Selamat Datang di www.terapinarkoba.com

Kami berpengalaman menangani KECANDUAN NARKOBA dengan metode MULTI TERAPI Insya Allah kecanduan narkoba dapat di pulihkan dalam waktu relatif singkat, hanya 2 bulan, bukan 6 tahun.
Sudah banyak pasien yang kami tolong, baik dari jawa maupun luar jawa / luar kota

SAKAW dll cepat di pulihkan.

Prosedur Pemulihan kecanduan narkoba bisa RAWAT JALAN dan TERAPI JARAK JAUH pasien tidak harus datang, bisa tetap sekolah, kuliah atau bekerja

SUDAH REHAB TAPI ANDA MASIH KECANDUAN JANGAN RAGU HUBUNGI KAMI


TABIB MASRUKHI,MPA

Telp : 0823 3222 2009


GARANSI >>> klik disini

Catatan : Pecandu Narkoba sangat tergantung dengan peran serta orang tua / keluarga. Karena itu segera lah berobat sebelum semuanya terlambat, kematian atau cacat seumur hidup.

yang perlu di lakukan orang tua terhadap seorang anak pecandu Narkoba ?
1. Bila pecandu ingin Lepas dari ketergantungan narkoba maka segera di obati
2. Bila pecandu belum ada keinginan Lepas dari ketergantungan narkoba maka tetaplah motivasi untuk segera diobati atau setidaknya minum obat ramuan kami dengan harapan pasien merasakan manfaat nya selanjutnya ada kesadaran untuk di pulihkan secara tuntas.

Demikian semoga bermanfaat

Tampilkan postingan dengan label materi narkoba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label materi narkoba. Tampilkan semua postingan

Kambuh Dalam Proses Rehabilitasi ( Lapse vs Relapse )

Labels:



PROSES pecandu untuk sembuh sebuah perjuangan berat, namun bukan akhir dari sebuah perjalanan panjang yang masih harus ia tempuh. Ini justru sebuah awal dari hidup baru yang harus ia perjuangkan: bagaimana mendapat pekerjaan yang layak, memulai karier atau membina keluarga.

Walaupun mereka telah dikatakan recovery dari panti rehablitasi narkoba ,dorongan untuk menggunakan kembali masih merupakan pergumulan dalam alam pikiran pecandu. Ada situasi atau benda-benda tertentu yang dapat merangsang mereka untuk kembali menggunakan narkoba.Jika mereka tidak bisa melawannya kondisi relapse akan muncul.
Apalagi di indonesia , Angka relaps / kambuh masih sangat tinggi , 9 dari 10 mantan pecandu narkoba akan kembali menjadi pecandu narkoba.

Lapse’ vs ‘relapse’
Dalam dinamika kecanduan, harus dibedakan antara lapse dan relapse. Lapse (slip) adalah kembalinya pola tingkah laku pecandu yang sangat sulit terdeteksi. Diperlukan kepekaan melihat perubahan perilaku pecandu yang sedang dalam masa pemulihan. Pecandu sendiri biasanya mengalami pergumulan dalam mengantisipasi kembalinya perilaku adiksinya itu. Relapse adalah masa pengguna kembali memakai narkoba. Itu proses yang berkembang pada penggunaan kembali narkoba yang merupakan kejadian paling akhir dalam satu rangkaian panjang yang berupa respons kegagalan beradaptasi (maladaptive) terhadap stressor atau stimuli internal dan eksternal. Pada kondisi itu pecandu menjadi tidak mampu menghadapi kehidupan secara wajar. Relapse dapat timbul karena pecandu dipengaruhi kejadian masa lampau baik secara psikologis maupun fisik. Lapse dan relapse biasanya dipicu suatu dorongan yang demikian kuat (craving). Dalam bahasa pecandu keadaan itu disebut sebagai ‘sugesti’ sehingga pecandu sepertinya tidak kuasa menahan dorongan-dorongan tersebut.

Hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya lapse dan relapse:

     Hal-hal yang mengingatkan pecandu pada narkoba yang biasa dipakainya (momen tertentu, situasi, suara, bau, pikiran tentang narkoba, atau mimpi tentang narkoba).

         Status emosi yang negatif atau mengalami stres.

         Status emosi yang riang gembira.

         Tidak adanya aktivitas.

         Perasaan rendah diri atau direndahkan.

         Bergaul karib dengan pecandu aktif.

      Pada saat craving terjadi, biasanya diperberat dengan aktifnya mekanisme pertahanan mental (denial, rasionalisasi, proyeksi) sehingga akhirnya pecandu memutuskan kembali berperilaku adiksi atau kembali menggunakan narkoba.

Tiga mekanisme pertahanan mental, yang biasa ada pada pikiran pecandu, sebagai berikut.
  1. Denial, atau penyangkalan. Dalam diri manusia sering timbul penyangkalan terhadap suatu keadaan atau fakta yang menimbulkan ketidaknyamanan dan pada pecandu denial timbul karena dia tidak mau melepaskan zat ‘kesayangannya’ atau menyangkal bahwa dia punya masalah mengatasi perilaku adiksinya.
  2. Rasionalisasi. Kalimat yang biasa keluar dari mulut pecandu ialah ” Nggak separah itu kok” atau “Saya akan segera berhenti, kan saya sudah ke dokter ahli itu”. Kalimat tersebut merupakan tanda dari aktifnya mekanisme rasionalisasi.
  3. Proyeksi, merupakan mekanisme yang paling sulit untuk dikenali, terutama bagi para pendamping atau konselor yang belum berpengalaman dalam mengenal perilaku adiksi. Biasanya kalimat yang muncul adalah “Ini gara-gara hal itu sih maka gue pake narkoba”; “Daripada gue dicurigain terus, sekalian aja gue pake”. Jadi proyeksi adalah suatu mekanisme yang biasa digunakan para pecandu untuk ‘menggeser’ persoalan atau kesalahan ke arah lain, orang lain.

Dapatkah lapse/relapse dideteksi? Mendeteksi kondisi itu merupakan hal yang sulit. Walaupun tanda-tanda perubahan dapat juga dideteksi.

Tindakan dalam menghadapi ‘lapse/relapse’
Jika memang terbukti bahwa pecandu belum kembali menggunakan narkoba (hanya dalam fase lapse), pecandu membutuhkan dampingan yang dapat membantunya untuk mengatasi masalah perilaku adiksinya dan sangat mungkin pendamping (konselor) akan berhadapan dengan ketiga mekanisme pertahanan mental (denial, rasionalisasi dan proyeksi) yang kembali aktif pada diri pecandu
Jika relapse telah terjadi, tindakan yang perlu bagi pecandu bergantung pada berat-ringannya relapse sehingga ada kemungkinan pecandu membutuhkan kembali penanganan dari awal, seperti detoksifikasi dan rehabilitasi nonmedis

Pencegahan ‘lapse-relaspe’
Dalam menolong pecandu yang sedang berada dalam proses pemulihan, program pencegahan relapse merupakan salah satu program yang penting, khususnya dalam proses bina lanjut (after care). Sebelum pecandu ikut serta dalam program bina lanjut, ada baiknya dilakukan dulu tes bakat dan minat sehingga aktivitas pecandu. Salah satu tes yang dapat digunakan ialah yang disebut sebagai tes kecerdasan majemuk (Dr Howard Gardner). Menurut Gardner, kecerdasan adalah kemampuan untuk memecahkan masalah dan menciptakan produk yang memiliki nilai budaya. Ada delapan jenis kecerdasan yang dimiliki setiap manusia di dunia ini. Perinciannya sebagai berikut. Pecandu yang telah diketahui jenis kecerdasannya dapat dipilihkan aktivitas yang sesuai dengan hasil tes.

Relapse is a Part Recovery Process
Recovery adalah program sepanjang hidup yang akan dijalani oleh pecandu yang sedang pulih (recovering addict). Merupakan proses belajar untuk mencapai perubahan perilaku yang baru. Recovery sebagai sebuah proses mengalami dinamikanya sendiri. Relapse merupakan bagian dari dinamika belajar dalam recovery.

Kekambuhan bukan hal kegagalan total dari sebuah program recovery. Hanya clean-time yang hilang, bukan knowledge yang pernah didapat oleh seorang recovering addict. Artinya tidak harus memulai dari Nol lagi. Meskipun ada beberapa hal yang harus dikaji ulang dalam program belajar yang pernah dijalankan. Untuk itu perlu dibuat sebuah evaluasi untuk mencari pencetus terjadinya kekambuhan. dan mustahil mengulang cara yang sama untuk mengharapkan hasil yang berbeda tentunya.

Memberikan hukuman bagi seeorang recovering addict yang relapse justru hanya akan memunculkan rasa enggan untuk meminta pertolongan. Perasaan jera tidak membantu bagi addict, karena kita semua tahu bahwa umumnya addict adalah tipikal pengambil resiko (high risk taker). Tidak ada satupun addict yang dengan sadar merencanakan kekambuhannya. Saat kekambuhan (slip/initial lapse) terjadi biasa diikuti dengan perasaan menyesal, marah, gagal, dsb.Hal ini yang seringkali membuat serang addict gagal kembali bangkit pada program pemulihannya. Untuk itu diperlukan suatu resillience pada recovering addict dalam menjalani kehidupan nyata. Artinya recovering addict mampu segera bangkit dan keluar dari masalah-masalah yang dihadapinya di kehidupan nyata. Dan jika terjadi kekambuhan ia akan segera mampu bangkit kepada program pemulihannya.

Penelitian tentang Relapse
Penyalahgunaan ulang opiat merupakan penyakit kronik yang berkali-kali muncul. Angka kambuh (relapse) pecandu narkotika, psikotropika dan zat adiktif (Napza) secara umum tidak jauh berbeda dengan angka relapse pecandu opiat.
Tujuan penelitian untuk mengetahui berbagai faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian relapse opiat di RSKO Jakarta tahun 2003-2005. Penelitian dengan desain kasus kontrol ini dilakukan terhadap data sekunder rekam medik. Variabel yang diteliti meliputi faktor individu (jenis kelamin, tingkat pendidikan, golongan umur, status perkawinan, status pekerjaan, dan status infeksi hepatitis) serta faktor zat (pola penggunaan, lama pakai, cara pakai, frekuensi pakai, dan kadar zat). Sampel studi terdiri dari 72 kasus dan 84 kontrol.

