Selamat Datang di www.terapinarkoba.com

Kami berpengalaman menangani KECANDUAN NARKOBA dengan metode MULTI TERAPI Insya Allah kecanduan narkoba dapat di pulihkan dalam waktu relatif singkat, hanya 2 bulan, bukan 6 tahun.
Sudah banyak pasien yang kami tolong, baik dari jawa maupun luar jawa / luar kota

SAKAW dll cepat di pulihkan.

Prosedur Pemulihan kecanduan narkoba bisa RAWAT JALAN dan TERAPI JARAK JAUH pasien tidak harus datang, bisa tetap sekolah, kuliah atau bekerja

SUDAH REHAB TAPI ANDA MASIH KECANDUAN JANGAN RAGU HUBUNGI KAMI


TABIB MASRUKHI,MPA

Telp : 0823 3222 2009


GARANSI >>> klik disini

Catatan : Pecandu Narkoba sangat tergantung dengan peran serta orang tua / keluarga. Karena itu segera lah berobat sebelum semuanya terlambat, kematian atau cacat seumur hidup.

yang perlu di lakukan orang tua terhadap seorang anak pecandu Narkoba ?
1. Bila pecandu ingin Lepas dari ketergantungan narkoba maka segera di obati
2. Bila pecandu belum ada keinginan Lepas dari ketergantungan narkoba maka tetaplah motivasi untuk segera diobati atau setidaknya minum obat ramuan kami dengan harapan pasien merasakan manfaat nya selanjutnya ada kesadaran untuk di pulihkan secara tuntas.

Demikian semoga bermanfaat

Tampilkan postingan dengan label narkoba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label narkoba. Tampilkan semua postingan

Pada Umumnya Waktu Rehabilitasi Narkoba Butuh 6 TAHUN

Labels: , , ,

Woow Biaya Rehabilitasi Narkoba 4 - 5 juta per bulan, 
Butuh waktu 6 tahun, dan Angka Relapse Pecandu Narkoba masih sangat Tinggi.
" Maka Tidak mungkin Indonesia Bebas Narkoba "

JAKARTA (Pos Kota)- Pecandu narkoba yang mendapatkan tindakan rehabilitasi jumlahnya masih sangat minim. Dari jumlah pecandu yang diperkirakan mencapai 4 juta orang, pemerintah melalui Badan Narkotika Nasional (BNN) baru bisa merehabilitasi 20 ribu pecandu atau sekitar 1 persen setiap tahunnya.
“Itu pun kita dibantu instansi lain termasuk swasta dan organisasi sosial,” papar Suyono, Direktur
Pasca Rehabilitasi BNN disela Focus Group Discussion Kowani bertema penyalahguna narkoba mau dibawa kemana, dipenjara atau diobati, Selasa (25/7).
Untuk merehabilitasi pecandu, lanjut Suyono memang membutuhkan biaya yang mahal dan waktu yang cukup lama. “Satu pecandu butuh Rp 4 juta sampai Rp 5 juta per bulan untuk biaya rehabilitasi yang meliputi makan, detoks, konseling dan biaya kesehatan lainnya,” lanjut Suyono.
Sedang untuk menyembuhkan seorang pecandu jelas Suyono dibutuhkan waktu minimal 6 tahun. Tetapi karena keterbatasan anggaran, BNN hanya bisa merehabilitasi pecandu rata-rata 1 tahun.
Karena rendahnya prosentase pecandu yang mendapatkan rehabilitasi, angka relapse (kekambuhan) diantara mantan pecandu sangat tinggi.
BNN memperkirakan 30 persen mantan pecandu bisa mengalami kekambuhan jika tidak mendapatkan dukungan baik dari lingkungannya termasuk pengawasan dari keluarga.
Sementara itu Ketua Umum Kowani Dewi Motik Pramono mengatakan pemerintah harus menempatkan pecandu narkotika sebagai korban. Karena itu mereka harus direhabilitasi dan bukan malah dipenjara, dan dicampur dengan penjahat lainnya.
“Pemerintah dalam hal ini BNN dan aparat penegak hukum harus bisa membedakan mana itu korban dan mana bandar. Perlakuannya jelas beda jauh,” kata Dewi.
Upaya menekan peredaran Narkoba, Dewi menilai pemerintah termasuk presiden harus bersikap lebih tegas terhadap para bandar narkoba. Mengingat para bandar narkoba merupakan perusak moral dan masa depan anak bangsa.
“Saya setuju hukuman mati bagi bandar narkoba. Supaya ada efek jera. Bukan bolak balik dikasih bonus ampunan atau remisi hukuman,” pungkas Dewi.
Kowani dengan anggota lebih dari 30 juta bertekad untuk aktif dalam upaya-upaya rehabilitasi mantan pecandu narkoba. (Inung/d)

Narkoba dalam Prespektif Islam

Labels: ,

Kasus Narkoba semakin marak di tengah-tengah masyarakat, meskipun hukuman yang diberikan demikian berat. Dari tahun ke tahun penyalahgunaannya terus meningkat. 
Secara medis, Narkoba jelas merusak kesehatan, bahkan dapat menyebabkan kematian. Lalu bagaimana dalam pan­dangan agama?Dalam perspektif Islam, Narkoba termasuk dalam kate­gori khamr. Meskipun dalam arti sempit, khamar sering dipahami sebagai minuman keras, arak, atau sejenis minu­man yang memabukkan. Karena itu sebagian ulama klasik mengartikan khamar adalah minuman yang memabukkan, atau minuman yang bercampur dengan alkohol. Paling tidak, khamar seperti ini yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Jahiliyah pra-Islam. Bahkan Buya Hamka dalam tafsir al-Azhar menjelaskan, tidak kurang dari 250 istilah yang mereka gunakan untuk menyebutkan istilah-istilah khamar.

Namun dalam artian luas, khamar tidak saja berupa minuman atau sesuatu yang mengandung alkohol. Rasu­lullah SAW menegaskan bahwa “Setiap zat yang memabukkan itu khamar dan setiap zat yang memabukkan itu haram” (HR. Bukhari dan Muslim). Pada hadis lain juga disebutkan bahwa “Sesuatu yang banyaknya mema­bukkan maka sedikitnya pun haram”. (HR. Ahmad dan Abu Daud). Dari penjelasan hadis ini, dapat dipahami bahwa khamar adalah zat yang mema­bukkan, baik ketika banyak maupun sedikit.

Umar bin Khattab juga menegaskan bahwa “al-Khamru ma khamara al-‘Aql”, khamar adalah sesuatu yang menutupi akal. Hal ini menunjukkan bahwa arti khamar itu sendiri adalah sesuatu yang menutupi.
Narkoba tentu masuk dalam kategori pengertian di atas, karena seseorang yang meng­gunakannya menyebabkan mabuk dan akalnya tertutupi atau tidak berfungsi. Dari pengertian ini, jelaslah bahwa Narkoba termasuk dalam kate­gori khamar.

Selain itu dapat pula dike­mukakan bahwa secara seder­hana, khamar itu sendiri memi­liki dua ciri-ciri: pertama, zat yang apabila dikonsumsi seseo­rang dapat menyebabkan iskar atau memabukkan; kedua, zat yang memabukkan tersebut apabila dikonsumsi oleh orang yang normal. Disebut orang normal karena bisa jadi orang yang terbiasa mengkonsumi khamar tidak lagi mema­bukkan­nya. Lagi-lagi dari ciri-ciri ini, juga terdapat pada khamar.

Jadi, jika khamar diartikan secara sempit, yaitu sebagai minuman keras, maka narkoba jauh lebih bahaya dari minu­man keras tersebut. Apalagi pa­da masa sahabat, peminum kha­mar berupa minuman keras ter­sebut hanya dihukum dengan 40 hingga 80 kali cambuk. Sementara pengguna narkoba yang banyak menyebabkan kematian tersebut tentu lebih besar hukumannya. Bukankah Allah menegaskan: ….Dan janganlah kamu membunuh dirimu; Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepa­damu. (QS. An-Nisa’/4: 29).
Adapun ancaman bagi peng­guna khamar dalam Islam, ter­masuk Narkoba, sangatlah besar. Dalam surat al-Maidah ayat 90 disebutkan bahwa kha­mar adalah rijsun, yaitu sesuatu yang sangat jijik, kotor, hina dan sangat keji. Khamar juga terma­suk perbuatan syetan karena me­nyebabkan seseorang lupa pada dirinya, lupa pada tuhannya.

Lebih lanjut, al-Faqih Nashr bin Muhammad bin Ibrahim as-Samarqandy dalam kitab “Tanbiihul Ghafilin” menje­laskan, paling tidak ada 10 keburukan khamar, yaitu: (1) Pengkonsumsi khamar itu seperti orang gila dan menjadi bahan ketawaan anak-anak; (2) Menghabiskan harta dan meng­hancurkan akal; (3) Memicu per­musuhan antara saudara dan te­man sendiri; (4) Menghalangi seseorang mengingat Allah dan mendirikan shalat; (5) Mendo­rong seseorang berbuat zina, juga dapat memicu untuk menalak istrinya tanpa disadari; (6) Mengganggu malaikat penca­tat amal dengan membawa me­reka ke tampat maksiat; (7) Kun­ci segala kejelekan sebab de­ngan demikian orang mudah me­lakukan semua kemaksiatan, seperti sabdar Rasul SAW: Jauhilah olehmu khamar, se­sung­guhnya khamar itu adalah pintu segala kejahatan. (HR. al-Hakim);

Kemudian, (8) Berhak men­dapat dera 80 kali di dunia. Jika tidak di dunia akan dilang­sungkan di akhirat dengan ce­meti api di depan semua umat manusia; (9) Pintu langit menolak pengkonsumsi khamar. Doanya tidak dikabulkan dan amalnya tidak diangkat ke langit selamat 40 hari; (10) Mem­bahayakan diri sendiri, yaitu dilepaskannya iman ketika mati.

