Selamat Datang di www.terapinarkoba.com

Kami berpengalaman menangani KECANDUAN NARKOBA dengan metode MULTI TERAPI Insya Allah kecanduan narkoba dapat di pulihkan dalam waktu relatif singkat, hanya 2 bulan, bukan 6 tahun.
Sudah banyak pasien yang kami tolong, baik dari jawa maupun luar jawa / luar kota

SAKAW dll cepat di pulihkan.

Prosedur Pemulihan kecanduan narkoba bisa RAWAT JALAN dan TERAPI JARAK JAUH pasien tidak harus datang, bisa tetap sekolah, kuliah atau bekerja

SUDAH REHAB TAPI ANDA MASIH KECANDUAN JANGAN RAGU HUBUNGI KAMI


TABIB MASRUKHI,MPA

Telp : 0823 3222 2009


GARANSI >>> klik disini

Catatan : Pecandu Narkoba sangat tergantung dengan peran serta orang tua / keluarga. Karena itu segera lah berobat sebelum semuanya terlambat, kematian atau cacat seumur hidup.

yang perlu di lakukan orang tua terhadap seorang anak pecandu Narkoba ?
1. Bila pecandu ingin Lepas dari ketergantungan narkoba maka segera di obati
2. Bila pecandu belum ada keinginan Lepas dari ketergantungan narkoba maka tetaplah motivasi untuk segera diobati atau setidaknya minum obat ramuan kami dengan harapan pasien merasakan manfaat nya selanjutnya ada kesadaran untuk di pulihkan secara tuntas.

Demikian semoga bermanfaat

Tampilkan postingan dengan label prostat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label prostat. Tampilkan semua postingan

Pengobatan Penyakit Hyper PROSTAT tanpa Operasi

Labels: ,


Kelenjar prostat adalah suatu massa jaringan sebesar biji kenari yang terletak di belakang pangkal penis. 
Fungsinya adalah menambahkan cairan mani yang membawa sperma.

Kelenjar ini cenderung membesar volumenya ketika seorang pria mencapai empat puluhan, dan terus tumbuh dengan bertambahnya usia. 

Pada beberapa pria, pembesaran kelenjar prostat bahkan mencapai lebih dari 7 kali ukuran aslinya. Pembesaran ini bersifat jinak, sehingga disebut hiperplasia prostat jinak (Benign Prostatic Hyperplasia, disingkat BPH).

Prostat terletak di bawah kandung kemih, mengelilingi bagian atas uretra (saluran pengeluaran air seni). Jika prostat menjadi terlalu besar maka dapat meregangkan dan mendistorsi uretra dan menghambat aliran urin. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah kandung kemih. Sekitar 30% pria berusia di atas 70 tahun memiliki BPH yang menyebabkan gejala.

BPH tidak selalu meningkatkan risiko kanker prostat. Kedua penyakit ini dapat memberikan gejala yang sama, meskipun pada sebagian besar waktu kanker prostat tidak memiliki gejala. Anda dapat terkena BPH dan kanker prostat secara bersamaan.

Penyebab

Kita tidak tahu mengapa prostat membesar pada pria yang lebih tua, namun diduga berkaitan dengan perubahan hormonal yang terkait penuaan.

Gejala

Pada awalnya, penderita BPH mengalami kesulitan buang air kecil, bahkan ketika kandung kemih sudah penuh. Seiring waktu, masalah ini dapat memengaruhi otot-otot kandung kemih dan membuatnya hipersensitif. Penderita seringkali gagal mengosongkan kandung kemih, meskipun telah berupaya keras. Dorongan buang air kecil menjadi lebih sering, terutama di malam hari.

Gejala lainnya adalah:
Dorongan mendesak untuk buang air kecil. Beberapa pria mungkin mengompol tanpa dapat ditahan.
Penundaan antara awal berkemih dan aliran urin
Aliran urin lemah atau terputus-putus
Urin tetap menetes setelah buang air kecil
Perasaan bahwa kandung kemih tidak kosong setelah buang air kecil
Sakit di punggung bawah, panggul atau paha atas
Sensasi terbakar atau sakit saat buang air kecil.

Gejala dapat berbeda-berbeda antar individu. Gejala juga dapat bervariasi pada masing-masing individu di sepanjang perjalanan penyakit. Perlu ditekankan bahwa gejala di atas tidak selalu menunjukkan adanya pembesaran prostat. Penyakit lain dapat menyebabkan gejala yang sama.

Komplikasi
Kandung kemih yang tidak terkuras sepenuhnya meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (cystitis). Beberapa pria yang terkena BPH mengembangkan batu kandung kemih. BPH juga dapat tiba-tiba menyebabkan ketidakmampuan total untuk buang air kecil (dikenal sebagai retensi akut). Hal ini disebabkan oleh penyumbatan lengkap uretra dan merupakan keadaan darurat medis yang perlu perawatan segera untuk menghindari kerusakan ginjal.