Kasus adalah pasien ketergantungan opiat yang berkunjung berturut-turut 6 bulan tanpa menggunakan opiat dan kembali berkunjung dengan keluhan kembali menggunakan opiat. Kontrol adalah pasien ketergantungan opiat yang berkunjung berturut-turut 6 bulan tanpa menggunakan opiat dan tetap berkunjung tanpa keluhan menyalahgunakan opiat.
Penelitian ini menggunakan metode analisis multivariat logistik regresi ganda. Variabel berhubungan dengan relapse opiat adalah tingkat pendidikan, status perkawinan, status hepatitis, lama pakai, dan cara pakai. Variabel yang paling dominan adalah status hepatitis, penderita hepatitis beresiko relapse lebih besar daripada bukan penderita hepatitis.

Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa secara multivariat variabel pendidikan, status perkawinan, status hepatisi, lama pakai, capa pakai berhubnngan dengan peningkatan kejadian relapse opiat.
  1. Tingkat pendidikan berinteraksi dengan variabel lama pakai. Pengaruh variabel pendidikan berinteraksi dengan pengaruh lama pemakaian. Pada pemakaian tidak lama, pasien pendidikan sedang, beresiko relapse 16,3 kali lebih besar daripada yang tidak berpendidikan tinggi. Sedangkan pada pemakaian lama, pasien dengan pendidikan sedang beresiko 121,5 kali lebih besar untuk mengalami relaps.
  2. Status perkawinan merupakan faktor risiko, pasien yang tidak kawin beresiko lebih besar untuk relaps daripada pasien yang kawin.
  3. Status hepatitis merupakan faktor risiko, pasien relaps dengan hepatitis beresiko lebih besar untuk relaps daripada penderita tanpa hepatitis.
  4. Cara pakai merupakan raktor risiko, pasien dengan cara suntikan beresiko lebih besar untuk relaps daripada pasien yang menggunakan pil. Sebaliknya, ditemukan enam variabel yang tidak berhubungan dengan terjadinya relapse. Pasien yang belum menikah beresiko jauh lebih besar untuk mengalami relapse karena tergantung pada orangtua. Orangtua tidak berperan dalam keluarga dapat menyebabkan remaja mengalami relapse.
Dikompilasi dari berbagai sumber

Selamat Malam Mbah Bandar Narkoba

Labels:


Kami sapa dengan sebutan MBAH BANDAR


Mbah .....biasanya bukanlah seorang pengedar . sebagian sudah menjadi bandar  klas kakap
Mbah .....biasanya sangat berpengalaman di bidang distribusi narkoba ilegal.

JENIS DAN EFEK BERBAHAYA NARKOBA

Labels: ,

SABU
Pada Mata
Anda akan melihat sesuatu yang tidak ingin anda lihat, karena sangat mengerikan.
Pada Kulit
Pembuluh darah akan mengalami panas berlebihan dan pecah
Pada Otak
Menyebabkan depresi kepanikan, kecemasan yang berlebihan dan dapat menyebabkan kerusakan otak secara permanen.
Pada Hati
Bahan-bahan kimia yang terkandung dalam sabu-sabu bisa melemahkan aktivitas sel-sel hati yang mengakibatkan terjadinya gangguan fungsi hati.
CIMENG
Pada Kulit
Terlihat kering dan keriput, dan seperti usia lebih tua.
Pada Pencernaan
Nafsu makan hilang akibat melemahnya daya pikir, dan rasa letih yang berlebihan, sehingga bisa berakibat kematian.
Pada Otak
Menimbulkan depresi, hiperaktif, tak bisa mengendalikan diri, dan penggunaan secara terus menerus dapat menyebabkan kerusakan otak secara permanen.
Pada Mata
Mata menjadi merah, sukar tidur, gangguan presepsi penglihatan dan dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan yang berakibat fatal bagi dirinya.
EXTASY
Pada Rongga Mulut
Mulut terasa kering, kaku pada pingkal lidah dan otot-otot rahang serta dapat mengakibatkan luka pada lidah dan bibir.
Pada Jantung
Memacu denyut jantung di atas normal. Dampak buruknya bisa mengakibatkan pecahnya pembuluh darah jantung hingga menimbulkan kematian.
Pada Otak
Mengakibatkan gangguan pada otak berupa depresi, paranoid dan bahkan sampai terjadi kerusakan permanen pada otak.
Pada Pencernaan
Nafsu makan turun, daya tahan tubuh turun drastis, mudah sakit dan mempengaruhi metabolisme tubuh yang berakibat kerusakan permanen pada ginjal dan hati yang dapat menyebabkan kematian.
PUTAW
Pada Otak
Menyebabkan gangguan konsentrasi, penurunan daya ingat, gangguan proses pikir, gangguan perilaku dan pemakaian terus menerus dapat menyebabkan kerusakan otak secara permanen.
Pada Mulut
Terasa kering, kaku dan bicaranya cadel.
Pada Kulit
Menjadi kering dan keriput, tampak usia lebih tua.
Pada Jantung
Memacu denyut jantung, tekanan darah meningkat, dampak buruknya mengakibatkan pecahnya pembuluh darah jantung dan menyebabkan kematian.
Pada Pencernaan
Mempengaruhi metabolisme tubuh yang berakibat kerusakan permanen pada organ-organ tubuh.

COCAIN
Pada Otak
Menyebabkan depresi yang tak bisa mengendalikan diri, cepat marah, hiperaktif dan mudah melakukan tindak pidana.
Pada Mata
Pupil mata melebar yang menyebabkan insomnia (sukar tidur), gangguan presepsi penglihatan dan gangguan kecepatan reaksi hingga dapat menyebabkan kecelakaan.
Pada Kulit
Timbul bintik merah, keriput pada kulit dan seperti lebih tua.
Pada Jantung
Tekanan darah meningkat yang berakibat pecahnya pembuluh darah hingga dapat menyebabkan kematian.

Magic Mushrooms ( Jamur Kotoran Sapi/kerbau )
Pada Otak
Kenangan masa lalu akan bangkit, khususnya pengalaman buruk (bad trip), dapat juga menimbulkan mimpi buruk (nightmare) seperti di neraka. Pemakaian terus menerus akan menyebabkan kerusakan dan kematian sel otak secara permanen.
Pada Lidah
Menyebabkan kekakuan dan gangguan sensitifitas lidah sehingga mengakibatkan sulit menelan.
Pada Mata
Terjadi gangguan presepsi penglihatan sehingga dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Pada Pencernaan
Terjadi kekacauan yang mengakibatkan mual dan muntah-muntah yang tak tertahankan, sehingga menimbulkan dehidrasi (kekurangan cairan) dan gangguan keseimbangan cairan tubuh yang dapat menimbulkan kematian.
 (Sumber: bnpjabar.or.id)

Dadang Hawari: Halusinasi Efek Berbahaya Narkoba

Labels:

Psikiater Dadang Hawari mengatakan berkendara di bawah pengaruh alkohol dan narkoba sangat berbahaya. Pasalnya, orang yang masih di bawah efek minuman keras atau narkoba sulit berkonsentrasi.

Efek yang paling berbahaya adalah halusinasi. Imbasnya yang bersangkutan memiliki jarak pandang yang berbeda antara kenyataan dan dalam benaknya. "Jarak tinggal belasan meter, bisa disangka masih jauh," sebutnya.

Penggunaan narkotika atau alkohol memiliki memiliki tingkat efek yang berbeda-beda pada setiap pengguna. Tergantung dari jenis zat psikotropika yang dipilih dan jumlah dosis yang dikonsumsi. Untuk mengetahu efek secara tepat, perlu ada pemeriksaan medis secara detil.

Namun berdasarkan diganosa kasarnya terhadap tragedi maut di Tugu Tani, dirinya menduga si pengendara kemungkinan mengonsumsi sabu-sabu dalam dosis yang banyak. Hal itu dapat dibaca dari raut muka sang pengendara yang nampak tenang, kendati di sekitarnya korban tabrakan bergelimpangan.(MI/BEY)

Prof. DR. dr. Dadang Hawari: Miras Akibatkan Jantung Koroner & Kanker

Labels:

JAKARTA (VoA-Islam) Menurut Psikiater Prof. DR. dr. H. Dadang Hawari, dari sudut kesehatan jiwa, penyakit masyarakat yang dikenal dengan sebutan MO-LIMO. Madat (Narkotika dan Zat Adiktif), Main (Berjudi), Maling (Korupsi), dan Madon (Perzinaan dan Pelacuran) adalah penyakit gangguan mental dan perilaku (mental and behavior disorders).

Sedangkan dari segi agama, praktek MO-LIMO ini haram hukumnya. Untuk menanggulangi praktek MO-LIMO ini tidak cukup  hanya dengan himbauan saja (amar ma’ruf) melainkan disertai dengan suatu gerakan yang tumbuh dari masyarakat itu sendiri (nahi munkar).

“Praktek MO-LIMO ini pada gilirannya dapat menjadi ancaman bagi keselamatan masyarakat, berbangsa dan bernegara.  Untuk itu, hendaknya kita mempertebal keimanan dan ketakwaan kita agar terhindar dan tidak tertular penyakit ini,” himbau Dadang.

Menurut Dadang Hawari, mereka yang mengkonsumsi Narkotik, Alkohol dan Zat Adiktif (NAZA) akan mengalami gangguan mental organic (GMO) atau gangguan mental dan perilaku (GMP). Gangguan tersebut disebabkan karena NAZA mengganggu sistem, atau fungsi neuro-transmitter pada susunan saraf pusat (otak), sehingga mengakibatkan terganggunya fungsi berpikir, berperasaan, dan berperilaku.