Dua bahaya terakhir di atas juga sesuai dengan sabda Ra­sulullah SAW: “Siapa saja yang mi­nur khamar, maka Allah ti­dak akan ridho kepadanya se­lama empat puluh malam. Bila ia mati saat itu, maka matinya da­lam keadaan kafir. Dan bila ia bertobat, maka Allah akan menerima tobatnya. Kemudian jika ia mengulang kembali, maka Allah memberinya minu­man dari “thinatil khabail”, (Asma bertanya, “Ya Rasu­lullah, apakah thinatil khabali itu?. (Rasulullah) menjawab, “Darah bercampur nanah ahli neraka. (HR Ahmad).

Islam tidak saja melarang mengkonsumsi khamar, tetapi dalam hadis Rasulullah SAW dijelaskan ada 10 golongan yang dilaknat terkait dengan khamar, yaitu: Nabi SAW melaknat sepuluh pihak yang berhubungan dengan khamar, yaitu orang yang (1) memeras/pembuat, (2) minta diperaskan, (3) me­minum/mengkonsumsi, (4) membawakan, (5) minta diba­wakan, (6) memberi minum dengannya, (7) menjual, (8) makan hasil penjualannya, (9) membeli, dan (10) yang dibe­likan. (HR. Turmidzi dan Ibnu Majah).
Demikian besarnya bahaya Narkoba sehingga Rasulullah pun melaknat/mengutuknya. Tidak saja orang yang meng­konsumsinya, tetapi termasuk orang-orang yang terkait dengannya seperti hadis di atas.
Lalu apa yang harus dilaku­kan agar generasi kita terhindar dari Narkoba? Banyak hal yang dapat dilakukan, di antaranya adalah: pertama, mengetahui dan meyakini bahwa Narkoba sebagai bagian dari khamar dilarang dalam Islam. Jika dilaranggar larangan tersebut, maka Allah akan memberikan adzab yang pedih, baik di dunia berupa dampak negatif yang ditimbulkannya, terutama di akhirat kelak.

Kedua, mengetahui dan menyadari bahwa khamar lebih banyak dampak negatifnya dari pada positifnya; baik dari segi kesehatan maupun dampak sosial yang ditimbulkannya, seperti ketidaknyamanan masya­rakat sekitar.

Ketiga, membaca al-Qur’an dan berzikir secara terjadwal. Misalnya, membaca al-Qur’an setiap shalat shubuh dan Magh­rib, lalu berzikir selesai shalat. Jika hal ini dilakukan secara terus-menerus, maka ia akan menjadi benteng bagi diri kita dari godaan-godaan syetan; termasuk mengkonsumsi kha­mar.
Keempat, berteman dengan orang-orang shaleh. Banyak kasus yang menunjukkan bahwa seseorang terjerumus pada Narkoba karena pengaruh teman. Oleh karena itu, pilihlah teman akrab yang shaleh sehing­ga kita ikut menjadi orang-orang yang shaleh.

Ingatlah petuah orang bijak: Jika dekat dengan penjual minyak wangi, meskipun tidak kita beli, kita akan ikut wangi. Namun, jika di sekitarmu banyak teman yang suka bermaksiat, ber­juanglah untuk tidak terpe­ngaruh dengannya. Caranya per­kuat iman, perbanyak amalan sunnah. Perkataan bijak juga mengatakan: Jadilah seperti ikan di laut, meskipun air asin, tetapi ikan tersebut tidak ikut asin. Jadilah seperti belut, meskipun di sekitarnya banyak lumput, tetapi tubuhnya tak berlumpur.

Jadi, kita harus waspada terhadap teman yang meng­gunakan narkoba. Bahkan Ra­sulullah SAW melarang duduk bersama orang-orang yang beserta mereka terdapat khamar. Sabdanya: Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah duduk pada hidangan di suatu rumah yang terdapat khamar di dalamnya (HR. al-Bazzari dari Ibnu Umar).

Dalam konteks ini, kita patut meneladani Khalifah Umar bin Abdul Aziz saat beliau meng­hukum cambuk kumpulan orang yang mengkonsumsi khamar, tiba-tiba ada informasi bahwa di antara mereka yang dihukum itu ada seorang yang tidak ikut minum, dia hanya ikut menemani saja, bahkan saat itu dia malah sedang puasa. Namun sang khalifah bukan menyelamatkannya, ia malah memutuskan bahwa semua harus dicambuk dan yang pertama kali dicambuk justru yang sedang puasa.

Sebab seharusnya dia me­larang teman-teman semejanya itu dari minum khamar, tapi dia malah mendiamkan saja. Padahal seandainya dia tidak mampu menghentikan pesta minuman keras itu, dialah yang wajib segera meninggalkan tempat itu, bukannya malah ikut menemani, meski sambil puasa. Maka jadilah dia yang dicambuk duluan.

Kelima, mengisi waktu dengan kegiatan positif, seperti kelompok belajar, olah raga, dan sebagainya. Sebab, jika banyak waktu yang tidak terisi dengan kegiatan positif maka hal itu menjadi pintu syetan untuk menjurumuskan manusia kepada kegiatan-kegaitan yang dilarang agama. Dalam hal ini, perlu menemukan dan mengem­bangkan bakat dan minat yang kita miliki tetapi tidak berten­tangan dengan perintah Allah SWT.
Selain itu, keteladanan dan pendidikan yang benar dari orang tua sangat menentukan. Orang tua mesti memberikan perhatian dan kasih sayang yang cukup kepada anak-anaknya. Sebab, banyak pula kasus yang menun­jukkan bahwa pengguna Narkoba justru berasal dari keluarga yang broken home. Begitu pula masya­rakat dituntut berperan aktif mencegah Narko­ba, sebagai penyakit masyarakat yang menim­bulkan dampak sosial yang negatif. Begitu pula pemerintah, terutama penegak hukum, harus adil dalam menegakan hukum.  Wallahu a’lam.

Gejala Over Dosis dan Penanganannya

Labels: ,

Headline
(Foto: ilustrasi)

Penggunaan Narkoba secara berlebihan atau melebihi aturan pemakaian bisa menyebabkan overdosis.

Sementara penggunaan obat terlarang secara umum bisa menekan sistem saraf pusat berserta aktivitasnya. Apalagi jika obat yang masuk secara berlebihan.

Stanley M Zildo seperti dalam bukuFirst Aid, How to Properly Handling First Aid and Emergencymenyebutkan, penggunaan obat melalui injeksi atau suntikan ke tubuh dapat terlihat dari adanya bekas suntikan di lengan atau anggota tubuh lainnya. Perlengkapan lainnya juga bisa diketahui dari benda-benda yang ada di sekitarnya.

Dalam bukunya, ada beberapa tindakan pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan ketika menemukan seseorang didua overdosis obat.

1. Pastikan jalan pernapasan tetap berfungsi dan lakukan pernapasan buatan jika diperlukan

2. Lakukan cara untuk membuat korban tetap tersadar, seperti dengan lap atau handuk basah untuk menyeka wajahnya.

3. Juga terus mengajak korban berbicara agar ia tetap sadar. Tanyakan jenis obat yang dipakai dan berapa jumlahnya.

4. Jika korban masih dalam pengaruh obat dan mulutnya masih terlihat sisa-sisa obat, keluarkan dengan mengoreknya memakai jari-jari. Usahakan agar korban tidak sampai tersedak.

5. Segera cari bantuan paramedis.

Sementara ada beberapa gejala yang bisa muncul bersamaan pada saat seseorang mengalami OD pada Narkobas seperti :
-Mual
-kram Perut
-Diare
-Pusing
-Kehilangan keseimbangan
-Kejang
-Lemas & mengantuk
-Kebingungan
-Perdarahan internal
-Gangguan penglihatan
-Sulit bicara
-Muntah muntah
-Kulit membiru
-Kehilangan kesadaran
-Kehilangan respon dari panca indera
-Denyut nadi melemah atau lebih cepat dari normal
-Mengigau
-Kesulitan bernapas
-Detak jantung cepat atau sangat lambat
-Mendengkur
- Suhu badan panas dingin atau naik turun
-Pupil mata membesar atau sangat mengecil
-Muka kemerahan dan berkeringat banyak
-Delusi atau berhalusinasi 
-Dan keadaan koma.

Roger Danuarta ditemukan teler di mobil Mercedes Benz E 320 bernomor polisi B 368 RY. Ia tidak sadarkan diri di kursi depan (sopir). Belakangan polisi menemukan satu bungkus narkoba jenis putau dan satu bungkus ganja dalam mobil Roger

Ciri Kecanduan Narkoba

Labels:

Apakah obat-obat psikiatri menyebabkan kecanduan?
Kecanduan disebut dengan adiksi.
Adiksi obat/zat ditandai dengan:
• Keinginan kuat untuk selalu menggunakan suatu zat/obat tersebut
• Tidak mampu mengontrol perilakunya untuk tidak menggunakan zat/obat tersebut
• Timbul gejala putus zat ( SAKAW )  bila zat/obat dikurangi dosisnya/tidak digunakan lagi
• Terdapat toleransi di dalam tubuh yaitu keadaan di mana kadar obat/zat harus terus-menerus dinaikan bila ingin mencapai efek yang sama
• Pikiran terus-menerus untuk menggunakan zat/obat tersebut
• Tetap “ngotot” menggunakan zat/obat meski tahu adanya risiko yang membahayakan dari zat tersebut

PECANDU NARKOBA TIDAK LAGI DI PENJARA

Labels: ,

narkoba
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Anang Iskandar mengatakan, mulai 15 Agustus 2014, semua pecandu narkoba akan direhabilitasi. "Kalau pengedar tetap kita penjarakan," kata Anang di Jakarta, Rabu, 25 Juni 2014.

