Selamat Datang di www.terapinarkoba.com

Kami berpengalaman menangani KECANDUAN NARKOBA dengan metode MULTI TERAPI Insya Allah kecanduan narkoba dapat di pulihkan dalam waktu relatif singkat, hanya 2 bulan, bukan 6 tahun.
Sudah banyak pasien yang kami tolong, baik dari jawa maupun luar jawa / luar kota

SAKAW dll cepat di pulihkan.

Prosedur Pemulihan kecanduan narkoba bisa RAWAT JALAN dan TERAPI JARAK JAUH pasien tidak harus datang, bisa tetap sekolah, kuliah atau bekerja

SUDAH REHAB TAPI ANDA MASIH KECANDUAN JANGAN RAGU HUBUNGI KAMI


TABIB MASRUKHI,MPA

Telp : 0823 3222 2009


GARANSI >>> klik disini

Catatan : Pecandu Narkoba sangat tergantung dengan peran serta orang tua / keluarga. Karena itu segera lah berobat sebelum semuanya terlambat, kematian atau cacat seumur hidup.

yang perlu di lakukan orang tua terhadap seorang anak pecandu Narkoba ?
1. Bila pecandu ingin Lepas dari ketergantungan narkoba maka segera di obati
2. Bila pecandu belum ada keinginan Lepas dari ketergantungan narkoba maka tetaplah motivasi untuk segera diobati atau setidaknya minum obat ramuan kami dengan harapan pasien merasakan manfaat nya selanjutnya ada kesadaran untuk di pulihkan secara tuntas.

Demikian semoga bermanfaat

Tampilkan postingan dengan label narkoba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label narkoba. Tampilkan semua postingan

Narkoba Jenis Baru, KATINONA

Labels: ,


TEMPO.CO, Bogor -  Bahan narkotika jenis turunan katinona yang diduga ditemukan di rumah Raffi Ahmad, berasal dari tanaman khat atau ghat. Di kawasan Puncak, Bogor, pohon ini tubuh subur.
Pemilik kebun khat, Latifah, 45 tahun, mengatakan ada dua jenis khat: batang merah dan batang hijau. Nilai jual pucuk daun khat merah jauh lebih mahal, harganya bisa mencapai Rp 300 - Rp 500 ribu per 2 kilogram.
"Setiap bulan atau sekali panen saya bisa menghasilkan Rp 6,8 juta. Saya jual ke turis Arab Rp 500 ribu perkantong kecilnya. Kalau kantong besar Rp 1,2 juta. Itu Ghat batang merah ya," kata Latifah, Selasa 5 Februari 2013.
Latifah bersama suaminya, Nanang alias Jack, mulai menanam pohon khat di atas lahan seluas 300 meter persegi sejak tahun 2005. Bibit pohon khat diperoleh dari rekan Jack yang berasal dari Timur Tengah. Dia berkebun khat setelah tahu harga jual daun yang mengandung katinona tersebut cukup mahal dan digemari turis asing asal Arab.
"Biasanya orang Arab yang mau beli suka datang ke sini. Kadang mereka memakanya di rumah saya. Yang dimakan pucuknya dengan cara dikunyah lalu ampasnya dibuang. Tapi ada juga yang dimakan sebagai lalapan," kata Latifah.
Meski bernilai jual tinggi dan mudah membudidayakannya, Latifah mengaku tidak bisa setiap saat menjual daun khat. Dia baru bisa menjual ketika sedang musim liburan bagi turis asal Arab saja. Padahal, sepekan sekali Latifah bisa memanen pucuk daun tersebut.

Permainan di Balik Penanganan Perkara Narkoba

Labels: , ,

SURYA OnlineDua orang yang sama-sama ditangkap karena narkotika belum tentu sama hukumannya. Tergantung yang bersangkutan bisa mengikuti permainan atau tidak.
Narkoba menduduki peringkat pertama dari total perkara yang masuk ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, mengalahkan pencurian maupun perjudian. Dalam sebulan tidak kurang dari 90 perkara masuk dengan jumlah terdakwa sekitar 110 orang. Seperti bulan Agustus 2011 lalu, ada 96 perkara dan 111 terdakwa narkoba yang masuk. Dan Juni ada 98 perkara dengan 107 terdakwa.
Dari ratusan ini, lebih dari separonya perkara receh dengan barang buktinya beberapa butir ekstasi atau nol koma sekian gram sabu-sabu.
Tapi, meski sama-sama kecil, bukan berarti persidangannya seragam. Perkara kecil yang terdakwanya berduit, lebih berbelit-belit. Beda dengan terdakwa tak berduit yang sekadar lewat, sidang dua kali langsung putusan. Tentu hukumannya pun bagai bumi dan langit. Untuk membuktikan ini, Surya mengikuti beberapa sidang dengan terdakwa berbeda.
Yang pertama sidang terdakwa Fanny Yongvi Sanjaya, mahasiswi perhotelan salah satu universitas ternama di kawasan Surabaya Barat pada 22 September 2011 lalu.
Sidang digelar lebih dari lima kali, mulai dari dakwaan, saksi jaksa, saksi terdakwa, tuntutan, pledoi, hingga putusan yang digelar dalam waktu yang berbeda. Hasilnya, mahasiswi berkulit putih hanya dihukum satu tahun penjara
Majelis hakim menjeratnya dengan Pasal 127 Ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Hukumannya pun tidak dijalani di penjara tapi pusat rehabilitasi RSU Dr Soetomo Surabaya.
Hakim mendasarkan putusannya pada kesaksian dokter, bahwa gadis ini harus direhabilitasi karena hanya pemakai dan sudah mengalami ketergantungan.
Hari berikutnya Surya mengikuti persidangan kasus narkotika dengan terdakwa Fadhi (31), warga Jl Endrosono dan Zainal Abidin (26) warga Jl Kalimas Madya, Surabaya.
Sebelum divonis penjaga toko dan counter ponsel itu mengiba meminta rehabilitasi dengan membawa surat dokter. Namun, majelis hakim tegas menolaknya.
Hakim menjeratnya dengan Pasal 112 UU 35/2009. Meski barang bukti yang dibawa hanya 0,05 gram sabu-sabu, keduanya dihukum empat tahun penjara serta denda Rp 800 juta subsider satu bulan kurungan. Hakim tidak menggunakan pasal 127 UU 35/2009 yang memungkinkannya direhabilitasi karena tidak ada keterangan dokter bahwa terdakwa sedang dalam perawatan.
Sulitnya mendapatkan rehabilitasi juga dirasakan Sri Mariyati dan Ni Made Sukariani, dua waiters D’Master Pool & Karaoke. Meski keduanya mengajukan saksi dokter yang sama dengan Fanny di persidangan dengan majelis yang sama pula, permintaan rehabilitasinya tetap ditolak.
Tapi, kedua pramuria itu masih bisa tersenyum karena hanya dihukum satu tahun penjara. Padahal, tuntutan jaksa empat tahun karena dianggap terbukti menyimpan dan memiliki narkotika golongan I, melanggar pasal 112 UU 35/2009.
Kasus sama tapi vonis berbeda ini sudah menjadi rahasia umum di pengadilan. Hal ini diakui pengacara senior Sunarno Edi Wibowo. Bowo —panggilan Sunarno Edi Wibowo— mempertanyakan alasan hakim merehabilitasi terdakwa hanya berdasarkan keterangan dokter yang notabene baru menangani setelah ditangkap.
Menurut Bowo, sesuai ketentuan, keterangan rehabilitasi itu harus didasarkan pada diagnosis disertai bukti medical record yang menjelaskan terdakwa pernah direhabilitasi sebelum ditangkap.
“Jangan sampai hakim memutus hanya dengan keyakinan dan kewenangan tanpa pertimbangan yang adil dan benar,” katanya.
Menurut Bowo, kesaksian dokter setelah penangkapan hanya rekayasa semata. Hal ini pernah dilakukannya saat mendampingi artis Roy Marten yang ditangkap saat pesta sabu-sabu di Hotel Novotel Surabaya 2007 silam.
Saat itu dia merekayasa dengan mendatangkan salah satu dokter untuk bersaksi di persidangan. Dokter ini menjelaskan, Roy mengalami ketergantungan, sehingga harus segera direhabilitasi. Namun, keterangan dokter ini tidak membuahkan hasil. Permintaan rehabilitasi Roy Marten ditolak dan dihukum tiga tahun penjara.
“Saya menyadari saat itu karena memang tidak ada medical record-nya,” akunya.
Keberadaan dokter di persidangan ternyata tidak gratis. Bowo mengaku saat itu harus mengeluarkan Rp 5 juta untuk membujuk sang dokter bersaksi di sidang. “Itu dulu, kalau sekarang mungkin sudah berlipat-lipat harganya,” katanya.
Kolega Bowo sesama pengacara mengamini hal itu. Pengacara berdarah Madura itu mengaku untuk mendatangkan dokter pada sidang mengeluarkan uang Rp 10 juta hingga Rp 15 juta, tergantung kemampuan finansial terdakwa. “Biasanya kalau terdakwanya tidak punya, kami hanya memintakan keterangan dokter saja, tanpa membawanya ke sidang. Biasanya dokternya mau tanpa harus dibayar,” katanya.
Bagaimana dengan kesaksiannya? Dokter yang bersidang umumnya menjelaskan keadaan terdakwa yang sudah dalam kadar kecanduan, sehingga harus direhabilitasi. Hal itu dilakukan berulang-ulang pada terdakwa berbeda.
Pengacara itu mengaku, meski kesaksian dokter dilakukan pascaditangkap, namun hal itu harus dijadikan alasan hakim untuk merehabilitasi. “Keterangan rehabilitasi tidak selalu sebelum ditangkap, sebelum ditangkap juga bisa direhab karena itu hak pemakai narkoba karena mereka adalah korban,” alasannya. [Tab]
Sumber : Surya.co.id

