Selamat Datang di www.terapinarkoba.com

Kami berpengalaman menangani KECANDUAN NARKOBA dengan metode MULTI TERAPI Insya Allah kecanduan narkoba dapat di pulihkan dalam waktu relatif singkat, hanya 2 bulan, bukan 6 tahun.
Sudah banyak pasien yang kami tolong, baik dari jawa maupun luar jawa / luar kota

SAKAW dll cepat di pulihkan.

Prosedur Pemulihan kecanduan narkoba bisa RAWAT JALAN dan TERAPI JARAK JAUH pasien tidak harus datang, bisa tetap sekolah, kuliah atau bekerja

SUDAH REHAB TAPI ANDA MASIH KECANDUAN JANGAN RAGU HUBUNGI KAMI


TABIB MASRUKHI,MPA

Telp : 0823 3222 2009


GARANSI >>> klik disini

Catatan : Pecandu Narkoba sangat tergantung dengan peran serta orang tua / keluarga. Karena itu segera lah berobat sebelum semuanya terlambat, kematian atau cacat seumur hidup.

yang perlu di lakukan orang tua terhadap seorang anak pecandu Narkoba ?
1. Bila pecandu ingin Lepas dari ketergantungan narkoba maka segera di obati
2. Bila pecandu belum ada keinginan Lepas dari ketergantungan narkoba maka tetaplah motivasi untuk segera diobati atau setidaknya minum obat ramuan kami dengan harapan pasien merasakan manfaat nya selanjutnya ada kesadaran untuk di pulihkan secara tuntas.

Demikian semoga bermanfaat

Tampilkan postingan dengan label detoksifikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label detoksifikasi. Tampilkan semua postingan

7 Teror Bagi Pecandu Narkoba dan Keluarga

Labels: ,


By Julianto Simanjuntak
Penulis bersyukur pernah terlibat mendampingi pecandu di tiga pusat rehabilitasi narkoba. Sungguh  pengalaman yang luar biasa, yang mengajarkan saya  betapa berharganya kehidupan. Saat itu hampir setiap hari Penulis berbicara dengan keluarga yang anaknya direhabiltasi dan memimpin konseling kelompok bagi pecandu di beberapa lokasi di Jakarta.

Pengalaman di Lapangan
Setelah sepuluh tahun menekuni pelayanan ini, saya menjumpai tujuh situasi dan peristiwa yang paling menakutkan keluarga. Sewaktu-waktu kejadian itu bisa menimpa anak mereka.

Pertama, overdosis.
Beberapa kali saya mendampingi klien yang OD. Setiap ortu yang anaknya junkies sangat menguatirkan hal ini. Sudah tidak terhitung jumlah pecandu yang mati karena OD.
 Kedua, ancaman bandar dan mafia.
Saya teperanjat ketika mendengarkan kisah seorang gadis berusia 25 tahun. Ayahnya depresi berat setelah anaknya meninggal. Adiknya dibunuh bandar narkoba. Sebelum dibunuh, adiknya   sempat ditangkap Polisi, namun dilepas setelah ditebus keluarga. Tapi bandar dan mafia di atasnya menganggap adiknya itu telah membocorkan rahasia. Mayatnya dibuang di sebuah semak-semak dipinggiran kota Jakarta.
 Ketiga, diperas oknum Polisi.
Peristiwa ini sudah biasa. Baik dari pengalaman mendampingi keluarga klien, cerita ketiga abang Penulis yang bekerja di kepolisian, sharing teman-teman di LSM hingga berita media.
 Keempat, masuk penjara.
Setelah proses pengadilan, keluarga  tak luput harus berhadapan dengan oknum jaksa dan hakim. Terutama jika ortu tidak mau anaknya berlama-lama di LP.  Oknum tersebut sudah  punya “tabel jenis hukuman”. Pengurangan hukuman berimplikasi dengan duit. Bukan 3-4 juta, tapi puluhan hingga ratusan juta rupiah. Di dalam LP pun si anak bisa  diperas. Belum lagi  situasi penjara yang kurang manusiawi. Kenyamanan di LP perlu ditebus dengan “apel Malang”
 Kelima, anak putus sekolah. 
Betapa malu hati orangtua saat ditanya rekan atau kerabatnya, “Anak ibu ini sekolah dimana?” Tidak sedikit pecandu  putus sekolah/kuliah. Ini juga menjadi bayang-bayang  gelap keluarga. Orang tua senantiasa memikirkan  masa depan sekolah, karir hingga pasangan hidup anak mereka.
 Keenam, harta terkuras habis. 
Beberapa keluarga sangat trauma dengan masalah ini, sebab menguras harta mereka. Apakah karena dicuri dan dijual anak, menebus si anak dari penjara hingga biaya pengobatan dan rehab yang tidak kecil. Dua tahun lamanya saya mendampingi keluarga mantan diplomat di Eropah. Kekayaannya ludes karena anaknya 7 tahun menjadi pecandu.
Ketujuh, terinfeksi HIV/AIDS. 
Tidak sedikit pemakai putaw terinfeksi karena sering gonta-ganti alat suntik yang tidak aman. Sebagian lainnya karena melakukan hubungan seks bebas. Saat mendampingi kelompok keluarga dengan masalah HIV/AIDS umumnya anak-anak mereka adalah pecandu.
Teror Menakutkan 
Semua cerita dan peristiwa di atas menjadi teror yang menakutkan, horor yang mengerikan. Biasanya mereka memiliki  komunitas sesama keluarga pecandu. Cerita itu selalu saja muncul, membuat para ayah dan Ibu mereka cemas dan sulit tidur nyenyak. Belum lagi menimbulkan  konflik antar anggota keluarga. Ayah menyalahkan ibu, anak menyalahkan ayah, dst.

Tanggung Jawab Pemerintah 
Keseriusan pemerintah sangat kita harapkan. Bukan saja menangani mafia narkoba dan para bandar di luar institusi pemerintah. Tetapi terutama mengatasi “mafia oknum” di dalam yang menjadi penyebar maut dari dalam institusi. Di antaranya para oknum Polisi yang dengan sengaja melepaskan pecandu dengan tebusan tertentu. Oknum jaksa dan hakim yang mempermainkan keluarga karena punya kuasa meringankan tuntutan dan putusan hukum.

Terakhir, minimnya pusat rehabilitasi yang baik di negri ini, termasuk LP khusus narkoba, tersedianya tenaga konselor dan pendamping terlatih bagi mereka. Ini merupakan tanggung jawab pemerintah menyediakannya. Kalau pemerintah tidak serius menangangi, masalah ini terus menjadi lingkaran setan, dan mengancam masa depan keturunan kita, termasuk anak-cucu para pejabat negeri ini. Kalau tidak sekarang, mungkin nanti.
Semoga Manfaat

sumber : kompas.com

Cara Alami Atasi Kecanduan Narkoba

Labels:

KECANDUAN adalah penyakit yang sangat menganggu. Segala bentuk kecanduan selalu berkaitan dengan serangkaian neurosirkuit kompleks dalam otak yang gagal menghasilkan bahan kimia yang dikenal sebagai dopamine. Dopamine bertanggung jawab atas perasaan senang dan mengurangi perasaan negatif. Bila dopaminenya tidak memadai, seseorang mungkin akan membutuhkan suatu zat atau melakukan aktivitas yang bisa mengurangi perasaan negatifnya.

Kecanduan berimbas pada seseorang berbeda-beda. Kecanduan bisa berujung pada perilaku kompulsif, kecanduan pada rokok, aktivitas seksual, ketergantungan pada alkohol dan obat-obatan. Bagaimana cara menghentikannya? Simak uraian yang dilansir dari The Canadian, Kamis (29/3) berikut ini:


Langkah pertama, mendapat pertolongan, langkah klasik pertama dalam masa pemulihan adalah mengakui adanya masalah dan membutuhkan pertolongan. Jika keinginan untuk berubah sudah ada, banyak organisasi yang bisa dihubungi untuk mendapatkan pertolongan. Langkah berikutnya, Rehabilitasi. Pemulihan yang sukses biasanya melibatkan beberapa macam program untuk mengatasi kecanduan. Penyelesaiannya bisa dengan fasilitas rehabilitasi atau program rawat jalan. Programnya bisa diupayakan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dari segi hasil tidak menampakkan perbedaan yang berarti, meskipun pecandu yang menjalani pengobatan jangka panjang lebih jarang kambuh.


Langkah ketiga, dukungan teman seperjuangan. Keterlibatan dalam kelompok seperti Alcoholics Anonymous (AA) dan Narcotics Anonymous (NA) ini penting. Berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki kecanduan dan masalah hidup yang sama. Orang-orang yang berada dalam masa pemulihan pun jadi lebih reflektif, terbuka serta semakin berkeinginan mengurangi konsumsi alkohol atau rokok. Langkah keempat, dengan pengobatan atlernatif:


- Yoga

Yoga melibatkan sejumlah postur yang mengintegrasikan tubuh dan pikiran. Berdasarkan studi, latihan yoga meningkatkan kekuatan otot dan juga fleksibilitas tubuh. Dengan disiplin melakukan pelatihan yoga, maka hasilnya sangat luar biasa dapat memberikan visi dan kondisi tubuh yang jauh lebih fit. Yoga dari berbagai segi memang secara signifikan dapat mengurangi stres, cemas dan depresi, serta memperbaiki pola tidur.