NAZA yang dimaksud Dadang, meliputi: alcohol (minuman keras), ganja opiate (heroin), amphetamine (shabu-shabu, ekstasi), kokain, obat penenang/tidur dan tembakau (rokok). Berikut dampak buruk mengkonsumsi alcohol alias miras:

  • Perubahan perlaku, misalnya: perkelahian dan tindak kekerasan lainnya, ketidakmampuan menilai realitas, gangguan dalam fungsi social dan pekerjaan.
  • Gejala Fisiologik, seperti bicara cadel, gangguan koordinasi, cara jalan yang tidak mantap, mata jerang (nistakmus), dan muka merah.
  • Gejala Psikologik, meliputi: perubahan alam perasaan, mudah marah dan tersinggung, banyak bicara (ngelantur), Hendaya atau gangguan perhatian/konsentrasi. Hendaya ini besar pengaruhnya bagu terjadinya kecelakaan lalu lintas.
  • Gejala Putus Alkohol (bila konsumsi dihentikan), seperti: gemetaran (tremor) kasar pada tangan, lidah dan kelopak mata. Kemudian, mual dan muntah, kelemahan, jantung berdebar-debar, tekanan darah meninggi dan keringat berlebihan.
  • Lalu kecemasan (gelisah, tidak tenang dan rasa ketakutan) serta Perubahan alam perasaan (pemurung dan mudah tersinggung, depresi berat, pikiran kematian dan keinginan bunuh diri).  Kemudian, tekanan darah menurun karena perubahan posisi tubuh (hipotensi ortostatik), halusinasi pendengaran (mendengar suara-suara ancaman, padahal tidak ada sumber/stimulus suara itu.)
Dampak Sosial Miras

Berdasarkan penelitian ilmiah dari segi kesehatan (fisik dan mental) serta social, membuktikan bahwa miras jauh lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya.Secara ekonomi, keuntungan yang diperoleh dari pajak miras, tidak sebanding dengan dengan kerugian harta, benda serta nyawa masyarakat.

Disebutkan Dadang Hawari,  58% tindak kekerasan, perkosaan, dan pembunuhan di bawah pengaruh miras. Selain daripada itu penelitian membuktikan, di negara-negara modern dan industri, kecelakaan di bawah pengaruh miras, termasuk kecelakaan lalu lintas, adalah merupakan penyakit besar ke-4 setelah penyakit jantung koroner, kanker dan gangguan jiwa.

Sebagai contoh, pada tahun 1987, tercatat, dampak miras di AS, sepertiga kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh pengemudi di bawah pengaruh miras. Kecelakaan lalu lintas tersebut menyebabkan kematian sebanyak 25.000 jiwa setiap tahunnya. Juga tercatat, kematian 15.000 jiwa setiap tahunnya yang berkaitan dengan pembunuhan atau bunuh diri juga disebabkan pengaruh miras.

Selanjutnya, kematian 20.000 jiwa setiap tahunnya yang berkaitan dengan komplikasi medic, yaitu penyakit hati atau liver (cirrhosis hepatis), disebabkan oleh konsumsi miras. Kemudian 40 juta anak, suami, istri telah menanggung derita mental, karena salah satu atau lebih anggota keluarganya menderita ketergantungan miras.  Setiap tahunnya terdapat 5 juta (50%) kasus penahanan yang dilakukan oleh polisi yang berkaitan dengan konsumsi miras.

Perkiraan dari National Institute of Health Research and Development (WHO/SEARO, 1998), menyatakan bahwa angka kesakitan dan kematian yang berhubungan dengan konsumsi miras secara nyata menyebabkan kecelakaan lalu lintas, tindak kekerasan, kerusuhan dan kriminalitas.

Perlu diketahui, menurut WHO tahun 1998 pernah mencatat, konsumsi miras mencapai 1.054.000 liter per tahun atau sama dengan US$ 530,848,400 (+ Rp. 4 trilyun). Di Indonesia sendiri, data-data kriminalitas, kerusuhan, perkosaan, pembunuhan, kecelakaan lalu lintas, dan tawuran semakin meningkat dari tahun ke tahun dan ternyata dipicu oleh miras.

Benar saja, kerusuhan di Ambon pada 19 Januari 1999  berawal dari pemerasan oleh pemuda mabuk dari daerah Batu Merah (mayoritas Islam) terhadap seorang sopir mobil yang menimbulkan perkelahian diantara mereka, lalu meluas hingga pecah konflik horizontal antara umat Islam dan Kristiani. Akibat itu, kurang lebih 50 korban jiwa (dari pihak Islam dan Kristen), 14 buah gereja dirusak (terbakar), ratusan rumah dirusak dan dibakar, toko dan pasar dirusak dan dibakar. Maka belajar lah dari kerusuhan di Ambon, betapa miras bisa menjadi penyebab kerusakan yang lebih parah di negeri ini.

Sungguh memperihatinkan, setelah Papua dan Ambon, ternyata Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya Kota Kupang merupakan salah satu provinsi yang menempati rangking ketiga pengkonsumsi minumas keras (miras) di seluruh Indonesia. Ironisnya lagi, di berbagai daerah Nusantara, seperti: Medan dengan tuaknya, Indramayu dengan miras cap tikusnya, Manado, Ambon, Papua yang dikenal dengan Sopi-nya. Miras pun dianggap budaya masyarakat setempat. Hingga saat ini para ulama belum bisa mengubah adat yang jelek itu.

Prof Dadang berharap, pemerintah dan masyarakat bahu membahu untuk membuat suatu Gerakan Nasional Anti Miras atau Anti MO-LIMO. Yang utama bukan hanya political will (Kemauan politik), tetapi juga political action (pelaksanaan keputusan politik itu). Jangan sampai miras dan tindakan kemungkaran lainnya kian mewabah di negeri ini, yang justru akan membuat Allah murka dengan menurunkan bencana-Nya yang lebih besar.

Sudah Sengsara, Masuk Neraka Pula

Islam sangat tegas melarang miras, karena miras itu adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (Lihat QS. 5:90). Bahkan, setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu, karena (meminum) khamar (miras) akan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu. (lihat QS 5:91) Dalam ayat lain, Allah mengingatkan, khamar (miras) terdapat dosa besar daripada manfaatnya. (QS:2: 219).

Rasulullah Saw melaknat beberapa orang terkait miras. Siapa saja orang yang dilaknat itu? Diantaranya: Para pembuatnya, orang-orang yang membantu membuatnya, peminumnya, pembawanya, penerima/penyimpannya, penjualnya, pembelinya, dan yang dibelikan untuknya, orang yang menuangkannya, tak terkecuali yang melegalkannya.

Dalam haditsnya, Rasulullah Saw bersabda: “Malaikat Jibril datang kepadaku lalu berkata: “Hai Muhammad, Allah melaknat minuman kertas, pembuatnya, orang-orang yang membantu membuatnya, peminumnya, penerimanya/penyimpannya, penjualnya, pembelinya, penyuguhnya dan orang-orang yang mau disuguhinya.” (HR. Ahmad bin Hambal dari Ibnu Abbas).

Rasulullah Saw kemudian mengingatkan: “Apabila kamu melihat kemungkaran dan tidak bertindak terhadapnya, maka dikhawatirkan Allah menimpakan siksa yang sifatnya menyeluruh.” (HR. At Tirmidzi).

Ingat, Rasulullah bersabda: "Tiga jenis manusia tidak masuk surga, yaitu; pecandu khamr (minuman keras) orang yg mempercayai sihir dan pemutus hubungan kekeluargaan".

Diriwayatkan, seseorang datang dari perjalanan bisnis menghadiahkan khamer (miras) kepada Rasulullah Saw, namun beliau menolaknya dan mengatakan abhwa khamer telah diharamkan. Lalu orang itu bertanya, bagaimana kalau dia jual kepada orang Yahudi? Rasulullah menjawab: Yang diharamkan tidak boleh dijual-belikan. Lalu orang itu bertanya lagi: Bagaimana kalau saya berikan kepada orang Yahudi? Rasulullah lagi-lagi menjawab: Yang diharamkan tidak boleh diberikan. Lalu kembali orang itu bertanya: Jadi aku apakan? Rasulullah menjawab: Buang saja ke selokan! Lalu orang itu membuangnya ke selokan.

Jaksa Narkoba Dituntut 10 Bulan Penjara

Labels:

Senin, 26 Maret 2012 18:06 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR  LAMPUNG – Tesar Esandra (28 tahun), jaksa yang bekerja di Kejaksaan Negeri Gunung Sugih, Lampung, hanya dituntut 10 bulan penjara. Tuntutan itu disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) dalam perkara narkoba di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (26/3). Dalam tuntutannya, terdakwa terbukti menggunakan narkoba jenis sabu.

Menurut JPU Hartono, terdakwa dituntut 10 bulan penjara dikurangi selama masa tahanan. “Terdakwa terbukti menggunakan narkoba jenis sabu,” kata JPU Hartono. Ia mengatakan terdakwa dikenakan Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Terdakwa Tesar Esandra, ditangkap Satuan Narkoba Polresta Bandar Lampung, 20 januari 2012. Jaksa kelahiran Tanjung Karang, 10 Agustus 1983 itu diringkus saat mengkonsumsi narkoba di daerah Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Polisi juga menyita dua paket sabu sebagai barang bukti. Hasil tes urin, Tesar positif mengandung zat amphetamine dan methamphetamine. Ia ditangkap dan langsung ditahan di daerah dua jalur Way Halim, Bandar Lampung.