Kejang akibat sabu

Labels: , ,

terapinarkoba.com Tampil percaya diri dan peningkatan keberanian,efek yang menyenangkan,tidak heran banyak artis yang senang menggunakannya. Dengan alasan ingin menambah proses kreatif, maka sabu pun terkadang digunakan.

Pemakaian sabu apalagi yang berlebihan menyimpan potensi bahaya besar untuk kesehatan fisik. Efek stimulan pada obat ini menyebabkan kerja jantung dan pembuluh darah tubuh menjadi berlebihan. Peningkatan tekanan darah baik sistolik dan diastolik sangat nyata pada penggunaan sabu. Hal ini akan dibarengi tentunya dengan denyut jantung yang kencang. Tidak heran jika jenis narkotika ini akan membawa dampak sangat berbahaya bagi penderita hipertensi atau darah tinggi.

Selain itu, sabu bisa menimbulkan efek kejang sampai perdarahan otak. Saya sendiri pernah secara langsung melihat di unit gawat darurat pasien wanita yang mengalami kejang dan perdarahan otak akibat penggunaan shabu-shabu yang berlebihan. Pasien akhirnya meninggal karena perdarahan otaknya.
Seringkali juga didapatkan efek peningkatan suhu tubuh yang tinggi sehingga menyebabkan demam luar biasa pada penggunanya. Peningkatan suhu tubuh yang berlebihan sangat berbahaya karena juga sangat mempengaruhi otak dan dapat menimbulkan kejang.

Semoga manfaat

KROKODIL , Jenis Narkoba lebih berbahaya, Pecandu harus di amputasi

Labels:

Sudah dengar berita terbaru tentang “Krokodil Drug“ ? Anda  perlu mengetahuinya, diambil dari berbagai sumber.
Apa itu Krokodil Drug?

Krokodil drug merupakan salah satu jenis varian dari narkoba. Krokodil drug berasal dari bahasa Inggris yaitu crocodile yang berarti buaya. Orang Indonesia menyebutnya krokodil.

Sejarah Ditemukannya Krokodil Drug

Krokodil drug pertama kali ditemukan di Rusia. Hal ini sangat wajar karena Rusia merupakan negara pengguna narkoba terbanyak di dunia. Namun, pemerintah Russia berhasil menekan pertumbuhan dan pengedaran narkoba.

Krokodil drug ini sebenarnya timbul akibat dari sulitnya ditemui narkoba jenis heroin dan kalau pun ada, harganya sangat mahal. Nah, untuk itu timbullah ide kreatif dari para junkers (pecandu narkoba) untuk meracik obat berbahaya tersebut.

Krokodil drug ini sendiri merupakan sebutan orang Rusia untuk narkoba jenis desomorfin buatan sendiri. Krokodil merupakan zat adiktif pengganti heroin yang sangat terkenal di Rusia. Efeknya yang 8-10 kali lebih kuat dari morfin (zat sama yang digunakan dalam heroin).

Harganya pun tergolong sangat murah. Hanya dengan bermodal 2 poundsterling atau sekitar Rp 30.000, maka sudah dapat menikmati satu bungkus krokodil drug. Hal ini dikarenakan bahan-bahannya mudah didapat.
Senyawa yang Terkandung dalam Krokodil Drug

Krokodil adalah narkoba yang terbuat dari campuran senyawa, yang digunakan dalam proses pembuatan desomorfin. Narkoba itu tidak disaring, sering mengandung konsentrasi tinggi yodium, yang dapat mengganggu sistem endokrin. Untuk lebih jelasnya tentang senyawa yang terkandung dalam krokodil drug ini bisa mengunjungilink ini.

Adapun bahan dasar dari krokodil drug ini sangat sederhana sekali yaitu Iodine,Codein, Asam Klorida, Fosfor Merah dan Bensin.

Proses Pembuatan Krokodil Drug

Saya tidak tahu pasti bagaimana proses pembuatannya, namun dari hasil pencarian di Google maka Anda akan sangat mudah menemukannya. Salah satu blog pun bahkan sempat mempublikasikan foto-foto proses pembuatannya dari awal hingga dapat dipakai. Anda dapat melihatnya di sini.
Efek Penggunaan Krokodil Drug

Sama seperti narkoba jenis lainnya yang menimbulkan efek mengurangnya kesadaran serta tingkat halusinasi yang tinggi, krokodil drug ini pun menimbulkan efek tersebut bahkan tingkatannya lebih tinggi dari narkoba lainnya.

