Selamat Datang di www.terapinarkoba.com

Kami berpengalaman menangani KECANDUAN NARKOBA dengan metode MULTI TERAPI Insya Allah kecanduan narkoba dapat di pulihkan dalam waktu relatif singkat, hanya 2 bulan, bukan 6 tahun.
Sudah banyak pasien yang kami tolong, baik dari jawa maupun luar jawa / luar kota

SAKAW dll cepat di pulihkan.

Prosedur Pemulihan kecanduan narkoba bisa RAWAT JALAN dan TERAPI JARAK JAUH pasien tidak harus datang, bisa tetap sekolah, kuliah atau bekerja

SUDAH REHAB TAPI ANDA MASIH KECANDUAN JANGAN RAGU HUBUNGI KAMI


TABIB MASRUKHI,MPA

Telp : 0823 3222 2009


GARANSI >>> klik disini

Catatan : Pecandu Narkoba sangat tergantung dengan peran serta orang tua / keluarga. Karena itu segera lah berobat sebelum semuanya terlambat, kematian atau cacat seumur hidup.

yang perlu di lakukan orang tua terhadap seorang anak pecandu Narkoba ?
1. Bila pecandu ingin Lepas dari ketergantungan narkoba maka segera di obati
2. Bila pecandu belum ada keinginan Lepas dari ketergantungan narkoba maka tetaplah motivasi untuk segera diobati atau setidaknya minum obat ramuan kami dengan harapan pasien merasakan manfaat nya selanjutnya ada kesadaran untuk di pulihkan secara tuntas.

Demikian semoga bermanfaat

Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Mengerikan , Kasus Narkoba di Purworejo Terus Mengalami Peningkatan

Labels:

Kasus Narkoba di Purworejo Terus Mengalami Peningkatan
Jumat, 3 Januari 2014  
tribunnews.com, PURWOREJO - Meski merupakan kota transit dan belum memiliki tempat hiburan, namun kasus narkoba terus ditemukan di Purworejo. Pada 2013 jumlah kasus mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Hal tersebut diungkapkan oleh Kasubbag Humas Polres Purworejo AKP Suryo Sumpeno didampingi kasat Narkoba AKP Yudi Ruslan, Kamis (2/1/2014). 
"Pada 2012 terdapat enam kasus dan jumlah pelaku yang terindikasi sebagai pemakai sebanyak delapan orang. Sedangkan pada 2013 terdapat tujuh kasus dan jumlah pelaku sebanyak sembilan orang," jelas AKP Suryo.AKP Yudi menambahkan, dari jumlah kasus tersebut, narkoba yang paling banyak ditemui adalah ganja dan sabu-sabu.
"Sempat kami menangkap pelaku yang membawa ekstasi, namun setelah diperiksa, ternyata ekstasi tersebut palsu," imbuh AKP Yudi.
Ia mengungkapkan, masih rendahnya kasus narkoba di Purworejo disebabkan tidak adanya tempat hiburan malam. Dari beberapa kasus yang ditemui, kebanyakan pelaku membeli narkoba di luar Purworejo kemudian dibawa masuk untuk dikonsumsi secara pribadi.
"Karena itu, sejauh ini kami baru menangkap pelaku yang umumnya hanya sebagai pemakai. Para pemakai tersebut didominasi karyawan dan mahasiswa namun juga ada satu kasus yang melibatkan pelajar," jelasnya.
Mengenai peredaran narkoba, AKP Yudi menyatakan di Purworejo hal itu masih sporadis karena tidak ada tempat keramaian. Para pemakai umumnya memakai sendiri narkoba yang dibelinya di rumah.
"Namun demikian kami akan tetap meningkatkan upaya menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba," pungkasnya.(toa)

Jogya, Empat Mahasiswa Terlibat Peredaran Narkoba

Labels:

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Empat mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi sains dan teknologi di Yogyakarta ditangkap polisi saat sedang pesta ganja pada 1 Januari lalu usai perayaan Tahun Baru 2014.Polisi juga mengamankan tiga orang lainnya yang satu di antaranya merupakan rekan dari para mahasiswa tersebut, dan dua orang lain yang membawa psikotropika jenis Reclona. Sehingga total dalam kasus narkotika ini, berhasil diamankan tujuh tersangka.

Mereka antaralain Bayu Nur Prasetyo alias Bayer (17), Heru Marwanto alias Bodeng (22), Fatih Putra Pambudi (20), Ahmad Husein Rifai (22), Warno alias Dolog (25), Fandi Tri Hakiki (21), dan Ari Sahrul Hidayat (21).

Dari tangan para tersangka berhasil diamankan 31 paket ganja dan sepuluh butir psikotropika jenis Reclona.

Kasat Narkoba Polres Bantul, AKP Hery Maryanto mengungkapkan, pada malam pergantian tahun 31 Desember lalu, seluruh Polsek di Bantul bergerak memburu peredaran minuman keras (miras) di 17 kecamatan. Hasilnya, sebanyak 682 botol miras berbagai jenis dan merek berhasil diamankan polisi.

Kemudian di hari yang sama, pihaknya menangkap dua orang warga Gilangharjo, Kecamatan Pandak yaitu Bayu Nur Prasetyo dan Heru Marwanto. Keduanya ditangkap ketika sedang melintas di Jalan Parangtritis pada malam tahun baru karena kedapatan membawa 10 butir Reclona tanpa disertai resep.

“Saat ini barang bukti dikirimkan ke laboratorium untuk diperiksa,” katanya, Senin (6/1/2014).

Keesokan harinya, yakni tanggal 1 Januari, dari laporan masyarakat, polisi menangkap tiga orang mahasiswa yang asik pesta ganja di daerah Muja-Muju, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Saat ditangkap, mereka sedang asik menghisap linting ganja, antaralain Fatih Putra Pambudi, Ahmad Husein Rifai serta Warno alias Dolog. Ketiganya warga Purwokerto, dua di antaranya Fatih dan Ahmad adalah mahasiswa.

“Barang bukti berupa satu setengah linting ganja ditemukan di lokasi tersebut,” kata Hery.