Tuntutan JPU terhadap jaksa yang tersangkut kasus narkoba ini, mendapat tanggapan miring dari publik, Pengurus Gerakan Nasional Antinarkotika (Granat) Lampung Landa SH, mengatakan publik menyambut baik kinerja polisi yang berhasil menangkap dan mengamankan tersangka pengedar dan pengguna narkoba di Lampung. Namun, ia menyesalkan dengan tuntutan jaksa yang lebih ringan dari kasus yang ditangani seperti narkoba.
Redaktur: Dewi Mardiani
Reporter: Mursalin Yasland

Artis, Popularitas, Free Sex, dan Narkoba

Labels:





Lagi, seorang artis muda, Sheila Marcia tertangkap tangan tengah 'pesta shabu-shabu' dengan rekannya. Kaget? Mungkin ya, bagi sebagian orang.
Namun tidak sedikit juga kalangan yang sinis mengungkapkan pandangan minir mereka terhadap penangkapan kesekian kalinya terhadap para artis pecandu barang haram itu. "Artis pakai narkoba, mah biasa ... Kalau ada ustad pakai narkoba, baru luar biasa ..." kata sebagian besar masyarakat yang dimintai opininya tentang terjaringnya beberapa artis karena kasus yang sama.Popularitas, free sex, dan narkoba. Tiga hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan glamour para artis.

Demi popularitas dan mendongkrak karirnya di dunia keartisan, tidak segan beberapa artis rela buka baju, menampilkan 'sisi tabu' mereka yang seharusnya ditutup rapat dengan alasan profesionalisme.Dalam sebuah reportasenya dengan infortainment, artis muda Tyas Mirasih mengaku tidak terbebani dengan pandangan negatif masyarakat yang mengritisi pose-pose syurnya di sebuah majalah pria terbitan ibukota. "Ada majalah pria yang menawari aku dan aku merasa cocok, sebagai profesional ya aku terima," jawabnya enteng.
Tyas hanya merupakan satu contoh. Masih banyak artis Indonesia lain yang bahkan lebih berani, tampil topless alias telanjang demi popularitas. (Baca juga Diusir Gara-gara Berpose Syur). Setelah popularitas itu didapatkan, rupiah mengalir ke kantong mereka, mulailah dunia malam menjadi sasaran berikutnya. Clubbing, pesta-pesta, menjalin pergaulan luas dengan orang-orang yang memiliki 'isi kepala' dan tujuan berbeda-beda. Di sesi inilah, biasanya  pengaruh minuman keras dan narkoba mulai menggerogoti alur gaya hidup mereka.
Ibunda Sheila Marcia, Maria misalnya. Dengan terus terang dia mengakui dialah yang mengenalkan sang anak pada dunia malam dengan tujuan agar tidak terjerumus ke sana. Agar sang anak bisa memilah-milah mana gaya hidup yang benar dan tidak. Tapi  karena kekurang siapan mental sang anak, justru pengenalan itu menjadi tiket patas Sheila untuk masuk lebih dalam lagi, mengenali, bahkan 'mencicipi' nikmatnya menerobos rambu-rambu larangan. Kehidupan Sheila yang terpisah dari orang tua, membuat artis belia ini semakin leluasa untuk menembus batas-batas larangan itu.

Sesi akhir dari perjalanan artis yang telah melintasi rambu popularitas dan narkoba, biasanya adalah freesex alias sex bebas. Sederet nama artis tercatat menikah karena kasus MBA alias Married By Accident. (Baca juga Artis-artis Penganut Free Sex). Dalam sebuah tayangan infortainment, salah seorang foto model top Indonesia Fahrani mengungkapkan bahwa pernikahan (yang sah dan berkekuatan hukum) baginya hanyalah sebuah formalitas.

Dengan blak-blakan dia menyatakan diri sebagai salah satu penganut sex bebas. Menurutnya, menikah atau tidak, yang penting adalah esensi hubungan itu sendiri.

Dibantah atau tidak, yang jelas fenomena kehidupan artis yang kental dengan ketiga hal tersebut di atas adalah riil. Dan gejala ini tidak hanya melanda kalangan artis muda saja, artis setengah tua, bahkan yang sudah uzurpun ada. Bila tak kuat mental, ketakutan pada popularitas yang menurun, akan membuat mereka stress, terjerat narkoba, dan tak segan melirik 'rumput tetangga' yang lebih hijau. Baca Juga, Menikah setelah Gossip selingkuh dan  Artis Kaya Karena Pernikahan.

by:gulangsari

Oknum Aparat Terlibat, Bisnis Narkoba Merajalela

Labels:

indosiar.com, Jakarta

Narkoba tidak hanya menyeret kalangan selebiritis, namun juga aparat berwenang, baik kepolisian, TNI maupun petugas LP. Selain sebagai pemakai, oknum yang terlibat ini, ternyata banyak berperan sebagai pengedar atau yang membekingi para bandar atau pengedar. Dalam lima tahun terakhir, di Jakarta saja, ada ratusan aparat kepolisian yang terseret dalam kasus narkoba. Ini menjadi pertanyaan besar, seberapa seriuskan, kita mau memberantas narkoba di negeri ini ?.

Keterlibatan aparat dalam peredaran narkoba di tanah air terus saja terjadi. Di Jakarta, seorang oknum anggota TNI dari kesatuan kesehatan kostrad berinisal O, Kamis 17 Maret lalu, diringkus tim Badan Narkotika Nasional, dalam sebuah razia yang digelar di Apartemen Kelapa Gading Nias, Jakarta Utara. Dari tangan oknum yang ditangkap bersama janda muda berinisial Y, petugas menemukan 20 ribu pil ekstasi dan lima ribu pil happy five. 
Beberapa hari sebelumnya, pada Selasa 8 Maret, Badan Narkotika Nasional, juga meringkus kepala    Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Marwan Adli dan dua anak buahnya, bernama Iwan Syaefudin yang menjabat sebagai  kepala pengamanan LP dan Budhiyono, yang menjabat sebagai kepala seksi bina pendidikan. Ketiganya kini telah  menyandang status tersangka dan menjalani  penahanan  di Jakarta.

Ketiganya diduga terlibat dalam peredaran narkoba yang dijalankan seorang bandar penghuni lapas Nusakambangan, bernama Hartoni, karena ditemukan aliran dana dari sang  bandar, di rekening mereka. 
Dan yang terbaru adalah penangkapan AKBP ES, oknum anggota kepolisian, yang  berdinas di Mabes Polri.  ES ditangkap bersama dengan Putri Ariyanti, putra Ari Sigit, cucu presiden RI kedua, almarhum Muhammad Suharto. Keduanya ditangkap karena mengkonsumsi sabu-sabu di sebuah hotel di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Jumat dini hari lalu.

Menurut Kabag Penum Mabes Polri, Komisaris Besar Boy Rafli Amar, AKBP ES saat ini masih menjalani  pemeriksaan oleh penyidik Polda Metro Jaya. Boy memastikan, ES diperlakukan sama dengan tersangka lain, bahkan lebih berat, karena juga harus menjalani sidang etika profesi.

Hingga saat ini, penyidik Polda Metro Jaya masih terus mendalami peran AKBP ES dalam  jaringan peredaran narkoba ini. Namun menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Baharudin Jaffar,  tersangka ES  dinyatakan hanya sebatas pengguna, dan kini  harus menjalani penahanan bersama kelima rekannya.

Dari data Polda Metro Jaya, sejak tahun 2005  hingga 2010, di wilayah DKI Jakarta saja terdapat 105 oknum aparat keamanan  yang terlibat  peredaran narkoba. 75 orang adalah anggota Polri dan  35 anggota TNI. Sedangkan tersangka yang diringkus dalam 5 tahun terakhir sebanyak 46 ribu orang, dimana 53 persennya adalah para remaja dan mereka yang berusia produktif.

Sementara data Badan Narkotika Propinsi Sumatera Utara, mencatat sebanyak 334 oknum aparatur pemerintah daerah terlibat dalam peredaran dan penyalahgunaan narkoba, dari awal 2004 hingga akhir  2010. Mereka terdiri dari anggota Polri, TNI dan PNS. Sedangkan akibat penggunaan narkoba, tercatat  41 orang meninggal dunia setiap harinya. 

Seberapa seriuskah keterlibatan aparat  dalam bisnis haram ini. Menurut Kriminolog dari Universitas Indonesia, Adrianus Meliala, ada dua kelompok besar oknum aparat yang terlibat narkoba. Pertama, mereka yang terlibat langsung  dalam  pengawasan peredaran narkoba, dan kelompok kedua mereka yang memiliki kecenderungan hidup bermewah-mewah. 

Pandangan senada juga diungkapkan Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika, Hendry Yosodiningrat. Menurut Hendry, undang-undang narkoba sudah sangat jelas, namun karena banyak oknum aparat yang memiliki moralitas tidak baik, mereka nekad melanggar aturan.
Sementara menurut Kordinator Indonesia Police Watch, Neta S Pane, keterlibatan oknum aparat kepolisian dalam bisnis narkoba, karena lemahnya pengawasan terhadap mereka, serta ringannya hukuman bagi pengguna narkoba.

Apa yang diungkapan oleh para pakar dan pemerhati narkotika ini tentu saja tidak boleh diabaikan, mengingat banyak faktor yang memicu keterlibatan aparat dalam bisnis haram ini. Yang pasti,  keterlibatan aparat dengan alasan apapun tidak bisa dibenarkan.  (Tim Liputan/Sup)

Pengertian , Jenis Narkoba dan Akibatnya

Labels:

PSIKOTROPIKA
Adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintetris, bukan narkotika, yang bersifat atau berkhasiat psiko aktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabjan perubahankahas pada aktivitas mental dan perilaku.
Zat/obat yang dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, disertai dengan timbulnya halusinasi (mengkhayal), ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan serta mempunyai efek stimulasi (merangsang) bagi para pemakainya.