Narkoba jenis ini menyebabkan gangguan otot, fosfor, jaringan tulang, dan admixturesberbahaya logam berat seperti seperti besi, seng, timah dan antimony. Hasilnya, sistem saraf, ketidakseimbangan mineral, dan radang hati dan ginjal terganggu.

Menurut The Independent, efek samping pertama kulit akan berubah menjadi kehijauan dan bersisik seperti buaya. Ini terjadi karena pecahnya pembuluh darah dan kematian jaringan disekitarnya.

Sensasi dan kenikmatan yang dirasakan oleh pengguna krokodil drug ini pun hanya berlangsung selama 1-2 jam. Selebihnya para pecandu akan kembali meracik obat ini kembali. Butuh waktu sekitar 1-1,5 jam untuk meracik krokodil drug ini. Oleh karena ini, para pecandu akan menghabiskan waktunya untuk meracik dan menikmati obat jahanam ini.

Efek paling mengerikan dari penggunaan krokodil drug ialah daging beserta kulit pengguna akan jatuh seperti meleleh dari tubuh. Tak hanya itu, pengguna juga dapat mengalami pneumonia, keracunan darah, kerusakan arteri bahkan meningitis.

Cara Mengatasi Efek Krokodil Drug

Efek krokodil drug memang sangat mematikan. Satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan cara amputasi. Tidak ada cara lain selain mengamputasinya. Jika tidak diamputasi maka kulit pengguna akan semakin meleleh dan akan menyebar secara cepat.

Foto dan Video Mengenai Krokodil Drug

Banyak sekali foto dan video mengenai krokodil drug bertebaran di internet. Saya sendiri sebenarnya ingin menampilkannya di blog ini. Namun, karena banyak sekali foto yang sangat mengerikan seperti kulit yang meleleh sehingga tulang saja yang masih terlihat, pembusukan kulit, dan sebagainya, maka saya tidak menampilkannya di blog ini.

Jika Anda masih penasaran dengan foto dan video tersebut, Anda bisa mencarinya di Google Images dan YouTube dengan kata kunci “Krokodil Drug” atau “Crocodile Drug“.

Artikel ini sebenarnya juga telah saya publikasikan di blog saya dengan judul yang berbeda yakni “Krokodil Drug, Narkoba Baru Pembuat Zombie“. Mudah-mudahan dengan banyaknya publikasi diharapkan pemuda Indonesia tidak sampai menggunakan obat ini. Amin…

Referensi:

    Senyawa-Senya Desomorfin by en.wikipedia.org.
    Foto-Foto Publikasi Pembuatan Krokodil Drug by dangerousmind.net
    Pengertian Krokodil by id.wikipedia.org.

Dampak Narkoba

Labels: ,

Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal.
Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang.

Dampak Fisik:
  1. Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi
  2. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah
  3. Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim
  4. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru
  5. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur
  6. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual
  7. Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)
  8. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya
  9. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian
Dampak Psikis:
  1. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah
  2. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
  3. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
  4. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
  5. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri
Dampak Sosial:
  1. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan
  2. Merepotkan dan menjadi beban keluarga
  3. Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram
Dampak fisik, psikis dan sosial berhubungan erat. Ketergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada waktunya) dan dorongan psikologis berupa keinginan sangat kuat untuk mengkonsumsi (bahasa gaulnya sugest). Gejata fisik dan psikologis ini juga berkaitan dengan gejala sosial seperti dorongan untuk membohongi orang tua, mencuri, pemarah, manipulatif, dll.

Pengertian Narkoba

Labels:

Pengertian narkoba menurut Kurniawan (2008) adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan lain sebagainya.
Sedangkan pengertian narkoba menurut pakar kesehatan adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioparasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini presepsi itu disalah gunakan akibat pemakaian yang telah diluar batas dosis.
Jenis-jenis Narkoba
Narkoba dibagi dalam 3 jenis yaitu Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif lainnya. Penjelasan mengenai jenis-jenis narkoba adalah sebagai berikut:
 1.    Narkotika
Menurut Soerdjono Dirjosisworo mengatakan bahwa pengertian narkotika adalah “Zat yang bisa menimbulkan pengaruh tertentu bagi yang  menggunakannya dengan memasukkan kedalam tubuh. Pengaruh tersebut  bisa berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat dan halusinasi atau timbulnya khayalan-khayalan. Sifat-sifat tersebut yang  diketahui dan ditemukan dalam dunia medis bertujuan dimanfaatkan bagi  pengobatan dan kepentingan manusia di bidang pembedahan, menghilangkan rasa sakit dan lain-lain.
        Narkotika digolongkan menjadi 3 kelompok yaitu :
Narkotika golongan I adalah narkotika yang paling berbahaya. Daya adiktifnya sangat tinggi. Golongan ini digunakan untuk penelitian dan ilmu pengetahuan. Contoh : ganja, heroin, kokain, morfin, dan opium.
Narkotika golongan II adalah narkotika yang memiliki daya adiktif kuat, tetapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : petidin, benzetidin, dan betametadol.
Narkotika golongan III adalah narkotika yang memiliki daya adiktif ringan, tetapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : kodein dan turunannya.
2.      Psikotropika
Psikotopika adalah zat atau obat bukan narkotika, baik alamiah maupun sintesis, yang memiliki khasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas normal dan perilaku. Psikotropika digolongkan lagi menjadi 4 kelompok adalah :
Psikotropika golongan I adalah dengan daya adiktif yang sangat kuat, belum diketahui manfaatnya untuk pengobatan dan sedang diteliti khasiatnya. Contoh: MDMA, LSD, STP, dan ekstasi.
Psikotropika golongan II adalah psikotropika dengan daya adiktif kuat serta berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : amfetamin, metamfetamin, dan metakualon.
Psikotropika golongan III adalah psikotropika dengan daya adiksi sedang serta berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : lumibal, buprenorsina, dan fleenitrazepam.
Psikotropika golongan IV adalah psikotropika yang memiliki daya adiktif ringan serta berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : nitrazepam (BK, mogadon, dumolid ) dan diazepam.
3.     Zat adiktif lainnya
Zat adiktif lainnya adalah zat – zat selain narkotika dan psikotropika yang dapat menimbulkan ketergantungan pada pemakainya, diantaranya adalah :
Rokok
Kelompok alkohol dan minuman lain yang memabukkan dan menimbulkan ketagihan.
Thiner dan zat lainnya, seperti lem kayu, penghapus cair dan aseton, cat, bensin yang bila dihirup akan dapat memabukkan (Alifia, 2008). Demikianlah jenis-jenis narkoba, untuk selanjutnya faktor-faktor penyebab penyalahgunaan narkotika.
 