Dari hasil pengembangan pemeriksaan terkait darimana mereka memeroleh barang haram itu, ternyata barang tersebut didapatkan dari salah seorang mahasiswa di perguruan tinggi yang sama, yakni Fandi Tri Hakiki warga asal Lamusung Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Polisi kemudian berhasil membekuk Fandi di daerah Celeban, Umbulharjo, Kota Yogyakarta pada tanggal 2 Januari, dan mengamankan 19 bungkus ganja siap edar. Dari hasil pemeriksaan, ternyata Fandi tidak menjual paket ganja sendirian, namun juga bersama rekannya sesama mahasiswa di kampus yang sama dan juga warga asal NTB, yakni Ari Sahrul Hidayat.

Pada 3 Januari, dari kamar kos Ari di daerah Depok, Sleman, polisi menemukan 12 bungkus ganja dan dua linting ganja mulai dari daun hingga rantingnya.

Sedangkan dari hasil pemeriksaan, Ari dan Fandi memperoleh barang tersebut dari seorang warga di NTB. Barang dikirim melalui bus Safari untuk menghindari perhatian petugas.

“Ari dan Fandi bukan hanya sebagai pengguna namun juga pengedar alias penjual ganja. Perbungkus ganja dijual Rp 100.000,” katanya.

Wakapolres Bantul, Kompol Dony Siswoyo mengatakan, kasus narkoba dan miras ini merupakan hasil operasi yang dilakukan mulai 31 Desember 2013 hingga 3 Januari 2014.

Khusus untuk kasus narkoba, lima tersangka yang merupakan pengguna, dijerat dengan UU Narkotika Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara.

Sedangkan Fandi dan Ari yang selaku pengedar atau penjual, dikenai pasal berlapis dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan minimal lima tahun, atau denda Rp 1 miliar. “Ini gebrakan kami. Kami akan terus kembangkan kasus ini,” tandasnya.

Adapun untuk kasus miras, para penjual telah dikenai pasal tindak pidana ringan (tipiring) karena telah melanggar Perda Pemkab Bantul tentang peredaran minuman keras.(*)

Pusing Jika Tidak Pake Sabu

Labels:

Bardi Mengaku Pusing Jika Sehari Tak Pakai Sabu 
TRIBUNNEWS.COM, INDRALAYA - Tersangka pemakai narkoba jenis sabu-sabu, Bardi (47) warga Jl Kopral Hanafiah Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir (OI), diamankan Satres Narkoba Polres OI pimpinan AKP M Ihsan, Selasa (11/3/2014) pukul 22.00 WIB.
Dihadapan penyidik, Bardi mengaku pusing jika dalam satu hari tidak mengkonsumsi sabu-sabu.
"Aku sudah sejak dua tahun lalu pak, mulai memakai sabu-sabu. Kepala saya merasa pusing jika satu hari tak mengkonsumsi," katanya, Rabu (12/3/2014).

Penangkapan pria bertubuh gempal ini, ketika Satuan Res Narkoba Polres OI menerima informasi salah seorang pemakai yang diduga sekaligus pengedar narkoba jenis sabu-sabu ini tengah mengkonsumi barang haram di kediamannya. Polisi pun langsung memimpin penggerebekan di kediamannya.
Selain mengamankan tersangka, petugas juga menyita barang bukti berupa satu paket sabu seharga Rp 600 ribu beserta alat untuk memakai sabu.

MUI: Hukuman Mati Terpidana Narkoba, Bentuk hukum Islam yang Efektif

Labels:


Jakarta (VoA-Islam) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan perhatian besar terhadap beberapa vonis Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung (MA) terhadap terpidana perkara narkoba yang mengubah hukuman mati menjadi vonis hukuman penjara waktu tertentu, baik menjadi hukuman seumur hidup atau hukuman penjara 15 tahun atau 12 tahun.“Perhatian besar tersebut merupakan salah satu bentuk kewajiban, tugas dan tanggung jawab MUI untuk melindungi umat Islam dan bangsa dari kejahatan luar biasa narkoba,” ujar Ketua MUI KH. Ma’ruf Amin kepada wartawan di Sekretariat MUI, Jl. Proklamasi 51, Jakarta.



MUI berpendapat bahwa kejahatan narkoba merupakan salah satu ancaman terbesar bagi bangsa dan negara kita, selain korupsi. Narkoba merupakan kejahatan luar biasa yang harus dihadapi secara sangat serius dan dengan tindakan hukum yang luar biasa juga. Kejahatan-kejahatan tersebut tidak akan bisa dihadapi hanya dengan tindakan hukum yang normal.

Menurut MUI, hukuman mati merupakan salah satu bentuk hukuman dalam sistem hukum Islam yang sangat efektif untuk kepentingan korban agar  mendapatkan keadilan, mengembalikan ketertiban dan keamanan masyarakat, sekaligus menciptakan efek jera. Penjatuhan hukuman mati merupakan salah satu wujud ajaran Islam yang sangat menghargai dan menjunjung tinggi kehidupan.

“”Islam menegaskan bahwa membunuh satu orang manusia sama saja dengan membunuh seluruh umat manusia. Apabila dianalogikan dengan kejahatan narkoba yang membunuh bukan saja orang per orang, tapi  membunuh ribuan bahkan ratusan ribu manusia, bahkan membunuh sebuah generasi, maka MUI meyakini hukuman mati sangat pantas  dan tepat untuk pelaku kejahatan narkoba. Bahkan sebenarnya hukuman mati tersebut masih kurang setimpal apabila dibandingkan dengan kerusakan yang demikian dahsyat yang diakibatkan kejahatan narkoba tersebut,” ungkap kiai Maruf.