Pemakaian Psikotropika yang berlangsung lama tanpa pengawasan dan pembatasan pejabat kesehatan dapat menimbulkan dampak yang lebih buruk, tidak saja menyebabkan ketergantungan bahkan juga menimbulkan berbagai macam penyakit serta kelainan fisik maupun psikis si pemakai, tidak jarang bahkan menimbulkan kematian.
Sebagaimana Narkotika, Psikotropika terbagi dalam empat golongan yaitu  
Psikotropika gol. I.
Psikotropika gol. II.
Psikotropika gol. III dan 
Psikotropika gol. IV.
Psikotropika yang sekarang sedang populer dan banyak disalahgunakan adalah psikotropika Gol I, diantaranya yang dikenal dengan Ecstasi dan psikotropik Gol II yang dikenal dengan nama Shabu-shabu.
  1. SHABU-SHABU
    Shabu-shabu berbentuk kristal, biasanya berwarna putih, dan dikonsumsi dengan cara membakarnya di atas aluminium foil sehingga mengalir dari ujung satu ke arah ujung yang lain. Kemudian asap yang ditimbulkannya dihirup dengan sebuah Bong (sejenis pipa yang didalamnya berisi air). Air Bong tersebut berfungsi sebagai filter karena asap tersaring pada waktu melewati air tersebut. Ada sebagian pemakai yang memilih membakar Sabu dengan pipa kaca karena takut efek jangka panjang yang mungkin ditimbulkan aluminium foil yang terhirup. Sabu sering dikeluhkan sebagai penyebab paranoid (rasa takut yang berlebihan), menjadi sangat sensitif (mudah tersinggung), terlebih bagi mereka yang sering tidak berpikir positif, dan halusinasi visual. Masing-masing pemakai mengalami efek tersebut dalam kadar yang berbeda. Jika sedang banyak mempunyai persoalan / masalah dalam kehidupan, sebaiknya narkotika jenis ini tidak dikonsumsi. Hal ini mungkin dapat dirumuskan sebagai berikut: MASALAH + SABU = SANGAT BERBAHAYA. Selain itu, pengguna Sabu sering mempunyai kecenderungan untuk memakai dalam jumlah banyak dalam satu sesi dan sukar berhenti kecuali jika Sabu yang dimilikinya habis. Hal itu juga merupakan suatu tindakan bodoh dan sia-sia mengingat efek yang diinginkan tidak lagi bertambah (The Law Of Diminishing Return). Beberapa pemakai mengatakan Sabu tidak mempengaruhi nafsu makan. Namun sebagian besar mengatakan nafsu makan berkurang jika sedang mengkonsumsi Sabu. Bahkan banyak yang mengatakan berat badannya berkurang drastis selama memakai Sabu.
Apabila dilihat dari pengaruh penggunaannya terhadap susunan saraf pusat manusia, Psikotropika dapat dikelompokkan menjadi :
  1. Depresant
    yaitu yang bekerja mengendorkan atau mengurangi aktifitas susunan saraf pusat (Psikotropika Gol 4), contohnya antara lain : Sedatin/Pil BK, Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrak (MX).
  2. Stimulant
    yaitu yang bekerja mengaktif kerja susan saraf pusat, contohnya amphetamine, MDMA, N-etil MDA & MMDA. Ketiganya ini terdapat dalam kandungan Ecstasi.
  3. Hallusinogen
    yaitu yang bekerja menimbulkan rasa perasaan halusinasi atau khayalan contohnya licercik acid dhietilamide (LSD), psylocibine, micraline. Disamping itu Psikotropika dipergunakan karena sulitnya mencari Narkotika dan mahal harganya. Penggunaan Psikotropika biasanya dicampur dengan alkohol atau minuman lain seperti air mineral, sehingga menimbulkan efek yang sama dengan Narkotika.
NARKOTIKA
I. PENGERTIAN
Adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menimbulkan pengaruh-pengaruh tertentu bagi mereka yang menggunakan dengan memasukkannya ke dalam tubuh manusia.
Pengaruh tersebut berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat , halusinasi atau timbulnya khayalan-khayalan yang menyebabkan efek ketergantungan bagi pemakainya.
Istilah "narkotika" ada hubungannya dengan kata "narkan" (bahasa Yunani) yang berarti menjadi kaku. Dalam dunia kedokteran dikenal juga istilah narkose atau narkosis yang berarti dibiuskan. Obat narkose yaitu obat yang dipakai untuk pembiusan dalam pembedahan.
Di dalam Undang-Undang RI. Nomor 22 Tahun 1997 tanggal 1 September 1997 tentang Narkotika, menyatakan bahwa "Narkotika hanya dapat digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan Ilmu Pengetahuan termasuk kepentingan Lembaga Penelitian/PEndidikan saja, sedangkan pengadaaan impor/ekspor, peredaran dan pemakaiannya diatur oleh Pemerintah, dalam hal ini Departemen Kesehatan.
Akan tetapi kenyataannya zat-zat tersebut banyak yang datang dan masuk ke Indonesia secara Ilegal sehingga menimbulkan permasalahan. Pedredaran zat terlarang secara gelap itu dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang ingin memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya."
Narkotika di bagi didalam 3 golongan :
  1. Narko Golongan 1, (Alam) terdiri dari :
    1. Tanaman Papaver Somniferum L.Kokain\kokaina Heroin
    2. Morphine (Putaw)
    3. Ganja
  2. Narko Golongan 2 (Semi sintetis) : Alfasetilmetadol, Benzetidin, Betametadol.
  3. Narko Golongan 3 (Sisntetis) : Asetildihidrokodenia.
II. JENIS-JENIS NARKOTIKA DAN EFEK YANG DITIMBULKAN
  1. OPIOID (OPIAD)
    Opioid
    atau opiat berasal dari kata opium, jus dari bunga opium, Papaver somniverum, yang mengandung kira-kira 20 alkaloid opium, termasuk morfin. Nama Opioid juga digunakan untuk opiat, yaitu suatu preparat atau derivat dari opium dan narkotik sintetik yang kerjanya menyerupai opiat tetapi tidak didapatkan dari opium.
    opiat
    alami lain atau opiat yang disintesis dari opiat alami adalah heroin (diacethylmorphine), kodein (3-methoxymorphine), dan hydromorphone (Dilaudid).
    Bahan-bahan opioida yang sering disalahgunakan adalah :

    1. Candu
      Getah tanaman Papaver Somniferum didapat dengan menyadap (menggores) buah yang hendak masak. Getah yang keluar berwarna putih dan dinamai "Lates". Getah ini dibiarkan mengering pada permukaan buah sehingga berwarna coklat kehitaman dan sesudah diolah akan menjadi suatu adonan yang menyerupai aspal lunak. Inilah yang dinamakan candu mentah atau candu kasar. Candu kasar mengandung bermacam-macam zat-zat aktif yang sering disalahgunakan. Candu masak warnanya coklat tua atau coklat kehitaman. Diperjual belikan dalam kemasan kotak kaleng dengan berbagai macam cap, antara lain ular, tengkorak,burung elang, bola dunia, cap 999, cap anjing, dsb. Pemakaiannya dengan cara dihisap.
    2. Morfin
      Morfin adalah hasil olahan dari opium/candu mentah. Morfin merupaakan alkaloida utama dari opium ( C17H19NO3 ) . Morfin rasanya pahit, berbentuk tepung halus berwarna putih atau dalam bentuk cairan berwarna. Pemakaiannya dengan cara dihisap dan disuntikkan.

    3. Heroin ( putaw )
      Heroin mempunyai kekuatan yang dua kali lebih kuat dari morfin dan merupakan jenis opiat yang paling sering disalahgunakan orang di Indonesia pada akhir - akhir ini . Heroin, yang secara farmakologis mirip dengan morfin menyebabkan orang menjadi mengantuk dan perubahan mood yang tidak menentu. Walaupun pembuatan, penjualan dan pemilikan heroin adalah ilegal, tetapi diusahakan heroin tetap tersedia bagi pasien dengan penyakit kanker terminal karena efek analgesik dan euforik-nya yang baik.
    4. Codein
      Codein termasuk garam / turunan dari opium / candu. Efek codein lebih lemah daripada heroin, dan potensinya untuk menimbulkan ketergantungaan rendah. Biasanya dijual dalam bentuk pil atau cairan jernih. Cara pemakaiannya ditelan dan disuntikkan.
    5. Demerol
      Nama lain dari Demerol adalah pethidina. Pemakaiannya dapat ditelan atau dengan suntikan. Demerol dijual dalam bentuk pil dan cairan tidak berwarna.
    6. Methadon
      Saat ini Methadone banyak digunakan orang dalam pengobatan ketergantungan opioid. Antagonis opioid telah dibuat untuk mengobati overdosis opioid dan ketergantungan opioid. Sejumlah besar narkotik sintetik (opioid) telah dibuat, termasuk meperidine (Demerol), methadone (Dolphine), pentazocine (Talwin), dan propocyphene (Darvon). Saat ini Methadone banyak digunakan orang dalam pengobatan ketergantungan opioid. Antagonis opioid telah dibuat untuk mengobati overdosis opioid dan ketergantungan opioid. Kelas obat tersebut adalah nalaxone (Narcan), naltrxone (Trexan), nalorphine, levalorphane, dan apomorphine. Sejumlah senyawa dengan aktivitas campuran agonis dan antagonis telah disintesis, dan senyawa tersebut adalah pentazocine, butorphanol (Stadol), dan buprenorphine (Buprenex). Beberapa penelitian telah menemukan bahwa buprenorphineputauw, etep, PT, putih.
      adalah suatu pengobatan yang efektif untuk ketergantungan opioid. Nama popoler jenis opioid :
    Efek yang ditimbulkan :
    Mengalami pelambatan dan kekacauan pada saat berbicara, kerusakan penglihatan pada malam hari, mengalami kerusakan pada liver dan ginjal, peningkatan resiko terkena virus HIV dan hepatitis dan penyakit infeksi lainnya melalui jarum suntik dan penurunan hasrat dalam hubungan sex, kebingungan dalam identitas seksual, kematian karena overdosis.
    Gejala Intoksikasi ( keracunan ) Opioid :