Faktor Penyebab Penyalahgunaan Narkoba
Faktor penyebab penyalahgunaan narkoba dapat dibagi menjadi dua faktor, yaitu :
Faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam diri individu seperti kepribadian, kecemasan, dan depresi serta kurangya religiusitas. Kebanyakan penyalahgunaan narkotika dimulai atau terdapat pada masa remaja, sebab remaja yang sedang mengalami perubahan biologik, psikologik maupun sosial yang pesat merupakan individu yang rentan untuk menyalahgunakan obat-obat terlarang ini. Anak atau remaja dengan ciri-ciri tertentu mempunyai risiko lebih besar untuk menjadi penyalahguna narkoba.
Faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar individu atau lingkungan seperti keberadaan zat, kondisi keluarga, lemahnya hukum serta pengaruh lingkungan.
Faktor-faktor tersebut diatas memang tidak selau membuat seseorang kelak menjadi penyalahgunaan obat terlarang. Akan tetapi makin banyak faktor-faktor diatas, semakin besar kemungkinan seseorang menjadi penyalahgunaan narkoba. Hal ini harus dipelajari Kasus demi kasus.
Faktor individu, faktor lingkungan keluarga dan teman sebaya/pergaulan tidak selalu sama besar perannya dalam menyebabkan seseorang menyalahgunakan narkoba. Karena faktor pergaulan, bisa saja seorang anak yang berasal dari keluarga yang harmonis dan cukup kominikatif menjadi penyalahgunaan narkoba.
Tanda Gejala Dini Korban Penyalahgunaan Narkoba
Menurut Ami Siamsidar Budiman (2006 : 57–59) tanda awal atau gejala dini dari seseorang yang menjadi korban kecanduan narkoba antara lain :
  1. Tanda-tanda fisik Penyalahgunaan Narkoba     : Kesehatan fisik dan penampilan diri menurun dan suhu badan tidak beraturan, jalan sempoyongan, bicara pelo (cadel), apatis (acuh tak acuh), mengantuk, agresif, nafas sesak,denyut jantung dan nadi lambat, kulit teraba dingin, nafas lambat/berhenti, mata dan hidung berair,menguap terus menerus,diare,rasa sakit diseluruh tubuh,takut air sehingga malas mandi,kejang, kesadaran menurun, penampilan tidak sehat,tidak peduli terhadap kesehatan dan kebersihan, gigi tidak terawat dan kropos, terhadap bekas suntikan pada lengan atau bagian tubuh lain (pada pengguna dengan jarum suntik)
  2. Tanda-tanda Penyalahgunaan Narkoba ketika di rumah : Membangkang terhadap teguran orang tua, tidak mau mempedulikan peraturan keluarga, mulai melupakan tanggung jawab rutin di rumah, malas mengurus diri, sering tertidur dan mudah marah, sering berbohong, banyak menghindar pertemuan dengan anggota keluarga lainnya karena takut ketahuan bahwa ia adalah pecandu, bersikap kasar terhadap anggota keluarga lainnya dibandingkan dengan sebelumnya, pola tidur berubah, menghabiskan uang tabungannya dan selalu kehabisan uang, sering mencuri uang dan barang-barang berharga di rumah, sering merongrong keluarganya untuk minta uang dengan berbagai alasan, berubah teman dan jarang mau mengenalkan teman-temannya, sering pulang lewat jam malam dan menginap di rumah teman, sering pergi ke disko, mall atau pesta, bila ditanya sikapnya defensive atau penuh kebencian, sekali-sekali dijumpai dalam keadaan mabuk.
  3. Tanda-tanda Penyalahgunaan Narkoba ketika di sekolah  :  Prestasi belajar di sekolah tiba-tiba menurun mencolok, perhatian terhadap lingkungan tidak ada, sering kelihatan mengantuk di sekolah, sering keluar dari kelas pada waktu jam pelajaran dengan alasan ke kamar mandi, sering terlambat masuk kelas setelah jam istirahat; mudah tersinggung dan mudah marah di sekolah, sering berbohong, meninggalkan hobi-hobinya yang terdahulu (misalnya kegiatan ekstrakurikuler dan olahraga yang dahulu digemarinya), mengeluh karena menganggap keluarga di rumah tidak memberikan dirinya kebebasan, mulai sering berkumpul dengan anak-anak yang “tidak beres” di sekolah.
Akibat Penyalahgunaan Narkoba Pengertian Narkoba
Penggunaan narkoba dapat menyebabkan efek negatif yang akan menyebabkan gangguan mental dan perilaku, sehingga mengakibatkan terganggunya sistem neuro-transmitter pada susunan saraf pusat di otak. 
Gangguan pada sistem neuro-transmitter akan mengakibatkan tergangunya fungsi kognitif (alam pikiran), afektif (alam perasaan, mood, atau emosi), psikomotor (perilaku), dan aspek sosial.
Berbagai upaya untuk mengatasi berkembangnya pecandu narkoba telah dilakukan, namun terbentur pada lemahnya hukum. Beberapa bukti lemahnya hukum terhadap narkoba adalah sangat ringan hukuman bagi pengedar dan pecandu, bahkan minuman beralkohol di atas 40 persen (minol 40 persen) banyak diberi kemudahan oleh pemerintah. Sebagai perbandingan, di Malaysia jika kedapatan pengedar atau pecandu membawa dadah 5 gr ke atas maka orang tersebut akan dihukum mati.
Sebenarnya juga tidak sedikit para pengguna narkoba ingin lepas dari dunia hitam ini. Akan tetapi usaha untuk seorang pecandu lepas dari jeratan narkoba tidak semudah yang dibayangkan. 
Untuk itu katakan Say no to drugs….!!!

Cara Mengatasi Pecandu Sabu Sabu

Labels: , , , , ,



terapinarkoba.com - Mengobati kecanduan narkoba bukan hanya di lakukan detoksifikasi namun harus mengobati berbagai komplikasi yang timbul akibat narkoba. disinilah peran TERAPIS untuk mampu mengobati secara keseluruhan.         

Jika hanya detoksifikasi kemudian urusan narkoba beres / sembuh tuntas maka tidak perlu lagi ada BNN dan narkoba ndak perlu di takuti.

Membersihkan racun sabu narkoba dalam darah kerennya di sebut Detoksifikasi dapat melalui serangkaian cara tersebut di bawah ini dan merupakan metode pengobatan narkoba yang di terapkan beberapa tempat pengobatan pada umumnya:


  • BerTAUBAT, ber DOA , perbanyak BERIBADAH ( detoksifikasi JIWA )
  • Minum air putih yang banyak
  • Olah raga biar berkeringat / kegiatan yang bermanfaat
  • Makan yang cukup bergizi dan makan buah2 an segar 
  • PESAN PAKET DETOX TRN klik disini.
  • Istikomah
Ini sangat membantu bagi mereka yang baru pake / masih ringan
Jika belum sembuh maka sebaiknya segera BEROBAT LANGSUNG.

CARA LOLOS TES NARKOBA klik disini 

Penulis : Tabib Masrukhi
10 tahun ketergantungan narkoba
.
Testimoni ini kami muat atas ijin seorang ibu, setelah membuktikan kesembuhan anaknya semata mata karena Allah, agar bagi mereka yang masih ketergantungan narkoba untuk lebih mengupayakan pengobatan dan  jangan berputus asa.