MUI telah mengeluarkan fatwa mengenai dibolehkannya negara menjatuhkan hukuman mati melalui fatwa Nomor 10/MUNAS VII/MUI/14/2005 tentang Hukuman Mati dalam Tindak Pidana Tertentu. Di dalam fatwa yang dikeluarkan pada 29 Juli 2005 tersebut, MUI secara tegas menyatakan:

" Islam mengakui eksistensi hukuman mati dan memberlakukannya dalam jarimah (tindak pidana) hudud, qishah dan ta’zir; Negara boleh melaksanakan hukuman mati kepada pelaku kejahatan pidana tertentu;
Atas dasar itu, MUI menyayangkan vonis PK MA terhadap terpidana perkara narkoba tersebut. Vonis dan grasi tersebut merusak komitmen dan perjuangan bangsa kita dalam memberantas kejahatan narkoba.
MUI mengkhawatirkan vonis tersebut mendorong peningkatan peredaran narkoba di tanah air yang akan menambah jumlah korban dan kerusakan bangsa yang makin parah.

MUI menilai ketidaktepatan hakim PK MA yang menyatakan bahwa hukuman mati bertentangan dengan HAM dan UUD 1945. Hal ini menunjukkan bahwa hakim-hakim MA tersebut belum memahami secara komprehensif hukuman mati dalam kaitannya dengan HAM dan UUD 1945. Selain itu, isi vonis PK MA yang menyatakan hukuman mati bertentangan dengan UUD 1945 tersebut merupakan pelanggaran yurisdiksi MK oleh karena pengujian terhadap UUD 1945 merupakan kewenangan absolut MK yang harus ditaati oleh semua pihak, termasuk MA.

Mengingat dampak yang luar biasa besar dari vonis hakim PK MA dan grasi Presiden tersebut, dengan tetap menghargai independensi hakim, dengan memohon perlindungan dan kekuatan Allah SWT, MUI menyatakan:

MUI mendesak MA untuk memeriksa Majelis Hakim PK yang terdiri dari dari  Imron Anwari dengan anggota majelis hakim Achmad Yamanie dan Hakim Nyak Pha dari aspek substansi putusannya, rekam jejaknya dalam mengadili perkara, dan aspek-aspek lain sesuai kewenangan yang dimiliki MA. Apabila mereka terbukti melakukan pelanggaran ketentuan dan kode etik, MUI meminta MA untuk menjatuhkan sanksi yang tegas dan berat kepada para hakim agung tersebut. Untuk sementara mereka bertiga segera dibebaskan dari tugas memeriksa perkara (non-job).

MUI meminta Komisi Yudisial untuk memeriksa Majelis Hakim PK MA tersebut untuk mendalami dan mengetahui segala sesuatu yang terkait dengan sikap dan perilaku para hakim agung tersebut dan hal-hal lain yang terkait. Apabila mereka terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan perilaku hakim, MUI meminta KY untuk memberikan rekomendasi kepada MA berupa sanksi yang berat kepada para hakim agung tersebut.
MUI mendorong dan mendukung Kejaksaan Agung agar mengajukan PK kedua terhadap perkara tersebut, walaupun MA sesungguhnya telah mengambil sikap untuk tidak lagi menerima lagi PK yang diajukan untuk kedua kalinya.

MUI meminta MA untuk meningkatkan pengetahuan, profesionalisme, dan integritas para hakim agung agar mereka mempunyai pemahaman dan menguasai perkembangan terkini berbagai pemikiran dan isu hukum dan konstitusi serta mampu berdiri tegak untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, selain kepastian hukum.
MUI mengharapkan Kepolisian, Kejaksaan, dan BNN agar tetap bersemangat untuk melakukan pemberantasan narkoba di seluruh penjuru tanah air demi terlindungi dan keselamatan seluruh bangsa dan negara, terutama kaum generasi muda.

MUI meminta agar lembaga-lembaga peradilan, mulai dari pengadilan tingkat pertama, tingkat banding, hingga MA mempunyai kesamaan sikap dan kebijakan untuk menjatuhkan hukuman seberat-beratnya, termasuk hukuman mati, kepada seluruh pelaku kejahatan narkoba tanpa kecuali.

MUI meminta pemerintah (cq Kemenkumham) untuk tidak memberikan remisi dan pembebasan bersyarat kepada terpidana kasus narkoba.

sumber  : http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/10/24/21375/mui-hukuman-mati-terpidana-narkoba-bentuk-hukum-islam-yang-efektif/

Narkoba Purbalingga , Senam Bareng Bersama BNK Purbalingga

Labels:

Panitia Senam Bareng BNK Purbalingga
Seluruh rangkaian kegiatan dalam rangka menekan angka korban narkoba di kab. Purbalingga BNK Purbalingga mengadakan kegiatan rutin SENAM BARENG yang  di laksanakan di GOR Goentur Daryono Purbalingga yang di ikuti lebih dari 300 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Untuk menambah semangat peserta senam bareng BNK, panitia BNK Purbalingga memberikan dorpreis berupa lebih dari 100 kaos olah raga bertema INDONESIA BEBAS NARKOBA

"Kesehatan merupakan hal penting yang harus mendapatkan perhatian serius. Sebab tanpa upaya dan semangat yang diwujudkan secara bersama lewat kegiatan pagi seperti ini, kita tidak akan pernah dapat mewujudkan pola dan tindakan yang memberikan dampak positif bagi kita"

Salah satu Panitia Senam Bareng dari BNK Purbalingga mengajak masyarakat untuk selalu menjaga pola hidup sehat dengan berolahraga. "Mari biasakan melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menghasilkan kehidupan sehat, sehingga dengan demikian saya yakin kita akan mampu menggelorakan semangat pembangunan di bidang kesehatan , terlebih khusus INDONESIA BEBAS NARKOBA" ajaknya

Maju terus BNK Purbalingga

Kenalkan, Inilah Psikolog yang Bisa Perbesar Payudara Lewat Pikiran

Labels:

Nurvita Indarini - detikHealth
 
Felix Economakis (Foto: Nigel Sutton/www.hamhigh.co.uk)

London, Ashley Weller (26) mengaku payudaranya membesar dua ukuran setelah menjalani hipnoterapi. Nah, psikolog yang satu ini mengklaim dirinya mampu membantu para perempuan untuk membesarkan buah dadanya. Caranya mudah yaitu hanya dengan berkonsentrasi memikirkan payudaranya.