- Latihan Kesadaran

Latihan kesadaran adalah sebuah bentuk meditasi yang memfokuskan diri pernapasan dan sensasi tubuh. Selain pelatihan yang Vipasana disebut penganut Buddha, juga bisa melakukan meditasi. Bila aktivitas meditasi dilakukan secara rutin dan terus-menerus, maka lambat-laut pikiran dan kesadaran akan kuat, sehingga pelaku meditasi akan memiliki ketenangan, kedamaian dan cinta kasih. Namun, masalahnya seorang pecandu akan menghadapi masalah untuk bisa berkonsentrasi dengan baik. Dia cenderung tidak bisa fokus dan sering merenungkan hal-hal negatif yang mendorong semakin banyaknya perilaku kompulsif.

Dengan latihan meditasi yang kontinu, maka pelan namun pasti akan membantu orang untuk memfokuskan perhatiannya dan mendorong sikap positif terhadap pengalaman itu.

- Olahraga

Penelitian terbaru menyatakan olahraga memiliki dampak luar biasa terhadap kecanduan. Seperti lari, bersepeda, berenang dalam jarak jauh maka dapat memperbaiki fungsi jantung dan pernapasan. Dengan tubuh segar dan sehat maka energi kreatif akan muncul. Jika dorongan ini bisa diarahkan kepada kegiatan yang positif, maka seseorang pasti akan lebih baik.Olahraga memang dapat memfasilitasi pemulihan tubuh dengan meningkatkan aliran darah ke otak. Olahraga dapat merangsang pengeluaran bahan kimia di otak. Pengaruh olah raga dapat memberikan perasaan senang seperti endorfin, dopamine dan serotonin.


- Diet


Penderita kecanduan umumnya kurang gizi dan banyak mengonsumsi gula, junk food, makanan cepat saji, kafein dan lemak jenuh secara berlebihan.Disarankan untuk menjalankan program diet tinggi protein dan lemak. Makan yang harus dikomsumsi adalah jenis makanan seperti ayam, domba, daging organik dan mentega.Proporsi diet, terdiri dari 40 persen karbohidrat, 30 persen protein dan 30 persen lemak. Buah buahan yang padat nutrisi, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian dan polong-polongan juga harus dikomsumsi. Akan lebih baik berkonsultasi pada ahli gizi yang bisa membantu merencanakan diet Anda sesuai dengan kebutuhan.

- Suplemen

Kurangnya asupan bagi orang-orang yang sedang pada masa pemulihan, bisa mengonsumsi suplemen khusus untuk mengimbangi kebutuhan tubuh terhadap nutrisi.
  1. Multivitamin, konsumsi multivitamin sekali sehari sudah bisa dibilang cukup baik. Namun bagi laki-laki, lebih baik tidak mengonsumsi suplemen yang berisi zat besi kecuali jika memang mengalami kekurangan zat besi.
  2. Omega-3, asam lemak esensial Omega-3 membantu menstabilkan mood, memperbaiki komunikasi antarsaraf serta mendukung tumbuh kembang sel-sel otak. Dosis harian asam lemak esensial Omega-3 yang harus disediakan setidaknya 1000 mg asam eicosapentaenoic dan 300-750 mg asam docosahexaenoic.
  3. Vitamin B Kompleks, vitamin B menaikkan mood, menurunkan kecemasan serta menambah tenaga. Karena orang-orang dalam pemulihan biasanya stres, mereka membutuhkan asupan vitamin B yang cukup besar. Suplemen vitamin B kompleks-nya termasuk 50-100 mg vitamin B1, B2, B3, B5 dan B6; 200-500 mg vitamin B12; serta 200-1000 mcg asam folat. Dosis efektifnya adalah 1-3 pil sehari setelah makan.
  4. Vitamin C, membantu memelihara keseimbangan tubuh. Banyak jenis kecanduan yang membutuhkan banyak vitamin C untuk metabolisme tubuh sehingga vitamin C menjadi bahan antioksidan penting untuk melindungi dari stres dan kerusakan jaringan.Dosis normal yang bisa ditolerir dan efektif adalah 1.000 mg 3 kali sehari saat makan, namun bagi beberapa orang yang dalam masa pemulihan mungkin harus mengambil jumlah lebih.
  5. N-acetylcysteine, asam amino N-acetylcysteine (NAC) muncul sebagai salah satu suplemen terpenting untuk mendukung pemulihan tubuh. Sebuah teori terkemuka tentang perilaku kompulsif menyatakan NAC mengatur sistem glutamatergic dalam otak sehingga mampu mengurangi kecanduan serta perilaku kompulsif. Dosis efektifnya 2.000-2.400 mg sekali sehari 30-45 menit sebelum sarapan. Ini harus diminum tanpa makanan atau asam amino lain dari protein yang akan mengganggu efektivitas NAC. Secara normal tidak ada efek samping dengan NAC namun beberapa pasien mengeluhkan adanya gangguan pada lambung.
  6. Rhodiola, obat herbal rhodiola sangat efektif untuk menghilangkan depresi, kegelisahan dan kelelahan. Rhodiola bekerja dengan meningkatkan bahan-bahan kimia seperti serotonin, norepinefrin dan dopamine. Zat ini juga melunakkan stres dengan membuat tubuh (dan pikiran) lebih tahan terhadap dampak fisiologis dari stres yang berbahaya seperti peningkatan kadar kortisol. Dosis terapinya berkisar antara 500-650 mg dari ekstrak yang terstandardisasi berisi tiga persen rosavin dan satu persen salidroside. Meski banyak yang merekomendasikan rhodiola diminum saat perut kosong, terkadang ini bisa menyebabkan mual dan muntah. Untuk mencegah efek samping, minum rhodiola saat sarapan pagi. (pusdat BP)

Glutatione, Makanan Kaya Glutathione

Labels:

Sayuran dan buah segar

Sayuran dan buah segar, sumber lain yang baik dari glutathione

Sebagai agen detoksifikasi yang diproduksi oleh hati, ginjal dan saluran pencernaan, glutathione adalah antioksidan yang membantu tubuh membersihkan diri dari zat-zat berbahaya dengan mengikat racun melalui enzim. Dengan bertambahnya usia dan timbulnya penyakit, tingkat glutathione menjadi semakin rendah dalam tubuh. Hal ini dapat diatasi dengan makan makanan kaya glutathione, atau makanan yang dapat membantu dalam memproduksi glutathione atau meningkatkan efisiensi. Berikut kami paparkan, dikutip dari tulisan Timothea Xi.

Makanan yang Mengandung Glutathione

Makanan dengan glutathione konsentrasi tertinggi adalah daging mentah, susu yang tidak dipasteurisasi dan telur mentah. Pengolahan dan penyimpanan dapat mempengaruhi kandungan glutathione dalam makanan. Buah-buahan mentah dan sayuran segar dapat menjadi sumber lain yang baik dari glutathione, seperti asparagus, tomat mentah, alpukat, kenari, bayam, brokoli, bawang putih dan labu.

Prekursor Glutathione

Beberapa makanan bertindak sebagai perintang yang akan menimbulkan glutathione. Glutathione terdiri dari tiga asam amino, sistein, glutamat, dan glisin – semua asam amino nonesensial. Namun, sistein sendiri membutuhkan asam amino yang tidak diproduksi oleh tubuh. Makanan yang mengandung sulfur kaya sistein meliputi produk susu mentah yang belum diolah. Akan tetapi kebanyakan produk susu komersial telah dipasteurisasi. Makanan lain yang merupakan prekursor glutation adalah protein dari whey (air dadih) yang tidak didenaturasi.

Penunjang dan Pengoptimal Glutathione

Beberapa makanan bertindak sebagai asisten glutathione, membantu glutathione melakukan tugasnya. Vitamin dan mineral tertentu diperlukan untuk membuat enzim detoksifikasi yang mengikat toksin untuk glutathione. Selenium adalah salah satu mineral tersebut, dan dapat ditemukan dalam kacang-kacangan dan makanan laut Brazil, atau makanan yang tumbuh di tanah kaya selenium. Makanan yang mengandung vitamin B6 dan riboflavin juga membantu mengoptimalkan glutathione.

