Selamat Datang di www.terapinarkoba.com

Kami berpengalaman menangani KECANDUAN NARKOBA dengan metode MULTI TERAPI Insya Allah kecanduan narkoba dapat di pulihkan dalam waktu relatif singkat, hanya 2 bulan, bukan 6 tahun.
Sudah banyak pasien yang kami tolong, baik dari jawa maupun luar jawa / luar kota

SAKAW dll cepat di pulihkan.

Prosedur Pemulihan kecanduan narkoba bisa RAWAT JALAN dan TERAPI JARAK JAUH pasien tidak harus datang, bisa tetap sekolah, kuliah atau bekerja

SUDAH REHAB TAPI ANDA MASIH KECANDUAN JANGAN RAGU HUBUNGI KAMI


TABIB MASRUKHI,MPA

Telp : 0823 3222 2009


GARANSI >>> klik disini

Catatan : Pecandu Narkoba sangat tergantung dengan peran serta orang tua / keluarga. Karena itu segera lah berobat sebelum semuanya terlambat, kematian atau cacat seumur hidup.

yang perlu di lakukan orang tua terhadap seorang anak pecandu Narkoba ?
1. Bila pecandu ingin Lepas dari ketergantungan narkoba maka segera di obati
2. Bila pecandu belum ada keinginan Lepas dari ketergantungan narkoba maka tetaplah motivasi untuk segera diobati atau setidaknya minum obat ramuan kami dengan harapan pasien merasakan manfaat nya selanjutnya ada kesadaran untuk di pulihkan secara tuntas.

Demikian semoga bermanfaat

Tampilkan postingan dengan label rehabilitasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rehabilitasi. Tampilkan semua postingan

Berapa Lama Ganja Bisa di Deteksi Dalam Urine

Labels:

Tes Urine adalah salah satu cara yang paling sering dilakukan polisi ketika memeriksa apakah seseorang adalah pengguna ganja atau tidak. Selain tes urin ada beberapa cara lain yang dilakukan polisi atau dokter, yaitu tes darah (blood testing) dan tes rambut (hair testing). Namun tes urin adalah cara yang paling mudah bagi polisi untuk mengetahui tersangka dalam kasus tindak pidana narkotika apakah ia adalah pemakai atau bukan.

Orang yang baru saja mengkonsumsi ganja dapat diketahui melalui air seni selama 2 sampai 5 hari. Untuk pengguna berat antara 1 sampai 15 hari dan untuk pengguna ganja dengan lemak tubuh yang tinggi bisa sampai 30 hari. Untuk pemeriksaan melalui sampel rambut bisa sampai 90 hari. Pada pemeriksaan melalui sampel darah, untuk pengguna aktif antara 1 sampai 2 hari. Namun pada penelitian terbaru mengatakan bahwa ganja dapat dideteksi dalam darah manusia sampai 1 bulan untuk pengguna berat. (cpt)

Cara Lolos Tes Narkoba

Labels:

4 Bagian:Persiapan untuk tesLolos Tes urin Lolos tes darah, air liur dan rambut Mengenali hak-hak anda
Jika anda ingin melewati tes narkotik mendadak, hal pertama yang anda harus tahu adalah teknologi dalam menguji sudah memiliki kemajuan untuk mengetahui maksud dimana biasanya mengelabui tes dengan cara klasik, seperti memberi beberapa garam ke sampel urin anda atau menggunakan urin palsu, biasanya akan ketahuan. Taruhan terbaik anda adalah dengan menyiapkan diri ada sesehat mungkin dengan cara berhenti memakai narkotik secepat anda menyadari bahwa anda akan menghadapi tes. Ketika tidak ada cukup waktu untuk membuang semua bekas narkotik dari tubuh anda, ada teknik pelenyap terakhir yang bisa anda coba untuk mengagalkan sistem. Dan ketika semua gagal, mengetahui hak-hak anda dapat membantu anda lepas dari kondisi terjepit. Tetap baca untuk mengetahui cara terbaik untuk berurusan dengan tes narkotik mendadak. 