Adalah Felix Economakis, seorang konselor psikologi dan hipnoterapis yang mengaku memiliki kemampuan istimewa itu. Menurutnya dengan 'memikirkan' payudara, ukuran buah dada perempuan bisa meningkat hingga 3 ukuran.

"Dengan hipnosis, saya bisa bekerja secara langsung dengan pikiran. Saya berbicara kepada bagian yang mengontrol hormon untuk merangsang pertumbuhan," kata Economakis kepada Daily Mail dan dikutip detikHealth dari Counseal Heal, Senin (6/5/2013).

Dia menjelaskan bahwa pikiran kerap menciptakan hambatan pertumbuhan payudara perempuan. Karena pikiran pada dasarnya mengontrol tubuh, sehingga pikiran pun bisa membuat perubahan pada tubuh.

"Kita tahu emosi mempengaruhi tubuh. Ketika orang merasa tertekan mereka lalu sakit kepala, misalnya," ucap Economakis.

Dipaparkan dia, ada banyak hal yang menjadi hambatan pertumbuhan payudara yang berasal dari pikiran. Misalnya, selama masa pubertas beberapa perempuan mungkin mengasosiasikan payudara besar dengan perhatian laki-laki yang tidak diinginkan. Sehingga mereka berpikir tidak mau punya payudara besar.

Economakis mematok US$ 1.400 atau sekitar Rp 13,5 juta bagi perempuan yang ingin menggunakan jasanya untuk membesarkan payudara melalui hipnoterapi. Economakis akan menggelar beberapa sesi hipnoterapi untuk mengontrol hormon yang mendorong perumbuhan payudara. Nah, Ashley Weller adalah salah satu pasiennya yang telah berhasil membesarkan payudara melalui metode yang diterapkannya.

Dikatakan pria yang sudah 12 tahun menjadi hipnoterapis ini, perempuan-perempuan yang datang pada dia untuk dibesarkan payudaranya umumnya mengajukan permintaan yang rasional. Tidak ada yang meminta payudara kecilnya dibesarkan sampai sebesar aktris film porno.

"Saya tidak akan membantu seseorang yang sudah memiliki payudara besar. Bukan tujuan saya melakukan itu," ujar Economakis.

Dipaparkan dia, perempuan yang meminta bantuannya memiliki latar belakang yang beragam dan dari berbagai usia. Para perempuan itu berharap payudaranya bisa lebih besar agar proporsional dengan bentuk tubuhnya. Seperti Ashley, dia merasa payudaranya melorot dan kendur setelah kehilangan berat badan.

Ashley mulanya skeptis saat mendengar 'hypnogrowth' yang dipraktikkan Economakis. Namun dia memberanikan diri untuk mencoba. Setelah menjalani beberapa sesi, hasilnya sudah mulai terlihat, payudara Ashley lebih besar dan kencang.

"Saya sangat senang dengan hasilnya. Saya merasa jauh lebih percaya diri dengan payudara saya sekarang," kata Ashley.

7 Gejala Penyakit yang harus di waspadai

Labels:

Beberapa penyakit sering datang mendadak dan tahu-tahu sudah memasuki tahap kronis. Biar Anda bisa mencegah gangguan kesehatan yang tak diinginkan, berikut ini beberapa sinyal dari tubuh yang biasa diacuhkan namun menjadi pertanda adanya ketidakberesan dalam tubuh, seperti dilansir melalui abcnews, Senin (19/3).

Sakit kepala
Banyak orang sering mengalami sakit kepala sebelah atau migrain. Secara tiba-tiba terserang migrain memang amat mengganggu. Berhati-hatilah, keseringan sakit kepala berat merupakan sinyal aneurisma otak. Jika dibiarkan bisa menyebabkan kerusakan otak dalam beberapa menit. Kebiasaan merokok dan memiliki riwayat keluarga menderita aneurisma, semakin memperbesar peluang terkena penyakit tersebut. 

Gigi berdenyut
Menderita gigi berdenyut memang menyiksa. Gigi sering berdenyut menjadi sinyal adanya kerusakan pada saraf gigi. Bisa disebabkan karena enamel gigi retak atau membusuk. Jika tidak segera diatasi bisa membuat bakteri dalam mulut yang dapat menginfeksi saraf dengan mudah.

Nyeri di satu sisi
Jika Anda sering merasa seolah-olah sedang ditusuk di bagian kanan yang disertai juga mual dan demam, bisa menjadi pertanda Anda mengalami usus buntu. Kemungkinan lain, bisa menjadi pertanda adanya kista ovarium.

Nyeri dada
Sering merasa nyeri dada, bisa jadi itu sinyal adanya masalah jantung. Gejala ini lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. Ada kalanya, gejala hanya berupa, dada terasa ditekan disertai dengan kelelahan, sakit tenggorokan atau sesak nafas.

Perut kembung
Perut kembung dan terasa seperti banyak gas memang tak enak. Gejala ini sering dialami wanita saat menstruasi. Namun, berhati-hatilah. Perut kembung bisa menjadi tanda terburuk dari kanker ovarium. Pada tahun 2007, Gynecologic Cancer Foundation merilis konsensus nasional pertama mengenai gejala awal, seperti bengkak, nyeri panggul atau perut dan kesulitan makan selama lebih dari dua hingga tiga minggu.

Kesemutan di jari kaki
Sering mengalami kesemutan pada jari kaki menjadi sinyal adanya saraf tulang belakang tertekan oleh bantalan tulang di tulang belakang. Jika dibiarkan terus-menerus, Anda berisiko mengalami kerusakan saraf permanen dan membuat jari kaki Anda mati rasa.