    Konstraksi pupil ( atau dilatasi pupil karena anoksia akibat overdosis berat ) dan satu ( atau lebih ) tanda berikut, yang berkembang selama , atau segera setelah pemakaian opioid, yaitu mengantuk atau koma bicara cadel ,gangguan atensi atau daya ingat.
    Perilaku maladaptif atau perubahan psikologis yang bermakna secara klinis misalnya: euforia awal diikuti oleh apatis, disforia, agitasi atau retardasi psikomotor, gangguan pertimbangaan, atau gangguan fungsi sosial atau pekerjaan ) yang berkembang selama, atau segera setelah pemakaian opioid.
    Gejala Putus Obat :

    Gejala putus obat dimulai dalam enam sampai delapan jam setelah dosis terakhir. Biasanya setelah suatu periode satu sampai dua minggu pemakaian kontinu atau pemberian antagonis narkotik.
    Sindroma putus obat mencapai puncak intensitasnya selama hari kedua atau ketiga dan menghilang selama 7 sampai 10 hari setelahnya. Tetapi beberapa gejala mungkin menetap selama enam bulan atau lebih lama.
    Gejala putus obat dari ketergantungan opioid adalah :

    kram otot parah dan nyeri tulang, diare berat, kram perut, rinorea lakrimasipiloereksi, menguap, demam, dilatasi pupil, hipertensi takikardia disregulasi temperatur, termasuk pipotermia dan hipertermia.
    Seseorang dengan ketergantungan opioid jarang meninggal akibat putus opioid, kecuali orang tersebut memiliki penyakit fisik dasar yang parah, seperti penyakit jantung.
    Gejala residual seperti insomnia, bradikardia, disregulasi temperatur, dan kecanduan opiat mungkin menetap selama sebulan setelah putus zat. Pada tiap waktu selama sindroma abstinensi, suatu suntikan tunggal morfin atau heroin menghilangkan semua gejala. Gejala penyerta putus opioid adalah kegelisahan, iritabilitas, depresi, tremor, kelemahan, mual, dan muntah.
  2. KOKAIN
    Kokain adalah zat yang adiktif yang sering disalahgunakan dan merupakan zat yang sangat berbahaya. Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman belukar Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman belukar ini biasanya dikunyah-kunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan efek stimulan.
    Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksifnya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotik, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif dan efek merugikannya telah dikenali.
    Nama lain untuk Kokain : Snow, coke, girl, lady dan crack ( kokain dalam bentuk yang paling murni dan bebas basa untuk mendapatkan efek yang lebih kuat ).
    Efek yang ditimbulkan :

    Kokain digunakan karena secara karakteristik menyebabkan elasi, euforia, peningkatan harga diri dan perasan perbaikan pada tugas mental dan fisik. Kokain dalam dosis rendah dapat disertai dengan perbaikan kinerja pada beberapa tugas kognitif.
    Gejala Intoksikasi Kokain :

    Pada penggunaan Kokain dosis tinggi gejala intoksikasi dapat terjadi, seperti agitasi iritabilitas gangguan dalam pertimbangan perilaku seksual yang impulsif dan kemungkinan berbahaya agresi peningkatan aktivitas psikomotor Takikardia Hipertensi Midriasis .
    Gejala Putus Zat :

    Setelah menghentikan pemakaian Kokain atau setelah intoksikasi akut terjadi depresi pascaintoksikasi ( crash ) yang ditandai dengan disforia, anhedonia, kecemasan, iritabilitas, kelelahan, hipersomnolensi, kadang-kadang agitasi.
    Pada pemakaian kokain ringan sampai sedang, gejala putus Kokain menghilang dalam 18 jam. Pada pemakaian berat, gejala putus Kokain bisa berlangsung sampai satu minggu, dan mencapai puncaknya pada dua sampai empat hari.
    Gejala putus Kokain juga dapat disertai dengan kecenderungan untuk bunuh diri. Orang yang mengalami putus Kokain seringkali berusaha mengobati sendiri gejalanya dengan alkohol, sedatif, hipnotik, atau obat antiensietas seperti diazepam ( Valium ).
  3. KANABIS (GANJA)
    Kanabis adalah nama singkat untuk tanaman Cannabis sativa. Semua bagian dari tanaman mengandung kanabioid psikoaktif. Tanaman kanabis biasanya dipotong, dikeringkan, dipotong kecil - kecil dan digulung menjadi rokok disebut joints.
    Bentuk yang paling poten berasal dari tanaman yang berbunga atau dari eksudat resin yang dikeringkan dan berwarna coklat-hitam yang berasal dari daun yang disebut hashish atau hash.
    Nama populer untuk Kanabis :

    Nama yang umum untuk Kanabis adalah, marijuana, grass, pot, weed, tea, Mary Jane. Nama lain untuk menggambarkan tipe Kanabis dalam berbagai kekuatan adalah hemp, chasra, bhang, dagga, dinsemilla, ganja, cimenk.
    Efek yang ditimbulkan :

    Efek euforia dari kanabis telah dikenali. Efek medis yang potensial adalah sebagai analgesik, antikonvulsan dan hipnotik. Belakangan ini juga telah berhasil digunakan untuk mengobati mual sekunder yang disebabkan terapi kanker dan untuk menstimulasi nafsu makan pada pasien dengan sindroma imunodefisiensi sindrom (AIDS). Kanabis juga digunakan untuk pengobatan glaukoma. Kanabis mempunyai efek aditif dengan efek alkohol, yang seringkali digunakan dalam kombinasi dengan Kanabis.
BAHAN BERBAHAYA
Adalah zat, bahan kimia dan biologi, baik dalam bentuk tunggal maupun campuran yabf dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan hidup secara langsung atau tidak langsung yang mempunyai sifat, karsinogenik, teratogenik, mutagenik, korosif dan iritasi.
Bahan berbahaya ini adalah zat adiktif yang bukan Narkotika dan Psikotropika atau Zat-zat baru hasil olahan manusia yang menyebabkan kecanduan.
Adapun yang termasuk Zat Adiktif ini antara lain :
  1. MINUMAN KERAS
    Adalah semua minuman yang mengandung Alkohol tetapi bukan obat.
    Minuman keras terbagi dalan 3 golongan yaitu:
    - Gol. A berkadar Alkohol 01%-05%
    - Gol. B berkadar Alkohol 05%-20%
    - Gol. C berkadar Alkohol 20%-50%
    Beberapa jenis minuman beralkohol dan kadar yang terkandung di dalamnya :
    - Bir,Green Sand 1% - 5%
    - Martini, Wine (Anggur) 5% - 20%
    - Whisky, Brandy 20% -55% .

    Efek yang ditimbulkan :
    Efek yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi alkohol dapat dirasakan segera dalam waktu beberapa menit saja, tetapi efeknya berbeda-beda, tergantung dari jumlah / kadar alkohol yang dikonsumsi. Dalam jumlah yang kecil, alkohol menimbulkan perasaan relax, dan pengguna akan lebih mudah mengekspresikan emosi, seperti rasa senang, rasa sedih dan kemarahan.
    Bila dikonsumsi lebih banyak lagi, akan muncul efek sebagai berikut : merasa lebih bebas lagi mengekspresikan diri, tanpa ada perasaan terhambat menjadi lebih emosional ( sedih, senang, marah secara berlebihan ) muncul akibat ke fungsi fisik - motorik, yaitu bicara cadel, pandangan menjadi kabur, sempoyongan, inkoordinasi motorik dan bisa sampai tidak sadarkan diri. kemampuan mental mengalami hambatan, yaitu gangguan untuk memusatkan perhatian dan daya ingat terganggu.
    Pengguna biasanya merasa dapat mengendalikan diri dan mengontrol tingkahlakunya. Pada kenyataannya mereka tidak mampu mengendalikan diri seperti yang mereka sangka mereka bisa. Oleh sebab itu banyak ditemukan kecelakaan mobil yang disebabkan karena mengendarai mobil dalam keadaan mabuk.
    Pemabuk atau pengguna alkohol yang berat dapat terancam masalah kesehatan yang serius seperti radang usus, penyakit liver, dan kerusakan otak. Kadang-kadang alkohol digunakan dengan kombinasi obat - obatan berbahaya lainnya, sehingga efeknya jadi berlipat ganda. Bila ini terjadi, efek keracunan dari penggunaan kombinasi akan lebih buruk lagi dan kemungkinan mengalami over dosis akan lebih besar.
  2. NIKOTIN
    Adalah obat yang bersifat adiktif, sama seperti Kokain dan Heroin. Bentuk nikotin yang paling umum adalah tembakau, yang dihisap dalam bentuk rokok, cerutu, dan pipa. Tembakau juga dapat digunakan sebagai tembakau sedotan dan dikunyah (tembakau tanpa asap).
    Walaupun kampanye tentang bahaya merokok sudah menyebutkan betapa berbahayanya merokok bagi kesehatan tetapi pada kenyataannya sampai saat ini masih banyak orang yang terus merokok. Hal ini membuktikan bahwa sifat adiktif dari nikotin adalah sangat kuat.
    Efek yang ditimbulkan :

    Secara perilaku, efek stimulasi dari nikotin menyebabkan peningkatan perhatian, belajar, waktu reaksi, dan kemampuan untuk memecahkan maslah. Menghisap rokok meningkatkan mood, menurunkan ketegangan dan menghilangkan perasaan depresif. Pemaparan nikotin dalam jangka pendek meningkatkan aliran darah serebral tanpa mengubah metabolisme oksigen serebtral.
    Tetapi pemaparan jangka panjang disertai dengan penurunan aliran darah serebral. Berbeda dengan efek stimulasinya pada sistem saraf pusat, bertindak sebagai relaksan otot skeletal. Komponen psikoaktif dari tembakau adalah nikotin. Nikotin adalah zat kimia yang sangat toksik. Dosis 60 mg pada orang dewasa dapat mematikan, karena paralisis ( kegagalan ) pernafasan
  3. VOLATILE SOLVENT atau INHALENSIA
    Volatile Solvent