Pendorong Glutathione

Banyak makanan dapat memacu produksi glutathione, termasuk sayuran, yang mengandung cyanohydroxybutene, suatu zat yang meningkatkan tingkat glutathione. Buah-buahan seperti peach dan semangka meningkatkan glutathione. Ekstrak atau selai Bilberry dapat membantu meningkatkan tingkat glutathione untuk memperbaiki penglihatan malam. Curcumin dalam kunyit dan rempah-rempah lainnya dapat meningkatkan produksi glutathione, seperti makanan dengan kandungan asam lipoat alfa yang tinggi. Yang terakhir termasuk mayones, dedak padi, kacang polong dan bayam.
(photo: diabetes.org.uk)

MEKANISME DETOKSIKASI LOGAM BERAT DALAM TUBUH MANUSIA

Labels:

Ultra Rapid Detox, Alternatif Mengusir Kecanduan Narkoba
Ultra Rapid Detok
Tanpa kita sadari bahaya logam berat tidak saja mengancam di daerah-daerah seputar tambang emas. Logam berat seperti arsen mengancam dari balik pestisida, pupuk inorganik, asap rokok, racun tikus, pengawet kayu, bahkan dari sumur sebagai sumber air minum; sedangkan merkuri bersembunyi di balik tambal gigi konvensional yang dikenal dengan amalgam, termometer, termostat, cat lateks, cat anti jamur, baterai, jeli spermisida, tinta tato dan produks vinil klorida, baterai, layar LCD telefon genggam, tv dan komputer.

Pada dasarnya tubuh kita membuat perubahan adaptif yang penting ketika terpapar pada logam-logam berat yang reaktif terhadap sulfhidril (gugus tiol), seperti arsen, merkuri dan kadmium.

Mekanisme kerusakan yang diinduksi logam berat terutama adalah produksi radikal bebas yang mengubah aktivitas mitokondria dan informasi gentik pada DNA. Metabolisme dan eksresi logam-logam berat ini bergantung pada kehadiran antioksidan dan tiol yang membantu reaksi metilasi.

S-adenosil-metionin, asam lipoat, glutation, selenium, seng, N-asetilsistein (NAC), metionin, sistein, alfa tokoferol, dan asam askorbat mempunyai peran-peran khusus dalam mengurangi toksisitas logam-logam berat.

Detoksikasi Merkuri

Merkuri ditemukan dalam lingkungan dalam tiga bentuk dasar : merkuri elemen atau uap merkuri, merkuri inorganik, dan merkuri organik (etil, metil, alkil, atau fenilmerkuri). Masing-masing bentuk mempunyai profil toksikologis dan nasib metabolik sendiri-sendiri. Merkuri elemen dapat dimetilasi oleh mikroorganisme dalam tanah dan air menjadi metilmerkuri organik, bentuk yang ditemukan dalam ikan, fungisida, dan pestisida. Merkuri elemen dan metabolitnya mempunyai efek toksik yaitu mendenaturasi protein biologis, menghambat ensim, dan mengganggu transport pada membran dan neurotransmitter.

Merkuri dapat menyebabkan kerusakan biokimiawi jaringan dan gen melalui berbagai mekanisme seperti mengganggu homeostasis kalsium intraseluler, mengganggu potensial membran, mengubah sintesis protein, dan mengganggu jalur asam amino dalam sistem syaraf pusat. Kerusakan mitokondria, peroksidasi lipid dan perusakan mikrotubul dan akumulasi neurotoksis dari serotonin, aspartat, dan glutamat semuanya adalah mekanisme neurotoksik metilmerkuri.

Dari waktu ke waktu, metil merkuri dan merkuri elemen dalam otak ditransformasikan menjadi merkuri inorganik, dan menjadi terikat kuat dengan protein yang mengandung gugus tiol (sulfihdril) misalnya glutation, sistein, albumin, dll.  Pengikatan dan disosiasi kompleks tiol-merkuri dipercaya mengendalikan pergerakan merkuri dan efek toksiknya dalam tubuh.

Molekul-molekul endogen yang mengandung tiol tersebut semuanya mengandung atom-atom sulfur yang tereduksi dan menentukan nasib biologis dari senyawa merkuri dalam tubuh.  Kompleks metilmerkuri dan sistein dapat bertindak sebagai “mimik molekuler” bagi asam amino metionin dan mendapat jalan masuk ke sistem syaraf pusat melalui mekanisme yang sama yang digunakan metionin untuk melintasi penghalang darah-otak. Konsentrasi tiol yang tinggi kelihatan melindungi terhadap akumulasi merkuri.

Detoksikasi Arsen
Pemaparan pada arsen telah dikaitkan dengan penyakit kardiovaskuler dan diabetes. Satu penelitian epidemiologis di Bangladesh di mana toksisitas arsen telah menjadi endemi sebagai hasil kontaminasi air minum memperlihatkan prevalensi hipertensi. Pemaparan kronis selain itu diasosiasikan juga dengan anemia, neuropati periferal, kerusakan hati dan ginjal, dan iritasi kulit dan membran mukosa.

Arsen inorganik berikatan dengan gugus sulfhidril dari protein, khususnya keratin, terdeposit pada kulit, rambut dan kuku. Pemaparan pada arsen inorganik telah dikaitkan dengan keratoris, karsinoma sel-sel skuamosa kulit, dan karsinoma sel basal. Selain itu dikaitkan juga dengan karsinoma hepatoseluler, angiosarkoma, sirosis, dan sklerosis hepatoportal.

Arsen di alam berada dalam bentuk inorganik dan organik. Bentuk organik yang terakumulasi pada ikan dan kerang-kerangan, yaitu arsenobetaine dan arsenokolin, pada intinya adalah nontoksik. Bentuk inorganik, yaitu arsen trioksida dan arsenat/arsenit adalah yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

Arsen dapat dengan mudah diabsorpsi, 40-60 persen jika terhirup dan kira-kira 95 persen jika tertelan. Arsen terdistribusi dan disimpan dalam semua jaringan dalam tubuh dan dimetabolisasi untuk dieleminasi melalui dua proses yang berurutan.

Pertama adalah reaksi oksidasi/reduksi yaitu arsenat menjadi arsenit dan arsenit menjadi arsenat. Glutation diketahui membentuk kompleks dengan arsen dan memperantarai reduksi arsenat menjadi arsenit. Kompleks glutation ini dapat dieliminasi dalam empedu dan korelasi yang positif telah ditemukan antara glutation dan kandungan arsen dalam empedu.
Tahap kedua adalah metilasi, yang terjadi terutama dalam hati, memerlukan s-adenosymetionin (SAMe) dan mungkin donor metil lainnya (kolin, sistein, glutation, dan asam lipoat tereduksi) untuk menghasilkan asam monometilarsinik (MMA) dan asam dimetilarsinik (DMA). Baik MMA dan DMA ditemukan dalam urin manusia dan diperkirakan sebagai produk akhir dari metabolisme arsen. Karena DMA dihilangkan dari sel lebih cepat dibandingkan MMA atau arsen inorganik, dan metilasi mengurangi jumlah arsen yang tertahan dalam jaringan oleh peningkatan kelarutan arsenit dalam air, metilasi dianggap oleh beberapa peneliti sebagai mekanisme detoksikasi.

Peneliti lainnya tidak sepakat karena MMA mungkin merupakan bentuk arsenik intraseluler yang paling toksik karena kemampunannya menginduksi inhibisi ensim, stres oksidatif, dan kerusakan DNA. Dengan demikian, metilasi hanyalah satu cara utnuk mentransformasi arsen dan bukannya mendetoksikasinya. Jaringan kulit dan paru-paru tidak mampu mengubah MMA menjadi DMA secara efisien seperti halnya jaringan lainnya dan tempat-tempat inilah adalah sisi spesifik kanker yang diinduksi oleh arsen. MMA dan DMA juga telah diperlihatkan membentuk kompleks dengan glutation dan protein sulfhidril lainnya sehingga menghasilkan inhibisi ensim dan kerusakan sel.

Metilasi arsen adalah topik perdebatan yang menarik dalam bidang toksikologi karena kemampuan untuk melakukan metilasi dan eliminasi arsen dipengaruhi oleh nutrisi, gender, gaya hidup, dan polimorfisme genetika individu. Kelihatannya ada variasi individu yang signifikan dalam kemampuan untuk melakukan metilasi arsen. Individu yang kurang gizi yang terpapar pada kadar arsen tinggi kurang mampu melakukan metilasi dan lebih beresiko pada gejala dan penyakit akibat toksisitas arsen dibandingkan individu dengan asupan gizi yang cukup.

Mengenal Glutation
Glutation adalah senyawa tripeptida – rantai dari tiga asam amino – yang terdiri dari sistein, glisin, dan asam glutamat, yang ditemukan dalam jaringan sel manusia dalam jumlah yang banyak.
Oleh beberapa peneliti, glutation disebut sebagai master antioksidan. Sebagai hasil dari pengikatan logam berat pada glutation dan selanjutnya mengeliminasi glutation intraseluler, kadar glutation yang tereduksi menjadi rendah dalam beberapa tipe sel tertentu jika terpapar pada semua bentuk logam berat. Eritrosit dan jaringan ginjal ditemukan secara signifikan menurunkan kadar glutation tereduksi yang merupakan sumber utama proteksi oksidan.