Nama                        : Denda 
Alamat tinggal         : Sukabumi
Telp                           : 0856 5958 1xxx
10 tahun beliau ketergantungan narkoba. keluar masuk bui. Ibunda tercinta telah menempuh segala upaya untuk menyembuhkan telah di lakukan namun belum kunjung sembuh. sakaw  dan sakaw .....
Berkat istrinya mendapat informasi pengobatan melalui internet, beliau sekeluarga mencoba peruntungan berobat ke tempat kami Tabib Masrukhi.
Alhamdulillah kini beliau sudah sembuh tuntas setelah kami obati selama +- 2 bulan berturut turut. Rasa syukur kini kehidupan beliau lebih di sibukan mengajar mengaji dan menyantuni anak yatim piatu, dan mengajak teman sesama pecandu narkoba yang belum sembuh untuk segera berobat.

Yayasan Rehabilitasi Narkoba

Labels: , ,



Ketua Yayasan Serba Bakti Pesantren Suryalaya Perwakilan Kota Bogor, Edgar Suratman, Rabu (7/9), di Bogor mengatakan, Abah Anom merupakan tokoh panutan dan ulama besar yang berjasa bagi bangsa maupun agama.

"Almarhum merupakan ulama penuh teladan yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk masyarakat, agama dan bangsa," kata Edgar Suratman.


Salah satu andil besar yang diberikan Abah Anom yang dikenal sebagai ajengan santun dan sederhana semasa hidupnya adalah mempelopori rehabilitasi kecanduan narkoba melalui pendekatan spiritual atau agama.

"Salah satu konsen almarhum saat hidup adalah merehabilitasi pecandu narkoba melalui pendekatan spiritual dan dzikir. Karena itu Pesantren Suryalaya dikenal banyak pihak sebagai pusat rehabilitasi narkoba," ujar Edgar Suratman yang juga Asda Bidang Kemasyarakatan Pemerintah Kota Bogor.

Abah Anom mengembangkan gerakan rehabilitasi narkoba berbasis spiritual melalui "Majelis Al Inabah" yang dikembangkan sejak tahun 1980-an. Tak ayal bila Badan Narkotika Nasional, Mabes Polri dan berbagai lembaga anti Narkoba menjadikan Pesantren Suryalaya sebagai mitra utama dalam upaya merehabilitasi korban maupun perang terhadap peredaran narkoba di Tanah Air.

Sumbangan besar lain yang diberikan Abah Anom bagi bangsa ini, yaitu mengembangkan dakwah Islam berbasis pendekatan "tasauf" atau spiritual melalui wadah "Tarekat Qodiriyah Naqsabandiyah" alias TQN Suryalaya.

Kehadiran TQN Suryakaya yang diprakarsai ulama kelahiran Tasikmalaya 1 Januari 1915 tersebut mendapatkan apresiasi besar dari umat Islam, baik di Jawa Barat, di Nusantara bahkan Mancanegara.

"TQN Suryalaya memiliki jutaan pengikut yang tersebar di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara," kata Edgar Suratman yang juga a'wan Syuriah PC Nahdlatul Ulama Kota Bogor.

Menurut Edgar, di semua kabupaten/ kota se-Jawa Barat, TQN Suryalaya memiliki organisasi perwakilan yang disebut "Yayasan Serba Bakti Pesantren Suryalaya Perwakilan Kabupaten/ Kota. Di sejumlah daerah di DKI Jakarta, Banten dan Jawa Tengah, TQN Suryalaya juga memiliki perwakilan.

"Perwakilan Yayasan Serba Bakti Pesantren Suryalaya memiliki tiga misi yaitu pengembangan ajaran tarekat, pembinaan akhlak umat maupun rehabilitasi narkoba berbasis spiritual," ungkap Edgar.

Hal tersebut, lanjut Edgar yang juga mantan Kepala Kesbangpol Kota Bogor, sesuai dengan falsafah "Serba Bakti", yakni untuk membaktikan diri semata bagi kepentingan masyarakat, agama dan bangsa.

Sumbangan besar berikutnya yang didedikasikan Abah Anom saat hidupnya, yaitu mempelopori pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui Pesantren Suryalaya, Abah Anom mengembangkan koperasi pesantren dan baitul mal wat tamwil.

Kopontren dan BMT Suryalaya bekerjasama dengan sejumlah bank dalam mengembangkan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesantren dan pedesaan di Tasikmalaya dan Ciamis.

Andil besar lain yang didedikasikan Abah Anom, tambah Edgar, di bidang pendidikan. Melalui Pesantren Suryalaya, Abah Anom setiap tahunnya membina ribuan kader-kader calon pemimpin di tengah masyarakat.

Yayasan Serba Bakti Pesantren Suryalaya yang terletak di Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, memiliki 13 unit pendidikan, yaitu mulai jenjang TK, SD, MTs, SMP, MA, SMA, SMK, sekolah tinggi ilmu ekonomi, institut agama islam, majelis taklim, pesantren, pengajian umum serta "Majelis Al Inabah." Santri Pesantren Suryalaya mencapai ribuan orang yang berasal dari sekitar Tasikmlaya, kawasan Priangan Timur dan berbagai daerah di Indonesia.

Ketulusan Abah Anom dalam mendedikasikan dirinya di berbagai bidang, membuatnya diberikan banyak penghargaan oleh masyarakat dan lembaga, baik dari Dalam maupun Luar Negeri, sehingga ruang tamu almarhum banyak diisi berbagai piagam dan kenang-kenangan.

Besarnya jasa yang dilakukan Abah Anom sepanjang hayatnya, membuatnya disegani dan diikuti banyak orang. Kematiannya pun ditangisi belasan ribu orang yang memadati kompleks Pesantren Suryalaya pada Selasa, untuk mengantarkannya ke tempat peristirahatan terakhir.

Sejumlah tokoh nasional dan pemimpin parpol besar, ikut berbelasungkawa atas wafatnya almarhum dengan mengirimkan karangan bunga. Puluhan karangan bunga dipasang sepanjang jalan menuju kediaman almarhum, antara lain berasal dari Ketua DPW PKB Jawa Barat yang juga Menteri PDT Helmy Faisal Zaini, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, Ketua DPD Partai Demokrat Iwan Sulanjana, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, dan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Selanjutnya, Gubernur DKI Fauzi Bowo, Bupati Tasikmalaya, keluarga besar PCNU Kabupaten Tasikmalaya, Wali Kota Bogor, Sekdakot Bogor, Bupati Ciamis, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Ketua Kwarda Pramuka Jawa Barat Dede Yusuf, Pangdam III/Siliwangi, Kapolda Jawa Barat, Akbar Tanjung, sejumlah bupati di Kalimantan hingga direksi Bank BCA.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga ikut memberikan karangan bunganya sebagai ungkapan belasungkawa atas kepergian almarhum untuk selama-lamanya.(ant/hrb)

Rehabilitasi Narkoba Untuk Remaja

Labels:

PROGRAM BANTUAN PENGOBATAN NARKOBA

Kepada 
Yth. Orang Tua / Wali

Assalamu'alaikum wr.wb,-

Program ini bertujuan mengembalikan minat kepada mereka yang putus asa dalam mengobati ketergantungan narkoba mengingat pada umumnya pengobatan memerlukan waktu bertahun tahun dan sulit di sembuhkan , dengan metode kami pengobatan dan rehabilitasi hanya membutuhkan waktu ± 2 bulan Insya Alloh bisa sembuh tuntas.