    Adalah zat adiktif dalam bentuk cair. Zat ini mudah menguap. Penyalahgunaannya adalah dengan cara dihirup melalui hidung. Cara penggunaan seperti ini disebut inhalasi. Zat adiktif ini antara lain :
    - Lem UHU
    - Cairan PEncampur Tip Ex (Thinner)
    - Aceton untuk pembersih warna kuku, Cat tembok
    - Aica Aibon, Castol
    - Premix
    Inhalansia

    Zat inhalan tersedia secara legal, tidak mahal dan mudah didapatkan. Oleh sebab itu banyak dijtemukan digunakan oleh kalangan sosial ekonomi rendah. Contoh spesifik dari inhalan adalah bensin, vernis, cairan pemantik api, lem, semen karet, cairan pembersih, cat semprot, semir sepatu, cairan koreksi mesin tik ( tip-Ex ), perekat kayu, bahan pembakarm aerosol, pengencer cat. Inhalan biasanya dilepaskan ke dalam paru-paru dengan menggunakan suatu tabung.
    Gambaran Klinis :

    Dalam dosis awal yang kecil inhalan dapat menginhibisi dan menyebabkan perasaan euforia, kegembiraan, dan sensasi mengambang yang menyenangkan. Gejala psikologis lain pada dosis tinggi dapat merupa rasa ketakutan, ilusi sensorik, halusinasi auditoris dan visual, dan distorsi ukuran tubuh. Gejala neurologis dapat termasuk bicara yang tidak jelas (menggumam, penurunan kecepatan bicara, dan ataksia ) . Penggunaan dalam waktu lama dapat menyebabkan iritabilitas, labilitas emosi dan gangguan ingatan. Sindroma putus inhalan tidak sering terjadi, Kalaupun ada muncul dalam bentuk susah tidur, iritabilitas, kegugupan, berkeringat, mual, muntah, takikardia, dan kadang-kadang disertai waham dan halusinasi.
    Efek yang merugikan :

    Efek merugikan yang paling serius adalah kematian yang disebabkan karena depresi pernafasan, aritmia jantung, asfiksiasi, aspirasi muntah atau kecelakaan atau cedera. Penggunaan inhalan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal yang ireversibel dan kerusakan otot yang permanen�.
  4. ZAT DESAINER
    Zat Desainer adalah zat-zat yang dibuat oleh ahli obat jalanan. MEreka membuat obat-obat itu secara rahasia karena dilarang oleh pemerintah. Obat-obat itu dibuat tanpa memperhatikan kesehatan. Mereka hanya memikirkan uang dan secara sengaja membiarkan para pembelinya kecanduan dan menderita. Zat-zat ini banyak yang sudah beredar dengan nama speed ball, Peace pills, crystal, angel dust rocket fuel dan lain-lain.

Sejak 2011, ada 272 polisi gunakan narkoba

Labels:

Posted: 16 Mar 2012 04:13 PM PDT

Petugas mengamankan barang bukti narkoba internasional

Dari tahun 2011 hingga saat ini, tercatat ada 272 personel kepolisian yang menggunakan narkoba. Dengan catatan itu telah menambah daftar buruk polisi di mata masyarakat setelah rentetan kasus kekerasan yang dilakukan oknum Polri.

“Tahun 2011, berdasarkan golongan kepangkatan, Pamen 14 orang, Pama 18 orang, Bintara 190 orang, dan PNS 3 orang. Untuk Tamtama tidak ada,” kata Kadiv Humas Irjen Saud Nasution di Mabes Polri, Kamis (153).

Sedangkan berdasarkan jenis narkoba, lanjutnya, yang menggunakan sabu-sabu 91 kasus dan ekstasi ada 9 kasus. Di tahun 2012 sampai 15 Maret, anggota yang memakai narkoba berjumlah 45 orang, Pamen 1 orang, Pama 5 orang dan Bintara 39 orang.

“Anggota telah diproses hukum baik menyangkut sidang disiplin maupun proses pidananya” jelas Saud.

Terakhir, adalah kasus mantan Kapolsek Cibarusah, AKP Heru Budi Sutrisno. Ia ditangkap oleh polisi karena menggunakan sabu di rumah dinasnya.

sumber :  www.koranbaru.com

NARKOBA YOGYAKARTA

Labels:

PROGRAM BANTUAN PENGOBATAN NARKOBA
MULAI 1 - 30 Januari 2013


Kepada 
Yth. Orang Tua / Wali

Assalamu'alaikum wr.wb,-

Program ini bertujuan untuk membantu pengobatan pasien narkoba yang sudah lama belum juga kunjung sembuh, mengingat pada umumnya pengobatan memerlukan waktu bertahun tahun dan sulit di sembuhkan , dengan metode kami pengobatan dan rehabilitasi hanya membutuhkan waktu ± 2 bulan Insya Alloh bisa sembuh tuntas.

Program  ini berupa bantuan obat dan ramuan herbal paket 1 dan pengobatan Ilahiyah Hikmah Kamilah Yaitu Pengobatan sistem Jarak Jauh dimanapun pasien berada,
terbatas hanya 5 pasien NARKOBA.  

Cara mendaftar : 

Ketik " NAMA - BANTU KAMI " kirim ke 085869412009

Selanjutnya pasien hadir ke tempat praktek kami dengan di dampingi orang tua untuk menerima bantuan pengobatan dengan membawa syarat 2 sbb :
1.Surat permohonan di tulis tangan
2.Foto copy Kartu Keluarga
3.Foto copy KTP pasien

3.Foto pasien narkoba  terbar



KONSULTASI

HP : 0 8586 941 2009

JAM 16.00 - 20.00


PENGURUS HARIAN
KLINIK MEDISTRA PURBALINGGA



Mari bantu , infokan ke teman temen pengguna narkoba yang ingin sembuh dari ketergantungan Narkoba

Terimakasih


SEMUA INDENTITAS PASIEN KASUS NARKOBA KAMI RAHASIAKAN

Dukungan Keluarga Bantu Pulihkan Pecandu Narkotika

Labels:

Para korban penyalahguna narkotika merupakan pihak yang sangat membutuhkan pertolongan, tidak hanya pertolongan dari bidang medis, melainkan juga dukungan moral dari semua pihak, baik dari keluarga, teman, maupun lingkungan tempat tinggal mereka.

Para pecandu yang merupakan korban penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika terlanjur mendapatkan stigma negatif dari masyarakat, terlebih lagi apabila pecandu tersebut didapati menderita penyakit bawaan seperti HIV maupun Hepatitis akibat penyalahgunaan narkotika.

Rehabilitasi memang dianggap efektif sebagai salah satu cara untuk mengobati para pecandu narkotika agar lepas dari ketergantungannya, namun bukan berarti keluarga maupun teman-teman dekat korban melepaskannya begitu saja ke tempat terapi & rehabilitasi. Mereka tetap harus terus mengamati perkembangannya serta memberikan dukungan kepada si korban.

Demikian pula halnya ketika pecandu sudah melalui tehap rehabilitasi. Pada tahap pasca rehabilitasi, dukungan keluarga dan teman-temannya sangat penting sekali agar korban merasa diterima dan tidak tergoda untuk menyalahgunakan narkotika kembali (relaps).

Artikel ini disadur dari http://bataviase.co.id/node/180587.

Kisah Pecandu Narkoba Barat Masuk ISLAM

Labels:

oleh GERAKAN PENYERU HIDAYAH (Dakwah & Informasi Islami) pada 8 Juli 2010 pukul 8:46

Seorang pemuda Kanada lahir dari sepasang suami isteri Kanada yang peduli dengan agama. Ketika menginjak usia sebelas tahun ia serius membandingkan berbagai agama yang ada karena ia merasa tidak puas dengan agama asalnya, yaitu Kristen.

Semua agama ia pertanyakan, kecuali Islam. Ia samasekali tidak tertarik mempelajari Islam karena opininya begitu dalam terformat bahwa Islam merupakan agama kegelapan. Menurutnya Islam merupakan agama para teroris sebagaimana yang selama ini dikesankan oleh media Barat pada umumnya.

Namun sayang, belum sampai ke penghujung perjalanan ruhaninya, keburu sebuah tragedi menimpa keluarganya. Ayah dan ibunya bercerai. Ayahnya pergi meninggalkan anak-isterinya. Sedangkan ibunya terperosok ke dalam lembah hitam narkoba. Dalam keadaan seperti itu si anak muda inipun terbawa menjadi seorang pemadat. Awalnya ia hanya menjadi seorang pengguna. Namun dengan berjalannya waktu ia naik pangkat dan akhirnya menjadi pengedar di samping pengguna. Dan tidak lama kemudian ia bahkan menjadi salah seorang pimpinan jaringan narkoba papan atas di Kanada.

Saat ia mencapai karir tertingginya di dunia gelap jaringan narkoba, iapun tertangkap dan akhinya berurusan dengan polisi. Ia sempat masuk penjara selama empat tahun.

Setelah menjalani masa tahanannya, begitu keluar iapun segera mengunjungi salah satu pangkalan favorit tempat para pemadat biasa berkumpul. Maka mulailah iapun menikmati suasana ”fly” dengan narkobanya. Saat ia sedang sakau itulah ia duduk di samping seorang pemuda keturunan Maroko yang dilihatnya agak berbeda saat melinting rokoknya. Iapun bertanya: ”Anda berasal dari mana? Kok anda melinting rokok berbeda dengan kebanyakan orang di sini?” Pemuda itu menjawab: ”Inilah kebiasaan orang di negeri saya ketika melinting rokok.”

”Anda berasal dari mana?”
”Saya berasal dari Afrika Utara, dari Maroko. Itulah negeri nenek-moyang saya.”
”Kalau begitu anda seorang muslim ya?”
” Iya benar, saya seorang muslim dari Maroko.”

