkhasiat psiko aktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabjan perubahankahas pada aktivitas mental dan perilaku.
Zat/obat yang dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, disertai dengan timbulnya halusinasi (mengkhayal), ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan serta mempunyai efek stimulasi (merangsang) bagi para pemakainya.

Pemakaian Psikotropika yang berlangsung lama tanpa pengawasan dan pembatasan pejabat kesehatan dapat menimbulkan dampak yang lebih buruk, tidak saja menyebabkan ketergantungan bahkan juga menimbulkan berbagai macam penyakit serta kelainan fisik maupun psikis si pemakai, tidak jarang bahkan menimbulkan kematian.
Sebagaimana Narkotika, Psikotropika terbagi dalam empat golongan yaitu  
Psikotropika gol. I.
Psikotropika gol. II.
Psikotropika gol. III dan 
Psikotropika gol. IV.
Psikotropika yang sekarang sedang populer dan banyak disalahgunakan adalah psikotropika Gol I, diantaranya yang dikenal dengan Ecstasi dan psikotropik Gol II yang dikenal dengan nama Shabu-shabu.
  1. SHABU-SHABU
    Shabu-shabu berbentuk kristal, biasanya berwarna putih, dan dikonsumsi dengan cara membakarnya di atas aluminium foil sehingga mengalir dari ujung satu ke arah ujung yang lain. Kemudian asap yang ditimbulkannya dihirup dengan sebuah Bong (sejenis pipa yang didalamnya berisi air). Air Bong tersebut berfungsi sebagai filter karena asap tersaring pada waktu melewati air tersebut. Ada sebagian pemakai yang memilih membakar Sabu dengan pipa kaca karena takut efek jangka panjang yang mungkin ditimbulkan aluminium foil yang terhirup. Sabu sering dikeluhkan sebagai penyebab paranoid (rasa takut yang berlebihan), menjadi sangat sensitif (mudah tersinggung), terlebih bagi mereka yang sering tidak berpikir positif, dan halusinasi visual. Masing-masing pemakai mengalami efek tersebut dalam kadar yang berbeda. Jika sedang banyak mempunyai persoalan / masalah dalam kehidupan, sebaiknya narkotika jenis ini tidak dikonsumsi. Hal ini mungkin dapat dirumuskan sebagai berikut: MASALAH + SABU = SANGAT BERBAHAYA. Selain itu, pengguna Sabu sering mempunyai kecenderungan untuk memakai dalam jumlah banyak dalam satu sesi dan sukar berhenti kecuali jika Sabu yang dimilikinya habis. Hal itu juga merupakan suatu tindakan bodoh dan sia-sia mengingat efek yang diinginkan tidak lagi bertambah (The Law Of Diminishing Return). Beberapa pemakai mengatakan Sabu tidak mempengaruhi nafsu makan. Namun sebagian besar mengatakan nafsu makan berkurang jika sedang mengkonsumsi Sabu. Bahkan banyak yang mengatakan berat badannya berkurang drastis selama memakai Sabu.
Apabila dilihat dari pengaruh penggunaannya terhadap susunan saraf pusat manusia, Psikotropika dapat dikelompokkan menjadi :
  1. Depresant
    yaitu yang bekerja mengendorkan atau mengurangi aktifitas susunan saraf pusat (Psikotropika Gol 4), contohnya antara lain : Sedatin/Pil BK, Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrak (MX).
  2. Stimulant
    yaitu yang bekerja mengaktif kerja susan saraf pusat, contohnya amphetamine, MDMA, N-etil MDA & MMDA. Ketiganya ini terdapat dalam kandungan Ecstasi.
  3. Hallusinogen
    yaitu yang bekerja menimbulkan rasa perasaan halusinasi atau khayalan contohnya licercik acid dhietilamide (LSD), psylocibine, micraline. Disamping itu Psikotropika dipergunakan karena sulitnya mencari Narkotika dan mahal harganya. Penggunaan Psikotropika biasanya dicampur dengan alkohol atau minuman lain seperti air mineral, sehingga menimbulkan efek yang sama dengan Narkotika.
NARKOTIKA
I. PENGERTIAN
Adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menimbulkan pengaruh-pengaruh tertentu bagi mereka yang menggunakan dengan memasukkannya ke dalam tubuh manusia.
Pengaruh tersebut berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat , halusinasi atau timbulnya khayalan-khayalan yang menyebabkan efek ketergantungan bagi pemakainya.
Istilah "narkotika" ada hubungannya dengan kata "narkan" (bahasa Yunani) yang berarti menjadi kaku. Dalam dunia kedokteran dikenal juga istilah narkose atau narkosis yang berarti dibiuskan. Obat narkose yaitu obat yang dipakai untuk pembiusan dalam pembedahan.
Di dalam Undang-Undang RI. Nomor 22 Tahun 1997 tanggal 1 September 1997 tentang Narkotika, menyatakan bahwa "Narkotika hanya dapat digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan Ilmu Pengetahuan termasuk kepentingan Lembaga Penelitian/PEndidikan saja, sedangkan pengadaaan impor/ekspor, peredaran dan pemakaiannya diatur oleh Pemerintah, dalam hal ini Departemen Kesehatan.
Akan tetapi kenyataannya zat-zat tersebut banyak yang datang dan masuk ke Indonesia secara Ilegal sehingga menimbulkan permasalahan. Pedredaran zat terlarang secara gelap itu dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang ingin memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya."
Narkotika di bagi didalam 3 golongan :
  1. Narko Golongan 1, (Alam) terdiri dari :
    1. Tanaman Papaver Somniferum L.Kokain\kokaina Heroin
    2. Morphine (Putaw)
    3. Ganja
  2. Narko Golongan 2 (Semi sintetis) : Alfasetilmetadol, Benzetidin, Betametadol.
  3. Narko Golongan 3 (Sisntetis) : Asetildihidrokodenia.
II. JENIS-JENIS NARKOTIKA DAN EFEK YANG DITIMBULKAN
  1. OPIOID (OPIAD)
    Opioid
    atau opiat berasal dari kata opium, jus dari bunga opium, Papaver somniverum, yang mengandung kira-kira 20 alkaloid opium, termasuk morfin. Nama Opioid juga digunakan untuk opiat, yaitu suatu preparat atau derivat dari opium dan narkotik sintetik yang kerjanya menyerupai opiat tetapi tidak didapatkan dari opium.
    opiat
    alami lain atau opiat yang disintesis dari opiat alami adalah heroin (diacethylmorphine), kodein (3-methoxymorphine), dan hydromorphone (Dilaudid).
    Bahan-bahan opioida yang sering disalahgunakan adalah :

    1. Candu
      Getah tanaman Papaver Somniferum didapat dengan menyadap (menggores) buah yang hendak masak. Getah yang keluar berwarna putih dan dinamai "Lates". Getah ini dibiarkan mengering pada permukaan buah sehingga berwarna coklat kehitaman dan sesudah diolah akan menjadi suatu adonan yang menyerupai aspal lunak. Inilah yang dinamakan candu mentah atau candu kasar. Candu kasar mengandung bermacam-macam zat-zat aktif yang sering disalahgunakan. Candu masak warnanya coklat tua atau coklat kehitaman. Diperjual belikan dalam kemasan kotak kaleng dengan berbagai macam cap, antara lain ular, tengkorak,burung elang, bola dunia, cap 999, cap anjing, dsb. Pemakaiannya dengan cara dihisap.
    2. Morfin
      Morfin adalah hasil olahan dari opium/candu mentah. Morfin merupaakan alkaloida utama dari opium ( C17H19NO3 ) . Morfin rasanya pahit, berbentuk tepung halus berwarna putih atau dalam bentuk cairan berwarna. Pemakaiannya dengan cara dihisap dan disuntikkan.