Diagnosis

Selain dengan wawancara atau kuesioner dan mempelajari riwayat medis, diagnosis BPH ditegakkan dengan perabaan melalui anus (digital rectal examination/DRE). Karena letak kelenjar prostat di antara kandung kemih dan rektum, dokter dapat dengan mudah memeriksanya dengan memasukkan jari bersarung tangan dan berpelumas ke dalam anus pasien. Dokter akan meraba permukaan kelenjar prostat untuk menilai ukuran, bentuk, dan teksturnya. Meskipun tidak nyaman, prosedur ini hanya berlangsung satu menit atau kurang dan tidak menyakitkan.

Tes darah dapat digunakan untuk mengecek kadar antigen prostat spesifik (PSA) pada pasien yang dicurigai memiliki BPH. PSA adalah antigen khusus yang diproduksi oleh sel-sel kapsul prostat (membran yang menutupi prostat) dan kelenjar periuretral.  Jumlah PSA dalam darah dinyatakan dalam nanogram per mililiter (ng/mL). PSA sejumlah 4 ng/mL atau lebih rendah adalah normal, 4-10 ng/mL adalah sedikit tinggi, 10-20 cukup tinggi, dan 20-35 sangat tinggi. Penderita BPH atau prostatitis menghasilkan sejumlah besar PSA. Tingkat PSA juga ditentukan sebagian oleh ukuran dan berat prostat.  Tingkat PSA yang sangat tinggi dapat mengindikasikan adanya kanker.

Namun, tes PSA dapat memberikan hasil yang palsu. Hasil positif palsu terjadi ketika tingkat PSA tinggi dan tidak ada kanker. Hasil negatif palsu terjadi bila tingkat PSA normal dan kanker prostat ada. Karena itu,biopsi biasanya dilakukan untuk mengkonfirmasi atau menyingkirkan kemungkinan kanker ketika tingkat PSA tinggi.

Pengobatan

Obat-obatan. Beberapa obat generasi baru yang disebut alpha-blocker dapat membantu melemaskan jaringan prostat dan memperlancar aliran urin, terutama jika penyumbatan uretra tidak parah. Obat lain membantu mengurangi ukuran prostat dengan mengelola hormon testosteron. Obat-obat tersebut memungkinkan banyak penderita BPH untuk menghindari operasi.

Pembedahan. Dalam banyak kasus, operasi seringkali masih menjadi satu-satunya cara untuk menghilangkan masalah. Teknik yang paling banyak digunakan saat ini disebut TURP (reseksi transuretral prostat). Dalam prosedur pembedahan endoskopik ini sebagian dari jaringan prostat yang membesar dikelupas. Jika prostat hanya sedikit membesar, mungkin cukup membuat sayatan kecil di prostat untuk mengurangi penyempitan uretra. Jika prostat sangat membesar, mungkin perlu untuk membuat irisan di perut bagian bawah dan melakukan bedah terbuka. Tetapi prosedur ini jarang dilakukan.

Pembedahan lebih berisiko komplikasi dibandingkan obat-obatan. Di antara risiko obat dan pembedahan BPH adalah impotensi, inkontinensia urin dan ejakulasi retrograd. Studi memperkirakan 74% pria mengalami ejakulasi retrograd, 14% impotensi, dan 5% inkontinensia urin setelah operasi TURP.

Kateter. Beberapa penderita BPH dengan retensi urin tidak dapat dioperasi. Kateter dapat menjadi solusi dalam situasi ini, yang dapat ditempatkan ke kandung kemih melalui uretra atau melalui perut bagian bawah. Tapi dengan kateter permanen, pasien sangat berisiko terkena cystitis.

PENGOBATAN HYPERPROSTAT CARA TABIB MASRUKHI
Cukup dengan ramuan2 dan anda bisa buktikan dengan USG
....belum selesai  

Mengenal Kanker Prostat

Labels: ,

kanker prostat
Prostat adalah kelenjar yang terdapat di bawah kandung kemih pria. Fungsi utama prostat adalah memproduksi cairan yang melindungi dan menyalurkan sperma.
Prostat seringkali membesar secara bertahap setelah usia 50 tahun. Pada usia 70 tahun, 80% pria memiliki prostat yang membesar. Banyak pria lansia yang mengalami masalah buang air kecil karena pembesaran prostat (non-kanker). Pada beberapa pria, pembesaran ini diikuti oleh tumbuhnya kanker.

Kanker Prostat

Kanker prostat terjadi ketika sel-sel prostat tumbuh lebih cepat daripada kondisi normal sehingga membentuk benjolan atau tumor yang memiliki keganasan. Kanker ini paling umum pada pria, terutama mereka yang berusia di atas 65 tahun.