Bagian 1 dari 4: Persiapan untuk tes
  1. Pass a Drug Test on Short Notice Step 1 Version 2.jpg
    1
    Berikan diri anda waktu luang sebanyak mungkin. Selama tiap hari antara hari terakhir anda menggunakan narkotik dengan hari dimana anda mengikuti tes, kesempatan anda lulus lebih besar. Jika anda memiliki banyak waktu untuk bersiap, gunakan dengan bijak dan berhenti mengkonsumsi obat tersebut hingga anda benar-benar bersih. Tidak peduli jenis obat apa yang anda konsumsi,lebih baik anda berhenti dan mencoba lulus tes daripada bergantung pada metode yang biasanya kurang efektif seperti memalsukan hasil tes.
    • Jika tes narkoba ini dilakukan oleh pemimpin perusahaan anda, dikebanyakan kasus anda seharusnya mendapatkan peringatan yang adil dalam proses tes. Anda mungkin tidak tahu kapan pastinya tes dilakukan, namun anda mungkin tahu minggu apa yang diperkirakan dilakukan tes. Perhatikan kebijakan perusahaan anda sehingga anda dapat menyiapkan tes bahkan dapat melepaskan diri dari pengawas.
    • Jika anda dites karena anda dalam masa percobaan, tes anda akan seperti sudah diatur jadwalnya. Jangan biarkan hari tes mengacaukan anda; persiapkan tubuh anda sebaik-baiknya.
    • Tentu saja, anda tidak selalu bisa menyiapkan diri untuk tes. Jika anda dirazia dan petugas kepolisian mencurigai adanya pengaruh narkotik, anda bisa dites ditempat. Saat tes mendadak seperti itu sulit untuk melewatinya, ada hal yang masih bisa anda lakukan untuk membuat anda mendapat kesempatan yang lebih baik.
    Iklan
  2. Pass a Drug Test on Short Notice Step 2 Version 2.jpg
    2
    Temukan tes macam apa yang akan anda jalani. Ada 4 macam tes narkotik: tes urin, tes darah, tes air liur dan tes rambut. 5 jenis standart yang diuji adalah amphetamines (speed, meth, crank, ecstasy), cannabinoids (marijuana, hash), cocaine (coke, crack), opiates (heroin, morphine, opium, codeine), and phencyclidine (PCP). Kemajuan dalam teknologi pengujian membuat sulit untuk memalsukan hasil tes, namun mengetahui perbedaan antara tes-tes tersebut membantu ketika itu terjadi dalam situasi khusus. Berikut caranya :
    • Tes urin adalah jenis tes yang paling sering dilakukan untuk tes yang dilakukan oleh pemimpin perusahaan. Ini adalah tes yang paling mudah dikelabui, karena anda memiliki jendela kecil untuk privasi saat anda harus memberikan sampel urin (bila saat anda mengambil sampel urin anda tidak diawasi)
    • Tes Darah dapat dilakukan jika anda dirazia dan dicurigai ada pengaruh narkotik. Tes macam ini akan sangat sulit dilewati bila anda sedang mengkonsumsi narkotik, ini sangat efektif untuk mengetahui dengan jelas berapa kadar narkotik di tubuh anda. Namun jika tes dilakukan beberapa hari setelah anda mengkonsumsi, hasil tes akan cenderung negatif daripada tes urin.[2]
    • Tes air liur kadang-kadang dilakukan di tempat, selain tes urin atau tes darah bila tes tersebut kurang fasih. Tes ini kurang sensitif dibandingkan tes darah.
    • Tes rambut akan sangat sulit dimanipulasi. Lebih dari 120 helai rambut di uji dalam laboratorium untuk mengetahui apakah mereka mengandung efek narkotik. Ini membutuhkan waktu 2 minggu atau lebih untuk bagian rambut tumbuh cukup panjang untuk diuji, tes rambut tidak bisa memberitahu kapan anda menggunakan narkotik selama 2 minggu terakhir. Bagaimanapun efek narkotik dapat tertinggal di rambut anda hingga 90 hari, jadi ini akan menjadi cara efektif untuk mengetahui apakah anda pemakai narkotik.
  3. Pass a Drug Test on Short Notice Step 3 Version 2.jpg
    3
    Cobalah untuk mengetahui seberapa banyak kadar narkotik dalam tubuh anda. Metode yang akan anda pilih untuk melewati tes narkotik tergantung seberapa banyak narkotik yang masih ada dalam tubuh anda. Misalnya, jika anda hanya pengguna mariyuana, narkotik ini mungkin tidak akan terdeteksi setelah beberapa hari. Bagaimanapun pecandu berat dari mariyuana, pecandu kokain, barbituratis, dan narkotik lain terdeteksi bahkan setelah 15 hingga 30 hari.
    • Jika anda pecandu berat atau “kronis” mariyuana, tes yang anda lakukan hampir bisa dipastikan hasilnya positif. Bagaimanapun, jika anda hanya mengkonsumsi dalam waktu singkat, anda akan memiliki kesempatan untuk membersihkan tubuh anda dan hasil tesnya negatif.
    • Ingatlah bahwa jika anda subjek tes rambut, apapun yang anda konsumsi selama 90 hari (dengan pengecualian 2 minggu terakhir) akan ketahuan.
  4. Pass a Drug Test on Short Notice Step 4 Version 2.jpg
    4
    Ketahuilah tes mana yang and pilih jika anda bisa memilih. Anda tidak akan selalu bisa memilih bagaimana anda diuji untuk narkotik, namun terkadang anda bisa menentukan kapan anda akan di tes urin,darah, air liur, atau rambut. Malahan cobalah untuk mengelabui tes, anda sebaiknya memilih tes yang setidaknya akan berhasil bagi anda. Tentu saja tidak ada jaminan bahwa hasil tesnya negatif, namun patut untuk diketahui tes mana yang akan memberikan kesempatan yang besar untuk anda lolos.
    • Jika anda hanya mengkonsumsi narkotik dalam waktu yang relatif singkat, dan itu sekitar seminggu yang lalu, taruhan terbaik anda mungkin adalah tes darah atau ter air liur, karena kebanyakan narkotik sudah hilang dari aliran darah anda setelah beberapa jam atau hari.
    • Jika anda sedang sakaw ketika anda di tes, anda mungkin harus mencoba tes urin, karena tes tersebut kurang sensitif dibanding tes darah untuk mengetahui tingkat narkotik pada tubuh anda. Tes urin tidak memaparkan tingkat THC, jadi jika anda mengkonsumsi mariyuana, bahkan seandainya anda gagal dalam tes ini tidak ada bukti bahwa anda mengkonsumsinya saat itu.
    • JIka anda baru mencoba narkotik untuk pertama kali dalam seminggu atau kurang, dan anda mendapat pilihan untuk hanya melakukan tes rambut dibandingkan tes lain, maka itu adalah taruhan terbaik anda. Apapun yang anda lakukan selama minggu sebelumnya tidak akan muncul,namun narkotik yang anda konsumsi selama 90 hari yang lalu akan muncul.
    • Jika anda pecandu berat, cobalah hindari tes rambut, karena itu akan sangat sulit dikelabuhi.

Bagian 2 dari 4: Lolos Tes urin

  1. Pass a Drug Test on Short Notice Step 5 Version 2.jpg
    1
    Jangan coba untuk menutupi atau memanipulasi sampel. Penguji urin akan melihat hal itu dan mengetahui hasil tes dari zat kimia yang bisa membongkar hal itu. Kebanyakan zat kimia rumah tangga,seperti pemutih, garam, atau cuka, akan langsung bereaksi dengan pH urin anda, dimana akan membuat itu semakin jelas bahwa anda memanipulasi sampel. Memanipulasi sampel dengan menambah air juga berbahaya karena akan mengubah warna dan/atau suhu dari urin anda; sampel yang jernih akan ditolak begitu saja, saat masih hangat.
    • Acuhkan rumor yang mengatakan bahwa meminum pemutih akan menjernihkan urin anda. Meminum pemutih dapat merusak mulut, tenggorokan dan perut anda, serta berpotensi membunuh anda. Selebihnya, itu bahkan tidak akan menutupi sampel anda.
    • Jangan salah atau tertipu dengan iklan dalam produk narkotik yang mengatakan bahwa hasil tes anda akan negatif jika anda menambahkan zat kimia dalam urin. Itu tidak akan berhasil.
  2. Pass a Drug Test on Short Notice Step 6 Version 2.jpg
    2
    Minumlah air yang banyak untuk memulai hari dimana anda akan di tes. Dengan menambah kadar cairan dalam tubuh, anda akan mampu (mungkin saja) memanipulasi sample. Namun cara ini tidak akan berhasil bila anda pecandu berat, namun ini bisa menipu bila anda hanya baru menggunakannya dalam waktu singkat.
    • Tidak ada minuman khusus atau zat khusus yang bisa “menyiram” tubuh anda atau membersihkan lebih baik daripada air. Tidak ada jaminan bahwa zat kimia seperti goldenseal, cuka, niacin, atau vitamin C akan berdampak pada metabolisme tingkat narkotik.[5]
    • Minum beberapa pil Vitamin B pada hari dimana anda dites untuk membuat urin anda terlihat kuning. Jika itu terlalu jernih, penguji tes akan curiga.
  3. Pass a Drug Test on Short Notice Step 7 Version 2.jpg
    3
    Usahakan buang air kecil sebanyak mungkin sebelum anda dites. Ini akan membantu memompa metabolisme narkotik dari tubuh anda. Minum banyak air putih pada pagi hari saat anda tes dan usahakan perbanyak buang air kecil sebelumnya.
    • Tingkatkan pengeluaran gas anda dengan semacam diuretik. Ini akan menstimulasi proses buang air kecil dan akan membantu membersihkan tubuh anda. Diuretik dapat berupa kopi, teh, dan jus cranberry. Diuretik yang lebih hebat, seperti furosemide, tersedia hanya ada resep dokter.
    • Metabolisme narkotik akan muncul ketika anda tidur,jadi aliran pertama pada hari pertama akan menambah konsentrasinya. Pastikan bahwa anda banyak buang air kecil sebelum anda mengambil sampel, dan minum air yang banyak sehingga urin anda akan lebih termanipulasi.
    • Jika anda tidak diawasi, pastikan anda kencing di toilet lebih dahulu dan kemudian kencing pada wadah sampel; aliran urin pertama anda mengandung lebih banyak metabolisme.
  4. Pass a Drug Test on Short Notice Step 8 Version 2.jpg
    4
    Pertimbangkan pertukaran sintetik atau pembersihan urin sendiri. Ini akan sangat menipu dari kedengarannya, jadi pertimbangkan ini untuk langkah pelenyap terakhir (dan anda sepertinya akan dihukum jika tertangkap). Anda bisa juga membeli urin palsu atau mencari donor yang bersih. Tipuan bisa memelihara sampel pada suhu normal untuk analisa air kencing (sekitar 91 hingga 97 F) dan menyelundupkan itu ke area tes. Peti yang dapat menyimpan air seni palsu dan peralatan yang dibutuhkan untuk menjaga itu tetap pada suhu yang benar dapat dibeli online atau pada toko rokok.
    • Urin sintetis akan lolos dari kebanyakan tes, namun beberapa wilayah sudah mulai menguji keasaman urin. Pastikan sampel anda memiliki keasaman yang terkandung didalamnya.
    • Urin sintetis juga memiliki bau. Urin yang tidak berbau akan membuat penguji curiga.
    • Sangat penting untuk menjaga sampel tetap pada suhu yang benar. Jika suhunya terlalu dingin atau panas, maka itu sudah jelas membuka rahasia bahwa sampel dimanipulasi.
    • Memakai donor lebih beresiko daripada menggunakan urin palsu, karena anda tidak tahu apa yang akan muncul pada tes orang itu. Anda dapat mengetes diri anda sendiri dengan menggunakan lembar tes yang tersedia di toko rokok dan kebanyakan toko obat lain. Gunakan sampel maksimal 48 jam, setelah lewat batas waktu itu makan itu akan bertambah gelap dan akan mulai berubah pH nya.