Kaki bengkak
Betis terlihat bengkak, merah atau hangat saat disentuh? Anda mungkin menderita trombosit vena (DVT), atau dikenal sebagai penggumpalan darah. Risiko ini sering terjadi pada orang yang melakukan penerbangan selama berjam-jam, perokok dan wanita yang mengonsumsi pil KB juga berisiko tinggi mengalami penggumpalan darah. 

sumber  : Ghiboo.com

LAMPUNG,Pilih jabatan PNS atau Rokok

Labels:

Bupati Waykanan, Lampung : PNS, Pilih Jabatan Atau Rokok!
Bupati Waykanan, Lampung, Bustami Zainudin mengajak untuk mempersempit ruang bagi pegawai negeri sipil (PNS), aparatur dan masyarakat yang menjadi perokok.
“Penyuluhan antirokok tidak saja tugas Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, tapi upaya mempersempit ruang bagi perokok menjadi tugas kita bersama,” ujar Bupati itu, di Blambanganumpu, Kamis.
Bustami yang telah memimpin daerah itu sejak 23 Agustus 2010 itu mengakui, masih ada kepala satuan kerja di lingkungan Pemkab Waykanan yang menjadi perokok.
Namun karena takut, akhirnya bisa mengurangi merokok saat ketemu dengan bupati.
“Saya pikir itu sudah lumayan, nanti lama-lama bisa masuk Sungai Umpu atau bahkan masuk jurang karena terpaksa harus minggir-minggir hanya karena ingin merokok,” ujar Bustami, sembari bercanda itu pula.
Ketua DPC PDI Perjuangan Waykanan itu menegaskan, dalam waktu enam bulan mendatang masih akan memberikan toleransi bagi kepala satuan kerja di daerahnya yang masih merokok.
Tetapi bagi para guru dan kepala sekolah, ujar dia, begitu ada laporan memberitahukan kepala sekolah tertentu masih merokok, maka hari itu juga dia akan digeser ke tempat yang lebih jauh dari tempat tugasnya semula.
“Di depan jadi tutukan atau di depan menjadi tauladan. Ini harus dicamkan. Saya marah sekali dengan Direktur RSUD ZA Pagar Alam, dokter kesehatan yang masih merokok seperti kereta api, mengajarkan tidak benar,” ujar Bustami lagi.
Dia minta kepala kampung, camat, dan PNS yang mau ikut dan membantu program-programnya untuk tidak merokok.
“Bagi PNS yang mengatakan tidak bisa jika tidak merokok, tinggal pilih saja, jabatan atau rokok. Yang memilih merokok mintalah jabatan sama rokok,” katanya, seraya menegaskan bahwa bupati memiliki kewenangan menentukan jabatan seseorang.
Kebijakan antirokok itu, menurut Bustami, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mengatasi kemiskinan warga di daerah yang masih tertinggal itu.
“Anak-anak telah kita gratiskan biaya sekolahnya untuk mengurai kemiskinan, tapi jika masih merokok terus, sulit bagi keluarga miskin bisa terlepas dari belenggu kemiskinan,” ujar dia lagi.
Pemerintah Kabupaten Waykanan periode 2010-2015 menyelenggarakan pendidikan gratis atau Wajib Belajar 12 Tahun sebagai upaya memutus rantai kemiskinan masih dialami sejumlah keluarga di daerah itu.
Guna mengoptimalkan hal itu, Dinas Pendidikan Waykanan juga membentuk Satgas Antimerokok di setiap sekolah yang tugasnya antara lain mendorong siswa mengajak orangtuanya yang merokok untuk tidak merokok lagi.
Namun kebijakan itu juga mendapatkan kritikan dari kalangan legislatif di Waykanan.
“Saya kira itu berlebihan, pihak sekolah dan guru akan mempunyai beban tambahan dengan tugas tambahan tersebut,” kata Wakil Ketua DPRD Waykanan, Edi Rusdiyanto, menanggapi kewajiban setiap siswa bertugas mengajak bapaknya untuk tidak merokok itu pula.

AIDS , Surat Terbuka untuk Jokowi Ahok dari Koalisi AIDS Indonesia

Labels:


Dear Pak Jokowi dan Ahok,
Pertama-tama, mewakili ODHA (Orang dengan HIV dan AIDS) serta kelompok terdampak AIDS lainnya yang tinggal di Jakarta, kami mengucapkan selamat atas terpilihnya bapak berdua menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur propinsi DKI. Kami memberanikan menulis surat ini guna menarik sedikit perhatian bapak akan isu penanggulangan AIDS ditengah kesibukan bapak berdua mengelola persoalan macet, banjir, kartu sehat dan segala problematika lain di Jakarta.
O ya Pak, kalo boleh kami ingatkan, Gubernur DKI selama ini biasanya menjadi ketua dari Komisi Penanggulangan AIDS Propinsi (KPAP) DKI Jakarta. Kami dalam kesempatan memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember setiap tahunnya ingin menyampaikan aspirasi kami kepada Bapak selaku gubernur kami dan juga Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Propinsi.
Dear Pak Jokowi dan Ahok.
Kami yakin bahwa bapak berdua sudah tahu dan waspada dengan peningkatan angka kasus infeksi baru HIV dan AIDS di DKI Jakarta. Selama kurun waktu 6 bulan di tahun 2012 ini, ada 1.122 kasus baru infeksi HIV yang terjadi di Jakarta. Data kumulatif yang dikeluarkan Kementrian Kesehatan sendiri juga mencatat total kumulatif ada 20.775 kasus infeksi HIV dan 5.118 kasus AIDS di DKI Jakarta. Yang lebih mengenaskan, di RS Poli Pendidikan Khusus (Pokdisus) AIDS di RSCM setiap bulannya di datangi oleh lebih dari 200 anak dengan infeksi HIV ini.
HIV dan AIDS sudah menjadi masalah yang serius Pak di Jakarta. Angka kasus yang terdata ini baru merupakan pucuk gunung es, namun  diyakini bahwa angka yang sesungguhnya akan jauh lebih besar dari pada itu. Memang jika dibandingkan dengan total penduduk Jakarta, jumlah ini kecil namun angka ini adalah manusia dan penduduk DKI Jakarta. Bahkan banyak diantaranya ibu rumah tangga dan anak tidak berdosa.
Dear Pak Jokowi dan Ahok,
Kami juga mencatat bahwa banyak hal yang sudah dilakukan oleh Komisi Penanggulangan AIDS di DKI Jakarta. Tersediannya anggaran yang besar dan dikelola Komisi Penanggulangan AIDS Propinsi DKI Jakarta sedikit menjadi bukti keseriusan Pemprov DKI menanggani persoalan ini. Kabarnya lebih dari 14 Milyard/tahun digelontorkan untuk program penanggulangan AIDS ini di DKI meskipun harus dicatat pula jika pengelolaan dana ini masih kurang transparan dan kerap kali tidak tepat sasaran.
Kami juga ingin mengapresiasi kehadiran kartu sehat yang baru saja bapak luncurkan. Ini sedikit membantu kami namun juga ada beberapa hal yang kami butuhkan sehubungan dengan kartu sehat ini. Ada beberapa tes rutin penunjang keberhasilan terapi obat ARV yang kami konsumsi setiap hari dan harganya tidak terjangkau oleh sebagian besar dari kami. Tes seperti CD4 dan Viral Load yang sebenarnya sangat dibutuhkan ODHA secara rutin, menjadi mimpi di siang bolong dikarenakan harganya tidak terjangkau bagi kebanyakan kami yang berasal dari kelompok miskin.
Tidak semua dari kami orang yang malas berusaha pak. Tapi sayangnya, banyak kebijakan baik di perusahaan swasta maupun instansi pemerintah yang masih memberlakukan syarat bebas HIV untuk bisa diterima bekerja. Bahkan, bukan sekali dua kali rekan ODHA yang ketahuan terdiagnosa HIV lantas dikeluarkan dari tempat kerjanya.
Bagi ODHA yang berasal dari kelompok mampu pun, bukan berarti masalahnya selesai Pak. Kami tetap saja mendapatkan diskriminasi yang hebat. Mulai dari asuransi swasta yang menolak kami, penolakan perawatan dengan alasan tidak adanya kamar sampai dengan ditolaknya anak kami untuk bersekolah.
Wah, pokoknya susah deh pak menjadi ODHA. Ya bukan hanya di DKI Jakarta saja sih, namun setidaknya jika kondisi di DKI Jakarta yang ibu kota negara saja seperti ini, bagaimana dengan kondisi di daerah lainnya.
Dear Pak Jokowi dan Ahok,
Di Hari AIDS Sedunia nanti, kami ingin sekali Bapak berdua mau sedikit menaruh perhatian kepada persoalan yang dihadapi oleh ODHA ini. Beberapa pesan kami antara lain:
1. Mohon diinstruksikan agar Kartu Jakarta Sehat bisa pula digunakan untuk menanggung biaya tes penunjang keberhasilan terapi ARV pada ODHA seperti tes CD4 dan tes Viral Load.
2. Mohon diinstruksikan kepada dinas tenaga kerja untuk mulai mensosialisasikan penghapusan syarat bebas HIV sebagai bagian dari pra syarat penerimaan pegawai di perusahaan swasta.
3. Mohon diinstruksikan Dinas Pendidikan Nasional agar memonitor sekolah-sekolah untuk tidak diskriminatif kepada siapa pun termasuk ODHA.
4. Tindak tegas perusahaan maupun instansi pemerintah yang memecat karyawannya dengan alasan terdiagnosa terinfeksi HIV.
5. Awasi penggunaan anggaran di KPAP DKI Jakarta sehingga bisa lebih tepat sasaran dalam program yang dilakukan
Demikian sedikit uneg-uneg dari kami Pak. Semoga ini bisa menjadi perhatian dari Bapak berdua.
Selamat menjalankan tugas Pak Jokowi dan Ahok.
Mari kita bersama wujudkan Jakarta Baru!

Inilah Terapi Penyembuhan Kecanduan Narkoba Ala Islam

Labels:


Inilah Terapi Penyembuhan Kecanduan Narkoba Ala IslamREPUBLIKA.CO.ID,  Siapa saja tidak membedakan umur maupun golongan bisa terjebak dalam dalam situasi ketergantungan obat-obat terlarang. Berbagai metode ditawarkan untuk  menyembuhkan korban ketergantungan terhadap obat-obatan terlarang. 

Salah satu yang dipraktikkan di Indonesia melalui pendekatan cara-cara Islam. Seperti yang ada di Pondok Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya, Jawa Barat. Cara inipun dinilai berhasil menghentikan si korban dari ketergantungannya secara tuntas.

Melalui pendekatan ibadah seperti yang diajarkan dalam Islam, pecandu narkoba dalam penyembuhannya diajak selalu dekat dengan Allah, baik melalui ibadah shalat wajib maupun shalat sunnah.

''Dari sekian banyak metode penyembuhan bagi para pecandu narkoba, metode yang dijalankan di Ponpes Suryalaya cukup sukses,'' tutur Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri saat kunjungan kerja di Ponpes Suryalaya, Kamis (1/3). Hal ini sudah dibuktikan dari peserta yang mengaku sembuh setelah menjalani metode ala Islam disini.

Salim menegaskan tentu saja keberhasilan ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak yang terkait dengan pecandu narkoba.''Saya rasa metode di Ponpes Suryalaya ini nantinya diharapkan bisa direalisasikan di ponpes lainnya,'' kata dia.

                                                                    
                                                                ***

Seorang pecandu narkoba, Putri mengaku sudah kecanduan narkoba selama 14 tahun. Remaja putri asal Jakarta inipun mengaku sudah keluar masuk panti rehabilitasi keluarga di dalam maupun luar negeri. Namun keberhasilan dia meninggalkan narkoba baru diraih sejak ia mengikuti penyembuhan di Pesantren Suryalaya.

Untuk menangani pecandu narkoba dan rehabilitasi narkoba tertua di Indonesia, Kementerian Sosial sudah menjalani kerja sama dengan Ponpes Suryalaya sejak tahun 1980.''Kerja sama ini akan terus dipertahankan dalam mengatasi permasalahan ini,'' tutur dia. Jika karakter dan budi pekerti tidak ada akibat bahaya narkoba maka akan hancur bangsa ini.

Namun di sisi lain, Salim mengingatkan bahwa orang tua harus ikut mengawasi keseharian anak-anak mereka.''Meskipuan di rumah pergaulannya baik tetap bisa terpengaruh lingkungan yang tidak baik. Karena itu semua pihak harus ikut menjaga,'' kata dia. Orang tua harus memahami dengan siapa anak-anak berteman karena bisa saja teman mereka menjerumuskan anak mereka dalam obat-obatan terlarang.