Kadar glutation kita dalam tubuh bergantung pada ketersediaan tiga asam amino tersebut di dalam tubuh. Glutamat dan glisin lazimnya tersedia kebanyakan makanan kita tetapi sistin terutama berasal dari telur, susu dan keju.

Tetapi ketika dalam memasak telur dan proses yang digunakan untuk pasteurisasi susu dan pembuatan keju, komposisi sistin berubah menjadi sistein.

Dalam proses pemanasan ataupun pasteurisasi ikatan disulfida dari protein yang sebetulnya dibutuhkan untuk bioaktivitas menjadi rusak.
Sistein – sebagai asam amino bebas – berpotensi toksik dan secara spontan dikatabolisasi dan dihancurkan dalam saluran pencernaan dan plasma darah.
Sistin sendiri dalam bentuk sistein dipeptida masuk ke dalam darah dalam bentuk utuh dan menyumbangkan dua molekul sistein dalam sel, di mana kemudian sistein ini digunakan untuk membentuk glutation.

Tanpa glutation, antioksidan lain seperti vitamin C dan E tidak dapat bekerja dengan baik dalam melindungi tubuh melawan penyakit

Tempe, makanan tradisional kita menyediakan 36,4% kebutuhan riboflavin (vitamin B) sehari-hari dari 4 ons tempe. Riboflavin adalah kofaktor dalam regenerasi glutation dalam hati. Selain itu juga tempe mengandung asam-asam amino esensial yang dibutuhkan untuk mendukung pembetukan glutation dalam tubuh.

Sumber protein dan asam amino lainnya yang dapat meningkatkan kadar glutation dalam tubuh adalah asparagus, brokoli, alpukat, bayam, telur mentah, bawang putih, daging mentah dan protein whey.
Protein whey (dadih atau biangnya susu yaitu susu murni yang dipekatkan) yang tidak terdenaturasi adalah sumber utama sistin. Dalam whey terdapat banyak protein kecil seperti : beta-laktoglobulin, alfa-laktalbumin, imunoglobulin, glikomakropeptida, bovin serum albumin, peptida-peptida minor seperti laktoperoksidase, lisosim, dan laktoferin. Dalam serum albumin, ada 17 residu sistin, 6 dipeptida glutamilsistin; dalam laktoferin ada 17 residu sistin, 4 dipeptida glutamilsistin; dalam alfalaktalbumin ada 4 residu sistin. Ketersediaan sistein sebagai prekursor menentukan berapa banyak glutation yang akan disintesis oleh sel. Jika kadar sistein menurun, tubuh akan mengkonversi metionin menjadi sistein, tetapi dengan begitu sistem tubuh kita akan kekurangan metionin yang dibutuhkan untuk membuat protein.

Peran Glutation dalam Detoksikasi Logam Berat
Merkuri, arsen dan beberapa logam berat lainnya menghasilkan hidroksil radikal yang sangat toksik akibat pecahnya hidrogen peroksida, yang selanjutnya menghabiskan simpanan glutation. Ada bukti bahwa habisnya glutation dapat menyebabkan kerusakan neurologis; kadar glutation yang rendah telah ditemukan pada penyakit Parkinson.

Glutation, sebagai pembawa logam berat dan juga sebagai antioksidan, mempunyai tiga peran khusus dalam melindungi tubuh dari toksisitas logam berat terutama merkuri. Pertama, glutation, khususnya berikatan dengan metilmerkuri, membentuk satu kompleks yang mencegah merkuri berikatan dengan protein-protein sel dan menyebabkan kerusakan ensim dan jaringan. Kompleks glutation-merkuri juga mengurangi kerusakan intraseluler dengan mencegah merkuri selanjutnya masuk jaringan sel dan menjadi toksin intraseluler. Kedua, kompleks glutation-merkuri ditemukan dalam hati, ginjal dan otak, dan kelihatan menjadi bentuk utama di mana merkuri ditransportasikan dan dieliminasi dari tubuh. Ketiga, glutation meningkatkan kapasitas antioksidan dari sel, menyediakan perlawanan terhadap hidrogen peroksida, oksidan, hidroksil yang radikal, dan lipid peroksida yang dihasilkan oleh merkuri dan logam berat lainnya.

Toksisitas kadmium, arsen, dan merkuri semuanya melibatkan jalur kerusakan sel yang serupa. Semuanya mempunyai afinitas yang kuat pada ligan yang mengandung sulfidril dan masing-masing menghabiskan simpanan glutation tereduksi di dalam tubuh. Glutation diperlihatkan mempunyai faktor signifikan dalam mobilisasi dan pengeluaran logam berat, khususnya merkuri, kadmium, dan arsen.

Demikian semoga manfaat

Begini Proses Detoksifikasi Pecandu Narkoba

Labels:

Begini Proses Detoksifikasi Pecandu Narkoba  
Ilustrasi ruang Intensive Care Unit (ICU) pada rumah sakit. hamptonregional.com
 
Direktur Utama Rumah Sakit Ketergantungan Obat Jakarta, Laurentius Panggabean, mengatakan, ada dua cara detoksifikasi bagi para pecandu narkoba. Detoksifikasi adalah proses membuang racun dari dalam tubuh seorang pecandu, bagian dari rehabilitasi. "Yang pertama rapid detoksifikasi atau detok dengan cara cepat," kata dia saat ditemui Tempo di kantornya di Cibubur, Jakarta Timur, Selasa, 29 Januari 2013.
Menurut Lauren, rapid detoksifikasi cukup ampuh karena racun hilang dalam waktu dua sampai tiga hari. Hanya, cara ini cukup "menyiksa" pasien. Pertama, mereka akan disuntik obat yang bernama Naltrekson. Efek sampingnya, pasien akan merasa kesakitan. Bahkan, sakit yang dirasakan tetap terasa meski sudah dibius. "Pasien bahkan harus diikat karena meronta dan teriak-teriak," ujarnya.

Hanya rumah sakit tertentu yang menggunakan cara ini. "Harus ada dokter anestesi," Lauren menambahkan.

Cara kedua adalah natural detoksifikasi. Cara inilah yang digunakan di Rumah Sakit Ketergantungan Obat Jakarta. "Lebih halus karena racun dikeluarkan sendiri," ujar dokter spesialis kejiwaan ini.

Lauren menjelaskan, pada hari pertama ditempatkan di ruang detok, pasien akan merasa kesakitan atau istilahnya sakau. Proses berlanjut hingga hari keempat, yang menjadi puncak kesakitan. Pada tahap ini, rumah sakit akan memberi obat penenang.

Memasuki hari kelima, rasa sakitnya mulai menurun. Umumnya, pasien benar-benar bersih pada hari kesepuluh. "Tapi ada juga yang sampai dua minggu," katanya.

Semua pecandu narkoba yang disembuhkan harus melalui proses ini. Alasannya, agar tubuh bisa membentuk antibodi dan memperbaiki sel yang rusak selama mengkonsumsi narkoba. Jadi lebih maksimal pada tahap pemulihan hingga akhirnya pasien dinyatakan benar-benar sehat.
 
sumber : tempo

RINCIAN DAMPAK BURUK NARKOBA

Labels:

Dampak Fisik

Adaptasi biologis tubuh kita terhadap penggunaan narkoba untuk jangka waktu yang lama bisa dibilang cukup ekstensif, terutama dengan obat-obatan yang tergolong dalam kelompok downers. Tubuh kita bahkan dapat berubah begitu banyak hingga sel-sel dan organ-organ tubuh kita menjadi tergantung pada obat itu hanya untuk bisa berfungsi normal.

Salah satu contoh adaptasi biologis dapat dilihat dengan alkohol. Alkohol mengganggu pelepasan dari beberapa transmisi syaraf di otak. Alkohol juga meningkatkan cytocell dan mitokondria yang ada di dalam liver untuk menetralisir zat-zat yang masuk. Sel-sel tubuh ini menjadi tergantung pada alcohol untuk menjaga keseimbangan baru ini.

Tetapi, bila penggunaan narkoba dihentikan, ini akan mengubah semua susunan dan keseimbangan kimia tubuh. Mungkin akan ada kelebihan suatu jenis enzym dan kurangnya transmisi syaraf tertentu. Tiba-tiba saja, tubuh mencoba untuk mengembalikan keseimbangan didalamnya. Biasanya, hal-hal yang ditekan/tidak dapat dilakukan tubuh saat menggunakan narkoba, akan dilakukan secara berlebihan pada masa Gejala Putus Obat (GPO) ini.

Misalnya, bayangkan efek-efek yang menyenangkan dari suatu narkoba dengan cepat berubah menjadi GPO yang sangat tidak mengenakkan saat seorang pengguna berhenti menggunakan narkoba seperti heroin/putaw. Contoh: Saat menggunakan seseorang akan mengalami konstipasi, tetapi GPO yang dialaminya adalah diare, dll.