Bagian 3 dari 4: Lolos tes darah, air liur dan rambut

  1. Pass a Drug Test on Short Notice Step 9 Version 2.jpg
    1
    Cobalah untuk menunda tes darah atau tes air liur. Jika ada cara untuk anda menunda tesnya, anda akan punya banyak kesempatan untuk lolos. Kebanyakan dari narkotik tidak banyak terlacak melalui tes darah atau air liur setelah beberapa jam, namun beberapa akan berbekas pada aliran darah anda pada hari ke tiga atau lebih. Terlepas dari jenis narkotik apa yang anda gunakan, anda akan berkesempatan lebih baik jika anda bisa menunda tes selama sehari atau lebih.
    • Jika anda tidak bisa menunda tes air liur, anda mungkin akan bisa memperbesar kesempatan untuk lolos. Jika anda mengatur sendiri penyeka pipi untuk tes air liur, dimana seharusnya digosok antara pipi bagian bawah dan mulut, gosok dan seka melawan gigi. Kemudian, tahan itu diantara pipi anda dan mulut selama 2 menit secara langsung, gigit itu diantara geraham. Ini mungkin tidak berhasil, namun ini layak dicoba jika anda berada langsung tes.
    • Adalah hal yang sangat salah jika memanipulasi sampel untuk tes darah, karena tes tidak akan bisa diatur sendiri. Darah akan ditarik ditempat dan segera diambil untuk diuji.
  2. Pass a Drug Test on Short Notice Step 10 Version 2.jpg
    2
    Cukur kepala dan tubuh anda sebelum tes rambut. Karena rambut anda akan dipotong ditempat saat tes rambut (daripada dikumpulkan oleh anda), tidak ada yang bisa anda lakukan untuk memalsukan tes rambut. Bagaimanapun, jika anda tidak punya rambut untuk di potong, anda bisa saja meminta jenis tes lain yang lebih mudah untuk lolos. Jika orang yang menguji anda belum pernah bertemu anda dan anda belum bersedia memberikan sampel rambut anda, cukur kepala anda dan istirahatkan tubuh anda (khususnya area dengan rambut yang panjang) dan beritahukan bahwa anda tidak punya rambut untuk dikumpulkan. Kemudian mintalah tes lain.
    • Pastikan anda punya alasan yang bagus kenapa rambut anda dicukur. Anda dapat mengatakan bahwa rambut anda rontok, atau anda sedang mencoba bereksperimen dengan gaya baru. Hindari alasan kondisi medis yang serius (misalnya kanker) untuk menjelaskan hilangnya rambut anda : ini akan memperpanjang urusan.
    • Karena sampel rambut hanya dibutuhkan rambut yang tidak terlalu panjang, bersiaplah mereka akan mengambil samperl dari kaki, ketiak, dan lain-lain. Ini saatnya anda mencabut semua bulu dan berpura-puralah menjadi perenang.
    • Cari cara untuk tidak melakukan semua tes. Karena tes darah, air liur dan tes rambut sangat sulit untuk dipalsukan, anda mungkin akan menimbulkan masalah dan lihat apakah anda bisa keluar dari tes itu. Berikut ini beberapa cara untuk melakukannya:
      Pass a Drug Test on Short Notice Step 11 Version 2.jpg
    • Mintalah tes urin. Jika anda pikir anda bisa lolos tes urin karena urin anda dimanipulasi, atau anda tidak ingin tes darah karena itu akan menunjukan seberapa sakaw anda saat dites, coba apakah anda bisa melakukan tes urin. Katakan anda mempertimbangkan hasil yang lebih baik daripada metode lain.
    • Kenali hak-hak anda. Di beberapa kasus, orang yang diatur untuk menguji anda bisa jadi tidak memiliki hak untuk melakukan tes. Ketahuilah aturan narkotik di wilayah anda dan bacakan pada pimpinan penguji kebijakannya. Lihat apakah anda punya kelonggaran yang bisa mengeluarkan anda dari tes ini, atau menundanya di lain waktu.