    3. Heroin ( putaw )
      Heroin mempunyai kekuatan yang dua kali lebih kuat dari morfin dan merupakan jenis opiat yang paling sering disalahgunakan orang di Indonesia pada akhir - akhir ini . Heroin, yang secara farmakologis mirip dengan morfin menyebabkan orang menjadi mengantuk dan perubahan mood yang tidak menentu. Walaupun pembuatan, penjualan dan pemilikan heroin adalah ilegal, tetapi diusahakan heroin tetap tersedia bagi pasien dengan penyakit kanker terminal karena efek analgesik dan euforik-nya yang baik.
    4. Codein
      Codein termasuk garam / turunan dari opium / candu. Efek codein lebih lemah daripada heroin, dan potensinya untuk menimbulkan ketergantungaan rendah. Biasanya dijual dalam bentuk pil atau cairan jernih. Cara pemakaiannya ditelan dan disuntikkan.
    5. Demerol
      Nama lain dari Demerol adalah pethidina. Pemakaiannya dapat ditelan atau dengan suntikan. Demerol dijual dalam bentuk pil dan cairan tidak berwarna.
    6. Methadon
      Saat ini Methadone banyak digunakan orang dalam pengobatan ketergantungan opioid. Antagonis opioid telah dibuat untuk mengobati overdosis opioid dan ketergantungan opioid. Sejumlah besar narkotik sintetik (opioid) telah dibuat, termasuk meperidine (Demerol), methadone (Dolphine), pentazocine (Talwin), dan propocyphene (Darvon). Saat ini Methadone banyak digunakan orang dalam pengobatan ketergantungan opioid. Antagonis opioid telah dibuat untuk mengobati overdosis opioid dan ketergantungan opioid. Kelas obat tersebut adalah nalaxone (Narcan), naltrxone (Trexan), nalorphine, levalorphane, dan apomorphine. Sejumlah senyawa dengan aktivitas campuran agonis dan antagonis telah disintesis, dan senyawa tersebut adalah pentazocine, butorphanol (Stadol), dan buprenorphine (Buprenex). Beberapa penelitian telah menemukan bahwa buprenorphineputauw, etep, PT, putih.
      adalah suatu pengobatan yang efektif untuk ketergantungan opioid. Nama popoler jenis opioid :
    Efek yang ditimbulkan :
    Mengalami pelambatan dan kekacauan pada saat berbicara, kerusakan penglihatan pada malam hari, mengalami kerusakan pada liver dan ginjal, peningkatan resiko terkena virus HIV dan hepatitis dan penyakit infeksi lainnya melalui jarum suntik dan penurunan hasrat dalam hubungan sex, kebingungan dalam identitas seksual, kematian karena overdosis.
    Gejala Intoksikasi ( keracunan ) Opioid :

    Konstraksi pupil ( atau dilatasi pupil karena anoksia akibat overdosis berat ) dan satu ( atau lebih ) tanda berikut, yang berkembang selama , atau segera setelah pemakaian opioid, yaitu mengantuk atau koma bicara cadel ,gangguan atensi atau daya ingat.
    Perilaku maladaptif atau perubahan psikologis yang bermakna secara klinis misalnya: euforia awal diikuti oleh apatis, disforia, agitasi atau retardasi psikomotor, gangguan pertimbangaan, atau gangguan fungsi sosial atau pekerjaan ) yang berkembang selama, atau segera setelah pemakaian opioid.
    Gejala Putus Obat :

    Gejala putus obat dimulai dalam enam sampai delapan jam setelah dosis terakhir. Biasanya setelah suatu periode satu sampai dua minggu pemakaian kontinu atau pemberian antagonis narkotik.
    Sindroma putus obat mencapai puncak intensitasnya selama hari kedua atau ketiga dan menghilang selama 7 sampai 10 hari setelahnya. Tetapi beberapa gejala mungkin menetap selama enam bulan atau lebih lama.
    Gejala putus obat dari ketergantungan opioid adalah :

    kram otot parah dan nyeri tulang, diare berat, kram perut, rinorea lakrimasipiloereksi, menguap, demam, dilatasi pupil, hipertensi takikardia disregulasi temperatur, termasuk pipotermia dan hipertermia.
    Seseorang dengan ketergantungan opioid jarang meninggal akibat putus opioid, kecuali orang tersebut memiliki penyakit fisik dasar yang parah, seperti penyakit jantung.
    Gejala residual seperti insomnia, bradikardia, disregulasi temperatur, dan kecanduan opiat mungkin menetap selama sebulan setelah putus zat. Pada tiap waktu selama sindroma abstinensi, suatu suntikan tunggal morfin atau heroin menghilangkan semua gejala. Gejala penyerta putus opioid adalah kegelisahan, iritabilitas, depresi, tremor, kelemahan, mual, dan muntah.
  2. KOKAIN
    Kokain adalah zat yang adiktif yang sering disalahgunakan dan merupakan zat yang sangat berbahaya. Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman belukar Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman belukar ini biasanya dikunyah-kunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan efek stimulan.
    Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksifnya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotik, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif dan efek merugikannya telah dikenali.
    Nama lain untuk Kokain : Snow, coke, girl, lady dan crack ( kokain dalam bentuk yang paling murni dan bebas basa untuk mendapatkan efek yang lebih kuat ).
    Efek yang ditimbulkan :

    Kokain digunakan karena secara karakteristik menyebabkan elasi, euforia, peningkatan harga diri dan perasan perbaikan pada tugas mental dan fisik. Kokain dalam dosis rendah dapat disertai dengan perbaikan kinerja pada beberapa tugas kognitif.
    Gejala Intoksikasi Kokain :

    Pada penggunaan Kokain dosis tinggi gejala intoksikasi dapat terjadi, seperti agitasi iritabilitas gangguan dalam pertimbangan perilaku seksual yang impulsif dan kemungkinan berbahaya agresi peningkatan aktivitas psikomotor Takikardia Hipertensi Midriasis .
    Gejala Putus Zat :