Di samping juga perlu adanya penegakan hukum atau law enforcement yang kuat. Yaitu dengan berani menjatuhkan hukuman mati terutama bagi pengedar. ''Seluruh komponen harus bisa bergerak untuk menangani permasalahan ini,'' tutur Salim.

Dalam kesempatan ini Kementrian Sosial juga memberikan bantuan dana sebesar Rp 82,125 juta untuk asistensi khususnya rehabilitasi narkoba di Ponpes Suryalaya. Dan bantuan sebesar Rp 25 juta lainnya untuk dana operasional.

                                                                 ***

Sesepuh Ponpes Suryalaya dan juga cucu dari Kiai Haji Abdullah Mubarok (Abah Anom), KH Zainal Abidin,  menjelaskan bahwa penyembuhan narkoba di Suryalaya adalah upaya pembetulan pikiran dengan cara-cara Islam. Yang dibetulkan di sini, kata dia,  adalah cipta melalui akidah, rasa melalui akhlak dan perbuatan melalui syariat.

''Salah satu metode yang dilakukan adalah dengan pensucian melalui mandi. Mandi adalah pencuci hadas besar yang paling manjur,'' kata Zainal. Begitu ketagihan langsung dimandikan lalu menjalankan ibadah shalat dan zikir

Metode yang diterapkan di pusat rehabilitas narkona Suryalaya dijalankan minimal selama tiga bulan dan melalui tiga tahap. Yaitu penyembuhan, rehabilitasi, dan bina lanjut. Sebelum menjalani rangkaian penyembuhan,  si pecandu dimandikan pada pukul 02.00 WIB. Setelah mandi, metode yang dilakukan adalah pelaksanaan ibadah terus menerus sampai pukul 21.00 WIB. 

Tahapan yang dilakukan diantaranya menjalankan seluruh shalat wajib, shalat sunat sebelum dan sesudah shalat wajib, shalat sunnat khusus seperti taubat, awabin, birrulwalidaini dan lihifdhil iman.

Saat ini Ponpes Suryalaya yang juga menjalankan fungsi pendidikan umum layaknya ponpes lainnya memiliki 24 pusat reahabilitasi yang disebut rumah remaja Inaba. Dua diantaranya khusus bagi perempuan. Dan dua diantaranya berada di luar Tasikmalaya, yaitu di Keddah Malaysia dan di Cibereum Jabar. Setiap inaba untuk laki-laki berisi sekitar 30 orang yang direhabilitasi. Sedangkan untuk perempuan berisi sekitar 10-15 orang. Setiap inaba dibina oleh lima pembina ibadah dari Ponpes Suryalaya.

Redaktur: Heri Ruslan
Reporter: Prima Restri

XTC Geng Motor

Labels:

SEJARAH awal berdiri XTC sampai saat ini

XTC atau Exalt To Coitus lahir pada tahun 1982 oleh 7 orang pemuda. Belakangan nama itu diganti menjadi Exalt To Creativity, karena nama semula agak berbau porno. Mereka membawa bendera berwarna paling atas putih-biru muda-biru Tua yang melambang kan anak muda yang creative . Di tengahnya ada gambar lebah yang melambangkan solidaritas antar anggota. Bila salah satu di antara mereka ada yang diserang, maka yang lainnya akan membela.
Mereka kini mendirikan Sexy Road Indonesia, kumpulan gengster XTC se-Indonesia yang berpusat di Bandung, untuk memfasilitasi anggotanya yang sudah melebihi 5000 orang. Tak hanya Moonraker sebenarnya. Brigez dan GBR, juga menyatakan permusuhannya terhadap XTC. Brigez yang paling antipati terhadap geng yang satu ini. Asal muasal terjadinya permusuhan tidak jelas sampai sekarang. Namun, baik XTC maupun Brigez menyatakan perang satu sama lain hingga saat ini.
“Setiap gengster ingin menjadi yang nomor satu, kenyataannya kami memang yang paling banyak anggotanya,” ujar Ari Rinaldi, salah satu anggota XTC mencoba menjawab alasan mengapa XTC banyak dimusuhi oleh geng lain. Ari Rinaldi tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjajaran Bandung. Pasukan ini juga memiliki Koordinator Perang, untuk mempermudah koordinasi jika terjadi tawuran atau pada saat akan melakukan perbutan wilayah. Perebutan wilayah termasuk upaya dalam rangka memperluas daerah kekuasan dan meningkatkan prestise dikalangan gengster. Menurut Felix, penyerangan biasanya dilakukan diam-diam ke basis-basis lawan.
Anggota XTC, banyak anak-anak dari lingkungan TNI atau Polisi. Tak heran, jika terjadi perang senjata api banyak beredar.
Lalu, mengapa geng motor identik dengan kekerasan?“Itu karena aparat yang menciptakan. Mereka sering main gebuk sembarangan. Kami memang sering merampas motor milik geng lain saat bentrok, istilahnya rampasan perang. Tapi motor itu langsung kami bakar, tidak dijual atau dimiliki oleh salah satu dari kami,” kata Iskandar. “Mungkin bagi polisi tindakan itu termasuk kriminal, tapi menurut kami bukan,”tambahnya.
Iskandar termasuk pentolan XTC, ia juga ketua sebuah lembaga yang bergerak di bidang penyediaan jasa pengamanan, Bodyguard Security Service (BOSS). Markas BOSS dulu sering dijadikan tempat nongkrong anak-anak XTC. Dalam pertemuan itu, ketua XTC Avi Vabio akrab dipanggil Pepi, juga ada. Usianya jauh lebih muda. Ia ternyata salah satu karyawan bank berplat merah di Jawa Barat.
Dadan salah seorang anggota XTC mengatakan bahwa telah terjadi selisih paham di antara anggota XTC sendiri. “Ada kelompok yang berusaha memanfaatkan massa XTC untuk kepentingan politik. Padahal harapan kami, ada ruang untuk berkreatifitas,” ujarnya. Malam itu Dadan membawa anak laki-lakinya yang masih berusia sekitar 2 tahun. Pepi mengaku sering diajak berunjukrasa dengan iming-iming uang. “Kami bahkan pernah terlibat dalam tim sukses Aa Tarmana, kandidat Walikota Bandung, tapi kalah,” kata Pepi. “Beberapa partai politik pernah meminta massa dalam jumlah tertentu untuk kampanye. Pada pemilu 2004, partai Demokrat juga meminta massa. Biasanya kami dibayar per kepala, ya lumayan lah..”Beberapa hari lalu mereka juga mengirim 200 motor pada perayaan ulang tahun Partai Demokrasi Pembaruan di Lapangan Gasibu Bandung.
Tidak menutup kemungkinan pada kampanye-kampanye atau unjukrasa itu bertemu dengan geng motor lain. Tapi kalau dalam urusan ini, mereka memilih damai.
Pertengahan 2003, XTC melakukan penyerangan sensasional. Mereka menyerang kantor kepolisian Wilayah Kota Besar (Polwiltabes) Bandung. Semua anggotanya tumpah ruah mengepung kantor Polwiltabes. Mereka kecewa karena tidak diberi izin pada saat mau mengadakan bakti sosial, akibat ada kesalahpahaman antara poilsi dengan panitia. Polisi tak bisa berbuat banyak menghadapi ribuan massa yang memadati Jalan Merdeka sepanjang kurang lebih 3 Kilo Meter. Beberapa orang yang dituduh provokator ditahan di kantor Polwiltabes Bandung.
“Kalau gak ada XTC ya gak rame, gak akan terjadi perang,” Iskandar menambahkan. Tapi ia menitip pesan untuk para aparat: “tolong rangkul kami, masa GAM dengan RI saja bisa berdamai?