Bagian 4 dari 4: Mengenali hak-hak anda

  1. Pass a Drug Test on Short Notice Step 12 Version 2.jpg
    1
    Lihatlah ke aturan daerah anda tentang kebijakan narkotik. Setiap negara memiliki kebijakan yang berbeda ketika menguji narkotik. Berikut aturan main bagaimana pelamar pekerjaan dan pegawai tetap dapat diuji.[6] Di kebanyakan kasus, pemimpin perusahaan secara sah mengijinkan penguji, namun hanya jika itu diperlukan dan sudah terdaftar melalui laboratorium wilayah. Kelengkapan lain yang biasanya dibutuhkan adalah:
    • Semua pegawai atau pelamar harus diuji dengan cara yang sama.
    • Jika pelamar diterima untuk suatu pekerjaan, fakta bahwa tes narkotik merupakan bagian dari proses harus dihapus sejak awal.
    • Dikebanyakan kasus, pemimpin perusahaan tidak diijinkan untuk mengadakan tes narkotik acak atau tes narkotik tertutup
    • Dikebanyakan kasus, pemimpin perusahaan dapat menguji pegawainya jika pemimpin perusahaan mempunyai alasan kecurigaan bahwa pegawainya memakai narkotik (berperilaku tidak wajar, bekerja tidak optimal, dan lain-lain)
  2. Pass a Drug Test on Short Notice Step 13 Version 2.jpg
    2
    Mintalah tes ulang jika anda punya kesempatan. Tidak ada tes narkotik yang 100 persen akurat sejauh ini. Tes urin paling tidak yang akurat, namun semuanya bisa keliru. Gunakan ini untuk keuntungan jika anda sepertinya akan gagal dalam tes. Karena sekali anda gagal, tidak ada kesempatan untuk meminta tes ulang; katakanlah anda tidak setuju dengan hasil tesnya dan akan mengulang tesnya.
  3. Pass a Drug Test on Short Notice Step 14 Version 2.jpg
    3
    Petimbangkan untuk menentang setiap tes jika anda tidak lolos. Saat pemimpin perusahaan mengikuti semua aturan daerah untuk tes narkotik biasanya punya hak untuk memecat anda jika anda gagal atau menolak mengulang tesnya, anda mungkin bisa menentang tes jika itu memang tidak terdaftar secara sah.Tinjau ulang kebijakan perusahaan anda dan aturan daerah anda untuk memastikan bahwa mereka cocok. Jika ternyata tidak cocok, itu memberikan anda kesempatan untuk anda mencoba lagi.
    • Cek pada perijinan laboratorium dan analisa apakah tes tersebut memang dilakukan oleh negara.
    • Lihat apakah pemimpin perusahaan anda memberikan peringatan yang cukup untuk tes ini.
    • Jelaskan kapan menurut pengalaman anda bilamana anda diganggu dalam hal privasi, seperti diminta untuk buang air kecil dengan dilihat oleh orang.

    sumber  : wikihow.com

Hati Hati memilih tempat Rehabilitasi Narkoba , anda bisa bertambah Parah

Labels:

Dear All

Fenomena Tempat Rehab Narkoba

Arman, sebut saja begitu namanya, ingat betul masa-masa paling tersiksa dalam hidupnya. Bukan soal dingin dan kumuhnya jeruji polsek Bekasi, Jawa Barat. Pemuda berusia 24 tahun ini juga pun sudah tidak bisa lagi mengonsumsi shabu-shabu kegemarannya. Karena pada Maret 2002 silam itu, polisi membekuknya saat sedang asyik ngebong atau memakai shabu – shabu (SS), lalu menjebloskannya ke dalam bui.

Pada hari ketiga mendekam, teman-temannya sesama jungky (pemakai) datang menjenguk. Buntut kedatangan mereka ternyata tidak sekadar say hello. Mereka membawa tips khusus buat Arman. Tapi, jangan dikira tips jitu untuk membuatnya jera tertangkap atau sembuh dari ketergantungan SS, melainkan semakin “memuluskan “ jalannya ke jurang kelam narkoba.

Arman mesti membuat surat keterangan untuk bisa bebas dari tahanan, begitu pesan para jungky. Sebabnya, ia bisa "bebas" dengan adanya surat yang menerangkan bersangkutan pernah dirawat di panti penanggulangan ketergantungan narkoba. “Siapapun dapat memperolehnya di sebuah yayasan di bilangan Jakarta Selatan, sayang, saya lupa namanya,” sesal ayah dua anak yang hidupnya kini bersih dari narkoba.

Benar saja. Hanya berbekal uang dua juta, keluarga Arman bisa memegang surat yang disebutnya “surat sakti“ tersebut. Dan manjur, memang. Malam berikutnya Arman tak lagi menginap di sel. Sebagai gantinya, orang tua dan pihak kepolisian memasukkannya ke panti rehabilitasi narkoba. Cara yang menurut orang tua korban, lebih manusiawi. Setelah itu, “Saya boleh pulang dan setiap tiga hari mesti melapor diri ke sana,” karyawan swasta di Bandung ini menjelaskan.

Rupanya, Arman tidak sendiri mengetahui teknik “surat sakti” itu. Sebutlah lelaki bernama namanya Irfan, misalnya. Mungkin, tak banyak penghuni panti rehabilitasi semodel dia. Karena, pemuda 24 tahun ini bisa masuk ke sebuah panti di kawasan Jakarta Timur berkat sepucuk surat rekomendasi dari pihak kepolisian.

Singkat cerita, sebelum menjadi residen di panti yang sudah berusia lebih dari sepuluh tahun itu, Irfan memang sempat mendekam selama 10 hari di tahanan kepolisian resor kota BG. Padahal jika tanpa surat itu, kemungkinan tetap mendekam selama sekitar 1,5 tahun di tahanan itu cukup besar.

Adalah kerabat dekat Irfan yang repot mengurus surat tersebut ke kepolisian. Irfan, laiknya pesepakbola sekaliber David Beckham, akhirnya bisa “ditransfer” dari penjara polres ke panti rehabilitasi di Jakarta Timur yang tergolong lebih “nyaman“.
Berdasarkan pengakuannya, Irfan tidak tahu persis besarnya biaya transfer. Namun beberapa kawannya yang melakukan hal sama, dia menyebut kisaran angka satu sampai dua juta. “Bahkan, ada yang hanya dengan lima juta bisa bebas, bukan sekedar dikirim ke panti rehabilitasi,“ ujar Irfan.

Dia memang tidak terlibat langsung dalam proses keluarnya surat rekomendasi. Segala negoisasi harga diatur kerabatnya. Dan, setelah semua keran negosiasi berujung kata sepakat, jeruji polres pun terbuka. Irfan lenggang keluar dari kekelaman penjara.
Sehari setelah itu, kerabat dekatnya menyiapkan segala kelengkapan yang harus ia bawa ke Jakarta. Sesampai di Jakarta, Irfan tidak lantas menghuni. Sebelumnya, dia diinapkan beberapa hari di rumah kerabatnya di bilangan Tebet yang hingga kini rutin menjenguk dan memantau perkembangannya di panti itu.

Di situ, Irfan tidak seperti tinggal di dalam kumuhnya sel polres dengan fasilitas super minim. Dia pun tidak harus berhadapan dengan sangarnya petugas. Intinya, kenyamanan panti ini sungguh berkawan baik dengannya.
Pun, barak sebagai ruang tidur Irfan bukan cuma segar untuk tidur, namun juga nyaman untuk menguntai mimpi. Ambinnya bukan selembar tikar atau kasur kumal. Di sini, dia bisa enak pulas di atas kasur busa empuk dan bersih.