    Setelah menghentikan pemakaian Kokain atau setelah intoksikasi akut terjadi depresi pascaintoksikasi ( crash ) yang ditandai dengan disforia, anhedonia, kecemasan, iritabilitas, kelelahan, hipersomnolensi, kadang-kadang agitasi.
    Pada pemakaian kokain ringan sampai sedang, gejala putus Kokain menghilang dalam 18 jam. Pada pemakaian berat, gejala putus Kokain bisa berlangsung sampai satu minggu, dan mencapai puncaknya pada dua sampai empat hari.
    Gejala putus Kokain juga dapat disertai dengan kecenderungan untuk bunuh diri. Orang yang mengalami putus Kokain seringkali berusaha mengobati sendiri gejalanya dengan alkohol, sedatif, hipnotik, atau obat antiensietas seperti diazepam ( Valium ).
  3. KANABIS (GANJA)
    Kanabis adalah nama singkat untuk tanaman Cannabis sativa. Semua bagian dari tanaman mengandung kanabioid psikoaktif. Tanaman kanabis biasanya dipotong, dikeringkan, dipotong kecil - kecil dan digulung menjadi rokok disebut joints.
    Bentuk yang paling poten berasal dari tanaman yang berbunga atau dari eksudat resin yang dikeringkan dan berwarna coklat-hitam yang berasal dari daun yang disebut hashish atau hash.
    Nama populer untuk Kanabis :

    Nama yang umum untuk Kanabis adalah, marijuana, grass, pot, weed, tea, Mary Jane. Nama lain untuk menggambarkan tipe Kanabis dalam berbagai kekuatan adalah hemp, chasra, bhang, dagga, dinsemilla, ganja, cimenk.
    Efek yang ditimbulkan :

    Efek euforia dari kanabis telah dikenali. Efek medis yang potensial adalah sebagai analgesik, antikonvulsan dan hipnotik. Belakangan ini juga telah berhasil digunakan untuk mengobati mual sekunder yang disebabkan terapi kanker dan untuk menstimulasi nafsu makan pada pasien dengan sindroma imunodefisiensi sindrom (AIDS). Kanabis juga digunakan untuk pengobatan glaukoma. Kanabis mempunyai efek aditif dengan efek alkohol, yang seringkali digunakan dalam kombinasi dengan Kanabis.
BAHAN BERBAHAYA
Adalah zat, bahan kimia dan biologi, baik dalam bentuk tunggal maupun campuran yabf dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan hidup secara langsung atau tidak langsung yang mempunyai sifat, karsinogenik, teratogenik, mutagenik, korosif dan iritasi.
Bahan berbahaya ini adalah zat adiktif yang bukan Narkotika dan Psikotropika atau Zat-zat baru hasil olahan manusia yang menyebabkan kecanduan.
Adapun yang termasuk Zat Adiktif ini antara lain :
  1. MINUMAN KERAS
    Adalah semua minuman yang mengandung Alkohol tetapi bukan obat.
    Minuman keras terbagi dalan 3 golongan yaitu:
    - Gol. A berkadar Alkohol 01%-05%
    - Gol. B berkadar Alkohol 05%-20%
    - Gol. C berkadar Alkohol 20%-50%
    Beberapa jenis minuman beralkohol dan kadar yang terkandung di dalamnya :
    - Bir,Green Sand 1% - 5%
    - Martini, Wine (Anggur) 5% - 20%
    - Whisky, Brandy 20% -55% .

    Efek yang ditimbulkan :
    Efek yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi alkohol dapat dirasakan segera dalam waktu beberapa menit saja, tetapi efeknya berbeda-beda, tergantung dari jumlah / kadar alkohol yang dikonsumsi. Dalam jumlah yang kecil, alkohol menimbulkan perasaan relax, dan pengguna akan lebih mudah mengekspresikan emosi, seperti rasa senang, rasa sedih dan kemarahan.
    Bila dikonsumsi lebih banyak lagi, akan muncul efek sebagai berikut : merasa lebih bebas lagi mengekspresikan diri, tanpa ada perasaan terhambat menjadi lebih emosional ( sedih, senang, marah secara berlebihan ) muncul akibat ke fungsi fisik - motorik, yaitu bicara cadel, pandangan menjadi kabur, sempoyongan, inkoordinasi motorik dan bisa sampai tidak sadarkan diri. kemampuan mental mengalami hambatan, yaitu gangguan untuk memusatkan perhatian dan daya ingat terganggu.
    Pengguna biasanya merasa dapat mengendalikan diri dan mengontrol tingkahlakunya. Pada kenyataannya mereka tidak mampu mengendalikan diri seperti yang mereka sangka mereka bisa. Oleh sebab itu banyak ditemukan kecelakaan mobil yang disebabkan karena mengendarai mobil dalam keadaan mabuk.
    Pemabuk atau pengguna alkohol yang berat dapat terancam masalah kesehatan yang serius seperti radang usus, penyakit liver, dan kerusakan otak. Kadang-kadang alkohol digunakan dengan kombinasi obat - obatan berbahaya lainnya, sehingga efeknya jadi berlipat ganda. Bila ini terjadi, efek keracunan dari penggunaan kombinasi akan lebih buruk lagi dan kemungkinan mengalami over dosis akan lebih besar.
  2. NIKOTIN
    Adalah obat yang bersifat adiktif, sama seperti Kokain dan Heroin. Bentuk nikotin yang paling umum adalah tembakau, yang dihisap dalam bentuk rokok, cerutu, dan pipa. Tembakau juga dapat digunakan sebagai tembakau sedotan dan dikunyah (tembakau tanpa asap).
    Walaupun kampanye tentang bahaya merokok sudah menyebutkan betapa berbahayanya merokok bagi kesehatan tetapi pada kenyataannya sampai saat ini masih banyak orang yang terus merokok. Hal ini membuktikan bahwa sifat adiktif dari nikotin adalah sangat kuat.
    Efek yang ditimbulkan :

    Secara perilaku, efek stimulasi dari nikotin menyebabkan peningkatan perhatian, belajar, waktu reaksi, dan kemampuan untuk memecahkan maslah. Menghisap rokok meningkatkan mood, menurunkan ketegangan dan menghilangkan perasaan depresif. Pemaparan nikotin dalam jangka pendek meningkatkan aliran darah serebral tanpa mengubah metabolisme oksigen serebtral.
    Tetapi pemaparan jangka panjang disertai dengan penurunan aliran darah serebral. Berbeda dengan efek stimulasinya pada sistem saraf pusat, bertindak sebagai relaksan otot skeletal. Komponen psikoaktif dari tembakau adalah nikotin. Nikotin adalah zat kimia yang sangat toksik. Dosis 60 mg pada orang dewasa dapat mematikan, karena paralisis ( kegagalan ) pernafasan
  3. VOLATILE SOLVENT atau INHALENSIA
    Volatile Solvent