Penyebab

Seperti halnya kanker lain, penyebab kanker prostat tidak diketahui. Berikut adalah beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker tersebut:
  • Usia. Kebanyakan kasus terjadi pada pria usia lanjut.
  • Riwayat keluarga dan faktor keturunan. Bila ayah atau abang Anda terkena kanker prostat pada usia relatif muda (di bawah 60), risiko Anda lebih tinggi. Juga bila saudara perempuan Anda terkenakanker payudara.
  • Suku bangsa. Pria Asia memiliki risiko lebih rendah dibandingkan pria kulit hitam atau kulit putih.
  • Paparan logam cadmium

Gejala

Pertumbuhan kanker prostat seringkali sangat lambat, bisa tidak menimbulkan gejala selama bertahun-tahun. Dengan semakin membesarnya kanker, keluhan mulai muncul karena desakan pada uretra menimbulkan iritasi atau menyumbat aliran air seni. Gejala yang timbul antara lain:
  • Air seni tidak lancar. Aliran urin lemah dan butuh waktu lebih lama untuk menuntaskan kencing.
  • Penundaan. Anda mungkin harus menunggu beberapa saat di toilet sampai air seni mulai mengalir.
  • Tetesan. Sedikit air seni mungkin menetes dan menodai celana dalam Anda tidak lama setelah Anda selesai kencing di toilet.
  • Frekuensi. Anda lebih sering kencing daripada biasanya.
  • Urgensi. Anda merasa sangat ‘kebelet’ kencing tiba-tiba.
  • Kurang tuntas. Anda merasa kencing Anda tidak betul-betul tuntas.
Catatan: semua gejala di atas banyak dirasakan pria lansia. Kebanyakan mereka yang merasakannya hanya terkena pembesaran prostat non-kanker. Sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk memastikannya.
  • Gejala lain seperti sakit di pangkal penis atau air seni berdarah hanya terjadi pada kanker prostat stadium lanjut.

Diagnosis

Bila dokter mencurigai Anda terkena kanker prostat, dia akan melakukan beberapa hal berikut:
  • Perabaan melalui anus (digital rectal examination). Dengan mengenakan sarung tangan, dokter akan memasukkan jarinya ke lubang anus untuk meraba bagian belakang kelenjar prostat. Bila dirasakan ada pembesaran atau pengerasan, tes lain akan dilakukan untuk mendiagnosis lebih lanjut.
  • Tes darah. Tes darah diperlukan untuk mengukur antigen khusus prostat (PSA). PSA adalah protein yang diproduksi baik oleh sel prostat normal maupun kanker. Semakin tua, semakin banyak PSA yang kita produksi. Meskipun tidak konklusif, kandungan PSA tinggi dapat mengindikasikan Anda terkena kanker. Pada tahap pengobatan, penurunan kadar PSA menandakan efektivitas terapi yang dijalankan.
  • Tes PCA3. Adanya kadar PCA3 yang lebih tinggi di urin menunjukkan kehadiran kanker prostat. Tes ini lebih akurat dibandingkan tes darah (PSA), tetapi tidak semua fasilitas medis menyediakannya.
  • Biopsi. Biopsi adalah pengambilan sedikit sampel jaringan tubuh untuk diperiksa di bawah mikroskop. Biopsi mungkin harus dilakukan untuk memastikan diagnosis kanker prostat dengan menggunakan jarum yang dimasukkan ke lubang anus Anda. Beberapa sampel biasanya diambil pada bagian-bagian yang berbeda dari prostat.
  • CT scan, MRI scan dan pemeriksaan penunjang lain mungkin diperlukan untuk mengetahui lebih lanjut tingkat penyebaran kanker.

Stadium Kanker Prostat

Pada tahap awal kanker prostat masih terlokalisasi, namun pada tingkat lanjut dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh seperti tulang dan nodus limfa di selangkangan. Stadium kanker prostat ditentukan oleh seberapa jauh tingkat penyebarannya.
Stadium kanker prostat menggunakan sistem TNM, T=tumor, N=nodus, M=metastase:
  • T1 = tumor hanya ada di dalam prostat, belum dapat dirasakan melalui perabaan lewat anus.
  • T2 = tumor masih di dalam prostat, sudah dapat dirasakan melalui perabaan.
  • T3 = tumor sudah menyebar ke jaringan sekitarnya seperti kelenjar seminal vesicle yang memproduksi semen
  • T4 = tumor telah menyebar ke tulang atau nodus limfa
  • N1-3 berarti kanker telah menyebar ke nodus/kelenjar limfa. N0 berarti belum menyebar ke nodus.
  • M diikuti 1a, b atau c menunjukkan kanker telah menyebar ke tulang atau organ tubuh lain.

Terapi

Penanganan kanker prostat sangat kompleks, di antaranya dengan pembedahan, radioterapi, terapi hormon, dan kemoterapi. Biasanya kombinasi lebih dari satu metode terapi tersebut dijalankan. Penanganan yang dilakukan tergantung pada:
  • Ukuran, stadium kanker dan derajat keganasannya (tingkat PSA).
  • Kondisi pasien: usia, kesehatan umum, dan preferensinya.