Irfan mengakui, masa awal kehadirannya di panti ini serasa ada di neraka. Maklum, akses memperoleh drug sangat sulit. Sebaliknya, sugesti untuk pakaw (gejala kecanduan) sangat kuat merajam. Irfan tersiksa. ”Kalau dipikir-pikir masih lebih enak di penjara, di sana banyak teman tongkrongan dan gampang kalau mau pakaw lagi,” ujar pemuda yang melanggani drugs sejak duduk di kelas I SMP ini.

Soal kabar mudahnya residen mendapatkan ‘barang haram’ di panti rehabilitasi, Irfan malah mendengarnya sejak dua tahun lalu. Seorang temannya di BG yang pernah menghuni panti di kawasan Jakarta Selatan menceritakan pengalamannya. Kata dia, etep (istilah putaw di kalangan jungkies) bisa dengan mudah diperolehnya melalui para staf panti yang eks pemakai atau bede (bandar). Siapapun di situ dapat bebas nge-drug tanpa perlu takut dijerat hukum.

Pengalaman Dani juga begitu. Di tahun yang bersamaan dengan Arman dan Irfan, jungky ini juga mendekam di tahanan polres Jakarta Selatan karena tertangkap bertransaksi putaw. "Belakangan memang masih saya dengar ada yang tertangkap lalu bebas berkat surat itu, toh, ujung-ujungnya tetap harus keluar uang tebusan," beber Dani.

Sebetulnya, Dani mengetahui adanya satu “surat sakti“ jenis lain dan diyakini telah disalahgunakan para jungky. "Surat gila", namanya. "Nggak tahu istilah sebenarnya, tapi teman-teman di sel menyebutnya memang begitu," katanya.

Dani bilang, suratnya berwarna kuning, dan tercantum atas ijin Departemen Kesehatan. Menurut beberapa teman jungkies-nya yang lain, ada panti rehab khusus yang bisa seperti itu di daerah Sentul, Jawa Barat. “Di sanalah pasien bisa mengonsumsi sambil pelan-pelan diobati," tukas Dani, tanpa merinci lebih jelas.

Lha, bisa gawat kalau surat semacam ini benar ada. Dan kok bisa? "Karena kalau tidak salah, ada satu pasal di undang-undang baru yang menyebutkan; memiliki, mengkonsumsi, menguasai narkoba harus seijin dokter pengawas,” ujar Dani, tanpa menyebut lengkap isi pasal itu. Berarti, bagi yang sudah sakit dan harus memakai narkoba diperbolehkan, asalkan berbekal izin tersebut.

Sebagai orang yang bersangkutan, Dr Sudirman memang mengakui, penerapan terapi semacam ini sesungguhnya memang ada. Bahkan, sudah menginjak tahun kedua sejak 2004 lalu. Alasannya, tidak lain untuk melindungi pasien dari pemakaian obat luar yang dijual di pasaran. “Agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi pasien,” ujar Dr Sudirman.
Di lain pihak Sudirman menandaskan, program semacam ini pun sebetulnya masih dalam tahap uji coba. “Jadi, masih perlu pengakuan nasional,” ujarnya.

Terang, para jungky itu salah kaprah. Sebab, bagaimana pun yang mereka anggap “sakti” itu hanya bisa dikeluarkan oleh pihak rumah sakit, semisal oleh dokter khusus di RSKO seperti Sudirman atau Dr. Al Bachri Husin. Isinya menyatakan, seseorang memang tidak mungkin disembuhkan dan mesti selalu mengonsumi narkoba untuk menunjang faal tubuhnya. Kalau tidak, niscaya akan berakibat fatal bagi dirinya.

Toh, pelaksanaan program ini pun hanya bisa dilakukan di dalam lingkungan rumah sakit. Sudirman bilang, kalau pun suatu saat para jungky kedapatan membawa ganja, putaw dan sebagainya, mereka akan mendapat prioritas dan rekomendasi dari pihak rumah sakit sebagai pasien. “Mereka tidak diproses laiknya seorang pengguna,” kata Sudirman.
Nah, kalau betul “partisipasi aktif“ panti rehabilitasi dalam pemakaian narkoba ini terjadi, masalahnya diramalkan bakal sangat serius. Atau, hanya sekadar isu di kalangan jungkies seperti Dani, lalu menjalar ke masyarakat umum dan tercium hidung wartawan?

Seorang aktifitis perempuan pemilik wajah cantik memberikan pendapat begini, “Kalau di penjara bisa dengan mudah dilakukan kenapa di panti semacam itu tidak?“ ujarnya, sederhana namun menusuk penuh retorika. Alasannya, panti rehabilitasi itu sendiri tidak secara khusus dijaga oleh perangkat hukum seperti polisi. “Saya yakin, bicara hal semacam ini hanya akan membuat banyak pihak sakit hati,“ ucap ibu dua anak ini, saat dihubungi MATRA lewat telepon.

“Kita semua tahu musuh kita adalah zat adiktif berbahaya bernama narkoba, bukan anak-anak itu. Mereka cuma korban, jadi jelaslah mana lawan dan kawan. Saya termasuk yang tidak setuju dengan ide legalisasi narkoba di panti rehabilitasi,” papar Ilham Malayu, mantan pecandu yang kini aktivis pemberantas narkoba. Memang, pengalaman getir 15 tahun mendekam di dalam penjara negeri Gajah Putih karena narkoba itu membulatkan tekad untuk memerangi laju penggunaan narkoba.

Agaknya, bukan cuma Ilham, siapapun tahu efek buruk narkoba. Membincangkan hal ini di warung kopi ibarat membicarakan “barang rongsokan“ di pasar-pasar elektronik; tiada habisnya. Saking maraknya perdagangan narkoba mengakibatkan kian banyak orang mengalami over dosis dan meninggal.

Sampai akhir Desember 2004, kehadiran sejumlah panti di seputar Jakarta, Bogor dan Bekasi saja sudah mencapai angka seratus. Sebaliknya, angka pecandu narkoba terus meninju langit, jauh di atas jumlah panti. “Jumlahnya tahun lalu sudah mencapai hampir empat juta, harus kita perangi,“ kata Henry Yosodiningrat, koordintor Gerakan Rakyat Anti Narkotika (Granat).

Sementara itu, data The Centre for Reduction Jakarta menyebutkan, pencandu narkoba di Indonesia mencapai angka 1,3 juta-3 juta. Sebagai penyumbang terbanyak, angka pecandu di Jakarta sekitar satu juta jiwa.

Seperti halnya penjual kecap, semua pasti menyatakan rasa kecapnya paling manis dan nomor satu lezatnya. Di samping, memang, ada juga panti yang berjuang keras dan punya integritas tinggi dalam hal penyembuhan. Mirisnya, kebanyakan mereka bubar di tengah jalan akibat tidak ada sokongan dana.

Yayasan “bergengsi“ itu berdiri dengan pendekatan secara umum, atau terang-terangan memakai metode keagaaman seperti Kristen atau Islam. Tidak perlu jauh-jauh mencari contoh, lihat saja Pamardi Siwi. Panti yang dikenal sejak tahun 1970-an ini mengutip sebesar dua juta per bulan dari seorang residen. Biaya itu dipungut selama masa rehabilitasi yang biasanya berlangsung sampai tujuh bulan.