    Adalah zat adiktif dalam bentuk cair. Zat ini mudah menguap. Penyalahgunaannya adalah dengan cara dihirup melalui hidung. Cara penggunaan seperti ini disebut inhalasi. Zat adiktif ini antara lain :
    - Lem UHU
    - Cairan PEncampur Tip Ex (Thinner)
    - Aceton untuk pembersih warna kuku, Cat tembok
    - Aica Aibon, Castol
    - Premix
    Inhalansia

    Zat inhalan tersedia secara legal, tidak mahal dan mudah didapatkan. Oleh sebab itu banyak dijtemukan digunakan oleh kalangan sosial ekonomi rendah. Contoh spesifik dari inhalan adalah bensin, vernis, cairan pemantik api, lem, semen karet, cairan pembersih, cat semprot, semir sepatu, cairan koreksi mesin tik ( tip-Ex ), perekat kayu, bahan pembakarm aerosol, pengencer cat. Inhalan biasanya dilepaskan ke dalam paru-paru dengan menggunakan suatu tabung.
    Gambaran Klinis :

    Dalam dosis awal yang kecil inhalan dapat menginhibisi dan menyebabkan perasaan euforia, kegembiraan, dan sensasi mengambang yang menyenangkan. Gejala psikologis lain pada dosis tinggi dapat merupa rasa ketakutan, ilusi sensorik, halusinasi auditoris dan visual, dan distorsi ukuran tubuh. Gejala neurologis dapat termasuk bicara yang tidak jelas (menggumam, penurunan kecepatan bicara, dan ataksia ) . Penggunaan dalam waktu lama dapat menyebabkan iritabilitas, labilitas emosi dan gangguan ingatan. Sindroma putus inhalan tidak sering terjadi, Kalaupun ada muncul dalam bentuk susah tidur, iritabilitas, kegugupan, berkeringat, mual, muntah, takikardia, dan kadang-kadang disertai waham dan halusinasi.
    Efek yang merugikan :

    Efek merugikan yang paling serius adalah kematian yang disebabkan karena depresi pernafasan, aritmia jantung, asfiksiasi, aspirasi muntah atau kecelakaan atau cedera. Penggunaan inhalan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal yang ireversibel dan kerusakan otot yang permanen├»¿½.
  4. ZAT DESAINER
    Zat Desainer adalah zat-zat yang dibuat oleh ahli obat jalanan. MEreka membuat obat-obat itu secara rahasia karena dilarang oleh pemerintah. Obat-obat itu dibuat tanpa memperhatikan kesehatan. Mereka hanya memikirkan uang dan secara sengaja membiarkan para pembelinya kecanduan dan menderita. Zat-zat ini banyak yang sudah beredar dengan nama speed ball, Peace pills, crystal, angel dust rocket fuel dan lain-lain.

Adiksi , Apa itu Adiksi Narkoba

Labels:

Adiksi berasal dari kata addictere (bahasa Latin). Itu mengacu kepada hukum yang berlaku di Kerajaan Romawi atas seseorang yang sebelumnya bebas lalu ditangkap untuk kemudian dijadikan budak.
Adiksi sendiri dalam pemakaian bahasa sehari-hari berarti suatu keterikatan atau suatu dorongan untuk mengulang-ulang penggunaan zat tertentu atau perilaku tertentu. Jadi adiksi sebenarnya tidak terbatas hanya pada penyalahgunaan narkoba saja, tetapi ada begitu banyak adiksi yang lain, misalnya adiksi terhadap judi, pekerjaan, seks, dan juga games.

Di Amerika Serikat sudah sejak abad ke-18 terjadi pertentangan mengenai penyebab dari adiksi tersebut. Pandangan pertama mengacu pada pendapat Benjamin Rush (1745-1813), seorang dokter yang bertugas pada saat perang sipil yang merupakan salah seorang penanda tangan Declaration of Independence.

Dia mengatakan, “Adiksi adalah suatu keadaan ketika seseorang tidak mampu untuk mengendalikan kehendaknya.” Dengan kata lain ini merupakan suatu keadaan yang tidak normal atau suatu penyakit yang lebih membutuhkan penanganan secara medis ketimbang penanganan cara lain. Pandangan kedua mengacu kepada pendapat seorang pengkhotbah terkenal, yaitu Jonathan Edwards, yang pada 1754 memublikasikan Freedom of the Will: “A man never, in any instance, wills any thing contrary to his desires, or desires any thing contrary to his will. His will and desire do not run counter at all ; the thing which he wills, the very same he desires” (Hasrat seseorang tidak mungkin bertentangan dengan hal-hal yang akan dilakukannya, atau hal-hal yang dilakukan seseorang tidak mungkin bertentangan dengan hasratnya).

Jadi menurut Edwards, jika seorang minum alkohol (zat adiktif), itu merupakan suatu objek yang cocok dengan hasil dari kehendaknya (hasratnya) dan hal tersebut merupakan suatu tindakan yang secara sukarela dilakukannya. Atau dengan kata lain penggunaan zat adiktif (adiksi) merupakan suatu pilihan yang secara sadar ditentukan berdasarkan hasrat seseorang.

Kedua pandangan itu terus berkembang menjadi berbagai teori tentang penyebab/pencetus adiksi. Dalam buku Raising Drug Free Children dapat dibaca beberapa teori tentang terjadinya adiksi.
Misalnya, teori universal yang ditemukan Weil dan Rosen (1993) mengatakan, “Kebutuhan untuk mencari pengalaman yang membawa kenikmatan repetisi periodik yang berasal dari satu jenis aktivitas telah dimulai sejak dini dalam hidup seseorang.”

Teori-teori lain yang dituliskan dalam buku tersebut antara lain teori tentang faktor genetis, teori tentang faktor psikososial, dan mungkin jika digali lagi dari berbagai buku, akan ditemukan banyak lagi teori-teori lain mengenai adiksi.
Saya sendiri sangat mengkhawatirkan keadaan zaman modern ini. Kekhawatiran saya, jangan-jangan semua teori tersebut mengandung kebenaran dan terjadinya adiksi disebabkan gabungan teori tersebut. Jangan-jangan hal itu yang semakin menyulitkan seorang pecandu untuk pulih dari kecanduannya?


Bagaimana Adiksi Bekerja
Jika pembaca peduli dan mempunyai minat untuk menolong pecandu, ada baiknya selain mengerti teori-teori tentang adiksi juga mengerti dan memahami apa yang terjadi dalam pikiran pecandu. Beberapa hal yang dapat menolong kita adalah bahwa ada paling sedikit tiga tingkatan untuk menjadi pecandu: Pertama , tingkat coba-coba, kedua tiingkat pengguna tetap dan ketiga tingkat kecanduan. Tiap tingkat mempunyai ciri-ciri perubahan perilaku seperti dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Jika diperhatikan dengan saksama, ciri-ciri itu paling banyak dapat dilihat melalui perilaku. Walaupun perubahan perilaku seperti dapat dibaca pada tabel, tidak dapat dijadikan patokan absolut untuk menentukan seorang itu pecandu atau bukan. Jadi sangat penting agar kita lebih peka melihat perubahan-perubahan perilaku, khususnya pada remaja.