Anang menjelaskan, kebijakan ini diberlakukan demi kebaikan para pecandu narkoba itu sendiri. Menurut Anang, pecandu yang dibui malah rawan mengkonsumsi narkoba di dalam penjara. "Kita sudah sepakat dengan pihak kepolisian, jaksa, serta hakim," ujarnya.


Selain itu, BNN juga memendam misi lain ihwal paradigma masyarakat. BNN, menurut Anang, akan terus berupaya mengubah paradigma masyarakat karena pecandu narkoba hanyalah korban. Para pengguna narkoba harus direhabilitasi dan menjauhi narkoba agar bisnis narkoba mati. "Mereka (pecandu) adalah corong pasar narkoba.".


BNN berkomitmen memberantas penyalahgunaan narkotik baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini sesuai dengan arahan United Nations Office on Drugs and Crime yakni merehabilitasi pecandu, bukan memenjarakan.


BNN akan memperbanyak posko rehabilitasi narkoba. Selain itu, BNN berharap dapat menjangkau seluruh Indonesia. "Kami mengajak seluruh kepala daerah untuk berpartisipasi," kata Anang. Kebijakan ini pun bergandengan dengan
Pasal 54 Undang-Undang Narkotika Tahun 2009 yang menyebutkan pecandu narkoba wajib direhabilitasi.

Kebijakan ini bisa terlaksana karena BNN sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Kejaksaan Agung, dan Mahkamah Agung pada Maret lalu.


Langkah pertama yang dilakukan BNN adalah meresmikan 16 posko rehabilitasi BNN yang berada di 16 kota di Indonesia bertepatan dengan Hari Anti Narkoba Internasional pada 26 Juni 2014. Posko rehabilitasi BNN rencananya diresmikan oleh Wakil Presiden Boediono di Istana Wakil Presiden hari ini.

80 Persen Pengguna Narkoba Kambuh Lagi Usai Rehabilitasi

Labels: , ,

Kamis, 29 Agustus 2013 17:57 WIB
80 Persen Pengguna Narkoba Kambuh Lagi Usai Rehabilitasi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setiap tahunnya ada 18 ribu orang yang direhabilitasi sebagai korban penyalahgunaan narkotika. Dari jumlah tersebut 80 persen setelah menjalani rehabilitasi ternyata kembali lagi menggunakan narkotika.

Deputi Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kusman Suriakusumah mengungkapkan hal tersebut dikarenakan belum adanya dukungan dari lingkungan terhadap para penyalahgunaan narkotika saat kembali ke masyarakat setelah menjalani rehabilitasi ketergantungan narkotika.

"Mereka kembali lagi menggunakan narkotika dikarenakan setelah kembali ke masyarakat mereka tidak ada yang mendampingi, kemudian masyarakat tidak menerima, dan masih ada stigma dimasyarakat dan keluarga tidak mau menerimanya sehingga mereka hidup sendiri yang akhirnya mereka kembali," kata Kusman saat ditemui disebuah rumah makan di Jalan Matraman, Jakarta Timur, Kamis (29/8/2013).
Rehabilitasi memang harus dilakukan secara berkesinambungan supaya masyarakat yang terjebak dalam penyalahgunaan narkotika tidak lagi masuk ke dunia hitam.
Ada empat tahap supaya para pengguna narkotika bisa sembuh total dan tidak lagi tergantung terhadap barang haram seperti sabu, ekstasi, heroin, inex, dan sebagainya.

  • Tahap pertama adalah rehabilitasi supaya seorang pengguna tidak memakai lagi narkotika.
  • Tahap kedua, pascarehab adalah harus bisa menolak ajakan temannya atau lingkungannya kembali menggunakan narkotika.
  • Tahap ketiga menjadi orang yang produktif seperti bekerja untuk mencukupi kehidupannya secara normal.
  • Tahap keempat adalah tahap hidup sehat seperti meningkatkan ibadahnya dan sebagainya sehingga betul-betul menjadi orang yang kuat dan tidak lagi kembali menjadi pengguna narkotika.

"Program pascarehab, sejak ada inpres nomor 11 tahun 2011 direktorat pascarehab menjembatani mereka terjun ke masyarakat, harus punya kemampuan tahan banting dan jejaring sosial yang baik, serta mengupayakannya untuk mendapatkan pekerjaan, itu tugas BNN," katanya.

Setiap tahun di Indonesia baru bisa melakukan rehabilitasi sebanyak 18 ribu orang pengguna narkotika, 2 ribu diantaranya direhab oleh lembaga negara, kemudian 16 ribu oleh lembaga-lembaga swadaya masyarakat.

Sementara jumlah orang yang harus di rehab untuk wilayah DKI Jakarta saja mencapai 490 ribu orang. Sehingga bisa dibayangkan berapa orang yang harus menunggu masuk rehabilitasi. Belum lagi ada orang-orang yang kembali menggunakan narkotika meskipun sudah direhab.

Awas Temanggung Sasaran Peredaran Narkoba

Labels:

 


TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Tingginya peredaran narkoba di Kabupaten Temanggung mencapai taraf memprihatinkan karena sudah merambah semua kalangan termasuk pelajar. Bahkan, kini ditengarai pelajar SMP pun ada yang menjadi pengguna narkoba.

Hal itu mengemuka dalam acara diskusi  Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba oleh BNNK Temanggung, yang diikuti seluruh kepala SMP-SMA se Kabupaten Temanggung, di aula SMP 1 Parakan, Selasa (4/3).
"Kenapa penggunaan narkoba di Temanggung cukup tinggi, sebab wilayah kita menjadi daerah sasaran peredaran narkoba di Jateng, karena letaknya sebagai jalur lintas kota-kota besar. Hampir semua jenis narkoba ada. Dari pemetaan narkoba telah merambah 20 kecamatan yang ada di Temanggung," ujar Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Temanggung, Istantiyono.
Disebutkan, faktor utama yang menyebabkan remaja berperilaku menyimpang atau terjerat narkoba antara lain karena coba-coba/iseng, teman sebaya, lingkungan, pola asuh otoriter, pengaruh film dan TV.
Sedangkan tindakan untuk mencegah terjadinya penyimpangan di kalangan remaja, yakni keteladanan orang tua, disiplin dalam keluarga, pendidikan agama, dan hubungan baik dalam keluarga.

Oleh karenanya, untuk memerangi hal itu pihak BNNK Temanggung berupaya menggandeng semua elemen masyarakat sebagai langkah pencegahan.
Sekolah dinilai merupakan tempat efektif maka BNNK berkoordinasi dengan seluruh sekolah di Temanggung untuk membantu menyosialisasikan tentang bahaya narkoba kepada siswa.
"Moto BNN tahun 2014 adalah tahun penyelamatan, bagi masyarakat agar terbebas dari narkoba. Kita akan mengunjungi seluruh sekolah tingkat SMP SMA di Temanggung hingga pelosok desa. Kami berharap semua elemen bergerak mencegah narkoba," katanya.
Kepala SMP 1 Parakan, Tri Wanggono, menyambut baik adanya langkah aktif dari BNKK Temanggung yang melakukan aksi jemput bola ke sekolah. Kerjasama dengan sekolah setidaknya bisa menjadi benteng pencegahan para remaja akan ancaman bahaya narkoba.
"Setelah ini kami akan lebih aktif lagi mensosialisasikan bahaya narkoba kepada siswa kami. Kemudian kita akan menggandeng orang tua siswa juga untuk bersama-sama membentengi anak-anak kami, agar masa depan mereka sesuai harapan menjadi generasi bebas narkoba yang bisa memajukan bangsa," tandasnya.

Skizofrenia, Gangguan Jiwa Akibat Fungsi Otak Terganggu

Labels:


Seorang yang mengalami skizofrenia seakan-akan memiliki dunia sendiri. Hal ini tidak dapat dicegah dan pengobatan pun harus diberikan seumur hidup mereka.

Deskripsi

Istilah "skizofrenia" berasal dari bahasa Inggris yaitu "schizophrenia" yang memiliki arti "pikiran terbagi atau terpecah" di mana hal itu mengacu pada terganggunya keseimbangan pada emosi dan pikiran.

Seperti dilansir Mayo Clinic dan WebMD, Jumat (23/8/2013), skizofrenia juga diartikan sebagai sekelompok gangguan berat pada otak di mana orang akan menafsirkan realitas dengan abnormal, tidak seperti orang pada umumnya. Orang yang mengalami hal ini akan mengalami beberapa hal seperti halusinasi, khayalan, dan gangguan pada pemikiran dan perilaku. Mayoritas dari penderitanya mengalami rasa takut yang luar biasa. Biasanya, penyakit ini mulai muncul pada usia dewasa muda. Skizofrenia bisa dikatakan sebagai sebuah kondisi yang kronis. Sebab, penderitanya tidak dapat dilepaskan dari namanya pengobatan. Mereka harus mendapatkan perawatan seumur hidup mereka.