Sebagai lembaga yang berada langsung di bawah Badan Narkotika Nasional, Pamardi Siwi pun tentunya bisa merasakan dana segar dari pemerintah. Bisa dibayangkan sendiri berapa besar dana dikelola panti rehabilitasi “senior“ di Indonesia ini.

Itu baru panti yang nyaman di tengah riuh Jakarta. Tetapi, jauh di kaki Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango, - tepatnya di antara kesejukan udara perkebunan teh Salabintana –Sukabumi, Jawa Barat, Yayasan Tulus Hati berdiri megah dan terbilang cukup lux untuk ukuran sebuah panti rehabilitasi.

Di atas tanah seluas 11 hektare serta hutan seluas 2 hektare, lokasinya memang jauh dari kebisingan dan tertutup rapat bagi sembarang pendatang. Ibarat one stop rehabilitation centre, hampir semua fasilitas yang dibutuhkan untuk mencari kesibukan tersedia. Sebut saja arena kebugaran, kolam renang, lapangan basket, ruang makan utama berkapasitas 240 orang, mushala, meja biliar, studio musik, dan perpustakaan.
Mahal? Tentu saja. Uang satu juta hanya untuk biaya administrasi, tok. Sementara, seorang residen mesti membayar 3,5 juta per bulan biaya kuliah di “kampus” yang bisa mencapai waktu enam bulan masa terapi. “Membantu orang yang memerlukan itu kan bukan bisnis,” kata Lucky Ika Dharma, Head of Therapy di yayasan ini.

Imran Kalim tersenyum lebar. “Banyak misi mulia sebuah panti mengalami kegagalan hanya karena urusan sebungkus dua bungkus rokok,” ujar Imran. Dia mendapati, mulai dari penjaga keamanan di pintu masuk sampai ke orang dapur panti sangat rentan untuk menjadi seorang oknum yang berbahaya bagi kelangsungan program pemulihan seorang residen. Sejauh pengetahuannya, banyak kasus penyelundupan oknum semacam itu yang terbongkasr pihak manajemen panti. “Hanya saja kasus ini tidak pernah di blow up,” ujar mantan rehab yang pernah studi banding ke beberapa panti rehab di Jepang dan beberapa negara Eropa ini.

Diarson Lubis, seorang pengacara dan konsultan hukum dari LS & Partners Jakarta menguatkan soal hal tersebut. “Meskipun pasal-pasal dalam undang-undang narkoba sudah menjelaskannya, oknum nakal semacam itu akan tetap ada sejauh minimnya pengawasan di lapangan,“ ujar pengacara yang menangani kasus narkoba Komisaris Polisi Puja Laksana awal Januari tahun lalu. Terbukti, begitu hebatnya sejumlah tayangan televisi mengenai penangkapan sejumlah pengedar dan pecandu selama tiga tahun belakangan, toh, peredaran narkoba masih berlangsung hingga di gang-gang sempit di Jakarta dan sekitarnya.

Sebagai pengacara, sah-sah saja Diarson bilang begitu. Namun seorang Ilham Malayu punya keteguhan pendapat yang berbeda. “Kita harus yakin, narkoba berikut pengaruh negatifnya bisa dienyahkan sebersih-bersihnya tanpa harus menjadikannya sebagai perlengkapan terapi,” tegas musisi blues ini. Di sisi lain, Ilham memang tidak menyanggah kabar seputar “surat sakti” yang proses kelahirannya melibatkan pihak kepolisian, panti rehabilitasi, junkies dan orang tua si junkies.

Bagi kalangan berduit dan berpengaruh, “surat sakti“ bisa dengan mudah dikeluarkan. Tetapi menurutnya, itu bukan semata soal uang, tetapi lebih pada masalah komitmen bersama untuk mengurangi atau setidaknya menghambat penggunaan narkoba. “Ketimbang mendekam di bui, kalangan tertentu jelas lebih memilih panti rehabilitasi,“ tutur pegawai honorer di sebuah panti rehabilitasi di Bogor ini.
Bisa jadi, mereka begitu. Namun tentu, selaku aparat hukum resmi, pihak kepolisian tidak begitu saja mengeluarkannya. Begitu pula dengan pengelola panti

Salam 


sumber : https://groups.yahoo.com/neo/groups/idai_sulsel/conversations/topics/335



PROSEDUR Rehabilitasi Narkoba LIDO BOGOR / BNN

Labels:

Pengguna dan pecandu narkoba di Indonesia yang kian bertambah dari tahun ke tahun dan sudah dalam kondisi memprihatinkan, membuat Indonesia bergegas untuk menyelamatkan generasi penerusnya melalui program rehabilitasi pagi pengguna dan pecandu serta memproses secara hukum bagi pengedarnya.
Untuk masalah rehabilitasi, sudah tercantum dalam Pasal 54 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, menindaklanjuti hal tersebut, dikeluarkan juga Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2010 tentang penempatan peyalahguna, korban penyalahgunaan narkotika ke dalam lembaga medis dan sosial.
Diperkuat dengan dukungan pemerintah yang tak setengah-setengah maka dikeluarkan juga Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Wajib Lapor Pecandu Narkotika untuk mendapatkan layanan terapi dan rehabilitasi. Maka Menteri Kesehatan RI mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) Nomor 1305/menkes/SK/VI/2011 yang menunjuk 131 IPWL di 33 Provinsi.
Untuk langkah awal, agar dapat pelayanan rehabilitasi dari pemerintah, residen wajib melaporkan diri, ada dua cara mekanisme pelaporan IPWL BNN, diantaranya:
  1. Sukarela, pecandu melaporkan dirinya atas kesadaran sendiri, pertama akan menjalani asesmen dengan menjalani wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, psikis, agar didapatkan informasi dan riwayat pecandu sebagai bahan pendukung untuk terapi selanjutnya. Selesai asesmen, menjalani proses administrasi dan ditempatkan di pusat terapi dan rehabilitasi yang telah disepakati tanpa melalui proses hukum.
  2. Program Wajib Lapor Tersangka, Bagi pecandu yang sudah ditangani penyidik, akan menjalani asesmen terlebih dahulu, jika terbukti berhubungan dengan jaringan kriminalitas narkoba, maka akan diproses secara hukum.
Persyaratan Rehabilitasi sangat mudah untuk administrasinya, hanya diperlukan berkas sebagai berikut : 
  1. Fotocopy Kartu Keluarga (KK), 
  2. Fotocopy KTP calon residen (Pasien Rehab) dan Orang Tua, 
  3. Pas Foto 4 X 6 sebanyak dua lembar, 
  4. Materai 6.000 dua lembar, 
  5. Bagi residen dengan putusan pengadilan, wajib membawa lengkap berkas putusan pengadilan.
Kriteria residen yang dapat direhabilitasi di UPT T&R BNN
  1. Calon residen merupakan pengguna aktif dengan pemakaian terakhir kurang dari 12 bulan melalui tes urin positif, jika penggunaan terakhir kurang dari 3 bulan, wajib melampirkan surat keterangan dari dokter yang menerangkan bahwa yang bersangkutan adalah pengguna narkoba.
  2. Berusia 15-40 Tahun, Jika kurang daroi 15 tahun hanya menjalani detoksiffikasi dan entry unit.
  3. Tidak sedang hamil (Bagi calon residen wanita)
  4. Tidak menderita penyakit fisik (Diabetes Melitus, Stroke, Jantung) maupun psikis yang kronis (Yang dapat mengganggu program)
  5. Calon residen datang didampingi orangtua / wali
  6. Jika terlibat urusan hukum, calon residen harus memiliki surat keputusan pengadilan.
  7. Calon residen dari putusan pengadilan harus didampingi pihak pengadilan.
Ketentuan Rehabilitasi
  1. Masa pembinaan residen selama 6 bulan meliputi detoksifikasi, entry unit, primary program, re-entry. Sebelum keseluruhan program, residen tidak diperkenankan untuk pulang ke rumahnya.
  2. Selama di ruang detoksifikasi dan entry unit, residen tidak dapat dihubungi atau dikunjungi. Komunikasi keluarga dan residen difasilitasi BNN.
  3. Residen dapat dikunjungi jika sudah melalui fase primary dan re-entry
  4. Apabila residen melarikan diri dari lembaga dan kembali ke keluarga, maka keluarga wajib melapor kepada UPT T&R BNN dan mengantarkannya kembali untuk menjalani proses rehabilitasi.