Program  ini berupa bantuan obat dan ramuan herbal PLUS dan pengobatan Ilahiyah Hikmah Kamilah jarak jauh dimanapun pasien berada,
terbatas hanya 30 pecandu NARKOBA.  
buruan .....yah
mumpung ada kesempatan 
Syarat  :

1.Kirimkan surat permohonan

2.Foto copy Kartu Keluarga
3.Foto terbaru Penderita Ketergantungan Narkoba

kirim kan melalui ke email kami klinikmedistra@gmail.com

Saudara hanya mengganti biaya pengiriman barang  , besarnya di sesuaikan dengan tarif  POS INDONESIA
Mari bantu , infokan ke teman temen pengguna narkoba yang ingin sembuh dari ketergantungan Narkoba ..... 
selamat bagi mereka yang mendapatkan bantuan

CIMENG SANGAT BERBAHAYA

Labels:

Cimeng / Ganja :
Berbentuk daun-daun kering yang sudah dirajang kering dan ditempatkan (biasanya) dalam sebuah amplop kecil berukuran 25 X 15 cm.Dilinting seperti rokok dan dihisap, dimakan. Banyak dikonsumsi masyarakat, dari remaja sampai rakyat biasa. Mudah didapat dan cara pemakaiannya seperti merokok biasa. Harganya sangat murah : Rp. 10.000,- jadi 4 batang rokok.

Habis Pakai:
Kantung mata membengkak dan merah, bengong, pendengaran berkurang, susah berfikir/konsemtrasi, perasan menjadi gembira, selalu tertawa tanpa, sebab, pandangan kabur, ingin tidur terus, nafsu makan besar.

Sakauw :
Banyak berkeringat, Gelisah, Gemetaran, Nggak aa selera makan, Mual/muntah, Diare terus menerus, Nggak bisa tidur (insomnia), Ketakutan berlebihan yang nggak beralasan (paranoid), Tingkah laku aneh, melamun, tertawa sendiri.

Akibat :
Perasaan tidak tenang, tidak bergairah, cepat marah/sensitif.Jantung berdebar, Euforia (merasa sangat gembira tanpa sebab), Halusinasi dan delusi, Waktu terasa berjalan sangat lambat, Apatis, cuek terhadap diri dan lingungannya, nggak ada kemauan, Mata merah, Nafsu makan nambah, Mulut kering, Kelakuan jadi aneh, cemas, taku yang berlebihan, curiga berlebihan atau paranoid, kehilangan minat beraktivitas, malas belajar, malas bekerja, ditinggalkan kawan.Bronkitis/infeksi paru, Imunitas berkurang, Kemampuan membaca terganggu, Ketrampilan bicara terganggu, Motivasi berkurang, Rasa ingin bersaing berkurang.

Intisari:
Mengandung zat THC (Tetra Hydro Cannabinol) yaitu zat psikoaktif yang berefek halusinasi. Nama lain Mariyuana, Indian Hemp, Rumput, Barang, Gelek, Daun, Hijau, Bang, bunga, Ikat, Labang, cimeng. Akibat penggunaan ganja dalam waktu lama bakal terkena kecanduan yang cukup parah. Kebutuhan narkotika yang tidak terpenuhi akan menimbulkan rasa sakit nagih atau sakau. Selain itu ganja dapat memicu gangguan psikologis berupa kegilaan yang dinamakan skizofrenia. Baik skizofrenia maupun sakau karena nagih ganja sama-sama memiliki gejala awal yang disebut delusi. Delusi di sini ditandai dengan keyakinan yang berlebih bahwa dirinya merupakan perwujudan dari apa saja. Kebanyakan berupa perwujudan benda. Misalnya, ia merasa dirinya adalah patung, ember, sampah, dan lain sebagainya. Aktivitasnya bisa jadi berdiri membisu selama berjam-jam menghadap tembok, menyilet-nyilet tubuh sendiri, membentur-benturkan kepala, dan sebagainya. Oleh karena itu, pemakaian ganja sampai ke tingkat kecanduan di mana terjadi kekacauan fungsi berpikir, berperasaan, dan berperilaku sama saja dengan menalamai gangguan psikologis. Gangguan ini, karena gejalanya sama, bisa mencetuskan skizofrenia atau kegilaan di kalangan orang yang jiwanya labil dan mudah goyah (memiliki faktor predisposisi seperti misalnya kepribadian skizoid). Survey yang pernah ada menyebutkan bahwa umumnya, para penderita skizofrenia sebelumnya sebelumnya adalah pemakai ganja. Akibat lebih jauh, pengguna ganja akan mengalami koma. Kandungan aktif: 100 persen Cannabinoids.

BATAM

Labels: ,

Peredaran Narkoba Menggila, urutan ke 2

Pelajar-Korban-Narkoba.jpg
TRIBUNNEWSBATAM, BATAM  - Kepulauan Riau (Kepri) menduduki peringkat ke-2 sebagai daerah peredaran terbesar se-Indonesia. Ini berdasarkan hasil survei tim Universitas Indonesia (UI) tahun 2011.

"Berdasarkan survei dari UI , Kepri berada di posisi nomor 2," ujar Kombes Pol drg Suryawirawan, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri di Politeknik Batam.

Suryawirawan mengatakan itu, saat ditemui dalam acara pementasan pagelaran seni budaya di acara pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di lingkugan kampus Politeknik Batam. Suryawirawan patut cemas. Dari 33 provinsi Kepri berada di urutan kedua. 

"Sedangkan untuk urutan sebagai pencandu Kepri menempat urutan 11," tegasnya.

"Pada tahun 2010 peringkat Kepri sempat turun. Peredaran di peringkat tiga sedangkan pencandu di peringkat 17," jelas Suryawirawan. 

Lebih gila lagi, pecandu narkoba ini kini rata-rata berasal dari kalangan tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang masih berusia muda 16-29 tahun.

"Salah satu penyebarannya dan penggunanya adalah melalui mahasiswa," ucap Suryawirawan. Dirinya juga menambahkan bahwa setiap tiga persen per tahunnya, jumlah pecandu narkoba di Indonesia terus bertambah dengan pesat. 
Rehabilitasi

Suryawirawan mengaku prihatin selama ini para pencandu lebih banyak dipenjara dibandingkan berada di rehabilitasi. Padahal saat ini pecandu tidak mesti dipenjara melainkan bisa direhabilitasi atau diobati. 

"Ini berdasarkan UU No 35 tahun 2009 dimana setiap pecandu narkoba wajib mendapatkan pengobatan dengan proses rehabilitasi," kata dia.