Skizofrenia dibedakan menjadi lima subtipe, yakni:

1. Paranoid

Orang yang mengalami hal ini akan sering berkhayal dan mengalami halusinasi, biasanya pada pendengaran. Penderitanya sering mendengar suara-suara pada telinganya, padahal suara itu tidak didengarkan oleh orang lain. Namun, fungsi intelektual dari penderitanya biasanya relatif normal. Jika seseorang mengalami paranoid, biasanya penderitanya biasanya lebih sering menunjukkan kemarahan, bersikap acuh tak acuh, dan cemas. Namun, hal ini masih bisa disembuhkan.

2. Katatonik

Orang yang mengalami subtipe dari skizofrenia ini seringkali melakukan kegiatan dan gerakan yang tidak berarti. Mereka juga akan menarik diri dari lingkungan sosial. Mereka lebih senang menyendiri dan tidak melakukan interaksi dengan orang lain.

3. Tidak teratur

Jenis skizofrenia ini ditandai dengan ucapan dan perilaku yang tidak teratur atau sulit dipahami, misalnya tertawa tanpa alasan yang jelas. Mereka juga sering meluapkan emosi yang tidak pantas. Selain itu, orang yang mengalami hal ini akan terlihat sibuk dengan pemikiran atau persepsi mereka sendiri. Sangat kecil kemungkinan untuk menyembuhkan jenis skizofrenia ini.

4. Diferentiatif

Dibandingkan dengan subtipe lainnya, jenis skizofrenia ini adalah jenis yang paling banyak dialami oleh para penderitanya. Gejala yang ditimbulkan merupakan kombinasi dari beberapa subtipe dari skizofrenia.

5. Residual

Orang yang mengalami hal ini biasanya tidak akan menunjukkan gejala-gejala positif dari penyakit skizofrenia, seperti berkhayal, halusinasi, tidak teratur dalam berbicara dan berperilaku. Biasanya, jenis penyakit ini akan terdiagnosa setelah salah satu dari empat subptipe skizofrenia telah terjadi.

Meski sudah dijelaskan mengenai subtipe dari penyaki skizofrenia, namun sangat sulit untuk menentukan jenis skizofrenia mana yang dialami oleh si penderita. Sebab, mayoritas dari penderita akan menunjukkan gejala-gejala yang hampir sama dengan penderita lainnya.

Namun, bila penderita sudah menunjukkan beberapa gejala yang dianggap sudah mewakili penyakit ini, maka pengobatan harus dilakukan dengan cepat. Sebab, bila tidak, hal ini dapat menimbulkan beberapa masalah lain. Seringkali, penderita ingin berbuat sesuatu yang dapat menyakiti dirinya sendiri. Bila hal itu tidak berhasil dilakukan, mereka mungkin akan mencoba untuk bunuh diri.

Gejala

Tanda dan gejala yang dialami oleh penderita skizofrenia seringkali dikaitkan dengan penyakit mental lainnya. Sebab, tanda dan gejala dari penyakit ini memang hampir sama dengan tanda dan gejala dari penyakit mental lainnya. Hal ini yang menyebabkan penyakit skizofrenia sulit untuk didiagnosis.

Tanda dan gejala dari penyakit ini dibagi menjadi tiga kategori:

1. Gejala positif

Fungsi otak dari penderita penyakit skizofrenia akan bekerja lebih aktif atau bisa dikatakan berlebihan. Hal ini menyebabkan otak bekerja dengan tidak normal. Akibatnya, penderita akan mengalami beberapa hal seperti berikut ini:
  • Berkhayal
Ini merupakan hal yang paling umum dialami oleh para penderita skizofrenia. Mereka memiliki keyakinan yang berbeda dengan orang normal. Mereka akan melihat realitas yang berbeda pula. Selain itu, penderita juga sering salah menafsirkan persepsi.
  • Halusinasi
Orang yang mengalami penyakit ini sering berhalusinasi. Mereka seringkali melihat atau mendengar hal-hal yang sebenarnya tidak ada.
  • Gangguan pikiran
Penderita skizofrenia akan kesulitan berbicara dan mengatur pikirannya sehingga hal ini mengganggu kemampuan berkomunikasi.
  • Perilaku tidak teratur
Orang yang mengalami skizofrenia sering berperilaku aneh, seperti anak kecil yang melakukan hal-hal konyol.

Selain keempat hal di atas, para penderitanya juga sering curiga dan mereka seolah-olah berada di bawah pengawasan yang ketat. Hal itu menyebabkan mereka merasa tertekan.

2. Gejala negatif

Gejala ini mengacu pada berkurangnya atau bahkan tidak adanya karakteristik fungsi otak yang normal. Gejala ini mungkin muncul disertai atau tanpa adanya gejala positif. Gejala-gejala yang ditimbulkan antara lain:
  • Sulit mengekspresikan emosi
  • Menarik diri dari lingkungan sosial
  • Kehilangan motivasi
  • Tidak minat melakukan kegiatan sehari-hari
  • Mengabaikan kebersihan pribadi
Gejala-gejala tersebut seringkali dianggap sebagai kemalasan yang biasa dialami oleh tiap orang. Namun, hal itu ternyata keliru.

3. Gejala kognitif

Jenis gejala ini akan menimbulkan masalah pada proses berpikir. Tanda dan gejala yang mungkin timbul, antara lain:
  • Masalah dalam membuat informasi yang masuk akal dan dapat dimengerti
  • Sulit berkonsentrasi
  • Masalah pada memori otak
Selain ketiga gejala di atas, penyakit skizofrenia juga akan menimbulkan masalah pada suasana hati. Para penderitanya akan mengalami depresi, cemas, dan seringkali mencoba untuk bunuh diri. Gejala-gejala dari penyakit ini lambat laun dapat melumpuhkan para penderitanya. Sebab, hal ini sangatlah mengganggu kemampuan mereka untuk melakukan kegiatan rutin sehari-hari.

Namun, apabila penderitanya masih berusia remaja, gejala yang ditimbulkan sulit untuk dideteksi dan kemudian dianggap sebagai penyakit skizofrenia. Sebab, pada usia tersebut mereka pasti akan mengalami hal-hal ini yang ternyata merupakan gejala dari penyakit skizofrenia:
  • Menarik diri dari keluarga dan teman
  • Penurunan kinerja di sekolah
  • Sulit tidur
  • Cepat emosi
Namun, bila dibandingkan dengan orang dewasa, anak muda kurang cenderung mengalami khayalan dan lebih cenderung mengalami halusinasi visual.

Penyebab

Penyebab pasti dari penyakit skizofrenia belum diketahui. Namun, beberapa peneliti percaya bahwa penyakit ini dapat terjadi akibat unsur kimia pada otak bermasalah, termasuk neurotransmiter dopamin dan glutamat. Hal ini terlah dibuktikan dari sebuah studi neuroimaging yang menunjukkan perbedaan dalam struktur otak dan sistem saraf pusat dari penderita skizofrenia. Selain itu, para peneliti juga percaya bahwa faktor genetika dan lingkungan turut berkontribusi dalam perkembangan penyakit ini. Namun, ada beberapa faktor yang tampaknya dapat meningkatkan risiko penyakit ini timbul dan berkembang, seperti:

  • Kondisi hidup yang penuh stres
  • Sering mengkonsumsi obat psikoaktif selama masa remaja dan dewasa muda
  • Sering terkena paparan virus, racun, atau kekurangan gizi selama masa kehamilan, khususnya pada trimester pertama dan kedua
Pengobatan

Tidak ada cara pasti untuk mencegah penyakit skizofrenia. Namun, pengobatan dini dapat membantu mencegah kekambuhan dan memburuknya gejala yang timbul akibat dari penyakit ini. Bila tidak diobati, penyakit ini dapat menimbulkan masalah pada emosi, perilaku, dan kesehatan yang semakin lama akan semakin memburuk. Oleh karena itu, segeralah untuk memeriksakan diri ke dokter. Bila Anda telah menduga bahwa Anda mengalami skizofrenia, bicaralah ke dokter Anda. Sebab, dokter akan langsung meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan. Beberapa jenis tes dan ujian yang umumnya dilakukan oleh dokter, antara lain:
  • Tes laboratorium
Dokter akan melakukan tes darah, misalnya dengan melakukan penghitungan sel darah secara lengkap (CBC). Hal ini dapat membantu Anda untuk menyingkirkan kondisi lain yang menimbulkan gejala serupa. Selain itu, dokter mungkin akan merekomendasikan kepada Anda untuk melakukan skrining untuk alkohol dan obat-obatan.
  • Tes pencitraan dengan menggunakan magnetic resonance imaging (MRI) dan computed tomography (CT) scan.
  • Evaluasi psikologis
Dokter akan memeriksa status mental Anda dengan cara mengamati penampilan dan sikap Anda. Dokter akan mengajukan pertanyaan seputar pikiran, suasana hati, khayalan, halusinasi, penyalahgunaan zat, dan potensi percobaan bunuh diri.

Bila dokter sudah menetapkan bahwa Anda mengalami penyakit skizofrenia, dokter pasti akan langsung merujuk Anda untuk melakukan pengobatan. Penyakit ini mruapakan suatu kondisi kronis yang mengharuskan penderitanya untuk melakukan pengobatan seumur hidup mereka walaupun gejala yang timbul juga telah mereda. Anda dapat melakukan pengobatan dengan cara menggunakan obat-obatan atu dengan terapi psikososial.

1. Obat-obatan

Pengobatan dasar untuk mengatasi penyakit skizofrenia adalah dengan menggunakan obat-obatan. Obat antipsikotik adalah obat yang paling sering digunakan untuk mengobati penyakit ini. Jenis obat ini dapat mengontrol gejala karena obat ini dapat mempengaruhi neurotransmitter otak dopamin dan serotonin.