Akan sangat bijaksana jika terjadi perubahan perilaku jangan langsung diidentikkan dengan perilaku adiksi. Dibutuhkan suatu hubungan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak-anak dan sebaliknya. Untuk menentukan seorang itu pecandu atau bukan, diperlukan bantuan tenaga-tenaga yang telah berpengalaman di bidang adiksi misalnya dokter, psikolog, konselor adiksi, pekerja sosial, atau rohaniwan.

Hal kedua dalam mengenal perilaku adiksi adalah apa yang disebut sebagai mekanisme pertahanan mental (mental defense mechanism). Mekanisme itu merupakan suatu hal yang secara normal ada pada manusia dan merupakan suatu ciri-ciri yang universal ada pada pikiran manusia. Aktifnya mekanisme itu bisa secara sadar, setengah sadar atau tanpa disadari, yang bertujuan melindungi ‘ego’ seseorang, perasaan, keadaan, atau fakta yang tidak menyenangkan.

Pada tulisan ini saya mengajukan tiga mekanisme pertahanan mental yang biasanya muncul pada diri pecandu.
Pertama, penyangkalan. Biasanya dalam diri manusia sering timbul penyangkalan-penyangkalan terhadap suatu keadaan atau fakta yang menimbulkan ketidaknyamanan. Pada pecandu ‘denial’ timbul karena dia tidak mau melepaskan zat ‘kesayangannya’ atau penyangkalan terhadap perilaku adiksinya.
Kedua, Rasionalisasi, kalimat yang biasa keluar dari mulut pecandu ialah “Nggak separah itu kok” atau “Saya akan segera berhenti, kan saya sudah ke dokter ahli itu.” Kalimat-kalimat tersebut merupakan tanda dari aktifnya mekanisme rasionalisasi tersebut.
Ketiga, Proyeksi, mekanisme yang paling sulit untuk dikenali, terutama bagi para pendamping atau konselor yang belum berpengalaman dalam mengenal perilaku adiksi. Biasanya kalimat yang muncul adalah “Ini gara-gara hal itu sih maka gue pake narkoba” atau “Daripada gue dicurigain terus, sekalian aja gue pake.” Jadi proyeksi adalah suatu mekanisme yang biasa digunakan para pecandu untuk ‘menggeser’ persoalan atau ‘memindahkan’ kesalahan ke arah lain atau ke orang lain.

Harap diingat bahwa setiap orang mempunyai mekanisme pertahanan mental masing-masing, tetapi pada orang-orang yang tidak mempunyai perilaku adiksi, penggunaan mekanisme pertahanan mental itu masih dalam batas normal, sementara penggunaannya pada pecandu menyulitkan proses pulih dari adiksinya. Para penolong juga akan berhadapan dengan keluarga pecandu, yang biasanya sudah berperilaku sama dengan pecandu, biasa disebut sebagai co-dependency. Perbedaannya keluarga tidak menggunakan atau melakukan hal-hal yang dilakukan si pecandu.

Jalan Terakhir Sembuh
Hal lain yang harus diketahui adalah bahwa proses pulih, bukan suatu proses yang mudah dan sederhana.Paling tidak dibutuhkan suatu keteguhan dan kesabaran dari semua pihak yang berhubungan langsung dengan pecandu.
Biasanya pecandu sukar membuat keputusan untuk mulai mencari pertolongan dan di dalam dinamika kecanduan ada istilah yang disebut sebagai rock bottom. Rock bottom adalah suatu keadaan ketika dalam diri pecandu muncul kesadaran untuk segera mencari pertolongan. Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan keadaan tersebut.  
Pertama; Faktor fisik, pecandu terkena penyakit tertentu atau pernah mengalami overdosis.  
Kedua; Faktor ekonomi, pecandu menjadi sadar karena uang dan barang sudah habis.  
Ketiga; Faktor psikologis, pecandu merasa tertekan atau depresi mengingat perilaku adiksinya. 
Keempat; Faktor sosiologis, pecandu menjadi sadar, karena hampir tidak mempunyai kehidupan sosial yang normal lagi. Teman tidak ada, keluarga menjauh, dan lain sebagainya.  
Kelima; Faktor spiritual, pecandu merasa berdosa karena telah melakukan hal-hal yang dilarang agama.
Kepribadian pecandu narkoba bisa saja timbul karena ada dua faktor atau lebih yang terjadi bersamaan atau berurutan. Tetapi penting diingat bahwa setiap pecandu mempunyai kepribadian masing-masing. Jadi adanya kepribadian ini merupakan hal yang sangat personal dan tidak dapat dikondisikan atau direkayasa.

Apabila Pecandu Ingin Pulih.
Pertama, tahap rehabilitasi medis; Pada tahap ini, seluruh kesehatan fisik dan mental diperiksa dan dokter yang telah terlatihlah yang memutuskan apakah perlu mendapat obat tertentu, misalnya untuk mengurangi gejala putus zat (sakau).
Kedua, tahap rehabilitasi nonmedis; Pada tahap ini pecandu ikut dalam program rehabilitasi. Di Indonesia sudah ada tempat-tempat rehabilitasi nonmedis dengan program therapeutic communities (TC); 12 steps; pendekatan keagamaan, dan lain-lain.
Ketiga, tahap bina lanjut (after care); Pada tahap ini pecandu diberi kegiatan sesuai dengan minat dan bakatnya untuk mengisi aktivitasnya sehari-hari. Dapat juga membawa pecandu kembali ke sekolah atau ke tempat kerjanya, tetapi tetap berada dalam pengawasan.

Pada setiap tahap idealnya dilakukan pengawasan secara terusmenerus dan secara berkala diadakan evaluasi terhadap proses pulihnya seorang pecandu. Pada tahap rehabilitasi nonmedis, pecandu dianjurkan untuk mengikuti program yang sesuai dengan hasil evaluasinya, apakah dengan metode TC, atau 12 steps, atau pendekatan keagamaan atau memang sudah memungkinkan untuk rawat jalan. Dalam penelitian yang dilakukan di Amerika, proses rawat inap dianjurkan tidak lebih dari empat minggu dan menurut Mrc A Schuckit, MD, program grup terapi merupakan program yang biayanya lebih murah daripada konseling pribadi.