Suryawirawan yakin, dengan pengenalan terhadap seni budaya bisa menekan tingkat pecandu. Surya menyebutkan, di Belakangpadang saja saat ini sudah ada 50 pecandu dalam pembinaan BNNP Kepri. 

"Mereka dalam pembinaan kita," ujar Surya.

BNNP akan menggelar sosialiasi seni dan budaya lokal ini di sejumlah universitas di Kepulauan Riau. "Harapan kami sesuai dengan kesepakatan ASEAN bebas narkoba tahun 2015," terangnya. 

Dalam acara tersebut turut hadir perwakilan sejumlah universitas di antaranya dari Universitas Putra Batam, Universitas Internasional Batam, Universitas Batam, Stikes Awal Bros, UNRIKA, dan Stikes Mitra Bunda.

Gejala-Gejala pemakai Psikotropika

Labels:


Gejala-Gejala Pemakai Zat Psikotropika Berlebihan

1. Opiat (heroin, morfin, ganja)
- perasaan senang dan bahagia
- acuh tak acuh (apati)
- malas bergerak
- mengantuk
- rasa mual
- bicara cadel
- pupil mata mengecil (melebar jika overdosis)
- gangguan perhatian/daya ingat

2. Ganja
- rasa senang dan bahagia
- santai dan lemah
- acuh tak acuh
- mata merah
- nafsu makan meningkat
- mulut kering
- pengendalian diri kurang
- sering menguap/ngantuk
- kurang konsentrasi
- depresi

3. Amfetamin (shabu, ekstasi)
- kewaspadaan meningkat
- bergairah
- rasa senang, bahagia
- pupil mata melebar
- denyut nadi dan tekanan darah meningkat
- sukar tidur/ insomnia
- hilang nafsu makan

4. Kokain
- denyut jantung cepat
- agitasi psikomotor/gelisah
- euforia/rasa gembira berlebihan
- rasa harga diri meningkat
- banyak bicara
- kewaspadaan meningkat
- kejang
- pupil (manik mata) melebar
- tekanan darah meningkat
- berkeringat/rasa dingin
- mual/muntah
- mudah berkelahi
- psikosis
- perdarahan darah otak
- penyumbatan pembuluh darah
- nystagmus horisontal/mata bergerak tak terkendali
- distonia (kekakuan otot leher)

5. Alkohol
- bicara cadel
- jalan sempoyongan
- wajah kemerahan
- banyak bicara
- mudah marah
- gangguan pemusatan perhatian
- nafas bau alkohol

6. Benzodiazepin (pil nipam, BK, mogadon)
- bicara cadel
- jalan sempoyongan
- wajah kemerahan
- banyak bicara
- mudah marah
- gangguan pemusatan perhatian

Tanda-Tanda Kemungkinan Penyalahgunaan Narkotika dan Zat adiktif

a. Fisik
- berat badan turun drastis
- mata terlihat cekung dan merah, muka pucat, dan bibir kehitam-hitaman
- tangan penuh dengan bintik-bintik merah, seperti bekas gigitan nyamuk dan
ada tanda bekas luka sayatan. Goresan dan perubahan warna kulit di tempat
bekas suntikan
- buang air besar dan kecil kurang lancar
- sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas

b. Emosi
- sangat sensitif dan cepat bosan
- bila ditegur atau dimarahi, dia malah menunjukkan sikap membangkang
- emosinya naik turun dan tidak ragu untuk memukul orang atau berbicara kasar
terhadap anggota keluarga atau orang di sekitarnya
- nafsu makan tidak menentu

c. Perilaku
- malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas-tugas rutinnya
- menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga
- sering bertemu dengan orang yang tidak dikenal keluarga, pergi tanpa pamit
dan pulang lewat tengah malam
- suka mencuri uang di rumah, sekolah ataupun tempat pekerjaan dan menggadaikan
barang-barang berharga di rumah. Begitupun dengan barang-barang berharga
miliknya, banyak yang hilang
- selalu kehabisan uang
- waktunya di rumah kerapkali dihabiskan di kamar tidur, kloset, gudang, ruang yang
gelap, kamar mandi, atau tempat-tempat sepi lainnya
- takut akan air. Jika terkena akan terasa sakit – karena itu mereka jadi malas mandi
- sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan, biasanya terjadi pada saat gejala
“putus zat”
- sikapnya cenderung jadi manipulatif dan tiba-tiba tampak manis bila ada maunya,
seperti saat membutuhkan uang untuk beli obat
- sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alasan
- mengalami jantung berdebar-debar
- sering menguap
- mengeluarkan air mata berlebihan
- mengeluarkan keringat berlebihan
- sering mengalami mimpi buruk
- mengalami nyeri kepala
- mengalami nyeri/ngilu sendi-sendi

Ingatlah bahwa memakai narkoba bukan dengan alasan kedokteran adalah salah. Jangan sekali-kali mencoba dan merusak hidup anda sendiri. Ingat keluarga dan teman-teman anda. Semoga ini ada mamfaatnya.

Narkoba adalah tiket menuju kematian

Labels: ,


bahaya narkoba
Siapapun itu bila seseorang mulai memakai narkoba telah dipastikan dia mencari jalan untuk bunuh diri. 

Saat ini narkoba tidak hanya bisa didapat di kota-kota besar seperti Jakarta, melainkan di pelosok-pelosok daerah terpencil di Indonesia pun narkoba sudah bisa didapat. Betapa ironisnya fakta tersebut. Entah karena tidak faham atau memang tidak peduli dengan hidup mereka, para remaja merupakan komunitas yang paling mudah dan paling sering tertangkap menggunakan narkoba. Bukanlah menjadi alasan apabila ketidakharmonisan keluarga membuat seseorang menjadi pemakai narkoba. Faktanya, banyak pengguna narkoba yang tertangkap berasal dari keluarga baik-baik dan harmonis. Kini pemakai narkoba berasal dari berbagai kalangan, dari keluarga kaya, miskin, harmonis, brokenhome, terpelajar, kurang berpendidikan, hidup di kota, di desa bahkan tempat-tempat yang sulit dijangkau sekalipun.
Bahaya Fisik Karena Narkoba
Sesungguhnya bahaya narkoba bukanlah hal yang jarang didengar oleh masyarakat. Bahkan pendiddikan mengenai bahaya narkoba telah diajarkan sejak dini. Namun, masih banyak pula para pengguna narkoba yang tidak peduli dengan hal tersebut. Berbagai bahaya seperti mengakibatkan gangguan pembuluh darah dan hipertensi sehingga berimbas pada kerusakan jantung. Gangguan pada paru-paru yang nantinya akan berefek pada sistem pernafasan manusia. Adapun, gangguan funsgsi seksual, turunnya nafsu makan yang berakibat seseorang terlihat sangat kurus, serta gangguan sistem pencernaan lainnya. Fungsi tubuh akan menurun dan akan selalu lemas sebab pengguna narkoba umunya malas untuk bergerakDampak yang paling parah adalah kerusakan otak dan terkena HIV/AIDS yang membawa pada kematian.