Pilihan pengobatan juga disesuaikan dengan keadaan dari penderitanya. Bila si penderita merupakan pribadi yang tidak disiplin dan pelupa, dokter mungkin akan memberikan obat dengan cara disuntikkan, bukan dalam bentuk pil yang sering dilupakan.

Selain itu, apabila si penderita adalah pribadi yang gelisah, dokter akan melakukan pengobatan awal dengan memberikan obat penenang, seperti benzodiazepin dan lorazepam (Ativan), di mana obat tersebut dapat dikombinasikan dengan obat antipsikotik. Berikut jenis-jenis obat yang dapat Anda gunakan untuk menangani penyakit ini:
  • Obat konvesional atau tipikal dan obat antipsikotik
Jenis obat ini memiliki efek samping neurologis yang berpotensi untuk mengembangkan gangguan pada gerakan (tardive dyskinesia). Beberapa macam dari jenis obat ini, antara lain Chlorpromazine, Fluphenazine, Haloperidol (Haldol), dan Perphenazine. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan obat antipsikotik yang dapat mengontrol tanda dan gejala dari penyakit skizofrenia dengan dosis serendah mungkin.
  • Obat antipsikotik atipikal
Ini merupakan jenis obat baru yang juga digunakan untuk mengatasi penyakit skizofrenia. Obat ini juga lebih banyak disukai karena memiliki risiko efek samping yang ditimbulkan lebih rendah daripada obat konvensional. Efek samping dari jenis obat ini antara lain menambah berat badan, menimbulkan penyakit diabetes, dan kolestrol darah menjadi tinggi. Ada beberapa macam obat antipsikotik atipikal, misalnya Aripiprazole (Abilify), Clozapine (Clozaril, Fazaclo ODT), Olanzapine (Zyprexa), dan masih banyak lagi.

Dengan melakukan pengobatan dengan obat-obatan seperti di atas, kondisi Anda dapat Anda kelola dengan lebih mudah. Namun, karena banyak obat yang menimbulkan efek samping yang serius, banyak orang enggan untuk melakukan pengobatan dengan menggunakan obat-obatan.

2. Perawatan psikososial

Meskipun obat-obatan adalah landasan dari pengobatan penyakit skizofrenia, perawatan psikososial juga penting untuk dilakukan. Pada perawatan ini, Anda akan melakukan beberapa hal, seperti berikut:
  • Pelatihan keterampilan sosial untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi.
  • Terapi keluarga yang dapat memberikan dukungan dan pendidikan bagi keluarga yang berhubungan dengan penderita penyakit skizofrenia.
  • Rehabilitasi vokasional atau kejuruan dan dukungan pekerjaan guna membantu penderita skizofrenia untuk dapat mempertahankan pekerjaan mereka walaupun dalam kondisi krisis.
  • Terapi individu. Penderita akan diajari untuk mengelola stress dan mengidentifikasi tanda dan gejala sedini mungkin supaya mereka dapat menghindari kekambuhan.
Selain itu, bagi orang-orang yang memiliki risiko pada peningkatan penyakit skizofrenia dianjurkan untuk melakukan langkah-langkah proaktif, seperti menghindari penggunaan narkoba, mengurangi stres, dan tidur dengan cukup.

Dengan begitu, mereka dapat terbantu untuk meminimalkan gejala dan mencegah penyakit ini semakin memburuk. Dengan perawatan yang tepat, kebanyakan orang dengan skizofrenia dapat mengelola kondisi mereka.  sumber : http://health.liputan6.com

DAFTAR OBAT PATEN GOLONGAN NARKOTIKA

Labels: , ,

A.ANTI ANSIETAS DAN ANTI INSOMNIA

ALGANAK
Golongan obat  : Alpazolam 0,25 mg ; 0,50 mg  1 mg
Fungsi                   : Ansietas yang berhubungan dengan depresi , gangguan panik dengan atau tanpa agoraphobia
Efek samping     :   -
Persamaan nama dari pabrik      : Guardian Pharmatama

ALVIZ
Golongan obat  : Alprazolam 0,5 mg ; 1 mg / tablet
Fungsi                   : Pengobatan jangka pendek ansietas sedang sampai berat dan ansietas yang berhubungan dengan depresi
Efek samping     : Intoksifikasi fungsi saraf
Persamaan nama pabrik                               : Pharos, Altana Pharma

ASABIUM
Golongan obat : klobazam 10 mg
Fungsi                   : Mengatasi keadaan yang berhubungan dengan ansietas,ketegangan,gangguan tidur di sebabkan kelainan mental dan emosional
Efek samping     :  -
Persamaan nama pabrik                               : Otto

ATARAX
Golongan obat  : Alprazolam 0,5 mg
Fungsi                   : Gangguan ansietas atau gejala ansietas jangka pendek, ansietas yang menyertai tekanan hidup sehari-hari biasanya tidak memerlukan obat ansiolitik, efektifitas pada penggunaan jangka panjang ( lebih dari 4 bulan ) tidak di ketahui.
Efek samping     : Mengantuk, kelemahan otot, ataksia, amnesia, depresi light headness, bingung halusinasi, blurred vision.
Persamaan nama pabrik                               : Mersi

ATIVAN
Golongan obat  : Lorazepam 0,5 mg ; 1 mg ; 2 mg
Fungsi                   : Ansietas gangguan psikoneurotik, gangguan kecemasan pada situasi psikotik dan depresi berat
Efek samping     :  -
Nama pabrik      : Sunthi sepuri, wyeth

CALMLET
Golongan obat  : Alprazolam 0,25 mg ; 0,5 mg ; 2 mg
Fungsi                   : Gejala ansietas termasuk ansietas disertai gejala depresi, panik disorder dengan atau tanpa agoraphobia.
Efek samping     :  -
Nama pabrik      : Sunthi sepuri

D ECAZEPAM
Golongan obat  :D iazepam 5 mg / tablet
Fungsi                   : Neuroleptikum
Efek samping     :  -
Nama pabrik      : Harsen

DIOBRIUM
Golongan obat  : Klordiazepoksid hidroklorida
Fungsi                   : Gangguan fisiologis kejiwaan, kecemasan,mudah tersinggung,dan perasaan tidak enak
Efek samping     :  -
Nama pabrik      : Cendo

FRISIUM
Golongan obat  : Klobazam 10 mg
Fungsi                   : kecemasan, gangguan psikomotori, pengobatan epilepsy
Efek samping     : kelelahan, mulut kering,pusing
Nama pabrik      : Aventis

MERLOPAM
Golongan obat  : Lorazepam 0,5 mg ; 2 mg
Fungsi                   : Pengobatan jangka pendek berhubungan dengan gejala depresi
Efek samping     : Mengantuk, perasaan lemah dan lesu
Nama pabrik      : Mersi

LIBRIUM
Golongan obat  : Chiordiazepoxide
Fungsi                   :P engobatan jangka pendek  ansietaas dan sindrom putus alcohol akut
Efek samping     : ataksia, mengantuk, kebingungan mental, terutama pada lansia
Nama Pabrik      : Valeant / Combiphar


SERENAL-10
Golongan obat  : oxazolam
Fungsi                   : Neurosis, keluhan psikosomatis
Efek samping     : Mengantuk, pusing, sakit kepala, insomnia, anorexia,gangguan pergerakan lidah, mulut kering, gelisah,erupsi kulit.
Nama pabrik      : Sankyo

VALDIMEX
Golongan obat  : Diazepam 5 mg
Fungsi                   : untuk pengobatan jangka pendek meringan spasme otot rangka
Efek samping     : Mengantuk, ataksia, kelelaha, erupsi pada kulit edema
Nama pabrik      : Mersi farma
B.ANTIDEPRESI DAN ANTIMANIA
ANDEP
Golongan obat  : Fluoksetin hidroklorida 20 mg
Fungsi                   : untuk pengobatan depresi , terutama kategori gangguan depresi mayor
Efek samping     : gangguan syaraf , gangguan saluran cerna
Nama pabrik      : Medikon prima

ANTIPRES
Golongan obat  : Sertalin 50 mg
Fungsi                   :  gejala depsresi dengan atau tanpa riwayat mania
Efek samping     : mual, diare, gangguan fungsi seks pria, tremor


CAURAGE
Golongan obat  :  Fluoksetin 20 mg
Fungsi                   :  Depresi
Efek samping     :  Anoreksia, mual, muntah, dyspepsia, mulut kering , diare
Nama pabrik      : Soho

FRIMANIA
Golongan obat  : Litium Karbonat 200 mg ; 400 mg
Fungsi                   : Mania dan hipomania , depresi,  bipolar
Efek samping     : pada awal pengobatan muntah
Nama pabrik      :  Mersifarma

NOPRES
Golongan obat  : Fluoxetine
Fungsi                   : Depresi
Efek samping     : Cemas, insomnia, mengantuk, lesu,tremor, mual, pusing,sakit kepala
Nama pabrik      : Ferron

OXIPRES
Golongan obat  : fluoksetin Hcl 20mg
Fungsi                   : Depresi kategori mayor
Efek samping     : gelisah, amnesia, insomnia, pusing, bingung
Nama pabrik      : Sandoz

SERLOF
Golongan obat  : sertraline HCL
Fungsi                   : terapi simtomatis gejala depresi dengan atau tanpa riwayat mania, gangguan absesif kompulsif,gangguan panik dengan atau tanpa agoraphobia stres pasca trauma.
Efek samping     : Anoreksia, mual, diare, dyspepsia,tremor,sakit kepala,insomniamengantuk,berkeringat,mulut kering,disfungsi seks pada pria
Nama pabrik      : Kalbe farma