GPO ini juga merupakan ‘momok’ tersendiri bagi para pengguna narkoba. Bagi para pecandu, terutama, ketakutan terhadap sakit yang akan dirasakan saat mengalami GPO merupakan salah satu alasan mengapa mereka sulit untuk berhenti menggunakan narkoba, terutama jenis putaw/heroin. Mereka tidak mau meraskan pegal, linu, sakit-sakit pada sekujur tubuh dan persendian, kram otot, insomnia, mual, muntah, dll yang merupakan selalu muncul bila pasokan narkoba kedalam tubuh dihentikan.

Selain ketergantungan sel-sel tubuh, organ-organ vital dalam tubuh seperti liver, jantung, paru-paru, ginjal,dan otak juga mengalami kerusakan akibat penggunaan jangka panjang narkoba. Banyak sekali pecandu narkoba yang berakhiran dengan katup jantung yang bocor, paru-paru yang bolong, gagal ginjal, serta liver yang rusak. Belum lagi kerusakan fisik yang muncul akibat infeksi virus {Hepatitis C dan HIV/AIDS} yang sangat umum terjadi di kalangan pengguna jarum suntik.

Dampak Mental

Selain ketergantungan fisik, terjadi juga ketergantungan mental. Ketergantungan mental ini lebih susah untuk dipulihkan daripada ketergantungan fisik. Ketergantungan yang dialami secara fisik akan lewat setelah GPO diatasi, tetapi setelah itu akan muncul ketergantungan mental, dalam bentuk yang dikenal dengan istilah ‘sugesti’. Orang seringkali menganggap bahwa sakaw dan sugesti adalah hal yang sama, ini adalah anggapan yang salah. Sakaw bersifat fisik, dan merupakan istilah lain untuk Gejala Putus Obat, sedangkan sugesti adalah ketergantungan mental, berupa munculnya keinginan untuk kembali menggunakan narkoba. Sugesti ini tidak akan hilang saat tubuh sudah kembali berfungsi secara normal.

Sugesti ini bisa digambarkan sebagai suara-suara yang menggema di dalam kepala seorang pecandu yang menyuruhnya untuk menggunakan narkoba. Sugesti seringkali menyebabkan terjadinya 'perang' dalam diri seorang pecandu, karena di satu sisi ada bagian dirinya yang sangat ingin menggunakan narkoba, sementara ada bagian lain dalam dirinya yang mencegahnya. Peperangan ini sangat melelahkan... Bayangkan saja bila Anda harus berperang melawan diri Anda sendiri, dan Anda sama sekali tidak bisa sembunyi dari suara-suara itu karena tidak ada tempat dimana Anda bisa sembunyi dari diri Anda sendiri... dan tak jarang bagian dirinya yang ingin menggunakan narkoba-lah yang menang dalam peperangan ini. Suara-suara ini seringkali begitu kencang sehingga ia tidak lagi menggunakan akal sehat karena pikirannya sudah terobsesi dengan narkoba dan nikmatnya efek dari menggunakan narkoba. Sugesti inilah yang seringkali menyebabkan pecandu relapse. Sugesti ini tidak bisa hilang dan tidak bisa disembuhkan, karena inilah yang membedakan seorang pecandu dengan orang-orang yang bukan pecandu. Orang-orang yang bukan pecandu dapat menghentikan penggunaannya kapan saja, tanpa ada sugesti, tetapi para pecandu akan tetap memiliki sugesti bahkan saat hidupnya sudah bisa dibilang normal kembali. Sugesti memang tidak bisa disembuhkan, tetapi kita dapat merubah cara kita bereaksi atau merespon terhadap sugesti itu.

Dampak mental yang lain adalah pikiran dan perilaku obsesif kompulsif, serta tindakan impulsive. Pikiran seorang pecandu menjadi terobsesi pada narkoba dan penggunaan narkoba. Narkoba adalah satu-satunya hal yang ada didalam pikirannya. Ia akan menggunakan semua daya pikirannya untuk memikirkan cara yang tercepat untuk mendapatkan uang untuk membeli narkoba. Tetapi ia tidak pernah memikirkan dampak dari tindakan yang dilakukannya, seperti mencuri, berbohong, atau sharing needle karena perilakunya selalu impulsive, tanpa pernah dipikirkan terlebih dahulu.

Ia juga selalu berpikir dan berperilaku kompulsif, dalam artian ia selalu mengulangi kesalahan-kesalahan yang sama. Misalnya, seorang pecandu yang sudah keluar dari sebuah tempat pemulihan sudah mengetahui bahwa ia tidak bisa mengendalikan penggunaan narkobanya, tetapi saat sugestinya muncul, ia akan berpikir bahwa mungkin sekarang ia sudah bisa mengendalikan penggunaannya, dan akhirnya kembali menggunakan narkoba hanya untuk menemukan bahwa ia memang tidak bisa mengendalikan penggunaannya! Bisa dikatakan bahwa dampak mental dari narkoba adalah mematikan akal sehat para penggunanya, terutama yang sudah dalam tahap kecanduan. Ini semua membuktikan bahwa penyakit adiksi adalah penyakit yang licik, dan sangat berbahaya.

Dampak Emosional

Narkoba adalah zat-zat yang mengubah mood seseorang (mood altering substance). Saat menggunakan narkoba, mood, perasaan, serta emosi seseorang ikut terpengaruh. Salah satu efek yang diciptakan oleh narkoba adalah perubahan mood. Narkoba dapat mengakibatkan ekstrimnya perasaan, mood atau emosi penggunanya. Jenis-jenis narkoba tertentu, terutama alkohol dan jenis-jenis narkoba yang termasuk dalam kelompok uppers seperti Shabu-shabu, dapat memunculkan perilaku agresif yang berlebihan dari si pengguna, dan seringkali mengakibatkannya melakukan perilaku atau tindakan kekerasan. Terutama bila orang tersebut pada dasarnya memang orang yang emosional dan bertemperamen panas.

Ini mengakibatkan tingginya domestic violence dan perilaku abusive dalam keluarga seorang alkoholik atau pengguna Shabu-shabu. Karena pikiran yang terobsesi oleh narkoba dan penggunaan narkoba, maka ia tidak akan takut untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap orang-orang yang mencoba menghalaginya untuk menggunakan narkoba. Emosi seorang pecandu narkoba sangat labil dan bisa berubah kapan saja. Satu saat tampaknya ia baik-baik saja, tetapi di bawah pengaruh narkoba semenit kemudian ia bisa berubah menjadi orang yang seperti kesetanan, mengamuk, melempar barang-barang, dan bahkan memukuli siapapun yang ada di dekatnya. Hal ini sangat umum terjadi di keluarga seorang alkoholik atau pengguna Shabu-shabu. Mereka tidak segan-segan memukul istri atau anak-anak bahkan orangtua mereka sendiri. Karena melakukan semua tindakan kekerasan itu di bawah pengaruh narkoba, maka terkadang ia tidak ingat apa yang telah dilakukannya.

Saat seseorang menjadi pecandu, ada suatu kepribadian baru yang muncul dalam dirinya, yaitu kepribadian pecandu atau kepribadian si junkie. Kepribadian yang baru ini tidak peduli terhadap orang lain, satu-satunya hal yang penting baginya adalah bagaimana cara agar ia tetap bisa terus menggunakan narkoba. Ini sebabnya mengapa ada perubahan emosional yang tampak jelas dalam diri seorang pecandu. Seorang anak yang tadinya selalu bersikap manis, sopan, riang, dan jujur berubah total mejadi seorang pecandu yang brengsek, pemurung, penyendiri, dan jago berbohong dan mencuri.

Adiksi terhadap narkoba membuat seseorang kehilangan kendali terhadap emosinya. Seorang pecandu acapkali bertindak secara impuls, mengikuti dorongan emosi apapun yang muncul dalam dirinya. Dan perubahan yang muncul ini bukan perubahan ringan, karena pecandu adalah orang-orang yang memiliki perasaan dan emosi yang sangat mendalam. Para pecandu seringkali diselimuti oleh perasaan bersalah, perasaan tidak berguna, dan depresi mendalam yang seringkali membuatnya berpikir untuk melakukan tindakan bunuh diri.

Perasaan-perasaan ini pulalah yang membuatnya ingin terus menggunakan, karena salah satu efek narkoba adalah mematikan perasaan dan emosi kita. Di bawah pengaruh narkoba, ia dapat merasa senang dan nyaman, tanpa harus merasakan perasaan-perasaan yang tidak mengenakkan. Tetapi… perasaan-perasaan ini tidak hilang begitu saja, melainkan ‘terkubur hidup-hidup’ di dalam diri kita. Dan saat si pecandu berhenti menggunakan narkoba, perasaan-perasaan yang selama ini ‘mati’ atau ‘terkubur’ dalam dirinya kembali bangkit, dan di saat-saat seperti inilah pecandu membutuhkan suatu program pemulihan, untuk membantunya menghadapi dan mengatasi perasaan-perasaan sulit itu.