Dalam dinamika adiksi atau ketika menolong pecandu, sering kali dihindari penggunaan kata sembuh karena pada pecandu sering terjadi relapse (kambuh) sehingga istilah yang digunakan ialah ‘pulih’ atau recovery. Istilah yang digunakan untuk adiksi ialah chronic relapsing disease (penyakit menahun yang sering kambuh).
Secara universal ada dua hal yang menjadi faktor penghambat dalam proses pulihnya pecandu. Ketidaktahuan akan dinamika kecanduan dan Aktifnya mekanisme pertahanan mental pada diri pecandu dan/atau keluarganya.

Hal lain yang juga menjadi kendala ialah jumlah sumber daya manusia (dokter, psikolog konselor, rohaniwan, dan pekerja sosial) dan sarana yang menangani masalah adiksi dirasakan masih sangat kurang.

Sumber :  bnn.go.id

Alat Tes Narkoba

Labels:

NARKOBA TEST 3 Parameter,DRUG MULTI 3 (AMP,THC,MOP)

Narkoba test 3 Parameter,Drug Multi 3,Drug Of Abuse,Multi Panel :

Amphetamine(AMP),THC,Morphin(MOP)
 


DRUG ITEM CUTOFF LEVEL
Amphetamine ( AMP ) 500 ng/ml in Urine
THC 50 ng/ml in Urine
Morphin( MOP ) 300 ng/ml in Urine

NARKOBA TEST 6 PARAMETER,DRUGS 6 PARAMETER,DRUG OF ABUSE(DOA),MULTI PANEL

NARKOBA TEST 6 PARAMETER,DRUGS MULTI 6,MULTI PANEL
  • Amphetamine(AMP),
  • Methamphetamine(METH),
  • Cocain(COC),
  • Morphin(MOP),
  • THC,
  • Benzodiazephine(BZO)

Alat kesehatan product narkoba test 6 parameter,drugs multi 6 atau drugs of abuse
Reagent kering untuk pemeriksaan Narkoba 6 panel dalam 1 alat( AMP/ THC/ MOP/ MET/ COCCAIN/ BENZO),model card atau Device.

DRUG ITEM CUTOFF LEVEL
Amphetamine ( AMP ) 500 ng/ml in Urine
Cocaine ( COC ) 300 ng/ml in Urine
Morphine ( MOP ) 300 ng/ml in Urine
THC 50 ng/ml in Urine
Methamphetamine ( METH ) 500 ng/ml in Urine
Benzodiazepine ( BZO ) 300 ng/ml in Urine





Demikian sekedar untuk di ketahui saja.

Ciri Ciri Pemakai Narkoba

Labels:

Ciri ciri Orang Pemakai Narkoba, siapapun diantara kita, saudara atau teman bisa menjadi pemakai narkoba. Kenali gejala-gejala ini jika ada diantara saudara atau teman yang memilikinya. Sebab inilah gejala orang yang menjadi pemakai narkoba dan mulai menjadi pecandu.

1. Ciri ciri F I S I K Pemakai Narkoba

  • Berat badan turun drastis.
  • Mata terlihat cekung dan merah, muka pucat, dan bibir kehitam-hitaman.
  • Tangan penuh dengan bintik-bintik merah, seperti bekas gigitan nyamuk dan ada tanda bekas luka sayatan. Goresan dan perubahan warna kulit di tempat bekas suntikan.
  • Buang air besar dan kecil kurang lancar.
  • Sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas.

2 E M O S I

  • Sangat sensitif dan cepat bosan.
  • Bila ditegur atau dimarahi, dia malah menunjukkan sikap membangkang.
  • Emosinya naik turun dan tidak ragu untuk memukul orang atau berbicara kasar terhadap anggota keluarga atau orang di sekitarnya.
  • Nafsu makan tidak menentu.

3. P E R I L A K U

  • Malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas-tugas rutinnya.
  • Menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga.
  • Sering bertemu dengan orang yang tidak dikenal keluarga, pergi tanpa pamit dan pulang lewat tengah malam.
  • Suka mencuri uang di rumah, sekolah ataupun tempat pekerjaan dan menggadaikan barang-barang berharga di rumah. Begitupun dengan barang-barang berharga miliknya, banyak yang hilang.
  • Selalu kehabisan uang.
  • Waktunya di rumah kerapkali dihabiskan di kamar tidur, kloset, gudang, ruang yang gelap, kamar mandi, atau tempat-tempat sepi lainnya.
  • Takut air, jika terkena akan terasa sakit, karena itu mereka jadi malas mandi.
  • Sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan, biasanya terjadi pada saat gejala “putus zat”.
  • Sikapnya cenderung jadi manipulatif dan tiba-tiba tampak manis bila ada maunya, seperti saat membutuhkan uang untuk beli obat.
  • Sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alasan.
  • Bicara cedal atau pelo.
  • Jalan sempoyongan
  • Mengalami jantung berdebar-debar.
  • Sering menguap.
  • Mengeluarkan air mata berlebihan.
  • Mengeluarkan keringat berlebihan.
  • Sering mengalami mimpi buruk.
  • Mengalami nyeri kepala.
  • Mengalami nyeri/ngilu sendi-sendi.

Ciri-ciri Narkoba yang di Konsumsi
  • Pecandu putaw- sering menyendiri di tempat gelap sambil dengar musik, malas mandi karena kondisi badan selalu kedinginan, badan kurus, layu selalu apatis terhadap lawan jenis.
  • Pecandu daun ganja- cenderung lusuh, mata merah, kelopak mata selalu mengetup terus, doyan makan karena perut merasa lapar terus dan suka tertawa jika terlibat pembicaraan lucu.
  • Pecandu sabu-sabu- gampang gelisah dan serba salah melakukan apa saja, jarang mau menatap mata jika diajak bicara, mata sering jelalatan, karakternya dominan curiga, apalagi pada orang yang baru dikenal, badan berkeringat, meski berada didalam ruangan ber-Ac, suka marah dan sensitive.
  • Pecandu Inex atau ekstasi, suka keluar rumah, selalu riang jika mendengar music house, wajah terlihat lelah, bibir suka pecah-pecah dan badan suka berkeringat, sering minder setelah pengaruh inex hilang.

EFEK NARKOBA PADA IBU HAMIL DAN JANIN

Labels:

KOMPAS - Kehamilan bukan hanya merupakan sebuah perubahan fisik semata, namun harus disadari satu individu baru sedang bertumbuh dalam rahim seorang ibu. Penyalahgunaan obat terlarang terutama golongan narkotika dalam kehamilan berbahaya untuk pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan. Kesulitan yang acapkali terjadi adalah kehamilan pada seorang wanita  pecandu narkotika tidak terpantau dengan baik. Kehamilan disembunyikan bahkan tanpa pemeriksaan kehamilan pada bidan maupun dokter kandungan.