TILSAN
Golongan obat  : Maprotilin HCL
Fungsi                   : Depresi endogen
Efek samping     : gangguan hantaran jantung, alveolitis alergi
Nama pabrik      : Otto

TRAN-Q
Golongan obat  : Buspiron hidroklorida 10 mg
Fungsi                   : penderita ansietas dengan atau tanpa depresi dimana tidak menimbulkan efek sedasi
Efek sampnig     : pusing, mual, sakit kepala
Nama pabrik      : Guardian

ZERLIN
Golongan obat  : sertralin 50 mg
Fungsi                   : semua tipe depresi dengan atau tanpa riwayat mania
Efek                       : mual, muntah, mulut kering, diare, insomnia, tremor
Nama pabrik      : Pharos

ZAC
Golongan obat  : fluoxetine
Fungsi                   : depresi
Efek samping     : gelisah, gugup,susah tidur, gemetar,mual,diare,sakit kepala,mulut kering,penurunan fungsi seks,hiponatremia,berkeringat.
Nama pabrik      : Ikapharmindo

C.ANTI OBSESI DAN ANTI KOMPULSI

D.ANTI PSIKOSIS

ANANTESOL
Golongan obat  : flufenazin hidroklorida 2.5 mg, 5 mg
Fungsi                   : trankuilizer major, gelisah, ketegangan dan gangguan mental lain.
Efek samping     : hipersensitif
Nama pabrik      : Bristol-myers squibb

CEPEZET
Golongan obat  : klorpromazin hidroklorida 100 mg / tablet
Fungsi                   : pengobatan umum,neurosis,gangguan system saraf pusat yang memerlukan penenang,pramedikasi,anestesi, hipotensi terkontrol, induksi,hipotermi,dan anti muntah.
Efek samping     : Lesu,gangguan tidur,mengantuk,pusing,,mulut kering,agitasi,dan ruam kulit.
Nama pabrik      : Mersi

CLORILEX
Golongan obat  : klozapin 25 mg ; 100 mg
Fungsi                   : Penderita skizofrenia yang tidak member respons atau intoleransi terhadap neuroleptik
Efek samping     : granulositopenia,agranulositosis,eosinifilia leukosiosis dapat terjadi terutama pada minggu pertama teori, mengantuk,lelah,sedasi,pusing dan sakit kepala.
Nama pabrik      : Mersifarma

GOVOTIL
Golongan obat  : haloperidol 2mg ;5 mg
Fungsi                   : psikosis kronis dan akut
Efek samping     : reaksi neurologic yang bersifat ekstra pyramidal seperti hipertonia otot dan gemetar (parkinsonisme) kejang otot, dan gerakan bola mmata terkodinir
Nama pabrik      : Guardian pharmatama

LODOPIN
Golongan obat  : zotepine
Fungsi                   : pengobatan skizofrenia
Efek samping     : menggigil,sakit kepala,nyeri,demam,tak enaak badan, hipertensi,aritmia,leucopenia,rasa cemas,gangguan menstruasi.
Nama pabrik      : kalbe farma

MEPROSETIL
Golongan obat  : klopromazin hidroklorida 25 mg  100 mg
Fungsi                   : psikosis hiperaktif,skizofreniadini,ansietas,mual,muntah yang bersifat sentral,mabuk perjalanan
Efek samping     : kadang takikardia,rasa kering pada mulut dan tenggorok
Nama pabrik      : Meprofarma

MUTABON – M
Golongan obat  : perhenazine 2 mg, amtriptyline Hcl 10 mg
Fungsi                   : terapi pemeliharaan pada gangguan emosi dan mental dengan ansietas, ketegangan dan depresi
Efek samping     : mengantuk,ketergantungan efek antimuskarinik,insomnia,depresi,kejang,agitasi,takikardi,hipotensipostural,reaksi alergi,kerusakan toleransi glukosa
Nama pabrik      : schering-plough

NOPRENIA
Golongan obat  : risperidone
Fungsi                   : skizofrenia akut dan kronik,psikosis yang lain dengan gejala positif (seperti halusinasi,delusi,gangguan pola piker,kecurigaan) dan atau negative ( seperti afek tumpul,menarik dirisecara sosial,dan emosional serta sulit berbicara ) yang nyata. Mengurangi gejala afektif (seperti depresi, perasaan bersalah,dan cemas) yang berhubungan dengan skizofrenia.
Efek samping     : insomnia,agitasi,ansietas,sakit kepala,somnolen,kelelahan,kadang hipotensi ortostatik, reflek takikardia atau hipertensi.
Nama pabrik      : novell pharma

PROMACTIL
Golongan obat  : klorpromazin hideroklorida 100 mg
Fungsi                   : depresi saraf pusat antiemetikum, sedativum,trankuilizer,anti-spasmodikum,hipnotikum,anal-getikum.
Efek samping     : lesu, mengantuk, pusing, sakit kepala, konstipasi,polunia,jantung berdebar,insomnia,fotofobi
Nama pabrik      : Combiphar
RISPERDAL CONST
Golongan obat  : Rispendone
Fungsi                   : terapi skizofrenia dan gangguan skizoafektif
Efek samping     : somnolen,akatisia,parkinsonisme,dyspepsia,konstipasi,mulut kering, rasa lelah,peningkatan berat badan,
Nama pabrik      : Jansen-cilag/ alkermec therapecitiecs

RIZODAL
Golongan obat  : risperidon 1mg 2 mg; 3mg
Fungsi                   : skizofrenia akut dan kronis,kondisi kejhiwaan lain dimana muncul,reaksipositif,dan negative,efektif mengurangi gejala penyakit skizofernia
Efek samping     : insomnia , agitasi, ansietas, sakit kepala, mengantuk,b fatigue, symptom ekstrapiramidol,penambahan berat badan,
Nama pabrik      : Guardian pharmatama

ZOFREDAL
Golongan obat  : risperidon 1mg ; 2 mg  3mg
Fungsi                   : skizofernia akut dan kronik,keadaan psikotik lainnya dengan gejala positif dan atau negative
Efek samping     :  -
Nama pabrik      : kalbe farma

SERENACE
Golongan obat  : haloperidol 0,5 mg ;1,5 mg; 5 mg /tablet
Fungsi                   : mengontrol agitasi,ketegangan , halusinasi
Efek samping     : dapat menguatkan efek depresan saraf pusat
Nama pabrik      : pharmacia Searle

RISPERDAL
Golongan obat  : Rispendone
Fungsi                   : keadaan psikotik dengan gejala halusinasi, delusi, curiga
Efek                       : insomnia,cemas, sakit kepala , somnolen
Nama pabrik      : jansse-cilag

CARA LOLOS TES NARKOBA klik disini

DAPATKAN RAMUAN DETOK TRN KAMI klik disini

Efek mengerikan Akibat Konsumsi Pil Ekstasi, Shabu Shabu dan Narkoba lainya

Labels: ,

Ekstasi adalah salah satu obat bius yang di buat secara ilegal di sebuah laboratorium dalam bentuk tablet atau kapsul. Ekstasi dapat membuat tubuh si pemakai memiliki energi yang lebih dan juga bisa mengalami dehidrasi yang tinggi. Sehingga akibatnya dapat membuat tubuh kita untuk terus bergerak. Beberapa orang yang mengkonsumsi ekstasi di temukan meninggal karena terlalu banyak minum air dikarenakan rasa haus yang amat sangat.Tergolong jenis zat psikotropika, dan biasanya diproduksi secara illegal di laboratorium dan dibuat dalam bentuk tablet dan kapsul. Ekstasi akan mendorong tubuh untuk melakukan aktivitas yang melampaui batas maksimum dari kekuatan tubuh itu sendiri. Kekeringan cairan tubuh dapat terjadi sebagai akibat dari pengerahan tenaga yang tinggi dan lama. 
Kalau anak muda memerangi Narkoba pasti akan berbeda dengan yang dilakukan oleh para Polisi yang bersenjata bedil. Polisi bisa main dor-der-dor ketika berhadapan dengan para Bandar, pengedar, atau pemakainya, sementara kita tidak punya apa-apa. Dan kita harus terus melawan penyebaran Narkoba paling tidak di lingkungan kita sendiri.

Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandarnarkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, ormas,pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela. Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anakya itu dari pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba.

BAHAYA NARKOBA

  1. Halusinogen,Efek dari narkoba bisa mengakibatkan bila dikonsumsi dalam sekian dosistertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi denganmelihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyatacontohnya kokain & LSD
  2. Stimulan,efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh sepertijantung dan otak bekerja lebihcepat dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan seseorang lebih bertenaga untuk sementara waktu , dan cenderung membuat seorang pengguna lebih senang dan gembira untuk sementara waktu.
  3. Depresan, efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan mengurangiaktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan bisamembuat pemakai tidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya putaw.
  4. Adiktif, Seseorang yang sudah mengkonsumsi narkoba biasanya akan ingin daningin lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorangcenderung bersifat pasif , karena secara tidak langsung narkobamemutuskan syaraf-syaraf dalam otak,contohnya ganja , heroin , putaw.
Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya kematian
Adapun jenis narkoba adalah sebagai berikut:
1. Opioid:
2. Kokain
3. Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun
lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-
cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang
berkepanjangan tanpa sebab).
4. Ekstasi
5. Shabu – shabu
6. Benzodiazepin
7. Heroin atau diamorfin (INN) adalah sejenis opioid alkaloid.