Bahaya Sosial Akibat Narkoba

Pengguna narkoba ini akan merugikan keluarganya, tidak jarang pengguna narkoba yang nekad mencuri uang orangtuanya agar mendapat uang untuk membeli narkoba. Bahkan mereka juga bisa menjual barang berharga yang ada di rumah dan melakukan cara apapun hingga tindak kriminal agar bisa memperoleh uang untuk membeli narkoba. Mereka yang telah diketahui mengonsumsi narkoba biasanya dikucilkan oleh masyarakat sekitar. Khususnya untuk remaja yang masih menempuh jenjang pendidikan terancam dikeluarkan dari sekolahnya.

50 Orang Meninggal Setiap Hari akibat Narkoba

Labels: ,


Penulis : Arnoldus Dhae
Kamis, 07 Juni 2012 23:49 WIB     

Penggambaran pocong bervariasiDENPASAR--MICOM: Jumlah korban meninggal dunia akibat mengonsumsi narkotika dan obat berbahaya (narkoba) di Indonesia meningkat dari 40 orang menjadi 50 orang per hari. 

Demikian dikatakan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat ditemui seusai Sidang Paripurna DPRD Bali di Denpasar, Kamis (7/6). "Ini angka yang mencengangkan kita. Jangankan Bali, dunia juga serius menanggulangi narkotika," katanya. 

Ia mengungkapkan angka kematian 40 orang per hari akibat narkoba terjadi saat ia masih menjadi Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (Kalakhar BNN). Dengan makin tingginya angka kematian akibat narkoba, ia mendukung deteksi masuknya narkoba ke Tanah Air dilakukan lebih awal, antara lain di bandara dan pelabuhan, termasuk pintu-pintu menuju Pulau Dewata. 

Pastika meminta masyarakat agar tidak mengonsumsi obat-obatan terlarang. Untuk menghindari makin tingginya penggunaan narkoba, ujarnya, harus dilakukan melalui pendekatan pendidikan dan keluarga. 

"Melawan sindikat memang harus. Tetapi hal yang lebih penting adalah pendidikan, hubungan antarkeluarga di masyarakat, dan hubungan antarpertemanan," paparnya. Bila peminat narkoba sudah tidak ada, tambah Pastika, secara otomatis pasar dan sindikatnya akan mati sendiri. (OL/OL-01)

info terkait :
Angka Kematian Akibat NArkotika
Supir Honda Jazz,mabuk, ternyata sedang menjalani rehabilitasi narkoba

Ngelem Bisa Bikin Mati Mendadak

Labels:

Pernahkah Anda melihat orang yang sengaja mabuk dengan menghirup uap lem? Dalam pergaulan anak muda atau anak jalanan, lem perekat serba guna sering disalahgunakan untuk mendapatkan sensasi ‘high’ atau mabuk. Padahal menghirup uap lem sangat berbahaya, sebab pada kadar tertentu bisa menyebabkan mati mendadak.

Berbeda dengan jenis narkoba yang lain, lem sangat mudah didapatkan dengan harga yang cukup murah. Bahkan karena fungsi sebenarnya sangat bermanfaat, banyak yang tidak menyangka ada risiko di balik uap lem yang baunya cukup menyengat.

Anak-anak jalanan pasti mengenal istilah ngelem, yakni menghirup uap lem hingga mabuk. Efeknya hampir mirip dengan jenis narkoba yang lain yakni menyebabkan halusinasi, sensasi melayang-layang dan rasa tenang sesaat meski kadang efeknya bisa bertahan hingga 5 jam sesudahnya. Karena keasyikan ngelem ini kadang-kadang tidak merasa lapar meski sudah jamnya makan.

Sama seperti narkoba pada umumnya, efek ngelem akan menyerang susunan saraf di otak sehingga bisa menyebabkan kecanduan. Dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan otak sementara dalam jangka pendek risikonya adalah kematian mendadak (Sudden Sniffing Death).

Bukan hanya lem, beberapa produk rumah tangga yang mudah menguap (volatile) seperti penghapis cat kuku juga bisa disalahgunakan untuk mabuk-mabukan. Dalam daftar bahan berbahaya, produk-produk tersebut dimasukkan dalam kategori inhalant.

Salah satu komponen dalam inhalant yang berbahaya adalah pelarut solvent, yakni cairan yang dalam suhu ruangan mudah sekali menguap. Cairan ini umumnya dipakai sebagai pelarut dalam pengencer cat minyak (thinner), bensin, lem dan liquid papper (tipe-ex).

Ketika terhirup, uap pelarut (solven) ini hanya membutuhkan waktu yang singkat untuk mencapai kadar toksik atau beracun. Sistem organ yang diserang adalah otak dan saraf, khususnya yang berhubungan dengan jantung dan pernapasan.

Dikutip dari Kidshealth.org, Jumat (14/1/2011), efek jangka pendek yang dirasakan saat menghirup uap solven meliputi gejala-gejala sebagai berikut:
  • Denyut jantung meningkat
  • Mual-muntah
  • Halusinasi
  • Mati rasa atau hilang kesadaran
  • Susah bicara atau cadel
  • Kehilangan koordinasi gerak tubuh.
  • Karena uap solven tersebut bisa terakumulasi di jaringan tubuh, dalam jangka panjang jika terhirup terus menerus bisa memberikan efek jangka panjang. Di antaranya adalah sebagai berikut:
  • Kerusakan otak (bervariasi, mulai dari cepat pikun, parkinson dan kesulitan mempelajari sesuatu)
    Otot melemah ,Depresi  ,Sakit kepala dan mimisan
    Kerusakan saraf yang memicu hilangnya kemampuan mencium bau dan mendengar suara.
    Meski hanya dihirup sekali, efeknya juga bisa fatal jika telah melewati ambang batas yang bisa ditoleransi oleh tubuh. 
Uap lem dan thinner bisa membunuh dalam seketika dengan mekanisme sebagai berikut.
  1. Sudden Sniffing Death
    Kematian mendadak saat menghirup uap pelarut umumnya disebabkan oleh sabotase fungsi jantung. Gejala awalnya adalah denyut nadi meningkat dan tidak teratur, lalu tak lama kemudian berhenti untuk selamanya.
  2. Asphyxia
    Uap solven juga bisa mengikat oksigen di sistem pernapasan dan memicu asphyxia atau kekurangan suplai oksigen ke jaringan otak.
  3. Sesak napas
    Di kalangan anak jalanan, aktivitas ngelem sering dilakukan dengan kepala ditutup tas plastik agar uap tidak menyebar ke mana-mana. Ketika tubuh sudah terpengaruh uap pelarut, si anak jalanan tidak bisa melepas sendiri plastik penutup tersebut dan akan mati lemas jika tidak ada temannya yang menolong.
  4. Bunuh diri
    Depresi dan halusinasi merupakan dampak serius dari uap solven. Dampak ini bisa membunuh seseorang jika orang itu kemudian tergerak untuk melakukan bunuh diri dalam kondisi kejiwaan yang sedang kacau (detikhealth.com)