"SAMPAI KAPAN KITA HARUS BERDIAM DIRI"

Banyak BERITA dari anggota KAMI SELALU BANYAK YANG TERTINDAS OLEH LAWAN ATO MUSUH ..
saat mereka berbicara terhadap KETUA XTC yang SEKARANG (NG**)
dia hanya BERKATA TIARAP - TIARAP dan TIARAP .
ujar anggota kita SAMPAI KAPAN KITA HARUS TIARAP ?
SAMPAI ANGGOTA KITA TERBASMI HABIS ?
sang ketua hanya berkata "JANGAN TERPANCING EMOSI KALIAN" .
jika jangan terpancing . masa kita di BACOK harus tiarap SAMPAI MATI ?
TOLONG JANGAN BUAT PERATURAN YANG HANYA MEMENTINGKAN UANG DAN DIRI SENDIRI .
FIKIRKAN LAH ANGGOTA YANG DI BAWAH .
KARNA PERATURAN YANG ADA HANYA MEMBUAT RUANG GERANK KAMI MENJATI SEMPIT .
KETUA . ataupun PENDIRI saat anggotanya ada yang tertangkap APARAT ato di BASMI MUSUH hanya BERDIAM DIRI .
KITA ORGANISASI BESAR . yang memiliki "HARGA DIRI TINGGI"
tapi KNAPA KNAPA DAN KNAPA skrng menjadi seperti INI ?
SAMPAI KAPAN KITA HARUS BERDIAM  DIRI MENUNGGU MATI ?

 JANGAN SAMPAI ADA KORBAN BRIKUTNYA

BATAM

Labels: ,

Peredaran Narkoba Menggila, urutan ke 2

Pelajar-Korban-Narkoba.jpg
TRIBUNNEWSBATAM, BATAM  - Kepulauan Riau (Kepri) menduduki peringkat ke-2 sebagai daerah peredaran terbesar se-Indonesia. Ini berdasarkan hasil survei tim Universitas Indonesia (UI) tahun 2011.

"Berdasarkan survei dari UI , Kepri berada di posisi nomor 2," ujar Kombes Pol drg Suryawirawan, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri di Politeknik Batam.

Suryawirawan mengatakan itu, saat ditemui dalam acara pementasan pagelaran seni budaya di acara pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di lingkugan kampus Politeknik Batam. Suryawirawan patut cemas. Dari 33 provinsi Kepri berada di urutan kedua. 

"Sedangkan untuk urutan sebagai pencandu Kepri menempat urutan 11," tegasnya.

"Pada tahun 2010 peringkat Kepri sempat turun. Peredaran di peringkat tiga sedangkan pencandu di peringkat 17," jelas Suryawirawan. 

Lebih gila lagi, pecandu narkoba ini kini rata-rata berasal dari kalangan tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang masih berusia muda 16-29 tahun.

"Salah satu penyebarannya dan penggunanya adalah melalui mahasiswa," ucap Suryawirawan. Dirinya juga menambahkan bahwa setiap tiga persen per tahunnya, jumlah pecandu narkoba di Indonesia terus bertambah dengan pesat. 
Rehabilitasi

Suryawirawan mengaku prihatin selama ini para pencandu lebih banyak dipenjara dibandingkan berada di rehabilitasi. Padahal saat ini pecandu tidak mesti dipenjara melainkan bisa direhabilitasi atau diobati. 

"Ini berdasarkan UU No 35 tahun 2009 dimana setiap pecandu narkoba wajib mendapatkan pengobatan dengan proses rehabilitasi," kata dia.

Suryawirawan yakin, dengan pengenalan terhadap seni budaya bisa menekan tingkat pecandu. Surya menyebutkan, di Belakangpadang saja saat ini sudah ada 50 pecandu dalam pembinaan BNNP Kepri. 

"Mereka dalam pembinaan kita," ujar Surya.

BNNP akan menggelar sosialiasi seni dan budaya lokal ini di sejumlah universitas di Kepulauan Riau. "Harapan kami sesuai dengan kesepakatan ASEAN bebas narkoba tahun 2015," terangnya. 

Dalam acara tersebut turut hadir perwakilan sejumlah universitas di antaranya dari Universitas Putra Batam, Universitas Internasional Batam, Universitas Batam, Stikes Awal Bros, UNRIKA, dan Stikes Mitra Bunda.