Efek Narkoba juga dapat berbeda satu sama lain, penyalahgunaan Narkoba akan mempengaruhi otak dan tubuh secara langsung, dari mulainya tekanan darah ke jantung.

Dibawah ini adalah beberapa kumpulan gambar terhadap penyalahgunaan narkoba.

Gambar diatas Pecandu yang sudah mengkonsumsi ekstasi yang sedang trance, rasa malu dan cemas pun menghilang. separti orang gila.
Gambar diatas merupakan efek heroin pada kulit yang digunakan dalam jangka waktu panjang.
Gambar diatas merupakan seorang perempuan yang meninggal akibat pengaruh Kokain ( shabu-shabu) yang berlebihan.
JANGAN PERNAH MENCOBA NARKOBA, ATAU AKAN MENJADI SEPERTI GAMBAR DI ATAS !!
sumber :

Sex Bebas, 64 Juta Remaja Galau Rentan Seks Bebas

Labels: ,


64 Juta Remaja Galau Rentan Seks BebasPalembang--Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat merilis 64 juta remaja Indonesia rentan memiliki perilaku seks bebas dan pengguna zat tropika berbahaya. Dalam catatan BKKBN kelahiran penduduk usia remaja cenderung meningkat yakni 48/1000 kelahiran. Prosentase itu dapat menggambarkan para remaja sudah memiliki perilaku seks bebas.

"Kita memiliki 64 juta remaja yang rentan seks bebas. Salah satu indikasinya tingkat kelahiran pada usia remaja terjadi 48/1000 kelahiran," kata Deputi Advokasi, Pergerakan dan Informasi BKKBN Pusat, Hardianto dalam acara pertemuan dengan ratusan remaja dari berbagai kampus dan sekolah di Palembang, Jumat, 10 Mei 2013. Situasi itu muncul karena pada usia remaja, biasanya prilaku individu masih labil sementara itu dilain pihak harus diakui semakin gampang remaja mendapatkan informasi yang menyesatkan.

Menghadapi situasi yang menghawatirkan ini, BKKBN menekankan remaja untuk memiliki jiwa berkompetisi secara sehat dan menjadi generasi yang berencana. Sehingga keseharian Remaja dapat diisi dengan kegiatan positif di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Menurut Hardianto data tersebut mereka dapatkan dari sumber resmi dan berdasarkan kajian ilmiah.

"Cenderung terus terjadi peningkatan penduduk usia remaja. Mereka ini sangat rentan terkena pengaruh budaya barat yang tanpa sensor sehingga tidak jarang akan menjadi pemicu kawin usia remaja dan perilaku seks bebas," kata Hardianto.

Ditambahkan Hardianto, saat ini BKKBN masih melihat beberapa kota besar di pulau Jawa sebagai daerah dengan tingkat kerentanan yang tinggi. Selain jumlah penduduknya yang tercatat masih besar, pada umumnya remaja di pulau Jawa lebih mudah mendapatkan informasi yang bersumber dari internet dan media lainnya. Kota-kota tersebut mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya dan semarang. Di luar pulau Jawa, tingkat perilaku seks bebas rentan terjadi di kota Makasar, Denpasar, Medan dan Palembang.

Sementara itu Asisten III Bidang Kesejahteraan pemerintah provinsi Sumatera selatan, Ahmad Najib menjelaskan saat ini di Sumsel memiliki 7,4 juta penduduk. Mereka menyebar di dalam 15 kabupaten dan kota. Sekitar 1,3 juta diantaranya tercatat masih berusian remaja. "Kita juga dapat memahami kehawatiran pihak BKKBN. Sebenarnya tidak hanya rentan seks bebas, usia remaja ini pasti rentan terhadap penggunaan obat-obat terlarang. Ujung-ujungnya mereka akan kawin mudah dan putus sekolah," kata Najib.

Pemerintah daerah memiliki beberapa kegiatan untuk mengurangi tingkat perilaku seks bebas di kalangan remaja.menurut Najib, Pemprov Sumsel beberapa waktu yang lalu meciptakan kompetisi di bidang informasi dan teknologi khusus bagi para remaja. selain itu pihaknya juga memaksimalkan penggunaan Jakabaring Sport City sebagai arena adu prestasi di bidang olahraga. "Beberapa hari yang lalu ada pekan olah raga bagi para santri se-Sumsel. ini salah satu bentuk menekan perilaku remaja yang menyimpang."

Sebab Kegagalan Rehabilitasi Narkoba

Labels: , , ,


Jonny 23 thn, Iriani 21thn, Andre 22 thn ( Mahasiswa/I) Telah menjalani rehab sebanyak 3 kali, tetapi belum berhasil lepas dari ketergantungan. 

Dedy 45 thn Pengusaha, telah berulangkali masuk panti rehabilitasi, namun masih gagal. Melinda 32 thn Sosialita, telah menjalani terapi dibanyak tempat tetapi hasilnya tidak signifikan. 

Bobbi 29 thn, pernah di rehab di fasilitas rehabilitasi diluar negeri, selepas rehab kembali terkena narkotika hingga akhirnya diketemukan OD (over dosis) di rumahnya. 

Nama-nama diatas merupakan sampling/gambaran umum yang terjadi dimasyarakat secara umum atau mungkin juga hal ini terjadi juga pada teman kuliah, rekan kerja, tetangga atau mungkin juga keluarga anda. 

Sebab Apa Rehabilitasi gagal : 
  1. Kondisi Psikologi belum normal Detoksifikasi yang tidak tuntas 
  2. Belum selesainya pemulihan fungsi organ tubuh 
  3. Ketidak siapan keluarga dalam masa peralihan Tidak tersedianya kegiatan yang membuat mereka focus. 
  4. Belum adanya border untuk imunitas, dari kontaminasi lingkungan yang tidak sehat dll 
Kompleksitas rehabilitasi Narkotika Sebagai praktisi kesehatan Holistic kami perlu menilai beberapa factor yang menjadi hambatan tidak berhasilnya proses rehabilitasi, dengan beberapa pendekatan.: 
A. Pentingnya informasi Mengenai Masalah Utama yang dihadapi Pasien. 
B. Metode penanganan efektif. 
C. Pengawasan/ Controlling pasca rehab. 

Berikut ini kami mencoba sedikit menguraikan beberapa point terkait dengan pemetaan masalah yang saat ini dihadapi oleh pengguna atau pecandu Narkotika dan Keluarga, sehingga dapat mempengaruhi efektifitas rehabilitasi, Secara umum pecandu Narkotika akan bermasalah pada : Hukum positif. Pelanggaran pada syariat Agama Gangguan pola-pikir/ Psikologis Kerusakan pada Organ tubuh : Otak, Jantung, Paru, Ginjal, Liver, dsb Kesulitan dalam penentuan visi kehidupan dan bersosialisasi Berdasarkan riset yang telah kami lakukan sebagai praktisi kesehatan point yang sangat menjadi kendala dan faktor penentu kesembuhan pecandu narkotika adalah masalah PSIKOLOGIS, yaitu Sbb : Mereka hidup dengan mengandalkan insting dan tidak lagi menggunakan logika. 

Realitas yang ada bahwa pecandu Narkotika umumnya berpendidikan tinggi, sehingga mereka tentunya faham benar efek buruk dari penyalahgunaan narkotika, yaitu dimulai dari berhadapan dengan aparat penegak hukum, kerusakan fisik yang akan di alami, bahkan ancaman kematian sekalipun tidak bisa mereka berhenti menkonsumsi Narkotika. Pecandu 

Narkotika telah kehilangan kehidupan, dimana tubuhnya lah yang mengambil peranan sebagai pusat pengendali bukan otak. Mereka memiliki alam pemikiran tersendiri, sehingga mereka tidak akan memperdulikan orang disekitarnya. Kelainan psikologis yang umum terlihat : Cenderung manipulatif, emosional, super sensitive, penyendiri, tidak care pada diri sendiri pada kondisi tertentu mereka dapat melakukan pencurian/kleptomania, egoistic. Tindakan terapi yang efektif. Rehabilitasi Psikologis Penting bagi keluarga selama proses ini, jangan izinkan mereka memegang kendali atas dirinya, tetapi pihak keluarga yang harus memegang penuh komando dalam kerangka membentuk karakter dan kedisiplinan, proses pembentukan mental dan psikologis ini perlu dilakukan intensif hingga dipastikan alam fikirnya berfungsi sebagaimana orang normal pada umumnya

Mereka harus diberikan pemahaman-kesadaran mengenai keagamaan, kehidupan sosial, pentingnya menghargai kehidupan bagi dirinya dan orang lain. Sehingga mereka menjadi manusia baru yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain. 

Detoksifikasi Proses detoksifikasi dapat dilakukan secara medis maupun holistic, pada prinsipnya toksin yang ditimbulkan dari Narkotika harus segera dikeluarkan dari tubuh. Maintenance Fungsi Organ tubuh Narkotika adalah racun yang dapat merusak seluruh oragn penting dalam tubuh untuk itu perlu tindakan perbaikan/pemulihan fungsi organ tubuh seperti: Otak, Hati, Ginjal, Paru, saran kami lakukan terapi holistic seperti Akupunktur, Ber bekam, Totok Syaraf ataupun terapi lain dan Olah raya yang teratur, sehingga menstimulasi fungsi organ tubuh secara alami.  

Pengawasan pasca rehabilitasi  

Yang tidak kalah pentingnya adalah masa-masa peralihan setelah proses rehabilitasi selesai ada beberapa yang perlu dipersiapkan oleh keluarga : Suasanya rumah yang kondusif, kekeluargaan serta harmonis Membuat border/benteng dari lingkungan yang tidak baik, dengan menciptakan lingkungan pergaulan baru yang lebih baik. Diberikan kesibukan dengan kegiatan yang bermanfaat. Diberikan kesempatan untuk membuktikan diri. Keluarga harus selalu mencurahkan segenap perhatian dan senantiasa mengingatkan jika merrasakan ada keanehan atau kemungkinan turunnya motivasi. 