Satu hal juga yang perlu diketahui adalah bahwa salah satu dampak buruk narkoba adalah mengakibatkan pecandu memiliki suatu retardasi mental dan emosional. Contoh seorang pecandu berusia 16 tahun saat ia pertama kali menggunakan narkoba, dan saat ia berusia 26 tahun ia berhenti menggunakan narkoba. Memang secara fisik ia berusia 26 tahun, tetapi sebenarnya usia mental dan emosionalnya adalah 16 tahun. Ada 10 tahun yang ‘hilang’ saat ia menggunakan narkoba. Ini juga sebabnya mengapa ia tidak memiliki pola pikir dan kestabilan emosi seperti layaknya orang-orang lain seusianya.

Dampak Spiritual

Adiksi terhadap narkoba membuat seorang pecandu menjadikan narkoba sebagai prioritas utama didalam kehidupannya. Narkoba adalah pusat kehidupannya, dan semua hal/aspek lain dalam hidupnya berputar di sekitarnya. Tidak ada hal lain yang lebih penting daripada narkoba, dan ia menaruh kepentingannya untuk menggunakan narkoba di atas segala-galanya. Narkoba menjadi jauh lebih penting daripada istri, suami, pacar, anak, orangtua, sekolah, pekerjaan, dll.

Ia berhenti melakukan aktivitas-aktivitas yang biasa ia lakukan sebelum ia tenggelam dalam penggunaan narkobanya. Ia tidak lagi melakukan hobi-hobinya, menjalani aktivitas normal seperti sekolah, kuliah, atau bekerja seperti biasa, bila sebelumnya ia termasuk rajin beribadah bisa dipastikan ia akan menjauhi kegiatan yang satu ini, apalagi dengan khotbah agama yang selalu didengar bahwa orang-orang yang menggunakan narkoba adalah orang-orang yang berdosa.

Ini menyebabkan pecandu seringkali hidup tersolir, ia hidup dalam dunianya sendiri dan mengisolasi dirinya dari dunia luar, yaitu dunia yang tidak ada hubungannya dengan narkoba. Ia menjauhi keluarga dan teman-teman lamanya, dan mencari teman-teman baru yang dianggap sama dengannya, yang dianggap dapat memahaminya dan tidak akan mengkuliahinya tentang penggunaan narkobanya.
Narkoba dianggap sebagai sahabat yang selalu setia menemaninya. Orangtua bisa memarahinya, teman-teman mungkin menjauhinya, pacar mungkin memutuskannya, bahkan Tuhan mungkin dianggap tidak ada, tetapi narkoba selalu setia dan selalu dapat memberikan efek yang diinginkannya…

Secara spiritual, Narkoba adalah pusat hidupnya, dan bisa dikatakan menggantikan posisi Tuhan. Adiksi terhadap narkoba membuat penggunaan narkoba menjadi jauh lebih penting daripada keselamatan dirinya sendiri. Ia tidak lagi memikirkan soal makan, tertular penyakit bila sharing needle, tertangkap polisi, dll.

Adiksi adalah penyakit yang mempengaruhi semua aspek hidup seorang manusia, dan karenanya harus disadari bahwa pemulihan bagi seorang pecandu tidak hanya bersifat fisik saja, tetapi juga harus mencakup ketiga aspek lainnya sebelum pemulihan itu dapat dianggap sebagai suatu pemulihan yang sebenarnya.

Retardasi

Retardasi sering dikaitkan dengan keterbelakangan mental. Seperti yang telah kita ketahui bersama, dalam dunia adiksi, penyakit mempengaruhi fisik, mental, emosional, dan spiritual seseorang. Memang secara fisik mungkin tidak terlalu kelihatan, tetapi ketiga aspek lainnya sudah sangat terpengaruh. Bahkan seringkali dikatakan bahwa seorang pecandu usia mentalnya akan berhenti pada usia saat dia mulai memakai drugs.

Katakanlah seorang pecandu mulai memakai drugs saat ia berusia 16 tahun. Maka usia mentalnya adalah 16 tahun, meskipun saat ia masuk kedalam pemulihan ia telah berusia 26 tahun. Bisa dikatakan ia mengalami retardasi mental, emosional, dan spiritual. Memang keadaannya ini tidak seperti keadaan para pasien down syndrome, yang retardasi mentalnya lebih jelas terlihat, bahkan secara fisik, karena memiliki karakteristik fisik yaitu Mongolian face. Tetapi tetap saja ini membuatnya tidak dapat berfungsi sebagai manusia yang seutuhnya.

Retardasi yang dialami pecandu adalah ketidakmampuannya berpikir dan membuat keputusan seperti layaknya orang-orang normal seusianya. Kedewasaan emosionalnya juga mengalami retardasi, ia tidak sedewasa orang-orang sekitarnya (yang bukan pecandu) dalam mengendalikan emosinya. Keadaan spiritualnya apalagi. Dan kita sama sekali tidak membicarakan soal agama. Spiritual disini lebih berarti hubungannya dengan dirinya sendiri, dengan orang-orang disekitarnya, dan dengan apapun yang diyakininya.

Retardasi mental. Pola pikir pecandu seringkali tidak mencerminkan usianya yang sebenarnya. Ini dikarenakan pemikiran pecandu seringkali berpusat pada prinsip kesenangan. Ia luar biasa takut dengan tanggung jawab. Ia juga tidak mampu untuk membuat suatu komitmen. Ia tidak dapat membuat suatu komitmen yang bertanggung jawab.

Retardasi emosional. Pecandu tidak mampu mengendalikan emosinya. Ia akan cenderung ekstrim dalam merasa dan mengungkapkan perasaan dan emosinya, belum lagi ada mood swing yang bagaikan roller coaster yang dialami oleh pecandu. Ia tidak memiliki kestabilan emosi yang dimiliki oleh orang-orang seusianya.

Retardasi spiritual. Hubungan antara pecandu dengan dirinya sendiri, atau dengan orang lain, apalagi dengan Kekuatan Lebih Tinggi (apapun bentuknya) bisa dikatakan hampir tidak ada, atau kalaupun ada sama sekali tidak sehat.
Retardasi pada bayi-bayi junkie juga seringkali ditemukan. Hal ini disebabkan ia juga terkena pengaruh dari narkoba yang dikonsumsi oleh ibunya.

sumber : http://dedihumas.bnn.go.id

Terapi Kecanduan Narkoba di Thailand

Labels: ,










Jakarta, Lepas dari jeratan narkoba bukanlah perkara mudah. Butuh waktu panjang untuk membuat otak benar-benar bisa terbebas dari candu-candu obat terlarang.

Adalah Cabin Chiang Mai, fasilitas pengobatan kelas dunia yang dapat membantu pecandu narkoba dan alkohol mengendalikan dan merawat diri dari ketergantungannya agar dapat menjalani kehidupan normal seperti sebelumnya.

Cabin Chiang Mai memiliki tim spesialis seperti dokter, psikiater dan psikolog yang terlatih dan terakreditasi secara internasional untuk melayani dan merawat pasien selama masa rehabilitasi.

Terletak di Chiang Mai, Thailand Utara, dengan nuansa tepian sungai dan pegunungan, Cabin Chiang Mai merupakan pusat rehabilitasi pecandu obat dan alkohol yang paling diakui di Asia. Cabin Chiang Mai menawarkan suasana yang damai dan tenang untuk membantu proses pemulihan pecandu dari ketergantungannya terhadap narkoba.

Pusat rehabilitasi yang sudah berdiri sejak tahun 2009 ini juga menawarkan fasilitas tempat tinggal yang sangat nyaman, serta kesempatan bagi tamu untuk menikmati paket relaksasi dan tamasya setiap minggunya di salah satu tujuan wisata yang paling populer di dunia.

Dalam metode pengobatannya, Cabin Chiang Mai menggunakan program pengobatan yang unik, yang disebut dengan program 3 circles (tiga lingkaran).

"Pada pengobatan konvensional 12 langkah, bisa butuh waktu 1 tahun dengan pengobatan lebih banyak dengan pendekatan agama. Dengan metode 3 circles, hanya butuh waktu 28 hari untuk sembuh, tidak dengan pendekatan agama tetapi lebih pada pendekatan psikologi," jelas Alastair Mordey, Programme Director The Cabin Chiang Mai Rehabilitation Centre, saat ditemui di The Ritz Carlton Jakarta, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (5/3/2013).

3 cicles adalah model konseling ketergantungan yang efektif dan mutakhir dengan latar belakang kebudayaan Asia yang lebih mudah diadaptasi dibandingkan dengan teknik konvensional lainnya, seperti metode '12 langkah' milik Alcoholic Anonymous (AA). Metode 3 circles bersifat netral dan tidak berafiliasi dengan ajaran agam atau kepercayaan tertentu.

Metode 3 circles menitikberatkan proses kesembuhan pada pendekatan psikologi yang efektif. Program ini dapat diselesaikan hanya dalam 28 hari, sangat singkat jika dibandingkan dengan model pengobatan lainnya yang dalam memakan waktu lebih dari 6 bulan.

Alastair menyebutkan, terapi pengobatan meliputi akomodasi, makanan, sesi konseling individu dan kelompok, terapi kebugaran, perawatan pijat, kunjungan dan pembinaan mingguan.