Salah satu contoh, misalnya kehamilan yang terjadi pada kasus akibat hubungan seks dalam pergaulan bebas sesama pengguna narkoba. Tentu saja situasi ini semakin memperburuk kondisi kesehatan ibu maupun janin dalam kandungan. Dalam kasus demikian, dukungan keluarga, masyarakat, tenaga kesehatan dan lembaga sosial sangat diperlukan untuk mendampingi kasus kehamilan pada pecandu narkoba.
Namun melihat pengaruh pergaulan masa sekarang ini, tidak tertutup pula kemungkinan kehamilan dengan kasus di mana ibu hamil pecandu narkoba adalah dari pasangan suami istri. Jika demikian yang terjadi, maka sangat disayangkan bila seorang ibu hamil mengabaikan keselamatan dan kesehatan bayi dalam kandungannya hanya demi kenikmatan candu Narkoba. Berbagai penelitian medis kebidanan menunjukkan bahwa narkoba hanya akan merugikan bagi tubuh kita terutama bagi seorang ibu hamil.
Sebenarnya apa saja dampak buruk Narkoba terhadap ibu hamil dan janin?

Dampak terhadap ibu hamil

Tubuh seorang wanita yang sedang hamil tentu mengalami perubahan hormonal yang akan mempengaruhi semua sistem pertahanan tubuhnya. Sudah selayaknya bagi ibu hamil semua kebutuhan baik makanan bergizi, istirahat cukup dan keseimbangan emosional dijaga.
Akibat konsumsi narkoba ibu hamil menjadi lengah, ia tidak memperhatikan asupan makanan bergizi bagi bayi, pola istirahat tidur juga terganggu (insomia), kecemasan dan ketegangan emosi meningkat terlebih bila kehamilan tidak dikehendaki. Terjadi komplikasi lanjut akibat perubahan hormon dan ketegangan mental ibu hamil, antara lain mual dan muntah berlebihan, kekuarangan cairan( dehidrasi) bisa mengancam setiap saat. Ibu hamil pecandu narkoba  menjadi kurang  bertanggungjawab dalam memperhatikan kebersihan diri maupun mengupayakan latihan fisik yang sehat sebagai seorang ibu hamil. Ibu hamil menjadi tidak konsentrasi dan berisiko tinggi mengalami cedera setiap saat.
Ketidaksiapan fisik  seorang wanita pecandu narkoba selama menjalani kehamilan akan semakin melemahkan daya tahan tubuh. Ibu hamil akan mudah mengalami komplikasi penyakit yang menyertai kehamilan, baik itu Infeksi, anemia selama kehamilan  berpotensi keguguran, melahirkan prematur, perdarahan pascabersalin, gangguan ginjal akibat konsumsi obat-obatan secara bebas, kenaikan tekanan darah dan risiko tertularnya penyakit hepatitis B maupun HIV selama kehamilan akibat bergantian memakai jarum suntik sesama pengguna narkoba. Risiko penularan penyakit seksual dari pasangan sesama pecandu narkoba semakin meningkat akibat penurunan daya tahan tubuh ibu hamil.

Dampak bagi janin 

Obat-obat narkotika dapat menembus plasenta dan gangguan fungsi pada pembuluh darah plasenta yang mensuplai zat nutrisi maupun oksigen bagi janin. Akibat lanjut bayi menjadi tidak tumbuh sempurna (cacat bawaan), janin mengalami gangguan pertumbuhan otak, berisiko lahir dengan berat badan rendah meskipun cukup bulan, lahir  prematur, janin meninggal dalam kandungan, dan terlepasnya plasenta sebelum bayi terlahir.

Dibutuhkan pendampingan 

Pada Ibu hamil pecandu narkoba membutuhkan perhatian khusus dan intensif. Melibatkan anggota keluarga, masyarakat dan  tenaga kesehatan. Hendaknya seorang ibu hamil yang mengalami kecanduan narkoba tetap ditolong dan didampingi agar dapat memperbaiki status kesehatan dirinya, membangkitkan kembali rasa percaya diri dan membantu wanita pecandu narkoba menerima kehamilan dengan kesadaran sebagai calon ibu.

Hal yang pertama dilakukan pada seorang ibu hamil pecandu narkoba adalah dengan menerima keadaan mereka dan membimbing dalam konseling terpadu baik psikolog maupun medis kebidanan. Pengawasan kesehatan kehamilan secara teratur dipantau oleh keluarga, termasuk pemenuhan kebutuhan makanan bergisi dan kecukupan istirahat tidur dan pendampingan mental spiritual. Proses melepaskan diri dari ketergantungan obat tentu bukan hal mudah. Risiko mencederai tubuh sangat  tinggi. Perlu pendampingan secara khusus dan kewaspadaan pada kondisi dimana ibu hamil pecandu narkoba mengalami sakaw atau ketagihan saat putus obat narkoba.

Mengingat dampak buruk narkoba terhadap ibu hamil dan janin begitu besar maka bagi remaja khususnya remaja putri harus mampu menjaga diri  sebagai pencegahan agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang melibatkan penggunaan obat terlarang, minuman beralkohol maupun merokok. Jagalah kesehatan  alat reproduksi  dan hindari narkoba. Bergaul dengan narkoba hanya akan mematikan masa depan, cita-cita, hidup kita dan kehilangan orang-orang yang kita cintai.
Salam hangat, semoga bermanfaat

7 Langkah Tetap Bersih & Sehat Tanpa Narkoba

Labels:

Oleh rudi qunsul | Senin, 10 Oktober 2011

1.       Bersyukur
Seseorang yang telah melewati tahap pemulihan dan sudah lama hidup Clean & Sober, perlu menyadari benar keberuntungan yang telah dengan susah payah diraih dan digenggamnya. dimana ia bisa berhasil keluar dari “jurang curam” dan ”lumpur hidup” narkoba yang telah menenggelamkan banyak orang yang berani-berani mencoba narkoba. Mensyukuri setiap nafas yang masuk dan setiap nafas yang keluar. Mensyukuri kesempatan yang didapat untuk membenahi dan menghidupi hidup ini dengan sebaik-baiknya. Intinya, bersyukur.
2.       Berkata & Bertindak Jujur
Kejujuran dalam berkata maupun dalam bertindak menjadi sebuah keharusan yang mutlak. Terutama kejujuran pada diri sendiri. Kejujuran itu memberikan dan membangkitkan rasa percaya diri yang luar biasa besarnya pada diri kita. Selama menjadi pecandu, kejujuran menjadi nilai yang tidak pernah dipakai dan hampir hilang terkubur. Orang yang tidak jujur, apalagi bila tidak jujur kepada dirinya sendiri adalah orang yang jiwanya tidak sehat. Seseorang pecundang, bukan seseorang pemenang. Sedangkan untuk tetap berjalan di jalan hidup yang Clean & Sober diperlukan jiwa seorang pemenang
3.       Menggunakan Waktu 24 Jam dengan Sebaik-baiknya
Menghargai waktu yang dulu sering terbuang percuma. Setiap detik dan menit itu berharga. Bila sebagian besar hidup, kita gunakan hanya bengong di depan televisi saja, atau tanpa berbuat yang positif di manapun, maka kita seakan telah menghentikan waktu dari kehidupan kita di dunia ini.
Seperti air, darah, dan angin selalu tanpa henti mengalir pada koridornya masing-masing, begitu juga hidup kita harus terus mengalir dengan baik. Bila air, udara dan angin kita hentikan alirannya, maka yang akan terjadi hanyalah musibah. Darah yang berhenti mengalir di dalam tubuh kita akan membuat kita mati seketika. Bila udara kita hentikan untuk mengaliri paru-paru kita, maka akan berakibat fatal juga. Air pun begitu, walaupun walaupun bisa ditampung seperti sebuah bendungan untuk menciptakan listrik, misalnya, tetap saja harus terus mengalir, atau pun dialirkan, untuk menciptakan listrik itu sendiri. Jadi semua harus mengalir terus tiada henti.
Bila waktu kita di bumi ini kita “hentikan” dengan tidak berbuat apa-apa, maka akan dapat dipastikan akan merugikan diri kita sendiri, juga orang-orang lain yang berada disekitar kita dan akan berdampak negatif bagi kehidupan kita dalam bermasyarakat.
Seyogjanya kita isi waktu kita sebaik-baiknya dengan belajar, bersekolah/kuliah, bekerja, berkreasi yang kreatif, mengajar, berdagang, berlatih, dan lain sebagainnya untuk mengaliri hidup kita, supaya hidup kita bisa terus mengalir di dimensi waktu sampai saatnya tiba.
 4.      Santai tapi Waspada
Tidak perlu was-was bila semua berjalan mulus. Biasanya mantan pecandu was-was bila semua sedang berjalan dengan mulus dan baik dalam waktu yang cukup lama. Mereka sepertinya menunggu sesuatu kejadian jelek yagn akan menghancurkan situasi yang seolah-olah yang terlalu harmonis itu. Kehidupan dulunya sebagai pecandu yang naik-turun, senang-susah, berani-takut, cukup-kurang, silih berganti dengan cepatnya (bisa berubah-ubah secara drastis dalam hitungan jam) membuat mantan pecandu sering cemas atau terlalu was-was dan menduga bahwa kehidupan yang mulus pasti tak akan bertahan lama.
Kecemasan ini hamper serupa parno (paranoid). Perasaan was-was ini dapat dinetralkan dengan pengertian bahwa hidup ini memang perlu dinikmati saja dan bila datang coba-cobaan, kita hadapi saja dengan pikiran yang waras. Jangan Feel-Act-Think, tetapi sebaiknya Feel-Think-Act.
Sebaliknya, jangan pula sampai terlena bila hidup kita berjalan dengan mulus. Seperti kata pepatah “Jalan Panjang Yang Lurus Membuat Pengendara Mengantuk (alias tidak berhati-hati)”. Begitulah kenyataannya bagi kita semua. Artinya, bila pengendara tidak awas lagi, maka kecelakaan pun akan terjadi. Maka dari itu, seorang mantan pecandu harus selalu awas, tanggap lingkungan, dan menjahui tempat-tempat, pesta-pesta, lingkungan pecandu narkoba, serta aktivitas-aktivitas yang dapat menjerumuskannya kembali kedunia gelap narkoba. Kita harus selalu waspada tetapi tidak perlu was-was atau terlalu khawatir . hidup akan menjadi neraka bila setiap hari kita was-was yang berlebihan (paranoid). Santai tapi waspada
5.      Membantu Orang Lain
Membantu orang lain yang memerlukan bantuan akan mendatangkan kepuasn tersendiri bagi hati dan jiwa kita. Seperti yang sering kita dengar, membantu manusia lainnya akan menjadikan tubuh kita itu lebih sehat dan menurut penelitian dapat memanjangkan umur seseorang. Kita dapat menjadi sukarelawan, relawan. Menolang orang lain dan membagi ilmu yang kita miliki.
Juga bersedekah, memberikan bantuan cuma-cuma, kepada mereka-mereka yang kehidupannya lebih sulit dari diri kita. Setiap hari, bila memungkinkan setiap saat. Berapa saja. The More The Better.
6.      Memperbaiki Diri
Selalu berusaha memperbaiki diri, memperbaiki kekurangan-kekurangan diri kita. Terkadang memang sulit untuk mengakui kekurangan diri kita sendiri , apalagi bila kita sedang sukses dan dikagumi orang. Tetapi apabila kita siap mendengar feedback/umpan balik dari orang lainnya (terutama keluarga & teman dekat ), besar kemungkinan kita akan mendapat gambaran kira-kira apa kekurangan diri kita. Mungkin egois, kurang dermawan (pelit), suka memandang rendah lawan bicara, tidak peduli pada lingkungan, dan seterusnya.
Cobalah memaafkan orang-orang yang telah membuat hati kita marah atau yagn menjengkelkan kita. Bersihkan hati. Usahakan selalu ada senyum di hati dan di pikiran kita. Semoga dengan begitu kita akan lebih mudah untuk menapaki hidup ini ke depan
7.      Pendekatan dan Pendalam Spiritual
Hidup tidak akan terasa sempurna bila kebutuhan spiritual kita belum memenuhi dengan baik. Maksudnya di sini, walaupun kita sudah berhasil mendapatkan materi yang lebih dari cukup dan menduduki jabatan yang tinggi atau mendapat  tempat yang terhormat di mata masyarakat, menikah dengan pasangan yang ideal, mendapat rezeki keturunan yang pintar, baik hati, pasti masih akan timbul suatu kekosongan ini ada yang mencoba mengisinya dengan bermacam kegiatan yang masih saja seakan meleset dari “kehausan”  kita akan sesuatu yang lebih.
Semuanya itu baru akan kita sadari dan temui setelah ada secuil pencerahan spiritual dalam diri kita. Baru kita akan sadari apa yang selama ini kita kejar: hubungan bathin dengan Sang Pencipta Alam Semesta (Tuhan).
Maka dari itu, untuk menyempurnakan (sesempurna yang kita raih sebagai seorang manusia) pemulihan kita dari ketergantungan obat-obatan, kita harus membuka diri bukan saja kepada Alam Semesta, tetapi juga kepada Pencipta Alam Semesta yang memang sinar-Nya ada di dalam diri kita masing-masing.
Hidup dengan pendekatan dan pendalaman spiritual, agama, atau kepercayaan lainnya yang menjunjung tinggi nilai-nilai universal seperti kebaikan, murah hati, kejujuran, kedamaian, kasih sayang, keadilan, empati, kerja sama, dan lainnya. Ini semua akan menyempurnakan pemulihan kita asal pendekatan dan pendalamannya bukan hanya pada segi spiritualnya saja.
Dengan komitmen sungguh-sungguh dan usaha keras dalam menjalani ketujuh langkah ini diharapkan para mantan pecandu narkoba bisa tetap bersih dan waras tanpa narkoba