Insya Allah bermanfaat
Sumber : 

Gangguan Jiwa Posisi Kedua Setelah Penyakit Kardiovaskular

Labels: , , , , ,


Bogor, Kompas  - Gangguan jiwa mengakibatkan beban dana sosial untuk kesehatan masyarakat meningkat. Kini, posisinya di urutan kedua setelah penyakit kardiovaskular. Gangguan jiwa bisa berupa gangguan jiwa ringan seperti depresi sampai gangguan jiwa berat seperti skizofrenia.

”Pencapaian target Tujuan Pembangunan Milenium (MDG’s) kelima, yaitu meningkatkan kesehatan ibu, berperan penting untuk menekan dana sosial akibat gangguan jiwa,” kata Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor, dokter spesialis kesehatan jiwa Eka Viora, Sabtu (2/4), kepada wartawan di Bogor, Jawa Barat.

Eka merintis pembentukan komunitas bagi keluarga penderita gangguan kejiwaan yang selama ini dirawat di rumah sakit itu. Sekitar 200 keluarga penderita gangguan kejiwaan, Sabtu, bertemu di Istana Negara Bogor, dilanjutkan dengan pertemuan dinamika kelompok di Kebun Raya Bogor.

Peran keluarga

Sejumlah anggota kelompok pemeduli kesehatan jiwa, yaitu Perhimpunan Jiwa Sehat (PJS) dan Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI), turut hadir dalam pertemuan. Menurut Eka, pertemuan itu menekankan pentingnya pengetahuan dan peranan keluarga terhadap penanganan gangguan kejiwaan.

”Gangguan jiwa ringan seperti depresi bisa menurunkan produktivitas sehingga beban dana sosial untuk kesehatan meningkat,” kata Eka.

Saat ini sedikitnya 300 pasien (60 persen) yang ditangani rumah sakit itu dalam kategori membutuhkan jaminan kesehatan dari pemerintah, ujar Eka.

Menurut dia, ibu berperan penting dalam pemeliharaan keluarga. Ibu yang sehat dan cukup berpengetahuan akan mampu memastikan kesehatan anak. Setidaknya, mendeteksi dini gangguan jiwa agar segera diobati.

Data pada 2007 menunjukkan, angka kematian ibu masih 228 per 100.000 kelahiran hidup. Ini masih jauh dari target MDG’s pada tahun 2015, yakni angka kematian ibu 102 per 100.000 kelahiran hidup.

Perhatian pemerintah

Ketua Umum PJS Yeni Rosa Damayanti mengatakan, sekarang saatnya menuntut pemerintah memberikan perhatian lebih kuat terhadap lapisan masyarakat yang

menangani persoalan kesehatan jiwa. Produk legislasi agar diwujudkan untuk berpihak pada setiap upaya penanganan gangguan kejiwaan.

Bagus Utomo, Ketua Umum KPSI, menekankan pentingnya menghapus stigma negatif terhadap penderita gangguan jiwa. Stigma ”gila” terhadap penderita skizofrenia perlu dihapus karena penyakit itu dapat disembuhkan, setidaknya dapat dikendalikan, sehingga penderita dapat hidup sesuai dengan yang diharapkan masyarakat.

Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor yang berdiri tahun 1882 merupakan rumah sakit jiwa pertama di Indonesia. Dalam perkembangannya, rumah sakit itu kini masih mengutamakan penanganan gangguan kejiwaan selain penanganan kedokteran umum.

SULITNYA MENANGANI PENCANDU NARKOBA- Saat Sakaw, Dokter pun Ngeper

Labels:

Tak mudah berurusan dengan mantan pencandu narkoba.Jika tak bermental baja,bisa-bisa seorang dokter pun merasa kapokberurusan dengan mereka.

Meski berstatus mantan, namun tampilan fisik para pencandu narkoba di RSU dr Soetomo tak berubah.Gaya berpakaian mereka tetap ”sangar”, bahkan banyak yang masih terlihat tattoodi tubuh mereka. Sebagai orang yang pernah menjalani dunia hitam,para pencandu terkadang masih menyisakan karakter keras dan sangarnya.Orang awam,termasuk dokter jiwa sekalipun akan ngeperdibuatnya. Psikiater Departemen Psikiatri RSU dr Soetomo-Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya dr Soetjipto SpKJ mengatakan, dibutuhkan keberanian dan kesabaran ekstra menghadapi para mantan pencandu narkoba.

Menangani pasien yang mantan pencandu, memang lain dengan penanganan pasien biasa.”Cara dan teknik penanganannya berbeda. Mereka lebih unik dari pasien biasa,”ujarnya kemarin. Soetjipto mengaku meski memiliki perangai dan kepribadian keras,mantan pencandu juga memiliki sisi positif. Mereka yang datang ke RSU dr Soetomo adalah pencandu yang tengah menjalani proses rehabilitasi agar terbebas dari jerat narkoba.

Setiap hari,pihaknya memberikan pelayanan termasuk pemberian obat obatan yang meringankan penderitaan.Upaya itu dirasakan berhasil dan membantu membebaskan pencandu dari jerat narkoba.”Mereka ingin sembuh.Karena itu harus dibantu,”ucapnya. Soetjipto mengaku,sampai saat ini sudah puluhan dokter spesialis jiwa mengundurkan diri dari program rehabilitasi bagi pencandu narkoba.Penyebabnya, mereka tidak kuat menghadapi kerasnya dunia pencandu narkoba. Dia menyebutkan,di Jawa Timur ada sekitar 90 dokter spesialis jiwa.Namun sampai saat ini hanya tinggal 10 orang saja yang masih intensif menangani para pencandu narkoba.

”Banyak yang mengundurkan diri karena tidak kuat.Dunia pencandu narkoba memang sangat keras,”ungkapnya. Menurut pria yang fokus menangani pencandu narkoba ini,kondisi semacam ini tidak hanya terjadi di Jawa Timur saja. Di hampir seluruh wilayah Indonesia,banyak juga dokter dan psikiater yang enggan bersentuhan dengan para pencandu narkoba. Dia menyebutkan,di seluruh Indonesia ada sekitar 700 sampai 800 orang dokter dan psikiater yang bisa menangani rehabilitasi pencandu narkoba.Namun yang aktif sampai sekarang tidak sampai 10% saja.

”Penyebabnya sama, dunia pencandu narkoba dinilai terlalu keras.Sehingga mereka memilih mundur,” kata dia. Koordinator East Java Action (EJA),sebuah LSM yang menangani pencandu narkotika, Rudhy Wedhasmara mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Pasalnya,dokter dan psikiater memiliki peran yang sangat vital bagi pemulihan ketergantungan narkoba.”Pelayanan dokter dan psikiater bisa menyelamatkan hidup pencandu dan keluarganya.Kami sangat berterimakasih atas pelayanan yang diberikan selama ini,”ucapnya.

Dia mengakui dunia narkoba memang sangat keras. Para pencandu memang sering kehilangan kendali diri sehingga menunjukan sikap keras terhadap orang lain, bahkan sampai melakukan tindakan-tindakan negatif. Dia mencontohkan,dalam kondisi sakawpencandu yang ingin sembuh akan pergi ke dokter untuk meminta pertolongan. Setelah sampai,ternyata dokter tidak ada atau tengah menangani pasien lain. Dalam kondisi ini,pencandu memang terkadang memaksakan kehendak dan berlaku kasar.

”Apalagi teman-teman yang dari jalanan.Kehidupan sehari-hari mereka memang keras,”ungkapnya. Karena itu,Rudhy berharap agar pemerintah dapat menggalang komitmen para dokter dan psikiater.Misalnya dengan menyiapkan kader-kader tangguh dari dokter dan psikiater. ”Selain kemampuan medis yang mumpuni,kader-kader itu juga memiliki mental yang kuat.Agar dapat bertahan menghadapi kerasnya dunia para pecandu,”harapnya.

Seperti diketahui,di Jatim ada 10 instansi yang ditunjuk sebagai tempat penanggulangan narkoba.Untuk Kota Surabaya adalah RSU dr Soetomo, RSJ Menur, Puskesmas Jagir Surabaya, dan Puskesmas Manukan. Untuk luar Surabaya diantaranya adalah Puskesmas Kendalsari, RSUD dr Syaiful Anwar Malang, RSJ Lawang, dan RSUD dr Soedono Madiun. Disisi lain,Rudy yang juga pegiat HIV/AIDS di Jawa Timur ini mendesak adanya perubahan atau adendum terhadap Keputusan Gubernur No 48/2004 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) No 5/2004 tentang Penanggulangan HIV/AIDS.

Rudhy mencontohkan, kekurangan dalam Keputusan Gubernur maupun perda adalah belum ada ketentuan soal penyediaan jarum suntik steril bagi pencandu narkoba.Selama ini penyediaan jarum suntik steril untuk para pencandu masih disediakan oleh lembaga donor.

Padahal jika melihat data dari Komisi Penangulangan AIDS Provinsi (KPAP),penularan HIV/AIDS melalui jarum suntik tak kalah besarnya dibanding dengan penularan melalui heteroseksual yaitu mencapai 21,3%. Sedangkan penularan tertinggi masih melalui hubungan heteroseksual sebesar 70,1%.

DENY BACHTIAR
Surabaya