Dalam program pengobatan juga termasuk sesi konseling one on one, terapi kelompok harian, personal training dan fitness, terapi pijat, terapi drama dan terapi seni, kunjungan wisata, dan rencana pencegahan relapse.

"Setiap Kamis ada jadwal terapi pijat. Pijat terbukti untuk detoksifikasi mengeluarkan racun dalam tubuh. Setiap Sabtu mereka melakukan terapi drama dan terapi seni. Dan hari Minggu ada kegiatan seperti rock climbing, elephant trekking, mountain biking, fishing, rafting, dan lain-lain," lanjut Alastair.

"Tidak hanya alkohol dan narkoba, Cabin Chiang Mai juga bisa memberikan terapi behaviour untuk kecanduan judi, makan, seks. Biayanya US$ 12.900 (sekitar Rp 125 juta) untuk 28 hari. Juga ada post treatment, ada pengobatan follow up, seperti di Singapura selama 2 bulan," tutur Prem Kumar Shanmugam, Programme and Clinical Consultant The Cabin Chiang Mai Rehabilitation Centre.

sumber : 

Merry Wahyuningsih - detikHealth

Selasa, 05/03/2013 17:30 WIB

Pengobatan Pecandu Narkoba KEADAAN INTOKSIKASI ( KERACUNAN )

Labels: ,



Intoksikasi opioida :

Beri Naloxone HC 1 0,4 mg IV, IM atau SC dapat pula diulang setelah
2-3 menit sampai 2-3 kali



Intoksikasi kanabis (ganja):
Ajaklah bicara yang menenangkan pasien.
Bila perlu beri : Diazepam 10-30 mg oral atau parenteral, Clobazam
3x10 mg.



Intoksikasi kokain dan amfetamin
Beri Diazepam 10-30 mg oral atau pareteral,atau Klordiazepoksid 10-
25 mg oral atau Clobazam 3x10 mg. Dapat diulang setelah 30 menit
sampai 60 menit.
Untuk mengatasi palpitasi beri propanolol 3x10-40 mg oral



Intoksikasi alkohol :
Mandi air dingin bergantian air hangat
Minum kopi kental
Aktivitas fisik (sit-up,push-up)
Bila belum lama diminum bisa disuruh muntahkan



Intoksikasi sedatif-hipnotif (Misal : Valium,pil BK, MG,Lexo,Rohip):
Melonggarkan pakaian
Membersihkan lendir pada saluran napas
Beri oksigen dan infus garam fisiologis

Sabu Sabu Penyebab Depresi

Labels: ,



Faktor neurotransmitter penyebab depresi


Norepinefrin dan serotonin merupakan dua neurotransmitter yang paling berperan dalam patofisiologi gangguan mood.
  1. Norepinefrin : hubungan yang dinyatakan oleh penelitian ilmiah dasar antara turunnya regulasi reseptor b-adrenergik dan respon antidepresan secara klinis memungkinkan indikasi peran sistem noradrenergik dalam depresi. Bukti-bukti lainnya yang juga melibatkan presinaptik reseptor adrenergik dalam depresi, sejak reseptor reseptor tersebut diaktifkan mengakibatkan penurunan jumlah norepinefrin yang dilepaskan. Presipnatik reseptor adrenergic juga berlokasi di neuron serotonergik dan mengatur jumlah serotin yang dilepaskan,
  2. Serotonin : dengan diketahui banyaknya efek spesifik serotin re uptake inhibator (SSRI), contoh; fluoxetin dalam pengobatan depresi, menjadikan serotonin neurotransmitter biogenik amin yang paling sering dihubungkan dengan depresi.
  3. Dopamine: walaupun norepinefrin dan serotonin adalah biogenik amin,Dopamine juga sering berhubungan dengan patofisiologi depresi. Racun Sabu-sabu menyebabkan kadar dopamin mengalami penurunan secara signifikan
  4. Faktor neurokimia lainnya : GABA dan neuroaktif peptida (terutama vasopressin dan opiate endogen) telah dilibatkan dalam patofisiologi gangguan mood. 
  5. Faktor neuroendokrin: Hipothalamus adalah pusat regulasi neuroendokrin dan menerima rangsangan neuronal yang menggunakan neurotransmitter biogenic amin. Bermacam-macam disregulasi endokrin dijumpai pada pasien gangguan mood
  6. Faktor Neuroanatomi: Beberapa peneliti menyatakan hipotesisnya, bahwa gangguan mood melibatkan patologik dan sistem limbik, ganglia basalis dan hypothalamus.

Pertolongan Penderita Over Dosis Narkoba

Labels:


TERAPI TERHADAP KEADAAN OVER DOSIS

Usahakan agar pernapasan berjalan lancar, dengan cara sebagai berikut :


  • Luruskan dan tengadahkan (ekstenikan) leher  pasien (jika
  • diperlukan dapat diberikan bantalan dibawah bahu)
  • Kendurkan pakaian yang terlalu ketat
  • Hilangkan obstruksi (hambatan) pada saluran napas
  • Bila perlu berikan oksigen


Usahakan agar peredaran darah berjalan lancar

  • Bila jantung berhenti, lakukan masase jantung eksternal, injeksi
    adrenalin 0.1-0.2 cc I.M
  • Bila timbul asidosis (misalnya bibir dan ujung jari
    biru,hiperventilasi) karena sirkulasi darah yang tidak memadai, beri
    infus 50 ml sodium bikarbonas
  • Pasang infus dan berikan cairan (misalnya : RL atau NaC1 0.9 %)
    dengan kecepatan rendah (10-12 tetes per menit) terlebih dahulu sampai
    ada indikasi untuk memberikan cairan. Tambahkan kecepatan sesuai
    kebutuhan,jika didapatkan tanda-tanda kemungkinan dehidrasi.
  • Lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk melihat kemungkinan adanya
    perdarahan atau trauma yang membahayakan
  • Observasi terhadap kemungkinan kejang. Bila timbul kejang berikan
    diazepam 10 mg melalui IV (intravena) atau per-infus dan dapat diulang sesudah
    20 menit jika kejang belum teratasi.
  • Bila ada hipoglikemi (penurunan kadar gula darah), beri 50 ml glukosa 50% IV (Intra Vena)

Detoksifikasi Narkoba cara Tabib Masrukhi, lebih Praktis dan Hemat

Labels:

PAKET DETOX EKSTRAK TRN

Detoksifikasi racun narkoba dengan herbal PAKET EKSTRAK TRN
Obat ramuan detoksifikasi ini sangat baik untuk mengobati ketergantungan narkoba tanpa komplikasi, merupakan formulasi herbal pilihan lengkap untuk pengobati dan mempercepat proses rehabilitasi narkoba.

Ramuan Obat Herbal Ekstrak TRN 
  • Detoxifikasi racun narkoba dalam darah cepat dan aman
  • Menyembuhkan sakaw. 
  • Membantu memulihkan daya ingat. 
  • Memulihkan daya tahan tubuh
Kelebihan herbal ekstrak TRN 
  • Praktis - cukup di seduh air hangat tidak perlu di rebus 
  • Mudah larut - cepat larut dalam air dan mudah di serap tubuh aman bagi ginjal Aman dan Hygenis 
  • Efektif dan efisien 
Dosis,aturan minum dan di sertakan saat pengiriman.

CARA PESAN :  KLIK DISINI

  1. Kirim biaya pembelian ke nomor rekening  BANK DANAMON 003 54 83 77 88 0 an.Masrukhi
  2. Isi Form di bawah ini.
  3. Segera komfirmasi sms ketik " BELI PAKET TRN " kirim ke 0858 6941 2009
  4. Staf kami akan segera kirim pembelian anda.

Biaya Detoksifikasi Narkoba RS pada Umumnya

Labels:


Seorang ibu pecandu narkotik lainnya—yang juga tak bisa memasukkan anaknya ke RSKO Fatmawati -memilih segera melarikan anaknya ke tempat praktek seorang psikiater di bilangan Jakarta Selatan. 


Kondisi anaknya, Zaenal, yang sebelum dibawa ke rumah sakit sempat kejang-kejang, memang memprihatinkan. Sepanjang perjalanan bermobil menuju ke tempat sang psikiater, pengguna narkotik sejak dua tahun lalu itu tampak gelisah: berbicara sendiri, sesekali mencoba melafalkan beberapa potong ayat Alquran, atau menampar ibunya. "Begitulah kalau dia lagi sakaw (nagih). Dia enggak takut sama ibunya. 

Kalau ditanya, maunya bunuh diri saja. Bingung saya," ujar sang ibu, sedih.

Sesampai di tempat praktek dokter, Zaenal dan ibunya kembali menghadapi antrean panjang pasien. Kebanyakan dari mereka adalah pecandu narkoba. Membeludaknya pasien memang tak hanya terjadi di RSKO Fatmawati, tapi juga di tempat perawatan pecandu narkoba lainnya. Padahal, perawatan pecandu kini juga bisa dilakukan di klinik-klinik kecil, seperti klinik Al-Jahu, Jakarta, yang cuma berkapasitas 12 pasien. 