Puluhan Pasien Rehabilitasi Narkoba BNN di Lido Bogor Kabur

Labels:

Peristiwa itu terjadi pada Selasa 2 September 2014 malam. Petugas Linmas (hansip) Desa Srogol, Sumardi (47), mengatakan  35 pasien kabur saat dirinya tengah ronda. "Kejadiannya sekitar jam setengah delapan malam. Itu pasien BNN," katanya, Rabu (3/9/2014).

Sumardi mengaku sempat melihat puluhan pasien rehabilitasi narkoba BNN tengah berjalan secara bersamaan menuju Jalan Raya Sukabumi-Bogor. "Nggak lama petugas BNN ngejar memakai motor. Petugas yang ngejar juga banyak. Pasiennya jalan ke arah jalan raya," kata Sumardi.

35 pasien rehabilitasi narkoba tersebut kabur sekitar pukul 19.15 wib, yakni saat menjelang ibadah salat Isya di masjid yang berada di dalam area balai besar rehabilitasi BNN Lido.

Dua petugas penjagaan yang sempat menghalau puluhan pasien yang mencoba kabur, tak kuasa menahan. Gerbang yang sempat diitutup rapat, dibuka paksa oleh para pasien. Selanjutnya, petugas penjagaan mengejar dan membawa kembali sebagian pasien yang melarikan diri ke dalam Balai Besar Rehabilitasi.

Namun setelah dilakukan pengejaran 2 dari 35 pasien yang sempat menerbos gerbang utama Balai Besar Rehabilitasi, dikabarkan belum kembali. "Kalau kata petugasnya sih yang kabur ada 20, tapi saya kira lebih, soalnya banyak. Itu pasien rehabilitasi, sebab ada petugas yang bilang begitu," kata Sumardi lagi.

Menurut informasi 2 dari 35 pasien rehabilitasi narkoba, belum kembali setelah berhasil kabur dengan angkutan umum. "Katanya iya, ada 2 orang yang nggak ketemu," imbuh Sumardi.

Sumardi mengatakan, puluhan pasien rehabilitasi narkoba tersebut kabur secara bersama-sama dengan berjalan kaki menuju Jalan Raya Sukabumi-Bogor yang berjarak sekitar 2 kilometer dari gerbang utama Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido.

Ia mengatakan, selama ia tinggal di sekitar Pusat Rehabilitasi BNN, peristiwa kaburnya pasien rehabilitasi baru kali ini terjadi. "Saya orang asli sini. Sudah dua tahun, saya jaga malam. Baru kali ini ada pasien rehabilitasi kabur," pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, Humas BNN Kombes Pol Sumirat membenarkan informasi tersebut. "Yang keluar sekitar 35 orang dari 400 lebih yang direhab di Lido. Sudah kembali masuk malam itu juga dengan persuasif. Sehingga tinggal 2 orang yang masih di luar," kata Sumirat dalam pesan singkatnya kepadaLiputan6.com.

BNN: Alasan Pasien Rehabilitasi Narkoba KABUR karena Beratnya Rehabilitasi

Labels:

Arif Hulwan - 03 September 2014 15:36 wib

Ilustrasi -- MI/Rommy Pujianto
Ilustrasi -- MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Kaburnya puluhan pasien dari Balai Besar Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Lido, Kabupaten Bogor, Selasa, 2 September 2014 malam, diperkirakan karena beratnya proses rehabilitasi para pecandu narkoba. Walaupun 33 pasien di antaranya sudah berhasil diamankan

"Itu orang sakit. Namanya orang sakit untuk sembuh itu berat. Makanya hukuman berat itu rehabilitasi. Mereka anggap itu ringan, tapi hukuman rehabilitasi itu malah berat, dibandingkan hukuman penjara," terang Kepala BNN, Komjen Anang Iskandar, di Jakarta, Rabu (3/9/2014).

Mereka disebut takkan diberikan ancaman hukuman lebih berat ketika kembali ke pusat rehabilitasi. Oleh karena itu, keluarga diharapkan bekerja sama dalam mengembalikan pasien demi kesembuhan mereka.

Anang menerangkan pasien-pasien di Lido adalah para penyalahguna narkoba yang menjalani rehabilitasi atas dorongan keluarga, orang terdekat ataupun karena hukuman. Artinya, tak semuanya masuk panti rehab atas kesadaran sendiri. Karena itu pula, penjagaan panti rehabilitasi itupun tak ketat sebagaimana lapas atau rutan.

"Di sana itu sukarela kemudian sekarang keluar karena tidak niat untuk sembuh," imbuh dia, tanpa merinci jumlah pasien yang kabur maupun yang sudah kembali itu.

Mantan Kepala Divisi Humas Polri tersebut berjanji tidak akan memberikan sanksi tambahan kepada para pasien yang kabur. Ia berharap keluarga pasien yang kabur dapat membujuk mereka agar kembali ke Lido yang disebutnya makin penuh kapasitasnya itu.

"Ya gimana, orang sakit. Keluargamu kalau sakit mau keluar, boleh enggak? Ya boleh," cetus Anang.

Puluhan pasien dikabarkan melarikan diri dari Lido. Kebanyakan merupakan pasien yang terhasut bujukan solidaritas dua pasien yang jadi provokator. Mereka kabur lewat pintu depan yang dijaga dua petugas keamanan.