Maka sambil keduanya tenggelam dalam narkobanya masing-masing, mulailah keduanya terlibat dalam sebuah dialog panjang-lebar seputar agama Islam. Si pemuda Kanada menanyakan berbagai hal mengenai agama Islam, sementara si pemuda keturunan Maroko menjawab sebatas pengetahuannya. Ternyata dialog mereka berlangsung terus sampai keduanya kehabisan narkoba. Tanpa disadari keduanya telah ngobrol seputar Islam selama tidak kurang dua jam di tempat mangkalnya para pemadat.

Tapi si pemuda Kanada masih belum puas. Masih banyak pertanyaan yang mengganjal. Sedangkan si pemuda Maroko sudah kehabisan pengetahuan yang ia miliki seputar Islam. Tiba-tiba datang pemuda ketiga yang ternyata berasal dari keturunan Aljazair ikut terlibat dalam perbincangan seputar Islam itu. Maka perbincangan seputar Islam dilanjutkan dengan narasumbernya beralih kepada si pemuda Aljazair. Namun pada saat-saat tertentu kadang terjadi perselisihan pendapat antara si pemuda Aljazair dengan si pemuda Maroko. Ini wajar. Karena dalam sejarah Islam bahkan perpedaan pendapat antara para ulama saja sering dijumpai, apalagi antara sesama orang awam ilmu agama. Sesi kedua ”seminar” berakhir dua jam berikutnya.

Ternyata bermula dari perbincangan soal Islam di pangkalan para pemadat, si pemuda Kanada alhasil memperoleh hidayah iman dan Islam. Iapun mengikrarkan dua kalimat syahadat.

Setelah beberapa tahun semenjak ia masuk Islam; dalam suatu kesempatan Muslim Youth Gathering si pemuda Kanada tadi menceritakan riwayat hidupnya kepada sesama peserta. Termasuk ia menceritakan soal pengalaman awalnya mendapat hidayah di pangkalan pemadat. Sewaktu ia sedang menceritakan pengalamannya salah seorang peserta berkomentar: ”Jelek sekali pemuda muslim Maroko dan Aljazair itu berada di tempat para pemadat yang terkutuk!”

Maka dengan suara tinggi si pemuda Kanada tersebut berkata: ”Saya tidak tahu di mana keberadaan dan bagaimana nasib kedua pemuda yang ngobrol dengan saya di pangkalan pemadat itu. Tapi suatu hal yang perlu Anda ketahui bahwa jika saat ini saya beramal sholeh atau beribadah; entah itu sholat atau puasa atau yang lainnya, maka kedua pemuda Maroko dan Aljazair tadi mendapat bagian dari pahala kebaikan yang saya kerjakan. Sebab merekalah yang telah berjasa pertama kali memberi hidayah iman dan Islam kepada saya.”

Demikianlah, betapa besarnya ganjaran berda’wah mengajak manusia ke jalan hidayah iman dan Islam.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنْ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bahwa sesungguhnya Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Barangsiapa mengajak kepada petunjuk maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang mengikutinya. Dan barangsiapa mengajak kepada kesesatan maka baginya dosa seperti dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun dosa orang yang mengikutinya.” (HR Muslim 13/164)

Itulah di antara rahasia mengapa dalam ajaran Islam kita diperintahkan untuk mendoakan sholawat dan salam bagi Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam sebab beliau adalah orang paling pertama yang berjasa menyebarkan hidayah iman-Islam ke tengah ummat manusia. Allahumma sholli wa sallim wa baarik ’ala Muhammadin wa ’ala aalihi wa ashabihi wa man tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumid-diin...

Abah Anom Pelopor Rehabilitasi Narkoba Berbasis Spiritual

Labels:

BOGOR-KH Shohibulwafa Tajul Arifin alias Abah Anom, pendiri dan pengasuh Pesantren Suryalaya yang wafat Senin (5/9) dan dikebumikan Selasa (6/9) di Tasikmalaya, dinilai sebagai tokoh pelopor gerakan rehabilitasi narkoba berbasis spirirual.

Ketua Yayasan Serba Bakti Pesantren Suryalaya Perwakilan Kota Bogor, Edgar Suratman, Rabu (7/9), di Bogor mengatakan, Abah Anom merupakan tokoh panutan dan ulama besar yang berjasa bagi bangsa maupun agama.

"Almarhum merupakan ulama penuh teladan yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk masyarakat, agama dan bangsa," kata Edgar Suratman.

Jakarta, Kota Tertinggi Jumlah Pengguna Narkoba

Labels:


Tri Kurniawan - Okezone

Kamis, 26 Januari 2012 06:30 wib
JAKARTA - Di Indonesia tak ada satupun tempat yang bebas dari penyalahgunaan narkoba. Jakarta menempati peringkat pertama kota dengan pengguna narkoba terbanyak.

Hal itu dikatakan Kepala Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumirat. "Di indonesia khusunya Jakarta setiap tempat ada pengguna narkoba. Di Jakarta ada sekira 280 orang pengguna narkoba," kata dia saat berbincang dengan okezone, Kamis (26/1/2011).

Data tersebut berdasarkan hasil penelitian BNN bersama pusat kesehatan Universitas Indonesia (UI) pada 2008 lalu. Melihat data yang dimiliki BNN, angka pengguna narkoba selalu meningkat setiap tahunnya.

Pada 2004, di Indonesia diperkirakan ada sekira 3,2 juta jiwa penyalahgunaan narkoba. Kemudian pada 2008 angka tersebut meningkat drastis sekira 3,6 juta jiwa, 900 diantaranya masuk dalam kategori pecandu dan pada 2011 ada sebanyak 3,8 juta jiwa menjadi penyalahguna narkoba.

"Mudah-mudahan pada penelitian berikutnya dengan program yang sedang kita kampanyekan bisa menekan angka penyalahgunaan narkoba," cetusnya.

Angka meninggal akibat bahaya mengkonsumsi narkoba juga cukup mencengangkan. Bayangkan setiap tahun sebanyak 15 ribu orang tewas sia-sia karena narkoba. Dari latar belakang, kelompok pekerja formal atau informal sangat rentan dengan penggunaan narkoba.

Mahasiswa atau kelompok pelajar juga menjadi sasaran empuk penyebaran narkoba. "Kalau bicara tempat, semua tempat sangat rentan dengan narkoba. Angka tersebut masih sangat memprihatinkan," ujarnya.

Sumirat menjelaskan, pemakai narkoba diklasifikasikan dalam beberapa tingkat. Orang yang masuk dalam kategori penyalahguna adalah yang coba-coba mengkonsumsi narkoba. "Setahun, orang yang masuk dalam kelompok ini mengkonsumsi narkoba tidak lebih dari lima kali," ujarnya.

Kelompok kedua yakni teratur pakai, dalam setahun bisa menggunakan narkoba lima puluh kali atau setiap minggu. Yang paling parah adalah pecandu. "Orang yang sudah pecandu bisa setiap jam menggunakan narkoba," paparnya.

Untuk mengurangi pengguna narkoba, tambahnya, presiden telah mengeluarkan inpres nomor 12 tahun 2011 tentang pelaksanaan kebijakan dan strategi nasional di bidang pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

"Kita juga meningkatkan imunitas masyarakat dengan memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang bahaya narkoba," pungkasnya.

Kecelakaan maut Daihatsu Xenia yang terjadi di Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat pada Minggu lalu, seakan membuka mata kita betapa berbahayanya menggunakan narkoba.

Terlebih jika dalam keadaan berkendara seperti yang dialami Afriani Susanti, sopir mobil Daihatsu Xenia B 2479 XI. Sebelum menabrak belasan pejalan kaki tak jauh dari tugu tani, Afriani dan tida rekannya diketahui selesai pesta miras dan narkoba. (tri)
(crl)

Penemu Metode Rehabilitasi Narkoba

Labels:



Pada tanggal 4 Desember, Tahun Emas 5 (2008), Bpk. Tang Ngọc San menerima Penghargaan Penemu Cemerlang Dunia atas upayanya dalam menemukan suatu metode untuk merehabilitasi pecandu narkoba. Bpk. San sebelumnya pernah menjadi seorang pencandu narkoba selama 24 tahun, pada waktu itu kesehatannya menurun, kekayaannya habis, dan istri serta anak-anaknya menderita kelaparan. Suatu hari,
ia memutuskan untuk mencari jalan keluar dari siksaannya yang berkepanjangan ini.
Ia melakukan sebuah perjalanan yang sulit ke berbagai daerah pegunungan terpencil. Atas berkah Surga, setelah melewati banyak rintangan di sepanjang perjalanannya, ia akhirnya mampu mengumpulkan 15 bahan obat untuk menyembuhkan kecanduannya dan teman-temannya. Sejak tahun 2003 hingga sekarang, Bpk. Tang Ngọc San telah menyembuhkan hampir 100 orang pecandu di daerah setempat dan provinsi lainnya seperti Thanh Hoa, Nghe An, Dong Thap, Yen Bai, Ha Noi, Vinh Phuc.

Para anggota Asosiasi menyerahkan Penghargaan Penemu Cemerlang Dunia kepada Bpk. Tang Ngọc San atas nama Maha Guru Ching Hai pada acara pemberian penghargaan yang diadakan dalam suasana hangat yang dipenuhi kasih Tuhan. Ia juga diberikan dana sebesar US$5.000 dan publikasi-publikasi Guru. Dengan penuh syukur atas dana bantuan Guru, Bpk. San berkata bahwa ia akan memakai dana itu untuk memperbanyak obat ini untuk menyembuhkan para pecandu di masyarakatnya dan di kaum muda Aulac lainnya agar tercipta kehidupan yang sehat bagi para generasi di masa depan. Ia menasihati para kaum muda bahwa, “Kecanduan narkoba adalah suatu bencana dalam kehidupan Anda, keluarga Anda, dan di masyarakat. Karenanya, saya berharap Anda akan menghindarinya.”

Selamat Bpk. Tang Ngọc San, semoga Anda meraih sukses besar dalam upaya-upaya Anda di masa depan dalam membantu para pecandu kembali ke kehidupan normal mereka supaya mereka bisa menikmati kebahagiaan bersama orang-orang yang mereka kasihi.