Bagaimana tak demikian bila jumlah penderita ketergantungan narkoba terus meningkat? Lima tahun lalu, hanya ada 130 ribu pengguna narkoba, sedangkan kini melejit 10 kali lipat.

Direktur Utama RSKO Fatmawati, Sudirman, mengakui bahwa pihaknya tak sanggup berbuat banyak. Jumlah pasien tahun lalu melonjak lima kali lipat dibandingkan dengan tahun 1997. Padahal, kapasitas rawat inap rumah sakit ini cuma 38 tempat tidur.

Sebenarnya, hampir semua rumah sakit di kota besar punya layanan penanganan pecandu narkoba. Di Denpasar, ada tiga rumah sakit—Sanglah, Bangli, dan Nina Atma—yang memiliki unit khusus narkoba. Di Jawa Tengah, pasien bisa datang ke Rehabilitasi Ketergantungan Obat (RKO) Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Semarang. Namun, menurut Hanafi, Wakil Direktur RSJ Semarang, cuma sedikit pasien yang berobat di sini. Rupanya, citra rumah sakit jiwa—tempat RKO bernaung—membuat pasien enggan datang. "Khawatir dikira gila," kata Hanafi.

Di Medan, satu-satunya rumah sakit yang melayani pasien narkoba adalah RS Sembada. Menurut Direktur RS Sembada, Frans Bangun, setahun terakhir ini fasilitas rawat inap Sembada selalu penuh. Pasien Sembada umumnya berasal dari kalangan menengah ke bawah. "Mereka yang mampu langsung berobat ke Jakarta," kata Frans.

Jakarta memang muara berbagai jenis pengobatan pecandu narkoba. Cuma,ongkosnya memang tak murah

Untuk proses awal pengobatan, detoksifikasi, ongkosnya sudah jutaan rupiah (lihat tabel). Besar-kecilnya biaya bergantung pada metode yang digunakan. Metode "konvensional", yang umumnya berlangsung seminggu, jauh lebih murah ketimbang metode detoksifikasi cepat, yang prosesnya cuma berlangsung sekitar enam jam.

Di Indonesia, saat ini setidaknya ada tiga model pengobatan yang umum dipergunakan dokter. Selain model "konvensional" dan detoksifikasi cepat, ada metode yang diberi label "Metode Prof. Dadang Hawari"—nama seorang psikiater di Jakarta yang menciptakan metode tersebut.

Apa perbedaan berbagai model pengobatan itu? Pada detoksifikasi "konvensional" atau alamiah, terjadi gejala putus obat selama tujuh hari. Pada saat itu, pasien merasa persendian tulangnya linu, kepala pusing berdenyut-denyut, dan badan menggigil sampai mengeluarkan keringat dingin. Rasa sakit yang menyiksa ketika sakaw inilah yang menyebabkan sebagian besar pasien gagal menyelesaikan proses detoksifikasi.

Para ahli lalu menciptakan metode yang tidak menyiksa, yang kini dikenal sebagai detoksifikasi cepat (rapid detoxification). Gejala sakaw pada metode ini sama sekali tak dirasakan pasien karena selama pengobatan mereka dibius. Metode ini pertama kali diperkenalkan pada Februari 1999 oleh Yayasan IQONI—yang beranggotakan dokter spesialis dari berbagai rumah sakit. Kini setidaknya ada tujuh rumah sakit di Jakarta yang menerapkan teknik itu.

Metode itu, selain mahal, sayangnya, hanya bisa dilakukan untuk pecandu putaw atau heroin. Agaknya, di sinilah kelebihan teknik Dadang Hawari, yang selain ongkosnya lebih miring, juga bisa diterapkan untuk kecanduan zat-zat lain seperti ganja, kokain, alkohol, dan amfetamin (shabu-shabu atau ekstasi). Pada metode Dadang, pasien diberi obat-obatan psikofarma, antidepresan, dan antinyeri yang bersifat tak menimbulkan ketagihan. Pasien yang menjalani terapi ini pun akan lebih banyak ditidurkan, tapi bukan dibius. 

Hanya, pada metode ini, pasien akan mengalami disorientasi atau hilang kesadaran, yang baru hilang pada hari ketiga atau keempat. Kesadaran penuh baru tercapai pada hari kelima atau keenam. Dan proses diakhiri para hari ketujuh setelah tes urine menunjukkan bebas dari narkoba.

Di Jakarta saat ini setidaknya ada empat rumah sakit—RS Agung, RS Indah Medika, RS Mitra Menteng Abadi, dan RS M.H. Thamrin—yang menerapkan metode detoksifikasi Dadang Hawari. Meski biayanya agak miring, masih banyak juga pasien yang enggan menjalani terapi ini karena umumnya mereka takut menghadapi gejala disorientasi.

Detoksifikasi sendiri barulah tahap awal dalam menyembuhkan pecandu. Meski tubuhnya sudah terbebas dari narkoba, sering pasien kambuh lagi karena ada sugesti untuk menggunakan heroin kembali. Untuk mencegah kekambuhan pada pecandu heroin, para dokter di sini biasa memberikan antagonis opiat, naltrexone—secara oral. Antagonis opiat yang harganya Rp 2 juta per 50 butir itu menyebabkan pasien tak dapat merasakan efek heroin lagi walaupun mereka memakainya.

Selain harus ada proses rehabilitasi lanjutan, dalam pengobatan penderita narkoba, pengawasan adalah faktor utama yang menentukan kesembuhan pasien. Sering faktor ini bahkan diabaikan oleh tempat rehabilitasi pecandu narkoba. Dony, pecandu narkoba, berkisah tentang pengalamannya di sebuah klinik di Galunggung, Tasikmalaya, Jawa Barat. Pasien dengan leluasa keluar-masuk lokasi tanpa pengawasan ketat. Akibatnya, "Gue makin hancur," kata Dony, "Tujuh bulan program, mutaw jalan terus." Padahal, klinik ini menarik ongkos Rp 1 juta per bulan.

Susahnya, klinik yang agaknya berorientasi bisnis seperti itu bukan cuma satu-dua. Menurut catatan Departemen Kesehatan, saat ini ada 4.761 sarana pengelolaan pecandu narkoba—meliputi rumah sakit, klinik, pusat kesehatan masyarakat, dan apotek. Setelah dievaluasi, terdapat 1.540 sarana yang tidak memenuhi standar minimal. Pada sarana-sarana ini, tingkat kebocoran penyaluran narkoba tergolong tinggi. Akhirnya, Departemen Kesehatan menerbitkan 416 surat peringatan, memberikan 27 peringatan keras, dan menutup kegiatan tiga klinik narkoba.

Sejauh ini, menurut Direktur Jenderal Pelayanan Medik, Sri Astuti Suparmanto, pemerintah sedang merintis standardisasi pengelolaan klinik narkoba. Yang bakal diatur meliputi prosedur, kualitas, dan tarif pengobatan—agar klinik narkoba tidak menjelma menjadi lahan bisnis tak terkendali yang hanya terjangkau kalangan berduit.

Biaya Detoksifikasi di Beberapa Rumah Sakit 


Nama Rumah SakitMetode
Detoksifikasi
Waktu
Detoksifikasi
Ongkos
RS Indah MedikaDadang HawariSatu mingguRp 3 juta
RS Agung Dadang HawariSatu minggu Rp 4 juta
RS Mitra Menteng AbadiDadang HawariSatu minggu Rp 3 juta
RS M.H. ThamrinDadang HawariSatu minggu Rp 6 juta
RS Mitra Keluarga, Jatinegara dan KemayoranDetoksifikasi cepatEnam jam Rp 11 juta
RS PGI CikiniDetoksifikasi cepat Enam jam Rp 11 juta
RS OngkomulyoDetoksifikasi cepat Enam jam Rp 11 juta
RS Internasional BintaroDetoksifikasi cepatEnam jam Rp 11 juta
RS Abdi WaluyoDetoksifikasi cepat
RS Budi AsihDetoksifikasi cepatEnam jamRp 6 juta
Klinik Al-Jahu--1-2 mingguRp 5 juta

Perbandingan Ongkos Detoksifikasi Konvensional

Nama Rumah SakitOngkos
RS Indah MedikaRp 1 juta
RS Agung Rp 1,5 juta
RS Mitra Menteng AbadiRp 1 juta
RS MH ThamrinRp 2 juta
RS Mitra Keluarga, Jatinegara dan KemayoranRp 2 juta
RS PGI CikiniRp 2 juta
RS OngkomulyoRp 2 juta
RS Internasional BintaroRp 2 juta
RS Abdi WaluyoRp 2 juta
RS Budi AsihRp 1 juta
RS Cipto Mangunkusumo Rp 800 ribu
RSKO Fatmawati Rp 1 juta

sumber : Mardiyah Chamim, Andari Karina Anom, Dwi Arjanto, Biro Jakarta, dan koresponden daerah
Tempo Online