PECANDU NARKOBA TIDAK LAGI DI PENJARA

Labels: ,

narkoba
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Anang Iskandar mengatakan, mulai 15 Agustus 2014, semua pecandu narkoba akan direhabilitasi. "Kalau pengedar tetap kita penjarakan," kata Anang di Jakarta, Rabu, 25 Juni 2014.

Anang menjelaskan, kebijakan ini diberlakukan demi kebaikan para pecandu narkoba itu sendiri. Menurut Anang, pecandu yang dibui malah rawan mengkonsumsi narkoba di dalam penjara. "Kita sudah sepakat dengan pihak kepolisian, jaksa, serta hakim," ujarnya.


Selain itu, BNN juga memendam misi lain ihwal paradigma masyarakat. BNN, menurut Anang, akan terus berupaya mengubah paradigma masyarakat karena pecandu narkoba hanyalah korban. Para pengguna narkoba harus direhabilitasi dan menjauhi narkoba agar bisnis narkoba mati. "Mereka (pecandu) adalah corong pasar narkoba.".


BNN berkomitmen memberantas penyalahgunaan narkotik baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini sesuai dengan arahan United Nations Office on Drugs and Crime yakni merehabilitasi pecandu, bukan memenjarakan.


BNN akan memperbanyak posko rehabilitasi narkoba. Selain itu, BNN berharap dapat menjangkau seluruh Indonesia. "Kami mengajak seluruh kepala daerah untuk berpartisipasi," kata Anang. Kebijakan ini pun bergandengan dengan
Pasal 54 Undang-Undang Narkotika Tahun 2009 yang menyebutkan pecandu narkoba wajib direhabilitasi.

Kebijakan ini bisa terlaksana karena BNN sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Kejaksaan Agung, dan Mahkamah Agung pada Maret lalu.


Langkah pertama yang dilakukan BNN adalah meresmikan 16 posko rehabilitasi BNN yang berada di 16 kota di Indonesia bertepatan dengan Hari Anti Narkoba Internasional pada 26 Juni 2014. Posko rehabilitasi BNN rencananya diresmikan oleh Wakil Presiden Boediono di Istana Wakil Presiden hari ini.

DAFTAR BIAYA DETOKSIFIKASI NARKOBA RUMAH SAKIT JAKARTA

Labels: , ,

Jakarta memang muara berbagai jenis pengobatan pecandu narkoba. Cuma,ongkosnya memang tak murah. 

Untuk proses awal pengobatan, detoksifikasi, ongkosnya sudah jutaan rupiah (lihat tabel). Besar-kecilnya biaya bergantung pada metode yang digunakan. Metode "konvensional", yang umumnya berlangsung seminggu, jauh lebih murah ketimbang metode detoksifikasi cepat, yang prosesnya cuma berlangsung sekitar enam jam.

Di Indonesia, saat ini setidaknya ada tiga model pengobatan yang umum dipergunakan dokter. Selain model "konvensional" dan detoksifikasi cepat, ada metode yang diberi label "Metode Prof. Dadang Hawari"—nama seorang psikiater di Jakarta yang menciptakan metode tersebut.

Apa perbedaan berbagai model pengobatan itu? Pada detoksifikasi "konvensional" atau alamiah, terjadi gejala putus obat selama tujuh hari. Pada saat itu, pasien merasa persendian tulangnya linu, kepala pusing berdenyut-denyut, dan badan menggigil sampai mengeluarkan keringat dingin. Rasa sakit yang menyiksa ketika sakaw inilah yang menyebabkan sebagian besar pasien gagal menyelesaikan proses detoksifikasi.

Para ahli lalu menciptakan metode yang tidak menyiksa, yang kini dikenal sebagai detoksifikasi cepat (rapid detoxification). Gejala sakaw pada metode ini sama sekali tak dirasakan pasien karena selama pengobatan mereka dibius. Metode ini pertama kali diperkenalkan pada Februari 1999 oleh Yayasan IQONI—yang beranggotakan dokter spesialis dari berbagai rumah sakit. Kini setidaknya ada tujuh rumah sakit di Jakarta yang menerapkan teknik itu.

Metode itu, selain mahal, sayangnya, hanya bisa dilakukan untuk pecandu putaw atau heroin. Agaknya, di sinilah kelebihan teknik Dadang Hawari, yang selain ongkosnya lebih miring, juga bisa diterapkan untuk kecanduan zat-zat lain seperti ganja, kokain, alkohol, dan amfetamin (shabu-shabu atau ekstasi). Pada metode Dadang, pasien diberi obat-obatan psikofarma, antidepresan, dan antinyeri yang bersifat tak menimbulkan ketagihan. Pasien yang menjalani terapi ini pun akan lebih banyak ditidurkan, tapi bukan dibius. 

Hanya, pada metode ini, pasien akan mengalami disorientasi atau hilang kesadaran, yang baru hilang pada hari ketiga atau keempat. Kesadaran penuh baru tercapai pada hari kelima atau keenam. Dan proses diakhiri para hari ketujuh setelah tes urine menunjukkan bebas dari narkoba.

Di Jakarta saat ini setidaknya ada empat rumah sakit—RS Agung, RS Indah Medika, RS Mitra Menteng Abadi, dan RS M.H. Thamrin—yang menerapkan metode detoksifikasi Dadang Hawari. Meski biayanya agak miring, masih banyak juga pasien yang enggan menjalani terapi ini karena umumnya mereka takut menghadapi gejala disorientasi.

Sejauh ini, menurut Direktur Jenderal Pelayanan Medik, Sri Astuti Suparmanto, pemerintah sedang merintis standardisasi pengelolaan klinik narkoba. Yang bakal diatur meliputi prosedur, kualitas, dan tarif pengobatan—agar klinik narkoba tidak menjelma menjadi lahan bisnis tak terkendali yang hanya terjangkau kalangan berduit.

DAFTAR BIAYA DETOKSIFIKASI NARKOBA 

Nama Rumah SakitMetode
Detoksifikasi
Waktu
Detoksifikasi
Ongkos
RS Indah MedikaDadang HawariSatu mingguRp 3 juta
RS AgungDadang HawariSatu mingguRp 4 juta
RS Mitra Menteng AbadiDadang HawariSatu mingguRp 3 juta
RS M.H. ThamrinDadang HawariSatu mingguRp 6 juta
RS Mitra Keluarga, Jatinegara dan KemayoranDetoksifikasi cepatEnam jamRp 11 juta
RS PGI CikiniDetoksifikasi cepatEnam jamRp 11 juta
RS OngkomulyoDetoksifikasi cepatEnam jamRp 11 juta
RS Internasional BintaroDetoksifikasi cepatEnam jamRp 11 juta
RS Abdi WaluyoDetoksifikasi cepat
RS Budi AsihDetoksifikasi cepatEnam jamRp 6 juta
Klinik Al-Jahu--1-2 mingguRp 5 juta


sumber : Mardiyah Chamim, Andari Karina Anom, Dwi Arjanto, Biro Jakarta, dan koresponden daerah, Tempo Online